Bekal Menuju Baitullah - 2 -
Buletin Dakwah Al Ilmu JemberPerjalan suci menuju Baitullah membutuhkan bekal yg cukup. Disamping harta yg dengannya bisa sampai ke Baitullah bekal ilmu pun sangat mutlak dibutuhkan. Dengan ilmu seseorang akan terbimbing utk melakukan ibadah haji sesuai dgn tuntunan Rasulullah .
Lebih dari itu akan terhindar dari berbagai macam bid’ah dan kesalahan sehingga hajinya pun sebagai haji mabrur yg tiada balasan baginya kecuali al jannah.Berangkat dari harapan inilah pada edisi kali ini kami angkat perkara-perkara mungkar baik berupa bid’ah ataupun kesalahan-kesalahan haji yg dapat menghalangi seseorang utk meraih predikat haji mabrur.Diantara kemungkaran-kemung karan itu adl sebagai berikut :A. KEMUNGKARAN SEBELUM BERANGKAT HAJI1. Mengadakan pesta sebelum berangkat haji dgn bacaan do’a-do’a ataupun shalawat yg terkadang diiringi dgn pentas musik. Perbuatan ini tidak ada dasarnya sama sekali dari Al Qur’an maupun As Sunnah.2. Melantunkan adzan sebelum berangkat.3. Mengharuskan ziarah kubur sanak famili dan orang-orang shalih.4. Keyakinan masyarakat bahwa calon jama’ah haji diiringi Malaikat sepekan sebelum keberangkatannya sehingga mereka pun berdatangan kepadanya utk minta do’a.5. Kepergian wanita ke Baitullah tanpa disertai mahram. Bahkan ada istilah ‘persaudaraan nisbi’ yaitu wanita yg dimahramkan saat berhaji dgn pria yg bukan mahramnya sehingga keduanya dapat bermumalah seperti layaknya dgn mahram yg sebenarnya. Demikian pula ‘nikah nisbi’ yaitu dinikahkannya seorang wanita baik sudah bersuami atau belum dgn seorang lelaki yg akan berhaji sehingga keduanya dapat bermumalah seperti layaknya suami istri. Ini adl kemungkaran yg tidak diridhoi Allah.6. Berhaji hanya dalam rangka ziarah ke kubur Nabi .7. Sholat dua rakaat ketika akan berangkat haji.B. KEMUNGKARAN KETIKA BERIHRAM DAN BERTALBIYAH1. Tidak berihram ketika melewati miqat. Hal ini banyak terjadi –khusus utk jama’ah haji Indonesia– pada kloter yg langsung menuju Makkah. Mereka tidak berihram ketika melewati miqat dan baru berihram di Jeddah.2. Bertalbiyah bersama yg dipimpin oleh seseorang diantara mereka.3. Mengenakan pakaian ihram dgn membuka pundak kanan {yaitu pakaian atas bagian kanan diletakkan dibawah ketiak sedangkan yg kiri tetap diatas pundak kiri semestinya hal ini khusus ketika thawaf saja}.4. Bacaan talbiyah diganti dgn tahlil dan takbir.C. KEMUNGKARAN KETIKA MELAKUKAN THAWAF.1. Mandi sebelum thawaf.2. Melafadzkan niat thawaf.3. Mengangkat tangan saat menyentuh Hajar Aswad seperti mengangkat tangan ketika sholat.4. Memulai thawaf sebelum Hajar Aswad5. Sholat Tahiyyatul Masjid sebelum thawaf.6. Hanya mengeliling bangunan Ka’bah yg bersegi empat saja dan tidak mengelilingi Hijr Isma’il.7. Berjalan cepat pada seluruh putaran yg tujuh padahal hal itu hanya dilakukan pada 3 putaran pertama dan itu pun khusus pada thawaf qudum saja.8. Berdesak-desakan utk dapat mencium Hajar Aswad sampai-sampai terjadi saling mencaci bahkan sampai berkelahi.9. Mengusap Hajar Aswad dalam rangka tabarruk dan meyakini bisa memberikan manfaat dan menolak bala’.10. Mencium atau mengusap sebagian atau semua pojok Ka’bah –bahkan seluruh dindingnya–.
Tidak jarang pula mereka menarik-narik kiswah bahkan menyobeknya untuk dijadikan jimat.11. Membaca do’a/dzikir khusus tiap kali putaran padahal boleh baginya berdo’a dgn do’a apa saja yg ia senangi.12. Bersedekap ketika thawaf.13. Keyakinan bahwa siapa yg bisa menggapai dinding bagian atas dari pintu Ka’bah maka dia berhasil memegang Al ‘Urwatul Wutsqa yaitu:لا اله الاّ الله.14. Berdesak-desakan utk sholat di belakang maqom Ibrohim sehingga mengganggu jama’ah yang lainnya padahal boleh baginya utk sholat di belakang maqom Ibrohim walaupun agak jauh darinya dan bila tidak memungkin boleh di bagian manapun dari masjid.15. Lebih parah lagi bila sholatnya lbh dari 2 raka’at.16. Berdo’a bersama seusai thawaf sambil berdiri dgn satu komando tragisnya dgn suara keras sehingga mengganggu jama’ah yg lainnya.D. KEMUNGKARAN KETIKA MELAKUKAN SA’I1. Berwudhu’ terlebih dahulu utk sa’i meski ia dalam keadaan suci.2. Naik ke Bukit Shofa dan menyentuhkan badan ke dindingnya.3. Ketika naik ke bukit Shofa dan Marwah menghadap ke Ka’bah kemudian bertakbir tiga kali sambil mengangkat tangan seperti dalam sholat.4. Berlari-lari kecil antara Shofa dan Marwah padahal menurut sunnah dilakukan diantara dua tanda hijau saja.5. Sholat dua raka’at seusai sa’i.E. KEMUNGKARAN KETIKA DI ARAFAH1. Mandi utk menyambut Hari Arafah.2. Wuquf di Arafah pada tanggal 8 dalam rangka ihtiyath 3. Melakukan wuquf di luar batas wilayah Arafah.4. Menentukan dzikir atau do’a khusus yg tidak diajarkan oleh Rasulullah .5. Meninggalkan Arafah sebelum terbenamnya matahari.6. Keyakinan bahwa wuquf di Arafah pada Hari Jum’at merupakan haji akbar dan senilai dgn 72 kali haji.F. KEMUNGKARAN KETIKA DI MUZDALIFAH1. Tergesa-gesa saat beranjak dari Arafah menuju Muzdalifah.2. Mandi utk menginap di Muzdalifah.3. Tidak segera melaksanakan sholat Maghrib saat tiba di Muzdalifah dan justru sibuk mengumpulkan kerikil.4. Wuquf di Muzdalifah tanpa menginap.G. KEMUNGKARAN SAAT MELEMPAR JUMRAH1. Mandi sebelum melempar jumrah.2. Mencuci kerikil dahulu sebelum dilemparkan.3. Melempar jumrah bukan dgn kerikil tapi dgn batu besar sepatu atau yg lainnya.4. Keyakinan bahwa melempar jumrah adl dalam rangka melempari syaithan. Sehingga tidak jarang mereka lemparkan benda-benda lain seperti sandal payung botol dan yg lainnya agar lebih menyakitkan bagi syaithan.5. Berdesak-desakan bahkan utk dapat melempar ada yg menyakiti jama’ah haji lainnya.6. Melemparkan kerikil-kerikil tersebut secara sekaligus semestinya satu persatu sambil diiringi takbir.7. Mewakilkan pelemparan kepada orang lain sedangkan ia mampu.H. KEMUNGKARAN SAAT MENYEMBELIH DAN TAHALLUL1. Mengganti hewan sembelihan dgn uang.2. Menyembelih hewan qurban utk haji tamattu’ di Makkah sebelum hari nahar {tanggal 10 Dzulhijjah}3. Menggundul dari sebelah kiri atau menggunduli seperempat bagian kepala saja.4. Berthawaf di seputar masjid yg ada di dekat tempat pelemparan jumrah.5. Tidak melakukan sa’i setelah thawaf ifadhah dalam haji tamattu’.I. KEMUNGKARAN KETIKA THAWAF WADA’1. Meninggalkan Mina pada hari nafar sebelum melempar jumrah dan langsung melakukan thawaf wada’ kemudian kembali ke Mina utk melempar jumrah. Setelah itu mereka langsung pulang ke negara masing-masing. Padahal semestinya sebagai penutup dari seluruh manasik haji adl thawaf wada’.2. Berjalan mundur ketika selesai dari thawaf wada’ dgn anggapan sebagai tanda penghormatan terhadap Ka’bah.3. Membaca do’a-do’a tertentu sebagai “ucapan selamat tinggal” terhadap Ka’bah.J. KEMUNGKARAN KETIKA BERADA DI KOTA MADINAH1. Sengaja meniatkan safar utk menziarahi makam Rasulullah . Semestinya diniatkan utk mendatangi Masjid Nabawi.2. Menitipkan pesan melalui jama’ah haji dan para penziarah utk disampaikan kepada Nabi.
Lebih aneh lagi disertai foto/KTP yg bersangkutan.3. Praktek-praktek kesyirikan yg dilakukan di kuburan Nabi antara lain:- Sengaja sholat dgn menghadap kubur- Bertawasul atau minta syafa’at kepada beliau- Mengusap-usap dinding kuburan utk ngalap berkah dan tidak jarang disertai tangisan bahkan histeris.- Berdo’a atau meminta secara langsung kepada Rasulullah utk mencukupi kebutuhannya seperti rizki jodoh dan yg lainnya.4. Meyakini bahwa ziarah ke kubur Nabi merupakan bagian dari manasik haji.5. Keyakinan bahwa haji seseorang tidaklah sempurna tanpa menetap di Madinah selama 8 hari untuk sholat 40 waktu yg diistilahkan dgn “arba’inan”.K. KEMUNGKARAN SETIBA DI KAMPUNG HALAMAN1. Mempopulerkan gelar ’pak Haji’ atau ‘bu Haji’ sampai-sampai ada yg marah/tidak respon bila tidak dipanggil ‘Haji’.2. Merayakannya dgn pesta-pesta sambil diiringi shalawat badar.3. Meminta barakah kepada orang yg pulang haji dgn keyakinan bahwa para malaikat mengelilinginya.HADITS PALSU ATAU LEMAH YANG TERSEBAR DI KALANGAN UMATDari Anas bin Malik ? ia berkata: bahwasanya Rasulullah bersabda:لَهُ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَنَجَاةٌ مِنَ العَذَابِ وَبَرِىءٌ مِنَ النِّفَاقِ مَنْ صَلَّى فِي مَسْجِدِي أَرْبَعِينَ صَلاَةً لاَ يَفُوْتُهُ صَلاَةٌ كُتِبَتْ“Barangsiapa yg sholat di masjidku sebanyak empat puluh sholat tanpa ada satupun yg terlewati maka ditetapkan baginya: bebas dari an naar selamat dari adzab dan terlepas dari nifaq.” Keterangan:Hadits ini munkar krn tidak ada yg meriwayatkan hadits ini kecuali Nabith dan ia seorang yg tidak dikenal serta menyelisihi seluruh perawi hadits Anas ? ini. {Lihat Silsilah Adh Dho’ifah no. 364 atau Silsilah Ash Shohihah 6/318 karya Asy Syaikh Al Albani}SERUAN UNTUK SELURUH KAUM MUSLIMINHukum Meramaikan Perayaan Orang-Orang KafirSyaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Tidak boleh bagi kaum muslimin utk meniru-niru mereka dalam hal-hal yg dikhususkan utk perayaan-perayaan mereka .
Tidak pula dalam bentuk makanan pakaian mandi menyalakan api meliburkan kebiasaan bekerja atau beribadah atau yg selainnya. Dan tidak boleh mengadakan pesta atau memberikan hadiah atau menjual sesuatu yg membantu dan bertujuan utk acara tersebut.
Serta tidak boleh membiarkan anak-anak kecil atau yg seusianya utk bermain-main yg kaitannya dgn perayaan tersebut dan tidak boleh memasang hiasan {menghiasi rumah/tempat tertentu dalam rangka utk menyemarakkan perayaan tersebut-pen}.” .Sumber Bacaan:1. Mu’jamul Bida’ karya Asy Syaikh Raid bin Sabri bin Abi Alfah.2. At Tahqiq wal Idhoh karya Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz.3. Hajjatun Nabi karya As Syaikh Al Albani.4. Manasikul Hajji wal Umroh karya As Syaikh Ibnu Utsaimin5. Sifat Hajjatin Nabi karya As Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu.6. Dalilul Haajji wal Mu’tamir karya Majmu’ah minal ‘ulama.Sumber : Buletin Dakwahn Al Ilmu Jemberhttp://assalafy.org
sumber : file chm Darus Salaf 2
bacaan doa shalawat untuk jodoh doa niat thawaf
