Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam bersabda “Iman itu lbh dari enam puluh cabang. Cabang yg paling utama adl ucapan “Laa ilaaha illallah” dan cabang yg paling rendah yaitu menyingkirkan kotoran dari jalan.” . Al-Hafizh Ibnu Hajar telah meringkas hal tersebut dalam kitab-nya Fathul Baari sesuai keterangan Ibnu Hibban beliau berkata “Cabang-cabang ini terbagi dalam amalan hati lisan dan badan.”

    Amalan Hati Adapun amalan hati adl berupa i’tikad dan niat. Dan ia terdiri dari dua puluh empat sifat ; iman kepada Allah termasuk di dalamnya iman kepada Dzat dan Sifat-sifat-Nya serta pengesaan bahwasanya Allah adalah “Tidak ada sesuatu pun yg serupa dgn Dia. Dan Dialah yg Maha Mendengar dan Maha Melihat.” Serta ber’itikad bahwa selain-Nya adl baru makluk. Beriman kepada Allah beriman kepada malaikat-malaikat kitab-kitab dan para rasul-Nya. Beriman kepada qadar Allah yg baik mau-pun yg buruk. Beriman kepada hari Akhirat Termasuk di dalamnya pertanyaan di dalam kubur keni’matan dan adzab-Nya kebangkitan dan pengumpulan di Padang Mahsyar hisab mizan shirath Surga dan Neraka. Kecintaan kepada Allah cinta dan marah krn Allah. Kecintaan kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa salam dan yakin atas keagungan beliau termasuk di dalamnya bershalawat atas Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa salam dan mengikuti sunnahnya. Ikhlas termasuk di dalamnya meninggalkan riya dan nifaq. Taubat dan takut berharap syukur dan menepati janji sabar ridha dgn qadha dan qadhar tawakkal kasih sayang dan tawadhu termasuk di dalamnya menghormati yg tua mengasihi yg kecil meninggalkan sifat sombong dan bangga diri meninggalkan dengki iri hati dan emosi.
      Perbuatan Lisan

      Ia terdiri dari tujuh cabang Mengucapkan kalimat tauhid yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yg berhak di sembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adl rasul Allah membaca Al-Qur’an belajar ilmu dan mengajarkannya berdo’a dzikir termasuk di dalamnya istighfar bertasbih {mengucapkan “Subhanallah” dan menjauhi perkataan yg sia-sia.

        Amalan Badan

        Ia terdiri dari tiga puluh delapan cabang

          Yang berkaitan dgn materi Bersuci baik secara lahiriyah maupun hukumiah termasuk di dalamnya menjauhi barang-barang najis menutup aurat shalat fardhu dan sunnat zakat memerdekakan budak. Dermawan termasuk di dalamnya memberikan makan orang lain memuliakan tamu. Puasa baik fardhu maupun sunnat i’tikaf mencari lailatul qadar haji umrah dan thawaf. Lari dari musuh utk mempertahankan agama termasuk di dalamnya hijrah dari negeri musyrik ke negeri iman. Memenuhi nadzar berhati-hati dalam soal sumpah memenuhi kaffarat misalnya kaffarat sumpah kaffarat kegiatan pribadi suami dan istri di bulan Ramadhan.
            Yang berkaitan dgn nafsuIa terdiri dari enam cabang menjaga diri dari perbuatan maksiat dgn menikah memenuhi hak-hak keluarga berbakti kepada kedua orang tua termasuk di dalamnya tidak mendurhakainya mendidik anak.

            Silaturahmi taat kepada penguasa dan kasih sayang kepada hamba sahaya.

              Yang berkaitan dgn hal-hal umum

              Ia terdiri dari tujuh belas cabang menegakkan kepemimpinan secara adil mengikuti jamaah taat kepada ulil amri melakukan ishlah di antara manusia termasuk di dalamnya memerangi orang-orang Khawarij dan para pemberontak. Tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan termasuk di dalam-nya amar ma’ruf nahi munkar melaksanakan hudud . Jihad termasuk di dalamnya menjaga wilayah Islam dari serangan musuh melaksanakan amanat di antaranya merealisasikan pembagian seperlima dari rampasan perang Utang dan pembayaran memuliakan tetangga bergaul secara baik termasuk di dalamnya mencari harta secara halal. Menginfakkan harta pada yg berhak termasuk di dalamnya meninggalkan sikap boros dan foya-foya. Men-jawab salam mendo’akan orang bersin yg mengucapkan alham-dulillah mencegah diri dari menimpakan bahaya kepada manusia menjauhi perkara yg tidak bermanfaat serta menyingkirkan kotoran yg mengganggu manusia dari jalan.

              Hadits di muka menunjukkan bahwa tauhid adl cabang iman yg paling tinggi dan paling utama. Oleh krn itu para da’i hendaknya memulai dakwahnya dari cabang iman yg paling utama kemudian baru cabang-cabang lain yg ada di bawahnya. Dengan kata lain membangun fondasi terlebih dahulu sebelum mendirikan bangunan . Mendahulukan hal yg terpenting kemudian disusul hal-hal yg penting. Tauhid adl yg mempersatukan bangsa Arab dan bangsa asing lainnya atas dasar Islam. Dari persatuan itu tegaklah daulah islamiyah sebagai daulah tauhid. Sumber Jalan Golongan yg Selamat Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

              sumber file al_islam.chm


              Makalah hadits tentang menyingkirkan bahaya di jalan cabang orang beriman