Fadlilatu As Syaikh Al’Allamah Al Faqih Muhammad bin Shalih Al Utsaimin RahimahullahSoal 5 : Apakah puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal harus dilakukan secara langsung setelah ‘iedul fitri atau tidak ? Apakah harus berturut turut atau tidak ?Jawab : Yang demikian tidak harus dilakukan secara langsung setelah ‘ied boleh dilakukan 2 atau 3 hari setelahnya. Demikian juga tidak harus berturut-turut boleh dilakukan secara terpisah yang demikian sesuai kemudahan tiap-tiap muslim dalam melakukannya. {Fatwa Lajnah Da’imah no. 3475 Ketua Lajnah Syaikh bin Baz}Soal 6 : Istriku hamil di bulan Ramadhan. Aku juga mengeluarkan zakat utk janinnya .

Qodarullah beberapa hari setelah ‘ied istriku melahirkan bayi kembar 2 apakah aku wajib utk mengeluarkan zakat utk janin yg kedua ?Jawab : Tidak wajib bagimu utk mengeluarkan zakat pada janin yg kedua yg sebelumnya engkau hanya mengeluarkan zakat utk satu janin { Fatwa Lajnah Da’imah no.10816 Ketua Lajnah Syaikh bin Baz}{Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid dari Fataawa Lajnah ad Da’imah Syarhul Mumthi’ Ibnu Utsaimin Fataawa wa Rasaail Ibnu Utsaimin dan Majmu’Fataawa Syaikh Shalih Fauzan}Sumber : Buletin Da’wah Al-Atsary Semarang. Edisi 18 / 1427 HDikirim via email oleh Al-Akh Dadik
sumber : file chm Darus Salaf 2


hukum seputar puasa seputar hari syawal hikmah puasa sawal hikmah puasa syawal seputar hikmah puasa sawal fatwa puasa syawal seputar puasa sawal puasa sunnah syawal fatwa syaikh puasa sawal