Berinfaq Di Jalan Allah 2/2
"Berinfaq Di Jalan Allah 2/2" ketegori Muslim.
Kategori Mafatiihur Rizq
Rabu, 18 Agustus 2004 22:46:00 WIB
BERINFAQ DI JALAN ALLAH
Oleh
Syaikh Dr Fadhl Ilahi
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan [2/2]
Di antara kunci-kunci rizki lain ialah berinfaq di jalan Allah. Pembasahan masalah ini –dgn memohon taufiq dari Allah- akan saya lakukan melalui du poin berikut :
Kedua : Dalil Syar’i Bahwa Berinfaq Di Jalan Allah Adalah Termasuk Kunci-Kunci Rizki.
[3]. Dalil Lain Adalah Hadits Riwayat Muslim.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan kpdnya.
“Arti : Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam!’ berinfaklah, niscaya Aku berinfak (memberik rizki) kpdmu†[Shahih Muslim, Kitab Az-Zakah, Bab Al-Hatstsu ‘alan Nafaqah wa Tabsyiril Munfiq bil Khalf, no. 36 (963), 2/690-691]
Allahu Akbar ! Betapa besar jaminan orang yg berinfak di jalan Allah ! Betapa mudah dan gampang jalan mendptkan rizki ! Seorang hamba berinfak di jalan Allah, lalu Dzat Yang DitanganNya kepemilikan segala sesuatu memberikan infak (rizki) kpdnya. Jika seorang hamba berinfak sesuai dgn kemampua maka Dzat Yang memiliki perbendaharaan langit dan bumi serta kerajaan segala sesuatu akan memberi infak (rizki) kpd sesuai dgn keagungan, kemuliaan dan kekuasanNya.
Imam An-Nawawi berkata : “Firman Allah, ‘Berinfaklah, niscaya Aku berinfak (memberi rizki) kpdmu’ ialah makna dari firman Allah dalam Al-Qur’an.
“Arti : Dan barang apa saja yg kamu nafkahkan maka Dialah yg akan menggantinya†[Saba : 39]
Ayat ini mengandung anjuran untuk berinfak dalam berbagai bentuk kebaikan, serta berita gembira bahwa semua itu akan diganti atas karunia Allah Ta’ala. [Syarh An-Nawawi 7/79]
[4]. Dalil Lain Bahwa Berinfak Di Jalan Allah Adalah Diantara Kunci-Kunci Rizki.
Apa yg diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti : Tidaklah para hamba berada di pagi hari kecuali di dalam terdpt dua malaikat yg turun. Salah satu berdo’a, ‘Ya Allah, berikanlah kpd orang yg berinfak ganti (dari apa yg ia infakkan)’. Sedang yg lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kpd orang yg menahan (hartanya) kebinasaan (hartanya)†[Shahihul Bukhari, Kitab Az-Zakah, Bab Firman Allah Tentang Do’a : Ya Allah, berikanlah ganti kpd orang yg menginfakkan hartanya’ no. 1442, 3/304]
Dalam hadits yg mulia ini, Nabi yg mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa terdpt malaikat yg berdo’a setiap hari kpd orang yg berinfak agar diberikan ganti oleh Allah. Maksud –sebagaimana yg dikatakan oleh Al-Mulla Ali Al-Qari- ialah ganti yg besar. Yakni ganti yg baik, atau ganti di dunia dan ganti di akhirat. Hal itu berdasarkan firman Allah.
“Arti : Dan barang apa saja yg kamu nafkahkan maka Dialah yg akan menggantinya. Dan Dia-lah sebaik-baik Pemberi rezki†[Saba : 39] [4]
Dan diketahui secara umum bahwa do’a malaikat ialah dikabulkan (Lihat Umdatul Qari, 8/307), sebab tdklah mereka mendo’akan bagi seorang melainkan dgn izinNya. Allah berfirman.
“Arti : Dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kpd orang yg diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati krn takut kpdNya†[Al-Anbiya : 28]
[5]. Dalil Lain Adalah Apa Yang Diriwayatkan Oleh Imam Al-Baihaqi
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti : Berinfaklah wahai Bilal ! Jangan takut dipersedikit (hartamu) oleh Dzat Yang memiliki Arsy†[5]
Aduhai, alangkah kuat jaminan dan karunia Allah bagi orang yg berinfak di jalanNya ! Apakah Dzat Yang memiliki Arsy akan menghinakan orang yg berinfak di jalanNya, sehingga ia mati krn miskin dan tak pu apa-apa ? Demi Allah, tdk akan demikian!
Al-Mulla Ali Al-Qari menjelaskan kata “Iqlaalaa†dalam hadits tersebut berkata, ‘Maksudnya, dijadikan miskin dan tdk pu apa-apa’, Artinya. ‘Apakah engkau takut akan disia-siakan oleh Dzat Yang mengatur segala urusan dari langit ke bumi ?’. Dengan kata lain, ‘Apakah kamu takut untuk digagalkan cita-citamu dan disedikitkan rzikimu oleh Dzat Yang rahmatNya meliputi penduduk langit dan bumi, orang-orang mukmin dan orang-orang non muslim, burung-burung dan binatang melata?†[Murqatul Mafataih, 4/389]
[6]. Berapa Banyak Bukti-Bukti Dalam Kitab-Kitab Sunnah (Hadits), Sirah (Perjalanan Hidup), Tarajum (Biografi) Tarikh (Sejarah), Bahkan Hingga Dalam Kenyataan-Kenyataan Yang Kita Alami Saat Ini Yang Menunjukkan Bahwa Allah Mengganti Rizki HambaNya Yang Berinfak Di Jalan Allah.
Berikut ini kami ringkaskan satu bukti dalam masalah ini. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.
“Arti : Ketika seorang laki-laki berada di suatu tanah lapang dari bumi ini, tiba-tiba ia mendengar suara dari awan, ‘Siramilah kebun si fulan!’. Maka awan itu bergerak menjauh dan menuangkan air di areal tanah yg penuh dgn batu-batu hitam. Di sana ada aliran air yg menampung air tersebut. Lalu orang itu mengikuti ke mana air itu mengalir. Tiba-tiba dia (melihat) seorang laki-laki yg berdiri di kebunnya. Ia mendorong air tersebut dgn sekop (ke dalam kebunnya). Kemudian ia bertanya, ‘Wahai hamba Allah!, siapa namamu ?’ Ia menjawab, ‘Fulan’, yakni nama yg didengar di awan. Ia balik bertanya, ‘Wahai hamba Allah!, kenapa engkau menanyakan namaku ?’ Ia menjawab, ‘Sesungguh aku mendengar suara di awan yg menurunkan air ini. Suara itu berkata, ‘Siramilah kebun si fulan!. Dan itu ialah namamu. Apa sesungguh yg engkau lakukan ? Ia menjawab, Jika itu yg engkau tanyakan, maka sesungguh aku memperhitungkan hasil yg didpt dari kebun ini, lalu aku bersedekah dgn sepertiganya, dan aku makan beserta keluargaku sepertiga lagi, kemudian aku kembalikan (untuk menanam lagi) sepertiganya†[Shahih Muslim, Kitab Az-Zuhd wa Raqaiq, Bab Ash-Shadaqah alal Masakin, no. 45 (2984), 4/2288]
Dalam riwayat lain disebutkan.
“Arti : Dan aku jadikan sepertiga untuk orang-orang miskin dan peminta-minta serta ibnu sabil (orang-orang yg dalam perjalanan)†[Op. cit, 4/2288]
Imam An-Nawawi berkata : “Hadits itu menjelaskan tentang keutamaan bersedekah dan beruntuk baik kpd orang-orang miskin dan orang-orang yg dalam perjalanan. Juga keutamaan seseorang yg makan dari hasil kerja sendiri, termasuk keutamaan memberi nafkah kpd keluarga†[Op. cit. 18/115]
[Disalin dari buku Mafatiihur Rizq fi Dhau’il Kitab was Sunnah, edisi Indonesia Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah hal 72-74, Penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc. Darul Haq]
_________
Foote Note.
[3] At-Tafsirul Qayyim, hal.168, Lihat pula, Fathul Qadir oleh Asy-Syaukani 1/438 dimana dia berkata : “Fadhl (karunia) itu ialah bahwa Allah akan mengganti kpd mereka dgn sesuatu yg lebih utama dari apa yg mereka infakkan. Maka Allah meluaskan rizki dan memberi nikmat di akhirat dgn sesuatu yg lebih utama lebih banyak, lebih agung dan lebih indah.
[4] Murqatul Mafatih 4/366. Sayyid Muhammad Rasyid Ridha berkata : “Makna do’a ini menurut saya ialah bahwa diantara sunnah-sunnah Allah ialah Dia memberikan ganti kpd orang yg berinfak dgn memudahkan sebab-sebab rizki baginya. Lalu Ia ditinggikan derajat di dalam hati manusia. Sebalik orang yg bakhil (kikir) diharamkan dari yg demikian†[Tafsirul Manar, 4/74]
[5] Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (Lihat Misykatul Mashabih, Kitab Az-Zakah, Bab Al-Infaq wa Karahiyatul Imsak, no. 1885, dgn diringkas 1/590-591) Syaikh Al-Albani berkata, ‘Hadits ini shahih krn jalur-jalurnya’ (Hamisy Misyakatil Mashabih 1/591) Lihat pula, Majma’uz Zawa’id wa Manba’ul Fawa’id, 3/126, kasyful Khafa wa Maziliul Ilbas 1/243-244, Tanqihur Ruwat fi Takhriji Ahaditsil Misykat, Syaikh Ahmad Hasan Ad-Dakhlawi, 2/19
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=991&bagian=0
Sumber Berinfaq Di Jalan Allah 2/2 : http://alsofwah.or.id
hadits berinfaq makna berinfaq
