Benarkah Syafaat Diminta Kepada Selain Allah? Bagian 2

penulisĀ Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah
Syariah Akidah 24 - Februari - 2006 02:59:30

Banyak hal tentang syafaat yg disalahpahami oleh umat. Bahasan lanjutan ini akan mengupas lbh dlm bagaimana sesungguh hakekat syafaat.

Para ulama memasukkan pembahasan ini dlm pembahasan aqidah dan orang2 yg menyelewengkan dgn menyimpangkan hakikat syafaat bakal disikapi dgn keras. Di antara mereka yg menyelewengkan ada yg ifrath dlm memaknai hingga jatuh dlm syirik besar. Ada juga yg menempuh jalan tafrith permasalahan bahkan menyimpangkan hingga terjatuh dlm sikap menolak sebagian syafaat. Berdasarkan hal ini para ulama menyebutkan kaidah-kaidah yg terkait dgn syafaat di dlm kitab mereka. Di antaranya:
 Al-Imam Ahmad v
mengatakan: “Beriman dgn syafaat Nabi n
dan beriman dgn ada suatu kaum yg telah masuk neraka dan telah terbakar serta menjadi arang kemudian mereka diperintah menuju sebuah sungai yg berada di pintu surga –seperti disebutkan dlm riwayat tentang hal ini– dan bagaimana dan kapan terjadinya. Terhadap yg demikian kita hanya beriman dan mempercayai.”
 Abu Ja’far Ath-Thahawi v
mengatakan: “Dan syafaat yg dipersiapkan utk mereka kelak adl haq sebagaimana disebutkan di dlm hadits-hadits.”
 Abu ‘Utsman Isma’il bin Abdurrahman Ash-Shabuni v
berkata: “Ahli agama dan Ahlus Sunnah mengimani syafaat Rasulullah n
bagi pelaku dosa dari kalangan orang2 yg bertauhid dan pelaku dosa besar sebagaimana telah diberitakan Rasulullah n
dalam hadits yg shahih.”
 Ibnu Qudamah Al-Maqdisi v
mengatakan: “Nabi kita Muhammad n
akan memberikan syafaat kepada para pelaku dosa besar yg telah masuk neraka agar mereka bisa keluar setelah mereka terbakar dan menjadi arang kemudian masuk ke dlm surga. Dan para nabi orang2 yg beriman serta malaikat akan memberikan syafaat . Allah k
berfirman:

وَلاَ يَشْفَعُوْنَ إِلاَّ لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُوْنَ

“Dan mereka tdk akan sanggup memberikan syafaat melainkan utk orang yg Allah ridhai; dan mereka selalu berhati-hati krn takut kepada Allah.”
Adapun orang2 kafir tdk akan bisa merasakan syafaat orang yg memberi syafaat.”
Para ulama Ahlus Sunnah mengimani bahwa Rasulullah n
akan memberikan syafaat bagi seluruh umat pada hari kiamat nanti sebagai syafaat yg menyeluruh. Dan bahwa beliau akan memberikan syafaat bagi pelaku dosa dari umat beliau sehingga mengeluarkan mereka setelah menjadi arang.
Mengapa ketika berbicara tentang syafaat para ulama menitikberatkan pembahasan pada masalah syafaat bagi pelaku dosa besar?
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin v
telah menjawab dgn mengatakan: “Ibnu Katsir dan pensyarah kitab Ath-Thahawiyyah mengatakan: ‘Maksud ulama salaf meringkas pembahasan dlm masalah syafaat hanya kepada pelaku dosa besar adl sebagai bantahan terhadap Khawarij dan kalangan Mu’tazilah yg mengikuti konsep mereka ’.”

Milik Siapakah Syafaat?
Syafaat adl milik Allah semata dan semua urusan kembali kepada Allah. Dialah yg akan memberikan izin kepada siapa yg dikehendaki-Nya utk mendapatkan dan memberikannya. Allah k
berfirman:

قُلْ للهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيْعًا

“Katakan bahwa syafaat itu semua milik Allah.”
Ibnul Jauzi v
dalam tafsir mengatakan: “Seseorang tdk akan sanggup memiliki melainkan dgn kehendak-Nya. Dan seseorang tdk akan bisa memberikan syafaat melainkan dgn izin-Nya.”
Berdasarkan hal ini mk meminta syafaat kepada selain pemilik merupakan kesyirikan yg sangat besar. Orang yg meminta kepada selain Allah akan terhalangi utk mendapatkan kelak di sisi Allah. Karena orang yg akan mendapatkan adl orang yg bersih dari kesyirikan dan mereka yg diridhai.

Apakah Hamba akan Bisa Memberikan Syafaat?
Telah dijelaskan Rasulullah n
dalam Sunnah bahwa selain Allah bisa memberikan namun tetap tdk terlepas dari kehendak Allah dan harus terpenuhi syaratnya. Mereka adl para nabi malaikat orang2 yg beriman dan anak-anak terhadap kedua orang tuanya.
Rasulullah n
bersabda:

فَيَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: شَفَعَتِ الْمَلاَئِكَةُ وَشَفَعَ النَّبِيُّوْنَ وَشَفَعَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَلَمْ يَبْقَ إِلاَّ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

“Allah k
berfirman: Malaikat akan memberikan syafaat para nabi memberikan syafaat dan kaum mukminin akan memberikan syafaat dan tdk tersisa kecuali milik Allah.”1
Rasulullah n
bersabda:

إِنَّ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَشْفَعُ لِلْفِئَامِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَشْفَعُ لِلْقَبِيْلَةِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَشْفَعُ لِلْعُصْبَةِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَشْفَعُ لِلرَّجُلِ حَتَّى يَدْخُلُوا الْجَنَّةَ

“Sesungguh dari umatku ada orang yg akan memberikan syafaat kepada sekelompok orang. Dan di antara mereka ada juga yg akan memberikan syafaat kepada sebuah qabilah. Dan di antara mereka ada yg memberikan syafaat kepada al-’ushbah2. Dan di antara mereka ada yg akan memberikan syafaat kepada satu orang sehingga mereka masuk surga.”3
Rasulullah n
bersabda:

مَا مِنَ النَّاسِ مِنْ مُسْلِمٍ يُتَوَفَّى لَهُ ثَلاَثٌ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ إِلاَّ أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ

“Tidaklah seorang muslim ditinggal tiga anak yg mati belum baligh melainkan Allah akan masukkan dia ke dlm surga dgn keutamaan rahmat-Nya kepada mereka.” 4
Dan semua hadits yg menjelaskan tentang syafaat memperkuat bahwa di antara hamba-hamba Allah ada yg akan memberikan syafaat di sisi-Nya.

Syarat utk Mendapatkan Syafaat Allah
Syafaat merupakan sesuatu yg dibutuhkan tiap hamba ketika menghadapi kegentingan hidup di dunia maupun di akhirat nanti. Kebutuhan terhadap syafaat menyebabkan sebagian manusia jatuh dlm kesyirikan yakni dgn meminta kepada selain Allah. Mereka tdk mengetahui bahwa perbuatan yg mereka lakukan itu justru akan menghalangi mendapatkan syafaat.
Ada dua syarat bagi seseorang utk mendapatkan syafaat dan memberikan syafaat di sisi Allah.
Pertama: Orang yg akan memberikan syafaat mendapatkan izin dari Allah. Tanpa izin-Nya tdk ada seorangpun yg sanggup memberikan syafaat di sisi Allah. Allah k
berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidak ada seorangpun yg memberi syafaat di sisi-Nya melainkan dgn seizin-Nya.”
Syafaat di sisi Allah tidaklah seperti syafaat makhluk kepada yg lain yg bisa diberikan meskipun tdk diizinkan.
Kedua: Orang yg akan mendapatkan syafaat adl orang2 yg diridhai Allah dan Allah tdk meridhai kekufuran dan kesyirikan namun meridhai keimanan dan ketauhidan.
Allah k
berfirman:

وَلاَ يَشْفَعُوْنَ إِلاَّ لِمَنِ ارْتَضَى

“Dan mereka tdk akan memberikan syafaat melainkan kepada orang yg telah Allah ridhai.”

وَلاَ يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ

“Dan Allah tdk meridhai kekufuran bagi hamba-hamba-Nya.”
Dan Allah k
telah menghimpun kedua syarat ini di dlm firman-Nya:

وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَوَاتِ لاَ تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلاَّ مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَى

“Dan berapa banyak malaikat yg ada di langit syafaat mereka tdk berguna sedikitpun kecuali setelah Allah mengizinkan bagi orang yg dikehendaki dan diridhai.” (lihat Syarah Aqidah Thahawiyyah Asy-Syaikh Shalih Fauzan hal. 21 Al-Qaulul Mufid Syarah Kitab At-Tauhid Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin 1/437 Kasyfus Syubhat Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Qurratu ‘Uyunil Muwahhidin Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab hal. 154 Syarah Lum’atul I’tiqad hal. 130)

Manusia dan Syafaat
Dalam permasalahan syafaat manusia digolongkan menjadi tiga:
1. Kaum yg ghuluw di dlm menetapkan ada syafaat sehingga mereka meminta dari orang2 yg telah mati kuburan patung-patung batu-batu dan pepohonan. Allah k
berfirman:

وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللهِ مَا لاَ يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنْفَعُهُمْ وَيَقُوْلُوْنَ هَؤُلاَءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللهِ

“Dan mereka menyembah selain Allah sesuatu yg tdk bisa memberikan kemudharatan dan manfaat kepada mereka dan mereka mengatakan bahwa mereka adl pensyafaat kami di sisi Allah.”

مَا نَعْبُدُهُمْ إِلاَّ لِيُقَرِّبُوْنَا إِلَى اللهِ زُلْفَى

“Kami tdk menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan diri kami kepada Allah dgn sedekat-dekatnya.”
2. Kaum yg berlebihan di dlm menafikan syafaat seperti hal kaum Mu’tazilah dan Khawarij di mana mereka menafikan ada syafaat bagi para pelaku dosa besar. Mereka berani menyelisihi sesuatu yg dalil telah mutawatir dari Al-Qur`an dan As-Sunnah.
3. Kaum yg berada di tengah-tengah yg menetapkan ada syafaat sesuai dgn apa yg telah disebutkan oleh Allah dan Rasul-Nya tanpa tafrith dan ifrath. Mereka adl Ahlus Sunnah.
Ibnu Abil ‘Izzi menjelaskan: “Manusia dlm permasalahan syafaat ada tiga pendapat:
: Musyrikin Nasrani dan Sufiyyah yg ghuluw terhadap guru-guru mereka dan selainnya. Mereka meyakini bahwa syafaat orang yg mereka agungkan di sisi Allah bagaikan syafaat di dunia.5
: Mu’tazilah dan Khawarij. Mereka mengingkari syafaat Nabi kita n
dan selain terhadap pelaku dosa besar.
: Ahlus Sunnah wal Jamaah. Mereka menetapkan ada syafaat Rasulullah n
dan selain beliau terhadap pelaku dosa besar dan bahwa tdk ada yg bisa memberikan syafaat melainkan dgn izin Allah.

Macam-Macam Syafaat
Telah dibahas oleh para ulama bahwa syafaat secara umum ada dua macam:
Pertama: Syafaat Manfiyyah yaitu syafaat yg ditiadakan oleh Al-Qur`an yaitu syafaat yg mengandung kesyirikan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah v
menjelaskan: “Allah telah meniadakan segala hal yg dijadikan tempat bergantung kaum musyrikin selain-Nya. Allah meniadakan dari selain-Nya segala bentuk kepemilikan bagian atau bantuan utk Allah. Sehingga tdk tersisa lagi melainkan syafaat.
Dan Allah menjelaskan bahwa syafaat tdk bermanfaat kecuali yg mendapat izin dari Allah sebagaimana firman Allah: “Mereka tdk bisa memberikan manfaat kecuali kepada siapa yg diridhai-Nya.” Syafaat jenis inilah yg disangka kaum musyrikin . Padahal tdk akan mendapatkan pada hari kiamat sebagaimana telah ditiadakan oleh Al-Qur`an.
Dan Rasulullah n
telah memberitakan bahwa beliau datang menghadap Allah kemudian bersujud dan bertahmid. Dan beliau tdk memulai dgn syafaat kemudian dikatakan kepada beliau: “Angkat kepalamu dan katakanlah mk akan didengar. Dan mintalah akan diberi. Dan mintalah syafaat kamu akan diberikan.” Abu Hurairah z
berkata: “Siapakah yg paling berbahagia dgn syafaat engkau?” Beliau n
bersabda: “Orang yg mengucapkan La ilaha illallah dgn penuh keikhlasan dari dlm hatinya.”
Itulah syafaat bagi orang2 yg ikhlas dgn izin Allah dan tdk akan diberikan bagi orang yg menyekutukan Allah. Hakikat adl Allahlah yg akan memberikan keutamaan kepada orang2 yg ikhlas. Allah akan mengampuni mereka melalui doa orang yg telah diizinkan utk memberikan syafaat yg bertujuan utk memuliakan dan mendapatkan kedudukan yg terpuji. mk syafaat yg ditiadakan Al-Qur`an adl syafaat mengandung kesyirikan. Oleh krn itu Allah menetapkan ada syafaat dlm banyak tempat dan Rasulullah n
telah menjelaskan bahwa syafaat tdk akan didapati melainkan bagi orang yg bertauhid dan ikhlas.”
Kedua: Syafaat mutsbatah yaitu syafaat yg keberadaan ditetapkan Al-Qur`an bagi orang2 yg bertauhid.
Syafaat ini ada dua bentuk yg sifat umum dan yg sifat khusus.
1. Syafaat yg sifat khusus
Khusus arti hanya dimiliki Rasulullah n
dan tdk dimiliki oleh selain beliau dari kalangan para nabi dan rasul.
a. Syafaat Al-‘Uzhma atau Al-Kubra yaitu syafaat kepada seluruh manusia di hari mahsyar sebagaimana dlm riwayat Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Hurairah z
dan juga dari shahabat Anas bin Malik z
. dlm syafaat ini para rasul berlepas diri dari dan tdk sanggup memberikan kepada yg lain. Itulah maqam mahmud bagi imam para rasul sebagaimana telah dijanjikan Allah di dlm Al-Qur`an. Tidak ada penentangan sedikitpun dlm masalah ini baik dari Khawarij ataupun Mu’tazilah
b. Syafaat beliau terhadap penduduk surga utk masuk ke dalamnya. Karena setelah mereka melewati Shirath dan sampai ke surga mereka menemukan dlm keadaan tertutup dan mereka meminta siapa yg akan memberikan syafaat. Lalu Rasulullah n
meminta kepada Allah utk memberikan syafaat kepada mereka.
2. Syafaat yg sifat umum
Umum arti syafaat yg dimiliki oleh Rasulullah n
dan selain beliau dari kalangan para nabi dan rasul berikut kaum mukminin.
a. Syafaat bagi para pelaku maksiat dari kalangan umat beliau yg berhak masuk neraka agar tdk memasukinya.
b. Syafaat beliau bagi ahli tauhid yg bermaksiat dan telah masuk ke dlm neraka agar bisa keluar darinya. Hadits yg menjelaskan demikian adl mutawatir dari Rasulullah n
. Dan sungguh para shahabat Rasulullah n
telah ijma’ terhadap hal itu dan begitu pula seluruh Ahlus Sunnah. Dan tiap orang yg mengingkari akan dicap sebagai pelaku bid’ah dan mereka disikapi dgn keras dan tegas. Di sinilah letak penentangan kaum Khawarij dan Mu’tazilah dan kalangan ahli bid’ah yg mengikuti langkah mereka.
c. Syafaat utk mengangkat derajat kaum mukminin di dlm surga. dlm syafaat ini tdk ada penentangan sedikitpun baik dari Mu’tazilah atau Khawarij.
Namun yg jelas semua jenis syafaat ini akan diberikan kepada orang2 yg bertauhid yg mereka tdk menjadikan selain Allah sebagai wali dan syafi’ . Allah k
berfirman:

وَأَنْذِرْ بِهِ الَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ أَنْ يُحْشَرُوا إِلَى رَبِّهِمْ لَيْسَ لَهُمْ مِنْ دُوْنِهِ وَلِيٌّ وَلاَ شَفِيْعٌ

“Dan berikanlah peringatan kepada orang yg takut utk dibangkitkan ke hadapan Rabb mereka yg mereka tdk memiliki penolong dan pembela selain Allah.” (Lihat Fathul Majid hal. 244-252 Syarah Al-’Aqidah Ath-Thahawiyyah Ibnu Abil ‘Izzi hal. 232 Al-Qaulul Mufid 1/426 ‘Aqa`id A`immatis Salaf hal.113)

Syafaat di Sisi Allah Tidak Sama dgn Syafaat di Antara Makhluk
Dari keterangan di atas jelaslah bahwa syafaat di sisi Allah memiliki tujuan dan syarat yg bila tdk dipenuhi mk seseorang tdk akan mendapatkan syafaat dan tdk bisa memberikan kepada orang lain. Kedua syarat tersebut adalah: Pertama orang tersebut harus diridhai Allah utk mendapatkannya. Dan yg akan mendapatkan keridhaan adl orang2 yg beriman dan bertauhid. Kedua mendapatkan izin Allah dan yg mendapat izin Allah utk memberikan syafaat hanyalah orang yg beriman dan bertauhid.
Adapun syafaat di sisi manusia bisa dilakukan oleh siapapun juga baik ada izin atau tdk diridhai atau tidak. Berdasarkan hal ini tdk diperbolehkan mengkiaskan syafaat di sisi Allah dgn syafaat di sisi makhluk. Dan syafaat yg ada di sisi Allah tdk boleh diminta kepada siapapun dari makhluk bagaimanapun kedudukan dan tingkatan baik dia seorang malaikat nabi ataukah kepada selain mereka seperti kepada wali kuburan-kuburan dan sebagainya.
Syafaat di sisi makhluk kepada yg lain ada dua macam:
Pertama: Syafaat yg baik yaitu syafaat dlm perkara-perkara yg baik dan bermanfaat serta yg diperbolehkan dgn cara menjadikan seseorang sebagai perantara utk menyampaikan kebutuhan kepada orang tertentu. Dan ini telah dijelaskan tentang kebolehan di dlm Al-Qur`an. Firman Allah k
:

مَنْ يَشْفَعُ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيْبٌ مِنْهَا

“Barangsiapa memberikan pembelaan yg baik mk dia akan mendapatkan bahagian darinya.”
Sebagaimana juga dlm sabda Rasulullah n
:

اشْفَعُوا تُؤْجَرُوا وَيَقْضِي اللهُ عَلَى لِسَانِ رَسُوْلِهِ مَا شَاءَ

“Berikanlah pembelaan kalian kalian akan diberikan pahala dan Allah akan memutuskan melalui lisan Rasul-Nya apa yg dikehendaki-Nya.”6
Ini adl bentuk syafaat yg baik berpahala dan juga bermanfaat bagi kaum muslimin agar hajat mereka tertunaikan dan mereka mendapatkan apa yg dicari tanpa ada unsur mendzalimi dan melampaui batas hak-hak orang lain.
Kedua: Syafaat yg jelek yaitu menjadi perantara dlm perkara-perkara yg diharamkan Allah. Seperti syafaat dlm rangka menggugurkan hudud bagi orang yg berhak menerimanya. Dan orang yg melakukan pembelaan seperti ini termasuk dlm orang2 yg mendapatkan laknat dari Allah sebagaimana sabda Rasulullah n
:

لَعَنَ اللهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا

“Allah melaknat orang2 yg melindungi pelaku kejahatan.”7
Termasuk juga dlm syafaat yg jelek adl syafaat dlm mengambil hak orang lain kemudian diberikan kepada orang yg tdk berhak. Allah k
berfirman:

وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا

“Dan barangsiapa memberikan syafaat yg jelek mk dia akan mendapatkan bagian atasnya.” (Syarah Al-’Aqidah Ath-Thahawiyyah Asy-Syaikh Shalih Fauzan hal. 21)

Makna Hadits Abu Hurairah z

Abu Hurairah z berta kepada Rasulullah z
:

يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟ قَالَ: لَقَدْ ظَنَنْتُ أَنْ لاَ يَسْأَلَنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيْثِ أَحَدٌ أَوْلَى مِنْكَ لِحِرْسِكَ عَلَى الْحَدِيْثِ. قَالَ: إِنَّ أَسْعَدَ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِ نَفْسِهِ

“Ya Rasulullah siapakah yg paling beruntung dgn syafaat engkau kelak pada hari kiamat?” Rasulullah n
bersabda: “Sungguh aku telah menyangka bahwa tdk ada seseorang yg lbh dahulu berta tentang ini kecuali engkau krn semangatmu dlm mencari hadits.”
Beliau bersabda: “Orang yg paling beruntung dgn syafaatku kelak adl orang yg mengucapkan La ilaha illallah dgn penuh keikhlasan dari dlm hatinya.”8
Al-Hafizh Ibnu Hajar v
mengatakan: “Ucapan beliau: ‘Orang yg mengucapkan La ilaha illallah’ adl utk mengecualikan orang yg menyekutukan Allah; dan ucapan beliau ‘dengan penuh keikhlasan’ mengecualikan orang2 yg munafiq dlm mengucapkannya.
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin v
menjelaskan: “Kaum musyrikin tdk mendapatkan syafaat sedikitpun krn mereka tdk mengucapkan La ilaha illallah.. Dan mengecualikan orang yg mengucapkan kalimat Laa ilaha illallah krn kemunafikan mereka tdk mendapatkan syafaat sedikitpun.. Dan ucapan Rasulullah n
‘dengan penuh keikhlasan’ arti selamat tanpa dikotori sedikitpun oleh sifat riya` dan sum’ah . Ini merupakan gambaran sebuah persaksian dgn penuh keyakinan.”
Wallahu a‘lam.

1 HR. Al-Imam Muslim di dlm Shahih beliau dari shahabat Abu Sa’id Al-Khudri z
dalam hadits yg panjang tentang ru‘yatullah no. 183.
2 Al-’Ushbah yaitu sekelompok orang yg berjumlah antara 10 sampai 40 orang.
3 HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Abu Sa’id Al-Khudri z
dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Muqbil di dlm kitab Asy-Syafaat hal. 195
4 HR. Al-Imam Al-Bukhari dari shahabat Anas bin Malik z
no. 1248 dan hadits ini juga datang dari shahabat Abu Hurairah z
diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari no. 1251 dan Muslim no. 2632 dan datang dari hadits Abu Sa’id Al-Khudri z
diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 1249 dan Muslim no. 2633.
5 Yakni semacam perantara di dunia. Semisal orang yg ingin bertemu raja mk dia butuh perantara yg dekat dgn raja tersebut. Demikian pula kepada Allah k
menurut mereka. Wallahu a’lam. –ed
6 HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 1432 dan Muslim no. 2627.
7 HR. Al-Imam Muslim no. 1566

Sumber: www.asysyariah.com

Related Post:
  • Masyarakat Madinah bag2 (Turunnya Perintah Untuk Berjihad)
  • NIFAQ
  • MENGENAL BID’AH
  • Hukum Ringkas Puasa Ramadhan
  • Mu’jizat
  • Sosok Pembaharu Bukanlah Pengacau Agama, Politikus atau Pemberontak
  • Hukum Ziarah Kubur bagi Wanita
  • Bom Bunuh Diri dlm Timbangan Syariat
  • Membungkam Lolongan Para Thaghut Penyeru Pluralisme dan Inklusivisme
  • Bekerja dan Beramal
  • SIAPAKAH AHLUS SUNNAH?
  • Pembatal-Pembatal Wudhu
  • Shalat di Masjid yang Ada Kuburannya
  • Kewajiban Mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
  • Lemahnya Hujjah Taqlid

  • Tag : , , , , , , , , , , , , , , , , , , , arti safaat arti safaat menurut islam arti syafaat arti syafaat menurut sunnah rasul benarkah safaat Nabi Muhammad BENTUK SAFAAT DI DUNIA bentuk syafaat anak kepada orang tuanya bidah syafaat rasul dalil hadis tentang syafaat definisi sifat sumah
    You can leave a response, or trackback from your own site.