Pemikiran Dalam bahasa Al-Qur’an kata sesat atau kesesatan dlolla aw dlolalan “Katakanlah aku tidak akan mengikuti hwa nfsu (**) kalian sungguh telah tersesatlah aku jika demikian dan aku bukanlah termasuk dari pada orang-orang yg mendapat hidayah.” “Mereka itulah orang-orang yg telah menukar kesesatan dgn hidayah maka tiadalah beruntung mereka dan tiadalah mereka menjadi orang-orang yg memperoleh hidayah. “ As-Sunnah membahasakan adl-dlolalah secara lbh tegas dan spesifik yaitu dalam mengemukakan tentang bid’ah. Sebagaimana bunyi hadits Nabi SAW yg sangat masybur “Maka sesungguhnya sebaik-baik pembicaraan adl Kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adl petunjuk Muhammad SAW. Dan seburuk-buruk perkaraadalah hal yg baru . Dan tiap hal yg baru tersebut adl mengada-ada . Dan tiap yg bid’ah adl dlolalah dan tiap dlolalah adl di dalam neraka. “ Sepak terjang KW IX dalam kurun waktu di bawah kepemimpinan Haji Abdul Karim dan kemudian Haji Muhammad Ra’is dari tahun 1984-5 s/d 1992 maupun di bawah kepemimpinan Abu Toto as-Syaikh AS Panji Gumilang sejak dari tahun 1992 hingga tahun 2001 sekarang telah menimbulkan banyak korban. Secara riil yg lbh banyak dirugikan baik moril maupun materil oleh KW-IX sejak masa Haji Karim sampai Abu Toto adl ummat Islam pada umumnya dan secara khusus adl kalangan NII atau DI .

Kerugian yg diderita ummat Islam secara moril adl telah terkontaminasinya pemikiran dan pemahaman mereka tentang Islam sehingga mereka sama sekali tidak menyadari dan tanpa terasa telahterjerumus pada suatu keyakinan yg menjungkir-balikkan prinsip-prinsip keimanan yg utk selanjutnya berdampak pada pelecehan terbadap syari’at serta bermuara pada kemerosotan akhlaq.

Suatu tindakan permurtadan sekaligus penindasan dan pemiskinan telah berlangsung terhadap ummat Islam Indonesia yg dilakukan oleh KW IX. Suatu tindak kejahatan politik sosial dan pelanggaran HAM yg sangat serius yg mungkin belum pernah dilakukan oleh kelompok sempalan manapun yg ada dalam masyarakat dan bangsa Indonesia seperti Islam Jama’ah misalnya yg sudah dikenal secara luas sesat dan menyesatkan serta eksploitatif terhadap para anggota jama’ahnya temyata masih belum sekejam KW IX atau NII-nya Abu Toto gerakan sesat yg mengatasnamakan NII di balik pesantren mewah Al Zaytun. Demikian pula halnya dgn jama’ah Ahmadiyah yg punya konsep wahyu dan kenabian secara tersendiri dan menyimpang masih belum sekejam KW IX atau NII-nya Abu Toto. Demikian pula aliran-aliran sesat lainnya mereka masih tidak sekejam KW IX atau Nll-nya Abu Toto. Penyimpangan Aqidah Kezhaliman yg paling dahsyat yg dilancarkan oleh KW IX baik pada masa kepemimpinan Haji Abdul Karim Haji Ra’is maupun kepemimpinan Abu Toto adl menciptakan syirik. Berdasarkan data-data yg telah tertuang di atas dan beberapa kesaksian dan laporan para mantan peagikut Abu Toto maka syirik yg diciptakan NII KW IX dalam kurun 1984-5 s/d 2001sekarang adl menyusun sistematika tauhid secara serampangan dgn membaginya ke dalam 3 substansi tauhid yaitu Tauhid Rububiyah Tauhid Mulkiyyah dan Tauhid Uluhiyyah tanpa dasar disiplin ilmu sedikit pun.

Pertama mereka mengumpamakan Tauhid Rububiyah dgn akar kayu Mulkiyyah adl batang kayu Uluhiyyah adl buahnya. Selain itu mereka juga menafsirkan Rububiyah dgn undang-undang Mulkiyyah adl negara dan Uluhiyah adl ummatnya.

Tafsiran semacam itu sungguh sangat menyesatkan krn telah merendahkan menghina Allah dan telah menyamakan Allah dgn makhIuk-Nya.

Keyakinan mereka itu tidak sesuai dgn surat An-Naas yg menegaskan bahwa Allah itu Robbin Naas sekaligus sebagai Malikin Naas Ilahin Naas .

Kedua mereka juga meyakini kerasulan dan kenabian itu tidak akan berakhir selama masih ada orang yg menyampaikan da’wah Islam kepada manusia. Kesimpulan mereka bahwa tiap orang yg menyampaikan da’wah Islam pada hakikatnya adl Rasul Allah.

Ketiga menciptakan ajaran dan keyakinan tentang adanya otoritas nubuwwah pada diri dan kelompok mereka dalam menerima memahami dan menjelaskan serta melaksanakan maupun dalammemperjuangkan AI-Qur’an dan Sunnah Rasul SAW hingga tegaknya syari’ah dan kekhalifahan di muka bumi. Dengan menetapkan doktrin tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah secara serampangan serta sangatmenyesatkan antara lain

    Al-Qur’an adl wahyu yg diturunkan kepada Muhammad SAW utk menata dunia secara baik dan benar menurut yg dikehendaki dan ditetapkan Allah. Dengan demikian AI-Qur’an juga sebagaiUndang-undang Hukum dan Tuntunan yg harus diterima dan dilaksanakan manusia. Namun dalam prakteknya bagaimana mereka mensikapi memperlakukan ataupun dalam memahami AI-Qur’an maka itu terserah manusia yakni bebas melakukan ta’wil maupun tafsir baik terhadap ayat yg muhkamat maupun yg mutasyabihat.
    Sedangkan As-Sunnah adl perilaku Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan Al-Qur’an yg ternyata mengikuti milah dan tata cara pengabdian Nabi lbrahim Alaihissalam. Selain itu Nabi Muhammad juga diyakini sebagai kader Nabi Isa bin Maryam yg dididik dan dibina oleh kaum Hawariy yg nota bene pengikut setia Nabi Isa Alaihissalam atau hasil transformasi ajaran Nabi Isa Alaihissalam. Keempat Menggunakan nama-nama Nabi utk hierarki kepangkatan sehingga menimbulkan kesan bahwa Nabi yg satu bisa diperintah oleh Nabi lainnya yangberada pada struktur lbh tinggi.

    Kelima Melakukan tipu daya kepada pengikutnya dgn memberikan iming-iming pangkat maupun jabatan serta futuh terhadap penguasa Rl dan meyakinkan melalui doktrin bahwa secara diam-diam sekitar 50% dan kekuatan TNI-PoIri telah berpihak kepada NII sehingga pasti menang yg dalam istilah mereka menunjuk kepada sebuah ayat yg berbunyi Nashrun minallahiwa fathum qariib. Penyimpangan Syari’ah Dalam majalah bulanan Al Zaytun terbitan Ma’had Al Zaytun dinyatakan “Kita bersyukur kepada Allah krn pada tahun 2000 ini kita dianugerahi 3 kali ‘led dalam satu tahun Sebagai unmat Islam kita harus jeli melihat segala yg telah disyari’atkan oleh Allah. Apa yg telah diperintahkan dan dilarang oleh Allah pasti mengandung hikmah dan manfaat yg besar bagi manusia. Manfaat apa kiranya yg bisa kita ambil dari ‘led ini? Paling tidak ada dua aspek manfaat yg bisa ambil dari ‘led dalam Islam. Pertama aspek pribadi ‘led Al Fithri dan ‘led Al Adlha meskipun bukan berada pada akhir tahun namun sudah menjadi kebiasaan dikalangan ummat Islam menjadikan hari ini sebagai hari introspeksi hari evaluasi atau hari membenahi diri. Maka pada hari ini ummat Islam saling memaafkan menyambung kembali tali shilaturrahmi mengingat-ingat kesalahan dimasa lalu kemudian bertobat dan bertekad akan hidup lbh baik dimasa hadapan. Rasa benci dan dendam kepada siapapun luluh pada hari ini yg ada hanya keinginan utk memaafkan dan saling menyayangi sehingga pada hari ‘led semua wajah terlihat cerah dan berseri-seri. Suasana seperti itulah yg seharusnya terjadi tiap saat dikalangan Ummat Islam suasana yg mendatangkan ketentraman dan kebahagiaan bagi tiap pribadi muslim. Ummat Islam merasa mempunyai kekuatan baru utk mengarungi kehidupan dimasa hadapan dgn jiwa yg bersih seperti bayi yg baru lahir tanpa dosa dan penuh percaya diri. Kedua Aspek Sosial . Menjelang ‘led al Fithri Allah telah mensyari’atkan zakat fithrah dan menjelang ‘led al Adlha Allah telah mensyari’atkan berqurban. Secara individu zakat fithrah dan berqurban adl sarana pembersihan diri dan pendekatan diri kepada sang Pencipta Allah SWT. Secara sosial zakat fithrah dan berqurban adl sarana utk mensejahterakan ummat bahkan pada zaman Nabi Muhammad dana zakat Fithrah dan qurban yg terkumpul telah sanggup menguatkan danmembesarkan Negara Madinah yg dipimpin oleh Rasulullah.

    Satu hal yg harus disadari secepatnya oleh ummat Islam hari ini adl ketidak-mampuannya utk memanfaatkan sumber dana dan mengolahnya sehingga menjadi kekuatan yg besar utk memajukan dan mensejahterakan ummat. Padahal Allah dgn syari’at yg telah diturunkan-Nya telah membuka saluran-saluran sumber dana yg bila dikelola dgn baik merupakan sumber kekuatan Islam yg sangat besar. Seperti Infaq Shadaqah-shadaqah zakat Tazkiyah baitiyah aqiqah hashilatul kasab qurban dll.”

    Masih pada majalah yg sama dgn tajuk “Memanage ‘led Al-Adha Agar Menjadi Kekuatan Yang Besar” mereka menyatakaa hal-hal sebagai beriku

    “Pada kesempatan ‘led Al Fithri kali yg pertama di awal Januari tahun 2000 Ma’had AI Zaytun telah mengawali langkah yg tepat sekaligus berani utk mengelola sumber dana dalam Islam yakni dgn mengaktualkan nilai zakat fithrah ini dilakukan bukan utk mencari sensasi tapi semata-mata utk meningkatkan kualitas ummat. Zakat fithrah tidak lagi dihargai dgn 35 liter beras. Karena dosa setahun sudah tidak wajar lagi dibersihkan dgn 35 liter beras dan sangat ironis jika hanya dgn 35 liter beras kita bercita-cita utk mensejahterakan ummat.

    “Alhamdulillah seluruh civitas Ma’had Al Zaytun menyambut langkah ini dgn antusias termasuk para santri dan wali santri pun menyambut dgn baik dan penuh kefahaman. Sehingga pada kesempatan ‘led itu dari santri saja terkumpul dana zakat fithrah hampir mencapai 100 juta rupiah utk itu kita layak berdo’a “Taqabbalallahu minna waminkum”

    “Pada pertengahan Maret tahun 2000 ini kita bertemu dgn ‘led al Adlha dimana ummat Islam diperintahkan utk berqurban. Kalau pada ‘led Al Fithri kita bisa melakukan suatu harakah yg bermutu maka pada ‘led Al adlha inipun kita harus melakukan hal yg sama bahkan harus lbh hebatlagi.

    “Pada ‘led Al Fithri itu telah mengajak Ummat utk berzakat fithrah dgn harakat ramadlan-nya. Maka pada ‘led Al Adlha tata mengajak ummat utk berqurban mengurbankan sesuatu yg dicintainya dan mendekatkan diri kepada Allah. “

    Sehubungan dgn Pengertian Berqurban masih pada majalah yg sama kita bisa merasakan adanya penyimpangan tentang hal ini

    “Menurut bahasa Kata qurban berasal dari kata qorroba yg berarti “dekat” sedangkan dalam kamus AI-Munjid hal 617 kata qurban diartikan sebagai berikut “apa-apa yg bisa mendekatkan diri kepada Allah dgn cara menyembelih atau dgn yg lainnya.”

    “Jadi namanya berqurban itu tidak selamanya dgn menyembelih hewan menyembelih hewan hanyalah sekedar lambang dari pengorbanan.

    “Kalau kita lihat sejarah dari sejak nabi Adam a.s. Qurban dilambangkan dgn bentuk yg berbeda-beda. Nabi Adam a.s. telah memerintahkan berqurban pada para putranya kemudian Qabil dan Habil melaksanakan perintah ayahnya itu dalam bentuk ternak dan hasil sawah ladang.

    “Allah SWT telah memerintahkan berqurban kepada Nabi lbrahim a.s. kemudian nabi lbrahim a.s. melaksanakan pengorbanannya dalam bentuk penyembelihan terhadap puteranya Sedangkan Muhammad Rasulullah SAW melambangkan Qurban dgn menyembelih ternak. Ini membuktikan bahwa berqurban Untuk tidakharus dgn menyembelih hewan Hakekat pengorbanan adl mengurbankan apa-apa yg paling dicintainya utk kepentingan Islam. Maka selain dgn menyembelih hewan berqurban itu juga bisa dgn dilaksanakan dakan bentuk yg lain. “

    “Manfaat zakat dan qurban ditinjau dari aspek sosial adl utk memberi makan fakir dan miskin. Memberi makan dalam arti luas adl bukan hanya memberi makan pada jasmani tetapi termasuk juga di dalamnya memberi makan kepada rohani . Makaman otak manusia bukanlah daging kambing tapi makanan otak manusia adl ilmu.

    “Ilmu secara formal bisa didapat lewat pendidikan maka jika qurban dikeluarkan dalam bentuk uang dan uang yg terkumpul digunakan utk membangun sarana pendidikan gedung pembelajaran asrama masjid perpustakaan laboratorium dan kelengkapan lain yg menunjang pendidikan itu berarti qurban yg kita keluarkan akan lbh abadi bagi Islam dan ummatnya.

    “Dengan pendidikan kita bisa mendapatkan generasi Islam yg berotak jernih dan sekaligus memiliki bashiroh yg tajam. Dengan cara ini qurban jadi lebih aktual efektif dan efisien..

    Kemudian pada akhir tulisan dinyatakan sebagai berikut “Pada hari ini Allah dan Rasul-Nya telah menyeru kita utk berqurban maka penuhilah seruan tersebut krn qurban itu bisa menghidupkan individu Islam masyarakat Islam bahkan dgn berqurban kita bisa menghidupkan kembali dunia Islam. Inilah arti berqurban secara luas bukan arti secara sempit yg hanya mengandalakan berkorban dgn menyembelih hewan saja hanya berorientasi kepada kebutuhan jasmani saja. Inilah paradigma berqurban yg optimis dan berwawasan masa depan bukan pandangan berkorban secara sempit yg hanya memikirkan gegembiraan fakir miskin di hari raya saja tetapi pandangan jauh ke depan memikirkan nasib ummat seratus bahkan seribu tahun yg akan datang.”

    Sikap dan pandangan serta praktek zakat fithrah yg menyimpang sebagaimana diatas yg diterapkan pada para santri Al-Zaytun toh tetap berjalan dan bahkan malah semakin parah pada Ramadlan tahun ini. Sebagaimana yg dilansir media intern mereka antara lain

    “Sumber dana lain yg bakal dipergunakan utk pengembangan pesantren antara lain zakat fithrah. Zakat yg lazim ditunaikan ummat Islam menjelang ‘ledul Fithri. Selain itu pimpinan Ma’had Al-Zaytun sempat mengumumkan kepada 3200 santri tentang jumlah pembayar zakat fithrah terbesaryang dilakukan seorang santri dari Nusa Tenggara Jimur sebesar Rp. I juta pembayar zakat fithrah terbesar kedua diraih oleh santri asal Gorontalo senilai Rp 500 ribu demikianj uga diumumkanpembayar zakat fithrah terkecill sebesar Rp 10 ribu “.

    Pemerasan seperti itu menurut pemberitaan media Al Zaytun sendiri malah dianggap sebagai keberhasilan yg fantastis dari gerakan Ramadlan krn mampu menghasilkan pemasukan uang sebanyak 5 miliar rupiah lebih.

    Eksploitasi maupun eksplorasi dan program pemiskiinan ummat Islam dgn mengatas-namakan Zakat Tazkiyah Baitiyah Shadaqah Tathawwu’ Infaq Sabilillah Khijanah tajwidiyah Qiradl Shadaqah maupun Kaffarat dan lain sebagainya telah mencerminkan adanya motif penipuan yg sangat merugikan dan meresahkan umat serta merusak kesuciluhuran ajaran Islam. Motif politik yg bisa di prediksi adl utk membuat phoby dan trauma terhadap ummat Islam yg pada dasarnya suatu saat nanti perjalanan da’wah dan politik ummat kearah persiapan menuju strukturalisasi Islam di pastikan sangat banyak membutuhkan partisipasi aktif secara ekonomi dan lahir bathin dari ummat Islam.

    Pengorabanan para koraban KW IX Abu Toto Abdus Salam PANJI GUMILANG melalui program dan qoror-qorornya sangat luar biasa. Habis-habisan secara lahir dan bathin. Rumah harta benda perniagaan pekerjaan intelektualitas diserahkan total kepada lembaga kejama’ahan NII. Dan yg tersisa hanyalah tinggal kemiskinan dan kebodohan serta kebingungan.

    Diantara para korban ada terkena jerat program Qiradl dan lddikhor sampai sebanyak 250 gram emas bahkan salah seorang pejabat Bank Indonesia sampai rela menyerahkan 25 kg emas. Dan dua orang putranyapun sempat pula menjadi perampok yg utk itu mereka harus merelakan tulang iganya putus lantaran demi utk menyelamatkan diri dari kejaran masa hanya kareana mengejar target setoran yg harus di bayarkan kepada jama’ah negara. Berbagai Istilah Pemerasan

    Berikut ini adl berbagai upaya pemersan yAng dibungkus melalui berbagai istilah yg islami seperti shodaqoh musyadahad harakat Ramadlan dan sebagainya.

    Kalkulasi di bawah ini dibuat berdasarkan perkiraan minimal dgn batasan waktu antara tahun 1993 s/d tahun 2000 dgn asumsi jumlah anggota mereka sekitar 60.000 orang. Meskipun demikian banyak keterangan dari mantan NII KW IX yg menyatakan bahwa jumlah anggotanya sekarang lbh dari 100.000 orang. Namun krn terjadi proses keluar atau masuk maka angka patokan yg di gunakan adl 6.000 orang.

      Shadaqah Musyahadah Rp 1.000.000- x 60.000 = Rp. 60.OOO.OOO.OOO.
      Harakat Ramadhan Rp. 50.000- x 60.000 x 6 = Rp 18.000.000.000.
      Tazkiyah Ramadlan Baitiyah Rata-rata Rp. 250.000-x 30.000 x 5 = Rp. 375.000.000.000.
      Harakat Qiradl Rata rata 100 gr Rp 5.000.000- x 60.000 = Rp. 300.000.000.000
      Nafadah Daulah Rata-rata Rp 50.000- x 60.000 x 12 x 6 =Rp 216.200.000.000
      Harakat Iddikhor Rp 10.000- x 60.000 x l2 x 6 = Rp 43.200.000.000
      Shadaqoh Tartib Rp 1.000.000 x 5000 x 6 = Rp 30.000.000.000
      Harakat Qurban Rp. 200.000- x 60.000 x 6 = Rp 72.000.000.000
      Shadaqoh Munakahat Rp.2.000.000- x 1000 x 6 = Rp 12.000.000.000
      1nfaq Tarbiyah / Shadaqah Khas Rp. 2.000.000- x 60.000 = Rp 120.000.000.000
      Shadaqah Ja-uka Rp 30.000- x 60.000 x 6 = Rp 10.800.000.000
      Shadaqah isti’dzan Rp 30.000 x 60.000 x 6 = Rp 10.800.000.000
      Shadaqah Kaffarat Rp 100.000- x 60.000 x 6 = Rp 36.000.000.000
      Shadaqah Tahkim Rp.100.000- x 2000 x 6 = Rp 1200.000.000
      Shadaqah Masjid Rahmatan lil ‘alamin Rp. 1.000.000 x 60.000 = Rp 60. 000. 000. 000
      Lain lain Rp. l 00.000- x 60.000 x 6 = Rp 36.000.000.000 Total = Rp 1.401.200.000.000

      Setidaknya sejumlah itulah dana pemerasan terhadap ummat yg dilakukan oleh mereka yg kemudian diwujudkan dalam bentuk bangunan mewah Ma’had Al Zaytun yg konon biayanya menelanangka sampai hitungan sekitar 4 trilyun rupiah. Dan keseluruhan dana yg dibutuhkan mungkin diperoleh berupa sumbangan dari berbagai negara para konglomerat dan mungkin dari keluarga Cendana maupun pejabat masa ORBA.

      Menurut penuturan salah seorang mantan pengikut Abu TOTO yg sempat dipercayakan memegang posisi Majelis Hai’ah Pak Andreas dana abadi yangberhasil dikumpulkan oleh KW IX hingga akhir tahun 1996 saja sudah mencapai 40 miliar rupiah. Seluruh dana yg ada di KW IX dimasukkan kedalam rekening Bank ClC atas nama Abu Ma’ariq aliasAbu TOTO Abdus Salam dan keluarganya.

      Sebagian dari jumlah tersebut ada yg dialokasikan utk Mukafaah lhsanul Mas’ul bulanan bagi para Mas’ul dari yg terendah hingga Adah Djaelani yg diposisikan sebagai penasehat. Gaji itu nantinya pasti akan dipotong lagi secara langsung utk infaq bulanan yg besarnya berlainan.

      Sebagai contoh seorang Mas’ul tingkat daerah digaji sebesar Rp. 800.000- namun setelah dipotong ini dan itu utk Nafaqah Daulah Harakat Ramadlan Harakat Qurban dan lddikhor yg tersisa tinnggal Rp 200.000- ltupun tidak seluruhnya dalam bentuk uang krn sebagian darinya dalam bentuk beras 20 kg gula pasir 2 kg minyak goreng 2 kg yg harus dibeli dari koperasi intern Khijanah Tajwidiyah dgn nilai sekitar Rp 80.000- . Berarti uang tunai yg bisa dibawa pulang hanya sekitar Rp 120.000- saja.

      Untuk para pekerja kasar Al Zaytun yg jumlahnya mencapai 1.000 pekerja masing-masing diberi gaji Rp 400.000- tiap bulannya namun setelah dipotong infaq hutang dan tabungan yg tersisa tuiggal Rp 50.000- .

      Dan yg perlu diketahui menurut sumber yg layak dipercaya dari kalangan Abu TOTO pada saat ini jumlah muqallid yg masih setia kepada Abu TOTO dgn NII yg sudah terintegrasi atas hibah Imamah dari Adah Djaelani sekarang ini sekitsr 100 ribu orang.

      Kekejaman NIl KW IX Abu TOTO terhadap pengikutnya sendiri adl apa yg sebenarnya ia ketahui tentang para pengikutnya yg dapat dipastikan akan keluar dan berhenti setelah mereka tak mampumemenuhi kewajiban dan tanggungjawab yg ia bebankan ataupun krn mereka sadar dgn sendirinya. Terhadap semuanya itu Abu TOTO sama sekali tak peduli. Karena Abu TOTO punya keyakinan dan perhitungan Yang belum tahu dan tidak sadar serta bisa dijadikan sasaran dakwah sesat NII masih sangat banyak selain itu peluang dan kesempatan utk melakukannya masih sangat luas dan mudah.

      P e n u t u p

      Berbagai tindak kejahatan dan penodaan terhadap agama sering kali terjadi. Sayangnya belum pemah sekalipun kaum Muslimin secara tuntas mengatasi hal ini. Tanggung jawab dan kewajiban tiap hamba Allah yg mu’min dan muslim adl melestarikan Islam dgn berpedoman kepada AI-Qur’an dan Sunnah Rasul SAW termasuk sunnah Khulafa ar Rasyidin sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Diwajibkan atas kalian melaksanakan sunnahku dan sunnah Khulafa ar Rasyidin gigit erat-erat dgn gigi gerahammu. “.

      “Tiada Nabi yg diutus sebelumku melainkan mempunyai hawariy yg memegangi benar terhadap tuntunan ajarannya kemudian timbullah pengganti yg sesudahnya suatu generasi yg berbicara tentang suatu yg tidak mereka kerjakan dan mereka melakukan apa yg tidak diperintahkan. Maka barang siapa yg berjihad dgn tangannya mereka adl mu’min dan barang siapa yg berjihad dgn lisannya mereka mu’min dan barang siapa yg berjihad dgn hatinya mereka mu’min sedang selain dari yg demikian itu adl tidak ada lagi keimanan yg tersisa dalam hatinya walaupun seberat biji sawi.” .

      Oleh karenanya marilah kita semua belajar dari sejarah baik sejarah pembangunan Daulah dan peradaban Islam maupun sejarah para Sahabat dalam mempertahankan berlakunya syari’at dan tegaknya Daulah Islam. Karena dgn melihat dan merujuk kepada sejarah tersebut yg telah mendapat pujian serta hidayah dari Allah insya Allah kita bisa mengambil contoh keteladanan yg tapat.

      LPPI berkesimpulan bahwa para orang tua santri pada umunnya tidak mengetahui secara persis tentang realitas Ma’had Al Zaytun pimpinan AS Panji Gumilang yg mempraktekkanajaran menyimpang yg sangat membahayakan dan merugikan ummat Islam dan bangsa Indonesia pada umumnya.

      Melalui buku ini LPPI sekedar menunaikan kewajibannya dgn memberikan informasi secara tebuka kcpada masyarakat luas tanpa dibebani motif politik ekonomi atau kebencian kepada siapa pun melainkan semata-mata utk mengungkapkan kebenaran dan menegakkan keadilan dalam rangka amar ma’ruf dan nahyi munkar.

      Bersama dgn para mantan tokoh dan anggota NII KW IX yg sudah insyaf LPPI akan menggalang kekuatan bersama utk menegakkan kebenaran dan keadilan serta menghentikan segala bentuk kesesatan dan kejahatan AS Panji Gumilang beserta kroninya. LPPI akan mengungkapkan kebenaran walau terasa pahit. Semoga Allah Yang Maha Kuasa memberi kekuatan kepada hamba-Nya yangberjuang utk menegakkan kebenaran dan keadilan serta memberantas kemunkaran.

      LPPI membuka ruang berdiskusi dgn semua pihak secara terbuka utk membuktikan kesesatan AS Panji Gumilang Syaikh Ma’had Al Zaytun. LPPl juga menerima pengaduan dari para keluarga muslim yg anggota keluarganya terperangkap ke dalam lingkaran NII KW IX dan Ma’had Al Zaytun.

      Kepada para orang tua yg anak atau keluarganya sekarang sedang belajar atau bekerja di Ma’had Al Zaytun termasuk perwakilan dan cabang-cabangnya diseluruh Indonesia diharapkan berpikir ulang atau mempertimbangkan kembali keberadaannya di Ma’had Al-Zaytun tersebut.

      Berdasarkan basil investigasi yg dilakukan tim LPPI ditemukan indikasi kuat adanya keterkaitan antara Abu Toto yg dulu terkenal sebagai tokoh NII KW IX dgn sosok AS Panji Gumilang Syaikh al Ma’had Al- Zaytum sekarang ini yg ajaran doktrin dan ideologi serta amaliahnya ternyata terdapat banyak penyimpangan aqidah penodaan tauhid serta penjungkirbalikan syari’at termasuk perusakan nilai-nilai luhur akhlaq Islamiyah perusakan makna ibadah. Juga menipu memiskinkan dan memurtadkan ummat.

      Tentunya semua kebejadan itu tidak akan kita biarkan hidup dan berkembang hanya krn kekaguman kita menyaksikan gedung Ma’had Al-Zaytun yg begitu megah dan mewah.

      “Alahumma arina al haqqan warzuqnat tiba’ah wa arinal bathila-bathilan warzuqnaj tinabah.” Ya Rabb janganlah Engkau gelincirkan qalbu-qalbu kami setelah Engkau beri hidayah kami dan Anugerahilah kami rahmat dari sisi Engkau sesungguhnya Engkau adl al wahab. Maha Suci Engkau ya Allah dan dgn memuji Engkau aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada dzat yg patut di ibadahi selain Engkau aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu. Alhamdulilahi rabbil Alamin. Daftar Pustaka Buku/Kitab

        Al-Qur’an al-Karim.
        Tafsir lbnu Katsir.
        Tafsir Fathul Qadir.
        Tafsir As-Sa’diy.
        Tafsir Fie Dzhilalil Qur’an Sayyid Qutb.
        Tafsir Sofwatut Tafasir Muhammad Ali Shabuny.
        Bidayah wan-Nihayah lbnu Katsir.
        Sierah Nabawi Syaikh Shafiyyur-Rahman AI-Mubarakfury Pustaka al Kautsar.
        Sierah Shahabat Syaikh Muhammad Yusuf AI-Kandahlawy; Pustaka al-Kautsar.
        At Tajj Kitabul jami’ lil Ushul.
        Mausu’atil Muyassarah.
        AI-Ahwa’ wal Firaq wal Bida’.
        Jalan Ruhani Sa’id Hawwa.
        Kitab Tauhid Syaikh Muhammad At Tamimi Yayasan Al-Shofwa Darul Haq.’99
        Zaadul Ma’ad lbnu al Jauzi
        Al Chaidar Sepak Terjang KW IX Abu Toto Madani Press 2000
        – Pemikiran Politik Proklamator NII Sekar Madji Maridjan Kartosoewirjo Pustaka Darul Falah 1999.
        HOLK H. DENGEL DARUL ISLAM dan KARTOSUWIRJO.
        Nashiruddin Abdul Hakim Laporan Kesaksian Warga NII.
        Munawar Khalil Kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah.
        Klipping Surat Kabar dan Majalah tentang NII tahun 1983-2000
        Catatan Jihad oleh DJADJA SUDJADI .
        Pedoman oleh DJADJA SUDJADI.
        Majalah Bulanan AI Zaytun No. 1 - 14 terbitan YPI Ma’had AI-Zaytun Wawancara dgn para mantan aktivis dan korban Abu TOTO NII KW IX
        Bapak Anas Hutapea mantan Ka staf Daerah I Bekasi.
        Bapak Riva’i mantan Komandan II Daerah II Jakarta Timur.
        Bapak Andreas mantan Ketua Majlis Hai’ah Wilayah IX.
        Bapak Isma’il mantan Ka Bag Pondidikan Jakarta Pusat.
        Bapak Chaeruddin mantan Ka Bag Keuangan Jakarta Pusat.
        Bapak Hilal mantan Komandan I Daerah I Bekasi.
        Bapak Faisal Mantan Ketua Lajnah Pusat Wilayah IX.
        Bapak Fathoni mantan Komandan II Wilayah II Kudus Jawa Tengah.
        Bapak Obeid mantan Komandan I Wilayah II Jepara Jawa Tengah.
        Bapak Amer alias Encu mantan Komandan I Daerah II Jaktim.
        Bapak Ali mantan Komandan I Daerah II Jaktim.
        Bapak Yusuf mantan Komandan I Kabupaten Jaktim.
        Bapak Ayyub mantan Komandan I Daerah I Bekasi.
        Bapak Mohammad Ali mantan Komandan Desa Kayu Manis Jaktim.
        Ali mantan Komandan Desa Daerah IV Jakut.
        Jaelani mantan Ka Bag. Pendidikan Desa Jatinegara Jaktim.
        Malikurrahman Abdullah mantan anggota.
        Jalu mantan anggota.
        AI-Akh Ujang mantan Komandan II Jatinegara Jaktim.
        AI-Akh Imam Shalahuddin mantan Ka. bag. Keuangan Daerah I Bekasi.
        Al Chaidar mantan Komandan Desa Jati Asih Daerah II Bekasi.
        Dini mantan anggota.
        Emmy Madina mantan anggota NII 199- 1993 Sumber “Membongkar Gerakan Sesat NII di Balik Pesantren Mewah Al Zaytun Umar Abduh Oleh Al-Islam Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

        sumber file al_islam.chm


apa bukti kesesatan NII ringkasan kesesatan nii