Di dalam kajian beberapa edisi berikut ini dijelaskan beberapa istilah-istilah penting yg berhubungan dgn pemahaman akidah Ahli Sunnah wal Jamaah seperti as-Sunnah al-Jamaah Ahli Hadis Salaf Golongan yg Mendapat Pertolongan dan Sikap Seorang Muslim dalam Menjalankan Perintah Syar’i dan Hukum Alam. Definisi Ahli Hadis Menurut bahasa Arab al-hadits berarti “baru.” Lawan katanya al-qadim yg berarti “lama.” Adapun menurut istilah al-hadits ialah perkataan perbuatan ketetapan sifat atau akhlak Nabi saw. Ilmu hadits terdapat dua macam yaitu

    ilmu hadits riwayat
    ilmu hadits dirayah.

    Ilmu hadis riwayat ialah ilmu yg meliputi perkataan perbuatan ketetapan sifat-sifat Nabi riwayat dan penyampaian serta penulisan lafaz-lafaznya.

    Ilmu hadis dirayah ialah ilmu tentang peraturan-peraturan yg dipergunakan utk mengetahui keadaan sanad dan matan. . Ilmu ini disebut juga Musthalah Hadis. Jika dikatakan Ahli Hadis ialah orang-orang yg memperhatikan hadits Rasulullah saw baik dari segi riwayat maupun dari dirayah. Mereka mencurahkan tenaganya utk mengkaji hadits-hadits Nabi saw dan periwayatannya mengikuti isinya berupa ilmu dan amal serta menjalankan sunnah dan menjauhi bid’ah. Mereka berbeda dgn para pengikut hwa nfsu (**) yg cenderung mendahulukan perkataan-perkataan orang sesat daripada sabda Rasulullah saw. Golongan pengumbar nafsu ini sering lbh mendahulukan akal pikiran yg rusak logika yg kacau dan perkataan yg bertentangan dgn Alquranul Aziz dan as-Sunnah asy-Syarifah. Dengan demikian Ahli Hadis adl orang yg paling patut meyakini kebenaran; mengikuti sunnah jamaah dan golongan yg selamat. Mengenai jamaah ini Imam Ahmad berkata “Kalau bukan Ahli Hadis maka aku tak tahu lagi siapa mereka itu?” . Syekh Abu Ismail ash-Shabuni juga menyebut sifat-sifat Ahli Hadis dalam risalah beliau yg berjudul Akidah as-Salafi Ashhabil Hadis atau ar-Risalah Fi l’tiqadi Ahli-Sunnah wa Ashhabil Hadis wal A’immah . Menurut beliau “Mereka meneladani Nabi saw dan para sahabatnya. Mereka meneladani orang-orang Salaf yg shaleh dari imam-imam ad-dien dan ulama kaum muslimin. Mereka berpegang teguh pada ad-dien yg kokoh dan kebenaran yg nyata. Mereka membenci ahli-ahli bid’ah yg sering mengada-ada dalam soal agama.” Syekh al-Ashbahani berpendapat mengenai Ahli Hadis. “Kami ; sebagian mereka dari sebagian yg lain. Menurut kami mereka Itu -Ashhabul Hadits- sangat gigih mencari mengumpulkan dan mengikuti hadits-hadits shahih. Karena itu kami yakin berdasarkan Alquran dan as-Sunnah bahwa merekalah ahlinya dan bukan kelompok lain.” “Kami melihat Ahli Hadis rahimahumullah dahulu dan sekarang adl orang-orang yg berjalan mencari atsar-atsar yg menunjukkan sunnah Rasulullah saw lalu mereka mengambilnya dari sumber-sumber aslinya mengumpulkannya dan memeliharanya. Mereka menyeru orang banyak utk mengikutinya serta mencela para penentangnya. Karena itu banyaklah hadits di tangan mereka sehingga mereka terkenal sebagai Ahli Hadis.” Jika kita perhatikan maka Ahli Hadis dan Ahli Sunnah merupakan dua istilah yg dekat maknanya. Di antara keduanya terdapat keumuman dan kekhususan atau kemutlakan dan keterikatan makna. Jika yg satu disebutkan secara muliak maka yg lain termasuk di dalamnya. Dan dgn sendirinya lafazh itu pun menunjukkan semua golongan yg selamat dari mulai ahli fiqih ahli hadits ulama umara orang-orang zuhud para pejuang para ahli ushul ahli nahwu dan ahli bahasa hingga ahli kebaikan. Lafazh ini sama artinya dgn Ahlul Haq atau’ Ahlul Quran dan sebagainya. Jika kedua lafaz itu dirangkaikan maka yg pertama menunjukkan kepada ahli ilmu yg khusus membidangi ilmu hadis sedangkan yg kedua menunjukkan kepada para ahli kebaikan . lbnu Taimiyah memberi batasan tentang Ahli Hadis. “Yang kami maksudkan dgn Ahli Hadits bukannya terbatas pada orang-orang yg mendengar menulis atau meriwayatkan hadits saja tapi mencakup semua orang yg lbh patut memelihara mengetahui memahami dan mengikutinya secara lahir batin. Begitu pun terhadap Alquran.” “Serendah-rendah sifat yg mereka miliki ialah mencintai Alquran dan al-hadis membahas dan mengkaji maknanya serta mengamalkan isi kandungannya yg telah mereka ketahui. Para Ahli Hadis lbh tahu tentang Rasulullah saw daripada ahli-ahli ilmu lainnya. Kaum Sufi mereka lbh sufis daripada sufi-sufi lainnya. Para pemimpin mereka lbh benar dalam menjalankan politik Nabi daripada pemimpin lainnya. Orang awam mereka lbh patut mencintai Rasulullah saw daripada orang awam lainnya.”

    Definisi Salaf Menurut bahasa salaf artinya “nenek moyang” yg lbh tua dan lbh utama. . Salaf berarti para pendahulu. Jika dikatakan salaf seseorang maksudnya kedua orang tua yg telah mendahuluinya. Menurut istilah kata salaf berarti sahabat sahabat dan tabi’in serta pengikut mereka dari Imam-imam terkemuka yg mengikuti Alquran dan as-Sunnah. Menurut al-Qaslani “Salaf ash-Shaleh ialah generasi pertama yg mendalam ilmunya mengikuti petunjuk Nabi saw dan memelihara Sunnah beliau. Mereka telah dipilih Allah utk menemani Nabi-Nya dan menegakkan dien-Nya. Mereka adl imam-imam umat yg diridlai Allah dan berjuang dgn gigih di jalan Allah. Mereka berusaha semaksimal mungkin menasihati umat dan memberikan hal-hal yg bermanfaat. Mereka mencurahkan seluruh kemampuannya utk mencari keridlaan Allah sehingga Allah memuji mereka dalam Kitab-Nya.. Karena itu kita wajib mengikuti apa yg mereka sampaikan meneladani apa yg mereka amalkan dan memohonkan ampun buat mereka.” . Abdul Hasan berkata “Mereka adl para sahabat yg perkataan dan perbuatan mereka diikuti dan ta’wil serta hasil ijtihad mereka diterima.” Menurut al-’Adawi makna salaf itu lbh mengacu kepada para sahabat. Berdasarkan perkataan Ibnu Naji Salaf ash-Shaleh adl sifat yg lazim dan mudah hanya ada pada sahabat serta tidak terdapat pada yg lainnya. . Mengenai Salaf ash-Saleh ini aI-Ghazali berpendapat “Yang saya maksud salaf di sini adl mazhab sahabat dan tabi’in.” Lain lagi menurut aI-Bajuri. “Yang dimaksud salaf ialah orang terdahulu. Yaitu nabi sahabat tabi’in dan pengikut mereka khususnya lmam Mujtahid yg empat.” . Syekh Mahmud Khafaji berkata “Pembatasan waktu saja tidaklah cukup utk menentukan definisi salaf. Seharusnya pengkaitan kepada pendahulu itu disesuaikan Alquran dan as-Sunnah. Maksudnya pendapat mereka itu harus sesuai dgn Alquran dan as-Sunnah termasuk semangat ruhnya. Maka barangsiapa pendapatnya menyalahi Alquran dan as-Sunnah bukanlah ia seorang salaf meskipun ia hidup pada jaman sahabat tabi’in atau taibi’it-tabi’in.” Syekh lbnu Hajar al-Qathri dalam kitabnya al-’Aqa’idus Sala’ fiyyah bin Adillatihal ‘Aqliyyah wan-Naqliyyah mengatakan “.. Yang dimaksud dgn Madzhab Salaf ialah apa yg dipegangi oleh para sahabat yg mulia pengikut mereka yg baik hingga hari kiamat pengikut mereka lagi Imam-imam ad-Din yg terkemuka dan orang-orang yg menerima perkataan mereka dan generasi ke generasi berikutnya seperti imam yg empat Sufyan ats-Tsauri al-Laits bin Sa’ad lbnul Mubarak an-Nakha’i al-Bukhari dan Muslim. Selain itu juga para penyusun kitab Sunan yg tidak tertuduh sebagai pembuat bid’ah dan tidak terkenal dgn gelar yg tidak menyenangkan seperti Khawarij Rafidli Murji’ah Jabariyah Jahmiyah dan Mu’tazilah.” Dari uraian di atas akhirnya kita dapat menarik garis definisi bahwa salaf ialah istilah yg diperuntukkan bagi imam-imam terdahulu dari tiga generasi pertama yg diberkahi Allah yaitu generasi sahabat tabi’in dan tabi’it-tabi’in. Sebagaimana sabda Rasulullah saw “Sebaik-baik generasi ialah generasiku kemudian orang-orang sesudahnya dan orang-orang sesudahnya lagi. Lalu akan datang orang-orang yg kesaksianya mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.” Karena itu tiap orang yg beriltizam kepada aqidah fiqih dan ushul imam-imam ia dapat dinisbatkan kepada mereka meskipun tempat dan jamannya berjauhan. Dan tiap orang yg menyalahi mereka -sekalipun ia hidup di tengah-tengah mereka bahkan berkumpul dalam satu tempat dan satu masa- ia tidak termasuk golongan mereka. Bersambung..! Sumber Ahlus Sunnah wal Jamaah Ma’alimul Inthilaqah al-Kubra Muhammad Abdul Hadi al-Mishri Al-Islam - Pusat Informasi dan Komiunikasi Islam Indonesia

    sumber file al_islam.chm


maksud tabii lafaz hadis tentang ilmu