Benang Merah Antara Harokah Dan Khurofat 1/2
"Benang Merah Antara Harokah Dan Khurofat 1/2" ketegori Muslim.
Kategori Bahaya Hizbiyyah
Minggu, 11 Desember 2005 07:02:01 WIB
BENANG MERAH ANTARA HAROKAH DAN KHUROFAT
Oleh
Syaikh Abdul Malik Ramadhaaniy Al-Jazaairy
Bagian Pertama dari Dua Tulisan 1/2
Tidak diragukan lagi bahwa, mayoritas manusia akan mengingkari jika dikatakan bahwa seorang haroki masih mempercayai hal-hal khurofat. Karena seorang haroki lebih dekat kpd alam nyata, bahkan dia sangat berlebihan ketika mengagungkan suatu fenomena dan senantiasa merujuk kpd penyelesaian yg masuk akal saja. Sedangkan seorang yg mempercayai hal-hal khurofat, dia lebih dekat kpd alam gaib, sebagaimana telah kita ketahui bersama.
Akan tetapi, barang siapa yg mengamati dgn seksama kenyataan harokah di lapangan, niscaya akan mendptkan kesimpulan, bahwa : hampir-hampir harokah itu tdk terpisahkan dari khurofat. Hal ini berdasarkan kenyataan, bahwa : mayoritas tokoh harokah beraqidah Asy’Ariyah atau Maturidiyah, sekaligus seorang sufi
Dan kami tdk menundukkan orang-orang harokah dgn membawa bukti dari perkataan orang-orang awam diantara mereka, sebagaimana yg mereka lakukan terhadap orang-orang yg menyelisihi mereka. Akan tetapi kami menundukkan mereka dgn menampilkan berbagai perkataan dari orang-orang yg tdk diragukan lagi ketokohan di hadapan para pengikut harokah.
Wahai saudaraku yg masih memiliki kecemburuan di dalam masalah tauhid ! Bacalah dgn penuh keadilan uraian-uraian berikut ini.
[1]. Imam Harokah, Hasan Al-Bana Meyakini Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Senantiasa Menghadiri Perayaan-Perayaan Maulid Orang-Orang Sufi, Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Juga Memberikan Ampunan Kepada Semua Yang Hadir.
Jabir Rizq di dalam buku yg berjudul “Hasan Al-Bana bi Aqlaami Talaamiidzihi wa Mu’aashiriihi†(Hasan Al-Bana menurut yg semasa dgnnya, -pent) menyebutkan sebuah nukilan dari majalan “Ad-Da’wahâ€Â, edisi bulan Februari, tahun 1951M dan semua telah mengetahui, betapa erat hubungan antara majalah “Ad-Da’wah Al-Mashriyyahâ€Â[1] dgn parti “Ikhwanul Musliminâ€Â, didalam ada suatu cerita pembicaraan dari Abdurrahman Al-Bana mengenai saudaranya, yg bernama : Hasan Al-Bana. Diceritakan bahwasa jika telah masuk bulan Robi’ul Awwal, Hasan Al-Bana pergi ke perkumpulan teman-temannya, seraya melantunkan bait-bait syair untuk menyambut perayaan maulid Nabi.
Jika Allah Subhanahu wa Ta’ala sembuhkan anda dari penyakit fanatik buta, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugrahkan kpd anda kemarahan yg tulus krnNya, maka renungkanlah kebid’ahan dan kesyirikan yg ada di dalam bait-bait syair berikut ini :
“Inilah sang kekasih (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersama orang-orang yg dicintai telah hadir.
Dia (Muhammad) mengampuni apa yg telah berlalu dan yg terjadi.
Sungguh dia telah mengedarkan arak kpd orang yg mabuk cinta[2]
Untuk memalingkan, hampir-hampir cahaya membutakan mata
Wahai Sa’ad, sebutlah berulang-ulang kekasih ini
Sungguh pendengaran kita bercerai-berai, wahai penyanyi orang-orang miskin.
Dan kenapa selendang para pengendara di sebuah padang agak miring [3]
Tidak diragukan lagi, bahwa kekasih kaum (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) telah hadir.[4].â€Â
Saya (penulis) berkomentar : Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dialah yg memberikan maaf dan ampunan bagi semua orang, maka apakah ada makna yg masih tersisa di dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Arti : Dan siapa lagi yg bisa mengampuni dosa selain Allah†[Ali Imran : 135] [5]
Inilah, sikap ekstrem (berlebih-lebihan) terhadap derajat kenabian [6], sekaligus sebagai sikap permusuhan terhadap Sang Pencipta. Ha kpd Allah-lah kita mengadu.
[2]. Wakilnya, Al-Mursyid Al-‘Aam [7], Umar At-Tilmisaaniy Membela Para Penyembah Kubur
Umar At-Tilmisaaniy berkata di dalam buku yg berjudul “Syahidul Mihrob ‘Umar Ibnul Khottob†hal. (226)
“Jadi, tdk ada perlu mengingkari dgn keras orang-orang yg meyakini karomah para wali, dan berlindung kpd kubur-kubur suci mereka, dan berdoa didepan ketika tertimpa berbagai musibah. Karomah para wali itu mrpk bagian dari dalil ada mu’jizat para nabi !!â€Â
Inilah, sikap ekstrem (berlebih-lebihan) terhadap derajat-derajat kewalian, sekaligus sebagai sikap permusuhan terhadap Dzat yg disembah. Kami berlindung kpd Allah dari kemurkaanNya.
[3]. Imam Harokah Di Syria Pada Masanya, Sa’id Hawwa Memuji Aktivitas Para Tukang Sihir
Sa’id Hawwa berkata di dalam buku “Tarbiyatuna Ar-Ruhiyyah†(hal. 218, Cetakan ke 2) : “Suatu ketika, seorang nasrani menceritakan kpdku tentang suatu kejadian yg dialami sendiri, dan hal itu mrpk suatu kejadian yg sudah diketahui dan dikenal, yg Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengumpulkanku dgn pelakunya, setelah saya mengetahui kejadian tersebut dari orang lain.
Dia menceritakan kpdku bagaimana dia hadir pada sebuah halaqoh dzikir, kemudian salah seorang peserta dzikir menusuk punggung dgn sebilah pedang sampai tembus dan dia bisa memegang ujung pedang yg menembus dada tersebut, lalu pedang tersebut dicabut tanpa meninggalkan bekas dan luka.
Sesungguh apa yg terjadi pada anak-anak para pengikut tarekat “ Ar-Rifa’iyyah†ini, termasuk keutamaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yg paling besar, yg dianugrahkan kpd umat ini …! [8]
Siapa saja yg melihat salah seorang umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yg punggung tertembus oleh sebilah pedang, setelah dihunjamkan ke dadanya, kemudian pedang tersebut dicabut tanpa meninggalkan bekas dan luka. Apakah ini sesuatu yg menakjubkan ?!!
Maka hendaklah para ahli tauhid mengamati sekelompok penganut khurofat ini ; krn mereka ini bukanlah termasuk orang-orang yg awam, akan tetapi mereka diangkat kpd kedudukan para ulama dan para dai yg terpandang.
Saudara kami yg mulia, Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaliy telah membantah Sa’id Hawwa dgn sangat bagus, pada buku yg berjudul “Muallafat Sa’id Hawwa, Diroosatun Wa Taqwiimun†(Penelitian dan Penelusuran Karya-Karya Sa’id Hawwa) –semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas syaikh dgn kebaikan-. Diantara bantahan terhadap Sa’id Hawwa yg paling bagus, ialah penjelasan syaikh yg mulia Dr. Ali bin Nashir Al-Faqiihiy – semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan keselamatan kpd dan senantiasa melindunginya-. Beliau mengatakan pada muqoddimah buku Ibnu Mandah “Ar-Roddu ‘Alal Jahmiyyah†[9] (hal, 11).
Sebagian orang di zaman sekarang, mengatakan : Sesunggu Jahmiyyah dan kelompok-kelompok sempalan Islam yg lainnya, seperti Mu’tazilah dan seterus telah sirna, maka tdk ada perlu membahas mereka, dan menyebarkan buku-buku seperti ini [10], sama sekali tdk ada guna ; krn buku-buku tersebut membahas berbagai perkara yg tdk seorangpun memeluk dan meyakini (sekarang). Kemudian mereka juga menambahkan, bahwa : pembahasan buku-buku tersebut akan memecah belah umat Islam.
Perkataan seperti ini, secara mendasar, membuktikan bahwa masih ada orang-orang yg meyakini kebenaran pemikiran-permikiran sesat ini, bahkan masih ada dai-dai yg mendakwahkannya.
Kami berlindung kpd Allah Subhanahu wa Ta’ala dari dakwah memecah belah persatuan Islam. Yang Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui, bahwa kami tdklah menginginkan kecuali persatuan umat Islam. Akan tetapi, kita semua telah mengetahui bersama, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menetap di kota Mekkah selama tiga belas tahun. Di sana beliau membangun aqidah kaum muslimin dan membersihkan dari segala kotoran syirik. Karena aqidah ialah prioritas utama yg diatas akan tegak sebuah bangunan, sehingga aqidah mereka tdk dibangun di atas berbagai khurofat yg diimani dan didakwahkan oleh para dai di zaman sekarang.
Diantara keyakinan khurofat itu, ialah : Barangsiapa yg berbaiat kpd syaikh tarekat “Ar-Rifa’iâ€Â, atau kadang-kadang tanpa ba’iat, akan tetapi cukup dgn menisbatkan diri kpd tarekat ini, maka senjata api, senapan dan pedang tdk akan terpengaruh terhadap diri !! [11]
Subhan Allah ! Jika memang demikian keadaanya, maka : Apakah boleh bagi dai ini [12] dan para pengikut tarekat “Ar-Rifa’iyyah†membiarkan Al-Quds tanah haram (suci) ketiga [13] yg mulia dan juga Palestina dijajah oleh Yahudi. Padahal orang-orang Yahudi tdk memiliki persenjataan kecuali senjata dan senapan. Sedangkan kedua jenis senjata tersebut sama sekali tdk bisa melukai para pengikut tarekat “Ar-Rifa’iyyah†(seperti yg mereka katakan). Akan tetapi kenyataannya, mereka membiarkan Yahudi di Al-Quds dan tdk mensucikan dari kenajisan mereka ?! Inilah metode aktivitas mereka : khurofat kaum sufi!â€Â
Sungguh dgn nukilan ini, saya benar-benar berusaha menunjukkan kpd pembaca yg budiman, suatu kesimpulan yg indah, krn di sini nampak jelas kecerdasan Ahlus sunnah, sebagaimana telah nampak jelas juga, bahwa : bid’ah itu tdk akan menambahkan kpd pelakunya, kecuali kedunguan. Wallahu ‘Aashim (Allah penjaga kita).
[Tulisan ini dialihbahasakan dari buku “Khuroofah Harokiy†karangan Syaikh Abdul Malik bin Ahmad bin Al-Mubaraak Ramadhaany Al-Jazaairy, halaman 19-24, Dan dimuat Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Isamiyyah Edisi 16 Th. III Ramadhan 1426H/Oktober 2005M, Penerjemah Abu Zahrah Imam Wahyudi Lc]
_________
Foote Note
[1] Majalah “Ad-Da’wah†didirikan sekitar tahun 1940-an oleh Dr Sholih Al-Asymaawiy. Beliau ialah salah seorang tokoh partai Ikhwanul Muslimin yg hidup semasa dgn Hasan Al-Bana. Majalah ini dibredel oleh pemerintah Mesir beberapa kali, dan yg terakhir dilakukan oleh presiden Mesir Anwar Sadad setelah wafat sang pendiri, lalu dicabut surat izin penerbitannya. Kemudian , muncullah majalah “Al-Muslimiun†yg didirikan oleh menantu Hasan Al-Bana, yg bernama Dr. Said Romadhon. Jadi, bisa dikatakan bahwa kedua majalah inilah yg menyuarakan dakwah partai ikhwanul Musimin. –pent
[2]. Perumpamaan betapa mabuk orang sufi ketika berzikir. –pent
[3]. Gambaran kesibukan orang-orang yg hendak menyambut seorang yg terhormat.-pent
[4]. Ini gambaran secara umum pelaksanaan acar maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantara mereka berdiri secara bersamaan dgn keyakinan bahwa ketika itu ruh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam hadir diantara mereka. Astaghfirullah. (pent)
[5]. Ini termasuk bukti kedekatan gerakan partai Ikhwanul Muslimin dgn aliran sufi, sebagaimana Hasan Al-Bana rahimahullah mendefinisikan partai dgn mengatakan : “Sesungguh dakwah Ikhwanul Muslimin ialah dakwah salafiyah, bertarekat sunnah, berhakekat sufi, berbentuk politik …dst. Lihat Al-Mausu’ah Al-Muyassaroh, hal. 201. –pent
[6]. Derajat kenabian yg bertugas menyampaikan wahyu saja, naik ke derajat ketuhanan yg bisa memberikan ampunan atas dosa-dosa. Apa hal seperti ini tdk menyerupai peruntukan orang-orang Kristen ?! .-pent
[7]. Mursyi A’am ialah jabatan tertinggi di dalam partai atau kelompok Ikhwanul Muslimin. –pent
[8]. Maka kenapa orang-orang harokah sekarang malah sibuk melakukan ruqyah (pengobatan orang yg kemasukan jin) secara massal untuk menandingi para tukang sihir ? sedangkan Said Hawwa, tokoh yg mereka agung-agungkan masih melegimitasi atraksi para tukang sihir tersebut ?!! Apakah hal itu mereka lakukan ha sekedar mencari massa untuk memperbanyak dukungan suara di pemilu yg akan datang ?! Atau …? Wallahu A’lam bishowab (-pent)
[9] Arti : Bantahan terhadap kelompok Jahmiyah. –pent
[10]. Maksud buku Ibnu Mandah “Ar-Roddu ‘Alal Jahmiyah†.-pent
[11]. Di sini syaikh membantah Said Hawwa, sebagaimana beliau jelaskan pada catatan kaki buku “ Ar-Roddu ‘Alal Jahmiyyahâ€Â.
[12]. Sa’id Hawwa. –pent
[13]. Pemberian gelar terhadap Al-Quds sebagai tanah haram (suci) yg ketiga hanyalah berdasarkan anggapan kebanyakan orang atau diikut-ikutkan saja, krn tdk ada dalil yg shahih yg menyebutkan bahwa masjid Al-Aqsha termasuk tanah haram. Wallahu a’lam
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1694&bagian=0
Sumber Benang Merah Antara Harokah Dan Khurofat 1/2 : http://alsofwah.or.id
arti benang merah makna benang biru
