"Allah Telah Menjelaskan Ushul Dan Furu' Agama Dalam Al-Qur'anul Karim" ketegori Muslim.

Allah Telah Menjelaskan Ushul Dan Furu' Agama Dalam Al-Qur'anul Karim

Kategori Kesempurnaan Islam

Sabtu, 7 Agustus 2004 21:45:21 WIB

ALLAH TELAH MENJELASKAN USHUL DAN FURU' AGAMA DALAM AL-QUR'ANUL KARIM

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-'Utsaimin

Anda tentu tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjelaskan dalam Al-Qur'an tentang ushul (pokok-pokok) dan furu' (cabang-cabang) agama Islam. Allah telah menjelaskan tentang tauhid dgn segala macam-macamnya, sampai tentang bergaul sesama manusia seperti tatakrama pertemuan, tatacara minta izin dan lain sebagainya. Sebagaimana firman Allah Ta'ala.

"Arti : Hai orang-orang yg beriman, apabila dikatakan kpdmu : 'Berlapang-lapanglah dalam majlis', maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu" [Al-Mujaialah : 11].

Dan firman-Nya.

"Arti : Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu memasuki rumah yg bukan rumahmu sebelum minta izin dan memberi salam kpd penghuninya, yg demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat. Jika kamu tdk menemui seseorang di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendpt izin. Dan jika dikatakan kpdmu : 'Kembalilah !' maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yg kamu kerjakan". [An-Nuur : 27-28].

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjelaskan pula kpd kita dalam Al-Qur'an tentang cara berpakaian. Firman-Nya.

"Arti : Dan perempuan-perempuan tua yg telah terhenti (dari haid dan mengandung) yg tiada ingin kawin (lagi) tiialah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka[1] dgn tdk (bermaksud) menampakkan perhiasan" [An-Nuur : 60].

"Arti : Hai Nabi, katakanlah kpd istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu'min : 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbanya[2] ke seluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, krn itu mereka tdk diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayg". [Al-Ahzaab : 59].

"Arti : Dan janganlah mereka memukulkan kaki agar diketahui perhiasaan yg mereka sembunyikan". [An-Nuur : 31]

"Arti : Dan bukankah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya[3], akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yg bertakwa, dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya". [Al-Baqarah : 189].

Dan masih banyak lagi ayat seperti ini, yg dgn demikian jelaslah bahwa Islam ialah sempurna, mencakup segala aspek kehidupan, tdk perlu ditambahi dan tdk boleh dikurangi. Sebagaimana firman Allah Ta'ala tentang Al-Qur'an.

"Arti : Dan Kami turunkan kpdmu kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala seuatu". [An-Nahl : 89].

Dengan demikian, tdk ada sesuatu yg dibutuhkan oleh manusia baik yg menygkut masalah kehidupan di akhirat maupun masalah kehidupan di dunia, kecuali telah dijelaskan Allah dalam Al-Qur'an secara tegas atau dgn isyarat, secara tersurat maupun tersirat.

Adapun firman Allah Ta'ala.

"Arti : Dan tiialah binatang-binatang yg ada di bumi dan burung-burung yg terbang dgn kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiialah Kami alpakan sesuatupun di dalam al-kitab. Kemudian kpd Tuhanlah mereka dihimpunkan". [Al-An'aam : 38].

Ada yg menafsirkan ''Al-Kitab" disini ialah Al-Qur'an. Padahal sebenar yg dimaksud yaitu "Lauh Mahfuzh" . Karena apa yg dinyatakan Allah Subhanahu wa Ta'ala tentang Al-Qur'an dalam firman-Nya : "Arti : Dan Kami turunkan kepadmu kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu". lebih tegas dan lebih jelas daripada yg dinyatakan dalam firman-Nya : "Arti : Tidaklah Kami alpakan sesuatupun di dalam al-kitab".

Mungkin ada orang yg berta : "Adakah ayat di dalam Al-Qur'an yg menjelaskan jumlah shalat lima waktu berikut bilangan raka'at tiap-tiap shalat ? Bagaimanakah dgn firman Allah yg menjelaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan untuk menerangkan segala sesuatu, padahal kita tdk menemukan ayat yg menjelaskan bilangan raka'at tiap-tiap shalat ?".

Jawab : Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjelaskan di dalam Al-Qur'an bahwasa kita di wajibkan mengambil dan mengikuti segala apa yg telah disabdakan dan ditunjukkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Hal ini berdasarkan atas firman Allah Ta'ala.

"Arti : Barangsiapa yg mentaati Rasul itu, sesungguh ia telah mentaati Allah" [An-Nisaa : 80].

"Arti : Dan apa yg diberikan Rasul kpdmu, maka terimalah dia. Dan apa yg dilarang bagimu maka tinggalkanlah". [Al-Hasyr : 7].

Maka segala sesuatu yg telah dijelaskan oleh sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, sesungguh Al-Qur'an telah menunjukkan pula. Karena sunnah termasuk juga wahyu yg diturunkan dan diajarkan oleh Allah kpd Rasulullah Shalallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya.

"Arti : Dan Allah telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) kpdmu". [An-Nisaa : 113].

Dengan demikian, apa yg disebutkan dalam sunnah maka sebenar telah disebutkan pula dalam Al-Qur'an.

[Disalin dari buku Al-Ibdaa' fi Kamaalis Syar'i wa Khatharil Ibtidaa', edisi Indonesia Kesempurnaan Islam dan Bahaya Bid'ah, karya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-'Utsaimin, penerjemah Ahmad Masykur MZ, penerbit Yayasan Minhajus Sunnah, Bogor - Jabar.]
_________
Foote Note.
[1] Maksud : Pakaian luar, yg kalau dibuka tdk menampakkan aurat.
[2] Jilbab sejenis baju kurung yg lapang yg dpt menutup kepala, muka dan dada.
[3] Pada masa Jahiliyah, orang-orang yg berihram di waktu haji mereka memasuki rumah dari belakang, bukan dari depan. Hal ini ditanyakan oleh para sahabat kpd Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka turunlah ayat ini sebagai penjelas.

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=967&bagian=0

Sumber Allah Telah Menjelaskan Ushul Dan Furu' Agama Dalam Al-Qur'anul Karim : http://alsofwah.or.id


dalil al- quran tentang agama Al- quran menjelaskan tentang sholat