Al Ustadz Abu Karimah ‘Askari bin Jamal Al BugisiApakah Majelis Dzikir itu ?Muhammad Arifin Ilham telah melakukan talbis terhadap kaum muslimin untuk mendukung kebid’ahan yg mereka kerjakan dgn dalil-dalil yg menyebutkan keutamaan majelis dzikir dalam keadaan tidak tahu atau pura-pura tidak tahu tentang majelis dzikir yg difahami oleh salafus shaleh. Karena majelis dzikir yg dipahami oleh salafus shaleh ini adl majelis ilmu dan mempelajari Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam atau yg sejenisnya.Abu Hazzan ‘Atha` pernah ditanya: Apakah Majelis Dzikir itu? Beliau menjawabمَجْلِسُ الْحَلاَلِ وَالْحَرَامِ وَكَيْفَ تُصَلِّي وَكَيْفَ تَصُوْمُ وَكَيْفَ تَنْكِحُ وَكَيْفَ تَطْلُقُ وَتَبِيْعُ وَتَشْتَرِي Yaitu majelis tentang halal dan haram. Majelis yg mengajari bagaimana kamu shalat puasa menikah talak dan bagaimana kamu berjual-beli. .Sa’id bin Jubair mengatakan:كُلُّ عَامِلٍ للهِ بِطَاعَةِ اللهِ فَهُوَ ذَاكِرٌ للهِ Semua yg melakukan ketaatan kepada Allah krn Allah maka dia adl orang yg berdzikir kepada Allah. .Syaikh Al Imam Abu ‘Amr Ibnu Shalah pernah ditanya ukuran seseorang dikatakan sebagai orang yang banyak berdzikir kepada Allah? Beliau mengatakan:إِذَا وَاظَبَ عَلَى الأَذْكَارِ المَأْثُوْرَةِ المُثْبَتَّةِ صَبَاحًا وَمَسَاءً فِي الأَوْقَاتِ وَالأَحْوَالِ المُخْتَلِفَةِ لَيْلاً نَهَارًا كَانَ مِنَ الذَّاكِرِينَ اللهَ كَثِيْرًا وَ الذَّاكِرَاتِ Yaitu orang yg tekun melakukan dzikir-dzikir ma’tsur yg sahih tiap pagi dan petang dalam keadaan yg berbeda siang malam. .Imam Al Qurthubi mengatakan:مَجْلِسُ ذِكْرٍ يَعْنِي مَجْلِسُ عِلْمٍ وَتَذْكِيْرٍ وَهِيَ المَجَالِسُ الَتِي يُذْكَرُ فِيْهَا كَلاَمُ اللهِ وَسُنَّةُ رَسُوْلِهِ وَأَخْبَارُ السَلَفُ الصَّالِحِينَ وَكَلَامُ الأَئِمَّةِ الزُهّّادِ الْمُتَقَدِمِينَ المُبْرَأَةِ عَنِ التَّصَنُّعِ وَالْبِدَعِ المُنَزَّهَةِ عَنِ الْمَقَاصِدِ الرَّدِيْئَةِ وَالطَمَعِ Majelis dzikir adl majelis ilmu dan nasehat . Yaitu majelis yg diuraikan padanya firman-firman Allah Sunnah Rasul-Nya dan keterangan para salafus shaleh serta imam-imam ahli zuhud yg terdahulu jauh dari kepalsuan dan kebid’ahan yg penuh dgn tujuan-tujuan yang rendah dan ketamakan. .Al Manawi mengatakan: Hujjatul Islam mengatakan: Yang dimaksud dgn majelis dzikir adalah tadabbur Al Quran mempelajari agama dan menghitung-hitung ni’mat yg telah Allah berikan kepada kita. .Dari penukilan perkataan ‘Ulama salaf ini jelas bagi kalian bahwa yg dimaksud oleh riwayat- riwayat yg di dalamnya disebutkan padanya “majalis adz-dzikr” atau “hilaqudz dzikr” adl majelis ilmu yg di dalamnya dipelajari Kitabullah Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam jauh dari berbagai macam campuran bid’ah-bid’ah yg tidak pernah dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam.Lalu bagaimana mungkin dzikir bid’ah model Arifin Ilham bisa dikatakan sebagai majelis dzikir yang disebutkan di dalam nash-nash tersebut? Sungguh ini suatu keanehan !!Diantara yg menguatkan hal ini adl beberapa nash Al-Qur’an dan sunnah. Di antaranya adalah firman Allah Ta’ala:فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ“Maka tanyakanlah kepada ahli dzikir jika kalian tidak mengetahuinya.” Para ahli tafsir menafsirkan “ahli dzikir” dgn makna “Para ‘Ulama”. {Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 2/571-572}Dan juga hadits yg diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda:مَنْ اَغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ ثُمَّ رَاحَ فِي الْسَّاعَةِ اْلأُولَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي الْسَّاعَةِ الثَّانِيَةَ فَكَأَنَمَا قَرَّبَ بَقْرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي الْسَّاعَةِ الْثَّالِثَةَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي الْسَّاعَةِ الْرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي الْسَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ اْلإِمَامُ حَضَرَتِ الْمَلاَئِكَةُ يَسْتَمِعُوْنَ الْذِّكْرَ“Barangsiapa yg mandi pada hari Jum’at kemudian berang-kat di waktu pertama maka seakan-akan dia berkurban seekor onta dan barangsiapa yg berangkat di saat kedua maka seakan-akan dia berkurban seekor kerbau dan barangsiapa yg berangkat di waktu ketiga maka seakan- akan dia berkurban seekor domba bertanduk dan barangsiapa yg berangkat pada waktu keempat maka seakan-akan dia berkurban seekor ayam dan barangsiapa yg datang pada waktu kelima maka seakan-akan dia berkurban seekor telor. Maka apabila imam telah keluar maka hadirlah para malaikat mendengarkan dzikir.”Yang dimaksudkan dgn dzikir di dalam hadits ini adl khutbah dan nasehat.{ Lihat kitab Al- I’lam bifawaid Umdatil Ahkam Ibnul Mulaqqin: 4/173}Ini semua menunjukkan bahwa makna “majalis adz dzikr” lbh lebih luas dari makna dzikir secara lisan namun mencakup berbagai macam jenis amalan ketaatan seperti menuntut ilmu belajar dan mengajar memberi nasehat yg jauh dari berbagai bentuk bid’ah dan kesesatan.

Sedangkan “majalis adz dzikir” yg dinisbahkan kepada model dan cara berdzikirnya Arifin Ilham lbh pantas dinamakan sebagai “majelis makr ” dan bukan majelis dzikr. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari kesesatan.{Disalin dari Bid’ah ‘Amaliyah Dzikir Taubat Bantahan terhadap ‘Arifin Ilham Al Banjari Penulis: Al Ustadz Abu Karimah ‘Askari bin Jamal Al Bugisi Murid Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i Yaman.Diterbitkan dalam buku berjudul Bid’ahnya Dzikir Berjama’ah Bantahan Ilmiah Terhadap M. Arifin Ilham Dan Para Pendukungnya oleh penerbit Darus Salaf Darus Salaf Press Wisma Harapan Blok A5 No. 5 Gembor Kodya Tangerang HP. 081316093831 Email: darussalafpress@plasa.com}.
sumber : file chm Darus Salaf 2


majelis rasullulah arifin ilham Arifin Ilham Ustad