Bersatu dan Berpisah Karena Allah
Bersatu dan Berpisah Karena Allah
penulis Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al-Atsari Lc
new Manhaji 14 - Agustus - 2003 06:40:03
Kondisi umat Islam yg berpecah sering memunculkan keprihatinan. Dari beberapa tokoh Islam sering muncul ajakan agar semua kelompok bersatu dlm satu wadah tdk perlu mempermasalahkan perbedaan yg ada krn yg penting tujuan sama yaitu memajukan Islam. Mungkinkah umat Islam bersatu dan bagaimana caranya?
Persatuan dan perpecahan merupakan dua kata yg saling berlawanan. Persatuan identik dgn keutuhan persaudaraan kesepakatan dan perkumpulan. Sedangkan perpecahan identik dgn perselisihan permusuhan pertentangan dan perceraian.
Persatuan merupakan perkara yg diridhai dan diperintahkan oleh Allah sedangkan perpecahan merupakan perkara yg dibenci dan dilarang oleh-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan berpegang teguhlah kalian semua dgn tali Allah dan janganlah kalian bercerai berai.”
Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Allah telah memerintahkan kepada mereka utk bersatu dan melarang mereka dari perpecahan. dlm banyak hadits juga terdapat larangan dari perpecahan dan perintah utk bersatu dan berkumpul.”
Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah berkata: “Sesungguh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan kepada kita satu jalan yg wajib ditempuh oleh seluruh kaum muslimin yg merupakan jalan yg lurus dan manhaj bagi agama-Nya yg benar ini. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan bahwasa ini adl jalanku yg lurus mk ikutilah dia dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan krn jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu Allah perintahkan kepada kalian agar kalian bertaqwa.” .
Sebagaimana pula Dia telah melarang umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari perpecahan dan perselisihan pendapat krn yg demikian itu merupakan sebab terbesar dari kegagalan dan merupakan kemenangan bagi musuh. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Dan berpegang teguhlah kalian semua dgn tali Allah dan janganlah kalian bercerai berai.”
Dan firman-Nya ta’ala:
Dia telah mensyariatkan bagi kalian tentang agama apa yg telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yg telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim Musa dan ‘Isa yaitu: ‘Tegakkanlah agama dan janganlah kalian berpecah belah tentangnya’. Amat berat bagi orang musyrik agama yg kalian seru mereka kepada-Nya.” .
Asas dan Hakekat Persatuan
Asas bagi persatuan yg diridhai dan diperintahkan oleh Allah bukanlah kesukuan organisasi kelompok daerah partai dan lain sebagainya. Akan tetapi asas adalah: Al
Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dgn pemahaman As-Salafush Shalih. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan berpegang teguhlah kalian semua dgn tali Allah dan janganlah kalian bercerai berai.”
Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan kepada kita agar berpegang teguh dgn Kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya serta merujuk kepada kedua di saat terjadi perselisihan. Ia memerintahkan kepada kita agar bersatu di atas Al Qur’an dan As Sunnah secara keyakinan dan amalan itulah sebab keselarasan kata dan bersatu apa yg tercerai-berai yg dengan akan teraih maslahat dunia dan agama serta selamat dari perselisihan”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Sebagaimana tdk ada generasi yg lbh sempurna dari generasi para shahabat mk tdk ada pula kelompok setelah mereka yg lbh sempurna dari para pengikut mereka. mk dari itu siapa saja yg lbh kuat dlm mengikuti hadits Rasulullah dan Sunnah serta jejak para shahabat mk ia lbh sempurna. Kelompok yg seperti ini keadaan akan lbh utama dlm hal persatuan petunjuk berpegang teguh dgn tali Allah dan lbh terjauhkan dari perpecahan perselisihan dan fitnah. Dan siapa saja yg menyimpang jauh dari itu mk ia akan lbh jauh dari rahmat Allah dan lbh terjerumus ke dlm fitnah.”
Oleh krn itu walaupun berbeda-beda wadah organisasi yayasan dan semacam namun dgn syarat “tak fanatik dgn ‘wadah’- dan berada di atas satu manhaj” berpegang teguh dgn Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dgn pemahaman para shahabat mk ia tetap dinyatakan dlm koridor persatuan dan bukan bagian dari perpecahan.
Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah berkata: “Tidak masalah jika mereka berkelompok-kelompok di atas jalan ini satu kelompok di Ib dan satu kelompok di Shan’a akan tetapi semua berada di atas manhaj salaf mengikuti Al Qur’an dan As Sunnah berdakwah di jalan Allah dan ber-intisab kepada Ahlus Sunnah Wal Jamaah tanpa ada sikap fanatik terhadap kelompoknya. Yang demikian ini tdk mengapa walaupun berkelompok-kelompok asalkan satu tujuan dan satu jalan .” .
Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata: “Bila kita anggap bahwa di negeri-negeri kaum muslimin terdapat kelompok-kelompok yg berada di atas manhaj ini mk tdk termasuk kelompok-kelompok perpecahan. Sungguh ia adl satu jamaah manhaj satu dan jalan pun satu. mk terpisah-pisah mereka di suatu negeri bukanlah krn perbedaan pemikiran aqidah dan manhaj akan tetapi semata perbedaan letak/tempat di negeri-negeri tersebut. Hal ini berbeda dgn kelompok-kelompok dan golongan-golongan yg ada yg mereka itu berada di satu negeri namun masing-masing merasa bangga dgn apa yg ada pada golongannya.” .
Dengan demikian kita bisa menyimpulkan bahwa bila suatu persatuan berasaskan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dgn pemahaman para shahabat mk itulah sesungguh hakekat persatuan yg diridhai dan diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala walaupun terpisahkan oleh tempat.
Bahaya Perpecahan
Bila kita telah mengetahui bahwa hakekat persatuan yg diridhai dan diperintahkan oleh Allah adl yg berasaskan Al Qur’an dan As Sunnah dgn pemahaman As-Salafush Shalih mk bagaimana dgn firqah-firqah yg ada di masyarakat kaum muslimin yg masing-masing berpegang dgn prinsip dan aturan kelompok saling bangga satu atas yg lain loyalitas dibangun di atas kungkungan ikatan kelompok apakah sebagai embrio persatuan umat ataukah sebagai wujud perpecahan umat?
Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah berkata: “Tidak diragukan lagi bahwa banyak firqah dan jamaah di masyarakat kaum muslimin merupakan sesuatu yg diupayakan oleh setan dan musuh-musuh Islam dari kalangan manusia.” .
Beliau juga berkata: “Adapun berkelompok utk Ikhwanul Muslimin atau Jama’ah Tabligh atau demikian dan demikian kami tdk menasehatkan ini salah! Akan tetapi kami nasehatkan mereka semua agar menjadi satu golongan satu kelompok saling berwasiat dgn kebenaran dan kesabaran serta bersandar kepada Ahlus Sunnah Wal Jamaah.” .
Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata: “Tidaklah asing bagi tiap muslim yg memahami Al Qur’an dan As Sunnah serta manhaj As-Salafush Shalih bahwasa bergolong-golongan bukan dari ajaran Islam bahkan termasuk yg dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala dlm banyak ayat dari Al Qur’anul Karim di antara firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Dan janganlah kalian termasuk orang2 yg mempersekutukan Allah. Yaitu orang2 yg memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dgn apa yg ada pada golongan mereka.” .(Fataawa Asy-Syaikh Al-Albani karya ‘Ukasyah Abdul Mannan hal. 106 dinukil dari Jama’ah Wahidah Laa Jama’at hal. 178)
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Dan tdk diragukan lagi bahwa kelompok-kelompok ini menyelisihi apa yg telah diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bahkan menyelisihi apa yg selalu dihimbau dlm firman-Nya:
“Sesungguh ini adl agama kalian semua agama yg satu dan Aku adl Tuhan kalian mk bertakwalah kepada-Ku.”
Lebih-lebih tatkala kita melihat akibat dari perpecahan dan bergolong-golongan ini di mana tiap-tiap golongan mengklaim yg lain dgn kejelekan cercaan dan kefasikan bahkan bisa lbh dari itu. Oleh krn itu saya memandang bahwa bergolong-golongan ini adl perbuatan yg salah.” .
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan berkata: “Agama kita adl agama persatuan dan perpecahan bukanlah dari agama. mk berbilang jamaah-jamaah ini bukanlah dari ajaran agama krn agama memerintahkan kepada kita agar menjadi satu jamaah.” .
Beliau juga berkata: “Ha saja akhir-akhir ini muncul kelompok-kelompok yg disandarkan kepada dakwah dan bergerak di bawah kepemimpinan yg khusus masing-masing kelompok membuat manhaj tersendiri yg akhir mengakibatkan perpecahan perselisihan dan pertentangan di antara mereka yg tentu ini dibenci oleh agama dan terlarang di dlm Al Qur’an dan As Sunnah.” .
Bukankah mereka juga berpegang dgn Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah? Demikian terkadang letupan hati berbunyi.
Asy-Syaikh Shalih bin Sa’ad As-Suhaimi berkata: “Jika benar apa yg dinyatakan oleh kelompok-kelompok yg amat banyak ini bahwa mereka berpegang dgn Al Qur’an dan As Sunnah niscaya mereka tdk akan berpecah belah krn kebenaran itu hanya satu dan berbilang mereka merupakan bukti yg kuat atas perselisihan di antara mereka suatu perselisihan yg muncul dikarenakan masing-masing kelompok berpegang dgn prinsip yg berbeda dgn kelompok lainnya. Tatkala keadaan demikian pasti terjadi perselisihan perpecahan dan permusuhan.”
Pertanyaan Penting
1.Bagaimanakah masuk menjadi anggota kelompok-kelompok yg ada dgn tujuan ingin memperbaiki dari dlm ?
Asy-Syaikh Abdul ‘Azis bin Baaz rahimahullah berkata: “Adapun berkunjung utk mendamaikan di antara mereka mengajak dan mengarahkan kepada kebaikan dan menasehati mereka dgn tetap berpijak di atas jalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah mk tdk apa-apa. Adapun menjadi anggota mereka mk tdk boleh. Dan jika mengunjungi Ikhwanul Muslimin atau Firqah Tabligh dan menasehati mereka krn Allah seraya berkata: ‘Tinggalkanlah oleh kalian fanatisme wajib bagi kalian Al Qur’an dan As Sunnah berpegang teguhlah dgn kedua bergabunglah kalian bersama orang2 yg baik tinggalkanlah perpecahan dan perselisihan’ mk ini adl nasehat yg baik.”
2. Bukankah dgn ada peringatan terhadap kelompok-kelompok yg ada dan para tokoh justru semakin membuat perpecahan dan tdk akan terwujud persatuan?
Asy-Syaikh Hamd bin Ibrahim Al-‘Utsman berkata: “Kebanyakan orang2 awam dari kaum muslimin kebingungan dlm permasalahan ini mereka mengatakan: ‘Mengapa sesama ulama kok saling memperingatkan satu dari yg lain?!’ Di kalangan terpelajar pun demikian mereka meminta agar bantahan dan peringatan terhadap orang2 yg salah dan ahlulbid’ah dihentikan demi terwujud persatuan dan kesatuan umat. Mereka tdk mengetahui bahwa bid’ah-bid’ah kesalahan-kesalahan dan jalan yg berbeda-beda justru merupakan faktor utama penyebab perpecahan dan faktor utama yg dapat mengeluarkan manusia dari jalan yg lurus. Dengan tetap ada jalan-jalan yg menyimpang itu tdk akan terwujud persatuan selama-lamanya.”
Nasehat dan Ajakan
Asy-Syaikh ‘Ubaid bin Abdullah Al-Jabiri berkata: “Tidak ada solusi dari perpecahan tercabik-cabik kekuatan dan rapuh barisan kecuali dgn dua perkara:
Pertama: Menanggalkan segala macam bentuk penyandaran yg dibangun di atas ikatan kelompok-kelompok nan sempit yg dapat menimbulkan perpecahan dan permusuhan.
Kedua: Kembali kepada jamaah Salafiyyah krn sesungguh dia adl ajaran yg lurus dan cahaya putih yg terang benderang malam sama dgn siang tidaklah ada yg tersesat dari kecuali orang2 yg binasa. Dia adl Al-Firqatun Najiyah dan At-Thaifah Al-Manshurah . Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: ‘Tidak tercela bagi siapa saja yg menampakkan manhaj salaf berintisab dan bersandar kepada bahkan yg demikian itu disepakati dan wajib diterima krn manhaj salaf pasti benar..’.” .
Sungguh benar apa yg dinasehatkan oleh Asy-Syaikh ‘Ubaid bin Abdullah Al-Jabiri krn As-Salafiyyah tidaklah sama dgn kelompok-kelompok yg ada. As-Salafiyyah tidaklah dibatasi oleh organisasi tertentu kelompok tertentu daerah tertentu pemimpin tertentu suatu kungkungan hizbiyyah yg sempit bahkan As-Salafiyyah dibangun di atas Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dgn pemahaman As-Salafush Shalih. Siapa pun yg berpegang teguh dengan mk ia adl saudara walaupun dipisahkan oleh tempat dan waktu suatu ikatan suci yg dihubungkan oleh ikatan manhaj manhaj yg ditempuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya.
Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menjauhkan kita semua dari perpecahan dan menyatukan kita semua di atas persatuan hakiki yg berasaskan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dgn pemahaman As- Salafush Shalih.
Sumber: www.asysyariah.com
Related Post:Tag : Agar, Al Imam, Bercerai, Dilarang, Dlm, Firman Allah, hadits, Jalan Jalan, Kalian, Karena, Krn, Manhaj, Nabi, Penulis, Perceraian, Satu, Subhanahu Wa, Umat Islam, Wadah, Yg berkelompok memecah belah agama Masing bangga terhadap golongannya berpisah karena allah bersatu dan berpisah karena Allah bersatu dengan allah bersatu dengan allah dengan karya bersatu tentang agama faktor perpecahan umat islam firman allah tentang bersatu hadits bersatu hadits bersatu karena dakwah
You can leave a response, or trackback from your own site.
