HUKUM MELAFAZKAN NIAT

penulis Al Ustadz Muslim Abu Ishaq Al Atsari
Syariah Hadits 30 - April - 2003 09:35:08

Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi`i rahimahullah dita : “Apakah melafazkan niat termasuk perkara yg diada-adakan dlm agama sementara di dlm kitab al-Umm disebutkan keterangan hal ini secara samar ? Jelaskan pada kami tentang permasalahan ini

Jawab : Melafazkan niat teranggap sebagai perbuatan yg diada-adakan dlm agama sementara Allah telah berfirman dlm Kitab-Nya yg mulia :
Katakanlah: Apakah kalian akan memberitahukan kepada Allah tentang agama kalian?

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada orang yg jelek shalat :
Apabila engkau berdiri utk shalat mk bertakbirlah.

Di sini beliau tdk mengatakan kepada orang tersebut: “Katakanlah aku berniat” .

Ketahuilah ibadah shalat wudhu’ dan juga ibadah-ibadah yg lain memang tdk sah kecuali dgn niat. Oleh krn itu dlm pelaksanaan ibadah seluruh haruslah ada niat berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
Sesungguh tiap amalan itu harus disertai dgn niat.

Namun perlu diketahui niat itu tempat di hati dan keliru bila dikatakan bahwa di dlm kitab Al-Umm disebutkan tentang melafazkan niat. Ini salah bahkan hal ini tdk ada di dlm kitab Al-Umm tersebut.

Berkata Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahullah :
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bila berdiri utk shalat beliau langsung mengucapkan Allahu Akbar dan tdk mengucapkan apa pun sebelum juga tdk melafazkan niat sama sekali. Beliau juga tdk mengatakan :
Aku tunaikan utk Allah shalat ini dgn menghadap kiblat empat rakaat sebagai imam atau makmum.

Melafazkan niat ini termasuk perbuatan yg diada-adakan dlm agama . Tidak ada seorang pun yg menukilkan hal tersebut dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam baik dgn sanad yg sahih dha’if musnad atau pun mursal . Bahkan tdk ada nukilan dari para sahabat. Begitu pula tdk ada salah seorang pun dari kalangan tabi’in maupun imam yg empat yg menganggap baik hal ini.
Ha saja sebagian mutaakhirin keliru dlm memahami ucapan Imam Syafi’i – semoga Allah meridhai – tentang shalat. Beliau mengatakan: “Shalat itu tdk seperti zakat. Tidak boleh seorang pun memasuki shalat ini kecuali dgn zikir”. Mereka menyangka bahwa zikir yg dimaksud adl ucapan niat seorang yg shalat. Padahal yg dimaksudkan oleh Imam Syafi’i – semoga Allah merahmati – dgn zikir ini tdk lain adl takbiratul ihram. Bagaimana mungkin Imam Syafi’i menyukai perkara yg tdk dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dlm satu shalat pun begitu pula oleh para khalifah beliau dan para sahabat yg lain. Inilah petunjuk dan jalan hidup mereka. Kalau ada seseorang yg bisa menunjukkan kepada kita satu huruf dari mereka tentang perkara ini mk kita akan menerima dan menyambut dgn ketundukan dan penerimaan. Karena tdk ada petunjuk yg lbh sempurna daripada petunjuk mereka dan tdk ada sunnah kecuali yg diambil dari pemilik syari’at Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sumber: www.asysyariah.com

Related Post:
  • ARTI SEBUAH NIAT
  • Pembatal-Pembatal Wudhu
  • Shalat di Masjid yang Ada Kuburannya
  • Perpecahan Umat Antara Kemestian dan Adzab
  • Hukum Shalat di Masjid Nabawi di mana terdapat Kuburan Nabi
  • Barokah Dakwah Tauhid
  • Membungkam Lolongan Para Thaghut Penyeru Pluralisme dan Inklusivisme
  • Bekerja dan Beramal
  • Islam Di Antara Hantaman Badai Peradaban Kuffar
  • Mengusap Khuf
  • Kritik Terhadap Kebatilan dan Pelakunya
  • Shalat Tarawih
  • Sahur dan Berbuka
  • Petunjuk bagi orang2 yang Bingung (Terhadap Buku Ahlul Kitab dan Buku-Buku Sesat)
  • Sosok Pembaharu Bukanlah Pengacau Agama, Politikus atau Pemberontak

  • Tag : , , , , , , , , , , , , , , , , , , , hukum melafazkan niat hukum melafazkan niat dalam shalat menurut imam syafii hukum melafazkan niat sholat hukum mengucapkan niat pada shalat hukum niat dalam sholat hukum niat wudhu makmum dlm shalat melafazkan niat imam syafii melafazkan niat/ niat
    You can leave a response, or trackback from your own site.