Butuhnya Manusia Akan Ilmu
Ust. Abdul AzizSebagaimana halnya makanan yg dipergunakan manusia utk kelangsungan hidup. Karena seandainya keimanan tidak dipupuk dgn ilmu maka ibarat tanaman menjadi layu bahkan hancur.Sehingga tidaklah terwujud keberadaan iman seorang kecuali dgn ilmu. Al Imam Ahmad menyatakan : Manusia sangat membutuhkan ilmu dari sekedar menyantap makanan dan minuman; krn makanan dan minuman dibutuhkan oleh manusia sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan ilmu ilmu dibutuhkan tiap saat. Bahkan seluruh makhluk Allah sangat butuh kepada ilmu. Karena tidak akan tegak urusan makhluk kecuali dgn ilmu.Langit-langit dan bumi bisa berdiri kokoh adl dgn ilmu begitu pula diturunkannya para rasul dan kitab-kitab-Nya juga dgn ilmu. Serta tidak akan diketahui perkara halal-haram kecuali dgn ilmu.Oleh krn itu kewajiban seseorang dalam menuntut ilmu syar’i berlangsung hingga menjelang wafat.Sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam senantiasa menyampaikan dakwah dan nasehat hingga menjelang wafat beliau.Diriwayatkan oleh Al Hakim di dalam Mustadraknya dan dia berkata : -di atas syarat dua syaikh- dari hadits Anas radliyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda : Dua keinginan yg tidak pernah merasa puas darinya : Keinginan terhadap ilmu dan tidak pernah merasa puas darinya dan keinginan terhadap dunia dan tidak pernah merasa puas darinya.Nabi menjadikan keinginan terhadap ilmu dan tidak pernah merasa puas darinya sebagai komitmen iman dan sifat-sifat kaum mukminin. Oleh krn itu para imam kaum muslimin apabila dikatakan kepada mereka : Sampai kapan engkau menuntut ilmu? maka dia mengatakan : sampai wafat! Nu’aim bin Hammad berkata : Aku mendengar Abdullah ibnul Mubarak radliyallahu’anhu berkata - sekelompok kaum mencelanya krn beliau sering menuntut ilmu hadits.Maka mereka mengatakan ; sampai kapan engkau mendegarkan ? Beliau menjawab : sampai mati! Al Hasan bin Manshur Al Jashshosh berkata : Aku mengatakan kepada Ahmad bin Hambal radliyallahu’anhu : Sampai kapan engkau akan menulis hadits? maka beliau mejawab : Hingga wafat! Abdullah bin Muhammad Al Baghawi berkata : Aku mendengar Ahmad bin Hambal berkata : Sesungguhnya aku menuntut ilmu sampai masuk ke liang kubur. Muhammad bin Isma’il As Shooigh berkata : Aku tinggal bersama ayahku di Baghdad kemudian lewat di hadapan kami Ahmad bin Hambal dalam keadaan memegang sandal. Lantas ayahku menarik bajunya dan berkata : Wahai Abu Abdillah apakah engkau tidak malu! sampai kapan engkau menuntut ilmu? Beliau menjawab : sampai mati! Demikianlah beberapa perkataan para ulama yg menerangkan begitu semangatnya mereka dalam menuntut ilmu. Sehingga mereka mencurahkan waktu dan tenaga utk meraih lezatnya ilmu.Sesungguhnya bagi siapa saja yg memahami hikmah dibalik perintah menuntut ilmu tersebut niscaya dia tidak akan pernah menyia-nyiakan waktunya sedikitpun dgn hal-hal yg tidak bermanfaat. Dia akan merasa rugi tatkala luput dari manisnya ilmu.Dia akan memanfaatkan masa sehatnya utk banyak menimba ilmu sebelum tiba masa sakit.
Serta dia akan mengisi waktu hidupnya dgn hal-hal yg mengundang keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum ajal tiba.Begitulah seharusnya cerminan seorang mukmin yg mengharapkan perjumpaan Rabbnya.Seiring dgn itu syetan juga tak pernah menyerah utk menjerumuskan manusia ke lembah kebodohan. Sehingga dgn kebodohan seseorang terhadap ilmu mengakibatkan lemahnya keimanan dan minimnya ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.Sesungguhnya orang yg bodoh tidak mengetahui hakekat iman dan taqwa. Dan tidak mengetahui pula jalan utk menuju keselamatan berdasarkan ilmu dan keyakinan yg mantap.Tentu saja hal ini semakin membuka peluang bagi syetan utk menggiring orang tersebut kepada kemaksiatan dan kesesatan. Tatkala kebodohan telah merajalela maka akan meningkat pula kemaksiatan kriminalitas cinta kepada dunia yg berlebihan dan takut apabila kematian menjemputnya dan sebagainya.Semua Ini merupakan diantara sebab lemahnya kaum muslimin sehingga Allah menimpakan kehinaan kepada mereka. Rasa gentar yg menghunjam pada jiwa-jiwa musuh-musuh Islam hilang seiring dgn dicabutnya kewibawaan kaum muslimin.Sehingga musuh-musuh kaum Muslimin tidak segan-segan utk mengintimidasi dan memberangus persatuan kaum muslimin.Sementara mayoritas manusia terlena dgn kehidupan dunia yg fana ini dan melupakan akherat yg kekal abadi.Oleh krn itu diantara sifat-sifat penuntut ilmu yg diajarkan oleh rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam adl ihklas dalam menuntut ilmu. Sebab dgn keikhlasan ini akan menghantarkan seseorang kepada tingkatan hamba yg sangat butuh kepada ilmu dan membentenginya dari riya’ dan sebagainya.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Barangsiapa yg mempelajari ilmu dari apa- apa yg dia cari dengannya wajah Allah Azza wa Jalla. Tidaklah dia belajar kecuali utk memperoleh bagian dari dunia maka dia tidak akan mencium wangi syurga pada hari kiamat.
Dalam berhias dgn keikhlasan ini juga harus dibimbing dgn ilmu dan tidak cukup dgn modal semangat semata. Sebab berapa banyak orang yg pada awalnya ikhlas dalam melaksanakan amalan namun tatkala berada di tengah perjalanan mengalami penurunan secara drastis.Ini semua tidak lepas daripada peran syetan dalam menggoda bani Adam. Syetan berupaya untuk memberikan rasa was-was di dalam diri manusia sehingga memperngaruhi keikhlasan.
Oleh krn itu peran ilmu sangat besar terhadap keikhlasan seseorang.Cukuplah bagi seorang muslim akan berita Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa ilmu merupakan sebaik-baik ganjaran dalam berbuat kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : Dan orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya mereka itulah orang-orang yg bertakwa. Mereka memperoleh apa yg mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka.Demikianlah balasan bagi orang yg berbuat baik agar Allah akan menutupi bagi mereka perbuatan yg paling buruk yg mereka kerjakan dan membalas mereka dgn ganjaran yg lbh baik dari apa yg mereka kerjakan. . Dan ini menunjukkan dua ganjaran baik di dunia dan akherat.Al Hasan Berkata : Barangsiapa yg sangat baik peribadatannya kepada Allah pada masa mudanya maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menganugerahkan hikmah kepadanya tatkala beranjak dewasa. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : Dan tatkala dia cukup dewasa kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah kami memberikan balasan kepada orang- orang yg berbuat baik. Demikian sifat dan kedudukan ilmu yg sangat mulia sebagai ganjaran yg paling berharga bagi seorang muslim yg ingin menggapainya.Oleh krn itu kebutuhan manusia terhadap ilmu merupakan kebutuhan yg tidak bisa ditawar- tawar lagi. Jikalau ingin mendapatkan keberuntungan dunia dan akherat maka tempuhlah jalan ilmu syari’at. Sehingga dgn demikian Allah akan mempermudah baginya utk menuju surga yang diidam-idamkan.Kita memohon kepada Allah agar dibukakan pintu hati kita dgn taufik dan hidayah-Nya.
Sehingga kita senantiasa butuh kepada ilmu yg bermanfaat. Dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mencurahkan kepada jiwa kita perasaan cukup terhadap ni’mat-ni’mat yg diberikan-Nya. Amin Yaa Mujibas Saailin.
sumber : file chm Darus Salaf 2
manusia dan ilmu manusia sangat membutuhkan Allah
