Cara-Cara Batil Menegakkan Daulah Islamiyah
Cara-Cara Batil Menegakkan Daulah Islamiyah
penulis Al-Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba’abduh
Syariah Kajian Utama 19 - Agustus - 2005 21:34:49
Ketika kaum muslimin terkhusus para aktivis telah menjauhi dan meninggalkan metode dan cara yg ditempuh oleh para nabi dan generasi Salaful Ummah di dlm mengatasi problematika umat dlm upaya mewujudkan Daulah Islamiyyah tdk pelak lagi mereka akan mengikuti ra`yu dan hawa nafsu. Karena tdk ada lagi setelah Al-Haq yg datang dari Allah k
dan Rasul-Nya n
serta Salaful Ummah kecuali kesesatan. Sebagaimana firman Allah:
فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ
“Maka apakah setelah Al Haq itu kecuali kesesatan?”
Dengan cara yg mereka tempuh ini justru mengantarkan umat ini kepada kehancuran dan perpecahan sebagaimana firman Allah k
:
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلاَ تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Dan bahwa ini adl jalan-Ku yg lurus mk ikutlah dia dan janganlah kalian mengikuti As-Subul krn jalan-jalan itu menyebabkan kalian tercerai berai dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kalian bertaqwa.”
Di antara cara-cara sesat yg mereka tempuh antara lain:
1. Penyelesaian problem umat melalui jalur politik dgn ikut terjun langsung atau tdk langsung dlm panggung politik dgn berbagai macam alasan utk membenarkan tindakan mereka.
Di antara mereka ada yg beralasan bahwa tdk mungkin Daulah Islamiyyah akan terwujud kecuali dgn cara merebut kekuasaan melalui jalur politik yaitu dgn memperbanyak perolehan suara dukungan dan kursi jabatan dlm pemerintahan. Sehingga dgn banyak dukungan dan kursi di pemerintahan syariat Islam bisa diterapkan. Walaupun dlm pelaksanaan mereka rela utk mengadopsi dan menerapkan sistem politik Barat yg bertolak belakang seratus delapan puluh derajat dgn Islam. Mereka sanggup utk berdusta dgn menyebarkan isu-isu negatif terhadap lawan politiknya. Bila perlu merekapun sanggup utk mencampakkan prinsip-prisip Islam yg paling utama dlm rangka utk memuluskan ambisi mereka baik melalui acara ‘kontrak politik’ atau yg semisalnya.1 Bahkan tdk jarang merekapun sanggup utk berdusta atas nama Ulama Ahlus Sunnah dgn mencuplik fatwa-fatwa para ulama tersebut dan mengaplikasikan tdk pada tempatnya. Cara ini lbh banyak dipraktekkan oleh kelompok Al-Ikhwanul Muslimun.
Sebagian kelompok lagi beralasan bahwa melalui politik ini akan bisa direalisasikan amar ma’ruf nahi munkar kepada penguasa yaitu dgn menekan dan memaksa mereka menerapkan hukum syariat Islam dan meninggalkan segala hukum selain hukum Islam.
Walaupun sepintas lalu mereka tampak ‘menghindarkan diri’ utk terjun langsung ke panggung politik demokrasi seperti hal kelompok pertama namun ternyata mereka menerapkan cara-cara Khawarij di dlm melaksanakan aktivitas politiknya. Yaitu melalui berbagai macam orasi politik yg penuh dgn provokasi atau dgn berbagai aksi demonstrasi dgn menggiring anak muda-mudi sebagaimana digiring gerombolan kambing oleh penggembalanya.
Kemudian mereka menamakan tindakan-tindakan tersebut sebagai tindakan kritik dan kontrol serta koreksi terhadap penguasa atau terkadang mereka mengistilahkan dgn amar ma’ruf nahi munkar. Yang ternyata tindakan mereka tersebut justru mendatangkan kehinaan bagi kaum muslimin serta ketidakstabilan bagi kehidupan umat Islam baik sebagai pribadi muslim ataupun sebagai warga negara di banyak negeri. Dengan ini semakin pupuslah harapan terwujud Daulah Islamiyyah. Cara ini lbh banyak dimainkan oleh kelompok Hizbut Tahrir.
Maka Ahlus Sunnah menyatakan kepada mereka baik kelompok Al-Ikhwanul Muslimun ataupun Hizbut Tahrir serta semua pihak yg menempuh cara mereka tunjukkan kepada umat ini satu saja Daulah Islamiyyah yg berhasil kalian wujudkan dgn cara yg kalian tempuh sepanjang sejarah kelompok kalian. Di Mesir kalian telah gagal total bahkan harus ditebus dgn dieksekusi tokoh-tokoh kalian di tiang gantungan atau ditembak mati dan semakin suram nasib dakwah. Di Al-Jazair pun ternyata juga pupus bahkan berakhir dgn pertumpahan darah dan perpecahan.
Atau mungkin kalian akan menyebut Sudan sebagai Daulah Islamiyyah yg berhasil kalian dirikan di mana kalian berhasil dlm Pemilu di negeri tersebut. Namun apa yg terjadi setelah itu? Wakil Presiden adl seorang Nashrani lbh dari 10 orang menteri di kabinet adl Nashrani. Atau mungkin kalian menganggap itu sebagai kesuksesan di panggung politik di negeri Sudan ketika kalian berhasil ‘mengorbitkan’ salah satu pembesar kalian di negeri tersebut dan memegang salah satu tampuk kepemimpinan tertinggi di negeri itu yaitu Hasan At-Turabi. Apakah orang seperti dia yg kalian banggakan orang yg berakidah dan berpemikiran sesat?! Simak salah satu ucapan dia: “Aku ingin berkata bahwa dlm lingkup daulah yg satu dan perjanjian yg satu boleh bagi seorang muslim – sebagaimana boleh pula bagi seorang Nashrani– utk mengganti agamanya.”2
Kami pun mengatakan kepada kelompok Hizbut Tahrir dgn pernyataan yg sama. Bagaimana Allah akan memberikan keberhasilan kepada kalian sementara kalian menempuh cara-cara Khawarij yg telah dikecam keras oleh Rasulullah n
dalam sekian banyak haditsnya?
Di mana prinsip dan dakwah kalian –wahai Hizbut Tahrir—dibanding manhaj yg diajarkan oleh Rasulullah n
dalam menyampaikan nasehat kepada penguasa sebagaimana hadits beliau dari shahabat ‘Iyadh bin Ghunm: Rasulullah n
bersabda:
مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِذِي سُلْطَانِ فَلاَ يُبْدِهِ عَلاَنِيَةً، وَلَكِنْ يَأْخُذُ بِيَدِهِ فَيَخْلُو بِهِ، فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ، وَإِلاَّ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ
“Barangsiapa yg hendak menasehati seorang penguasa mk jangan dilakukan secara terang-terangan . Namun hendak dia sampaikan kepada secara pribadi jika ia menerima nasehat tersebut mk itulah yg diharapkan namun jika tdk mau menerima mk berarti ia telah menunaikan kewajibannya.”
2. Jenis cara batil yg kedua adl melalui tindakan atau gerakan kudeta/revolusi terhadap penguasa yg sah dgn alasan mereka telah kafir krn tdk menerapkan hukum/syariat Islam dlm praktek kenegaraannya. Kelompok pergerakan ini cenderung menamakan tindakan teror dan kudeta yg mereka lakukan dgn nama jihad yg pada hakekat justru tindakan tersebut membuat kabur dan tercemar nama harum jihad itu sendiri. Mereka melakukan pengeboman di tempat-tempat umum sehingga tdk pelak lagi warga sipil menjadi korban. Bahkan tdk jarang di tengah-tengah mereka didapati sebagian umat Islam yg tdk bersalah dan tdk mengerti apa-apa. Cara-cara seperti ini lbh banyak diperankan oleh kelompok-kelompok radikal semacam Jamaah Islamiyyah demikian juga Usamah bin Laden –salah satu tokoh Khawarij masa kini— dgn Al-Qaeda- beserta para pengikut dari kalangan pemuda yg tdk memiliki bekal ilmu syar’i dan cenderung melandasi sikap di atas emosi. Cara-cara yg mereka lakukan ini merupakan salah satu bentuk pengaruh pemikiran-pemikiran sesat dari tokoh-tokoh mereka seperti:
a. Abul A’la Al-Maududi di mana dia menyatakan: “Mungkin telah jelas bagi anda semua dari tulisan-tulisan dan risalah-risalah kita bahwa tujuan kita yg paling tinggi yg kita perjuangkan adalah: MENGADAKAN GERAKAN PENG-GULINGAN KEPEMIMPINAN. Dan yg saya maksudkan dgn itu adl utk membersihkan dunia ini dari kekotoran para pemimpin yg fasiq dan jahat. Dan dgn itu kita bisa menegakkan imamah yg baik dan terbimbing. Itulah usaha dan perjuangan yg bisa menyampaikan ke sana. Itu adl cara yg lbh berhasil utk mencapai keridhaan Allah dan mengharapkan wajah-Nya yg mulia di dunia dan akhirat.”
Al-Maududi juga berkata: “Kalau seseorang ingin membersihkan bumi ini dan menukar kejahatan dgn kebaikan tdk cukup bagi mereka hanya dgn berdakwah mengajak manusia kepada kebaikan dan mengagungkan ketakwaan kepada Allah serta menyuruh mereka utk berakhlak mulia. Tapi mereka harus mengumpulkan beberapa unsur manusia yg shalih sebanyak mungkin kemudian dibentuk utk merebut kepemimpinan dunia dari orang2 yg kini sedang memegang dan mengadakan revolusi.”
b. Sayyid Quthb. Pernyataan Sayyid Quthb dlm beberapa karya yg mengarahkan dan menggiring umat ini utk menyikap lingkungan dan masyarakat serta pemerintahan muslim sebagai lingkungan masyarakat dan pemerintahan yg kafir dan jahiliyah. Pemikiran ini berujung kepada tindakan kudeta dan penggulingan kekuasaan sebagai bentuk metode penyelesaian problema umat demi terwujud Khilafah Islamiyyah.
Metode berpikir seperti tersebut di atas disuarakan pula oleh tokoh-tokoh mereka yg lain seperti Sa’id Hawwa Abdullah ‘Azzam Salman Al-‘Audah DR. Safar Al-Hawali dan lain-lain.3
Buku-buku dan karya-karya mereka telah tersebar luas di negeri ini yg cukup punya andil besar dlm menggiring para pemuda khusus utk berpemikiran radikal serta memilih cara-cara kekerasan utk mengatasi problematika umat ini dan menggapai angan yg mereka canangkan. mk wajib bagi semua pihak dari kalangan muslimin utk berhati-hati dan tdk mengkonsumsi buku fitnah karya tokoh-tokoh Khawarij. Demikian juga buku-buku kelompok Syi’ah Rafidhah yg juga syarat dgn berbagai provokasi kepada umat ini utk melakukan berbagai aksi dan tindakan teror terhadap penguasa. Mudah-mudahan Allah k
memberikan taufiq-Nya kepada pemerintah kita agar mereka bisa mencegah peredaran buku-buku sesat dan menyesatkan tersebut di tengah-tengah umat demi terwujud stabilitas keamanan umat Islam di negeri ini.
Khilafah Islamiyyah
bukan Tujuan Utama Dakwah para Nabi
Dari penjelasan-penjelasan di atas jelas bagi kita bahwa banyak dari kalangan aktivis pergerakan-pergerakan Islam yg menyatakan bahwa permasalahan Daulah Islamiyyah merupakan permasalahan yg penting bahkan terpenting dlm masalah agama dan kehidupan.
Dari situ muncul beberapa pertanyaan besar yg harus diketahui jawaban oleh tiap muslim yaitu: Apakah penegakan Daulah Islamiyyah adl fardhu ‘ain yg harus dipusatkan atau dikosentrasikan pikiran waktu dan tenaga umat ini utk mewujudkannya?
Kemudian: Benarkah bahwa tujuan utama dakwah para nabi adl penegakan Daulah Islamiyyah?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas mari kita simak penjelasan para ulama besar Islam berikut ini.
Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardi berkata di dlm kitab Al-Ahkam As-Sulthaniyah: “Jika telah pasti tentang wajib Al-Imamah mk tingkat kewajiban adl fardhu kifa-yah seperti kewa-jiban jihad dan menuntut ilmu.” Sebelum beliau juga berkata: “Al-Imamah ditegakkan sebagai sarana utk melanjutkan khilafatun nubuwwah dlm rangka menjaga agama dan pengaturan urusan dunia yg penegakan adl wajib secara ijma’ bagi pihak yg berwenang dlm urusan tersebut.”
Imamul Haramain menyatakan bahwa permasalahan Al-Imamah merupakan jenis permasalahan furu’.
Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali berkata: “Maka anda melihat pernyataan mereka tentang permasalahan Al-Imamah bahwasa ia tergolong permasalahan furu’ tdk lbh sebatas wasilah yg berfungsi sebagai pelindung terhadap agama dan politik dunia yg dalil tentang kewajiban masih diperselisihkan apakah dalil ‘aqli ataukah dalil syar’i. Bagaimanapun jenis permasalahan yg seperti ini kondisi yg masih diperselisihkan tentang posisi dalil yg mewajibkan bagaimana mungkin bisa dikatakan bahwa masalah Al-Imamah ini merupakan puncak tujuan agama yg paling hakiki?”
Demikian jawaban dari pertanyaan pertama. Adapun jawaban utk pertanyaan kedua mari kita simak penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah t
:
“Sesungguh pihak-pihak yg berpendapat bahwa permasalahan Al-Imamah merupakan satu tuntutan yg paling penting dlm hukum Islam dan merupakan permasalahan umat yg paling utama adl suatu kedustaan berdasarkan ijma’ kaum muslimin baik dari kalangan Ahlus Sunnah maupun dari kalangan Syi’ah . Bahkan pendapat tersebut terkategorikan sebagai suatu kekufuran sebab masalah iman kepada Allah dan Rasul-Nya adl perma-salahan yg jauh lbh penting daripada perma-salahan Al-Imamah. Hal ini merupakan permasalahan yg diketahui secara pasti dlm dienul Islam.”
Kemudian beliau melanjutkan:
“Kalau demikian mk wajib atas Rasulullah n
utk menjelaskan kepada umat sepeninggal beliau sebagaimana beliau telah menjelaskan kepada umat ini tentang permasalahan shalat shaum zakat haji dan telah menentukan perkara iman dan tauhid kepada Allah k
serta iman pada hari akhir. Dan suatu hal yg diketahui bahwa penjelasan tentang Al-Imamah di dlm Al Qur`an dan As Sunnah tdk seperti penjelasan tentang perkara-perkara ushul tersebut Dan juga tentu di antara perkara yg diketahui bahwa suatu tuntutan terpenting dlm agama ini mk penjelasan di dlm Al Qur`an akan jauh lbh besar dibandingkan masalah-masalah lain. Demikian juga penjelasan Rasulullah n
terntang permasalahan tersebut akan lbh diutamakan dibandingkan permasalahan-permasalahan lainnya. Sementara Al Qur`an dipenuhi dgn penyebutan tentang tauhid kepada Allah k
nama-nama dan sifat-sifat-Nya serta tanda-tanda kebesaran-Nya tentang kepada para malaikat-Nya kitab-kitab suci-Nya para rasul-Nya dan hari akhir. Dan tentang kisah-kisah tentang perintah dan larangan hukum-hukum had dan warisan. Sangat berbeda sekali dgn permasalahan Al-Imamah. Bagaimana mungkin Al Qur`an akan dipenuhi dgn selain permasalahan-permasalahan yg penting dan mulia?”
Setelah kita membaca penjelasan ilmiah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di atas lalu coba kita bandingkan dgn ucapan Al-Maududi yg menyatakan bahwa:
1. Permasalahan Al-Imamah adl inti permasalahan dlm kehidupan kemanusiaan dan merupakan pokok dasar dan paling mendasar.
2. Puncak tujuan agama yg paling hakiki adl penegakan struktur Al-Imamah yg shalihah dan rasyidah.
3. adl tujuan utama tugas para nabi.
Menanggapi hal itu Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah berkata: “Sesungguh permasalahan yg terpenting adl permasalahan yg dibawa oleh seluruh para nabi –alaihimush shalatu was salaam- yaitu permasalahan tauhid dan iman sebagaimana telah Allah simpulkan dlm firman-Nya:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ
“Dan sesungguh telah Kami utus pada tiap-tiap umat seorang rasul beribadahlah kalian kepada Allah dan jauhilah oleh kalian thagut.”
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُوْلٍ إِلاَّ نُوْحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُوْنِ
“Tidaklah Kami utus sebelummu seorang rasul-pun kecuali pasti kami wahyukan kepadanya: Sesungguh tdk ada yg berhak utk diibadahi kecuali Aku mk beribadahlah kalian semua kepada-Ku.”
وَلَقَدْ أُوْحَي إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
“Sungguh telah kami wahyukan kepadamu dan kepada yg sebelummu jika engkau berbuat syirik niscaya akan batal seluruh amalanmu dan niscaya engkau akan termasuk orang2 yg merugi.”
Inilah permasalahan yg terpenting yg karena terjadi permusuhan antara para nabi dgn umat mereka dan karena ditenggelamkan pihak-pihak yg telah ditenggelamkan Dan sesungguh puncak tujuan agama yg paling hakiki dan tujuan penciptaan jin dan manusia serta tujuan diutus para Rasul dan diturunkan kitab-kitab suci adl peribadatan kepada Allah serta pemurnian agama hanya untuk-Nya Sebagaimana firman Allah:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُيْنِ
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.”
الر، كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيْمٍ خَبِيْرٍ. أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلاَّ اللهَ إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ
“Aliif Laam Raa. suatu kitab yg ayat-ayat disusun dgn rapi serta dijelaskan secara terperinci yg diturunkan dari sisi Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. Agar kalian tdk beribadah kecuali kepada Allah. Sesungguh aku adl pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripada-Nya.”
Demikian tulisan ini kami sajikan sebagai bentuk nasehat bagi seluruh kaum muslimin. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua.
Wallahu a’lam bish-shawab.
1 Untuk lbh jelas tentang berbagai sepak terjang mereka yg menyimpang dlm politik pembaca bisa membaca kitab Madarikun Nazhar fi As-Siyasah karya Asy-Syaikh Abdul Malik Ramadhani; dan kitab Tanwiiruzh Zhulumat bi Kasyfi Mafasidi wa Syubuhati Al-Intikhabaat oleh Asy-Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdullah Al-Imam.
2 Ucapan ini dinyatakan di Universitas Khurthum seperti dinukil oleh Ahmad bin Malik dlm Ash-Sharimul Maslul fi Raddi ‘ala At-Turabi Syaatimir Rasul hal 12.
3 Tiga tokoh terakhir ini yg banyak berpengaruh dan sangat dikagumi oleh seorang teroris muda berasal dari Indonesia bernama Imam Samudra.
Sumber: www.asysyariah.com
Related Post:Tag : Abduh, Akan, Al Haq, Batil, Cara Cara, Dlm, Firman Allah, Hawa Nafsu, Ini, Karena, Muslimin, Pelak, Penulis, Rasul, Serta, Tdk, Umat, Ummah, Upaya, Yg CARA CARA BERDAKWAH cara pencegahan problematika umat problematika umat cara-cara berdakwah daulah islamiyyah
You can leave a response, or trackback from your own site.
