BULETIN DAKWAH AT-TASHFIYYAH Surabaya EDISI PERDANAAllah membuka pintu-pintu ilmu bagi hamba-hamba-Nya dgn diutusnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yaitu pintu ibadah kepada Allah serta pintu-pintu ilmu dalam mencari rizki di muka bumi ini dari sisi yg halal. Maka tidak ada sesuatupun yg di butuhkan manusia utk mengetahui urusan dunia dan dalam agama kecuali Allah sudah jelaskan semua kepada manusia sehingga menjadilah mereka di atas jalan yg putih bersih malamnya seperti siangnya dan tidaklah seseorang itu melenceng darinya kecuali pasti binasa.Wahai manusia bertakwalah kalian kepada Allah dan bersyukurlah kepada-Nya atas ni’mat yang di berikan kepada kalian yaitu dgn diutusnya seorang Rasul kepada kalian yg mana Rasul tersebut membacakan ayat-ayat Allah kepada kalian serta mensucikan kalian mengajari kalian Al-Qur’an dan Al-Hikmah .Dengan Rasul tersebut Allah mengeluarkan kalian dari kegelapan kesyirikan dan kekufuran menuju ke cahaya keadilan dan kebaikan serta dari kegelapan kesedihan hati dan sempitnya dada menuju kepada cahaya ketenangan dan lapang dada.Allah Ta’aala berfirman :“ Maka apakah orang-orang yg di bukakan Allah hatinya utk agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhan-Nya ? “ { QS. Az- Zumar : 22 }.Allah juga berfirman :Alif lam raa. kitab yg Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengerluarkan manusia dari gelap gulita menuju cahaya yg terang benderang dgn izin Tuhan mereka { yaitu } menuju jalan yg Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Allahlah yg memiliki segala apa yang ada di langit dan di bumi dan celakalah bagi orang-orang kafir krn siksaan yg sangat pedih. “.Allah mengutus nabi-nya Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan manusia berada dalam kebodohan lalu beliau membuka pintu-pintu ilmu dalam mengenal Allah nama-nama-Nya sifat-sifat serta perbuatan-Nya. Dam juga pintu-pintu ilmu utk mengenal makhluk-Nya yaitu permulaan dan akhir dari penciptaan manusia serta hisab dan pembalasan .Allah Ta’aala berfirman : “Dan sesungguhnya kami menciptakan manusia dari suatu sari pati { berasal } dari tanah. Kemudian Kami jadikan sari pati itu menjadi air mani dalam tempat yg kokoh . Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah dan segumpal darah itu Kami jadikan dia makhluk yg lain. Maka Maha Suci Allah penciptaan yg paling baik. Kemudian sesudah itu sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan di hari kiamat. “.Allah membuka pintu-pintu ilmu bagi hamba-hamba-Nya dgn diutusnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yaitu pintu ibadah kepada Allah serta pintu-pintu ilmu dalam mencari rizki di muka bumi ini dari sisi yg halal. Maka tidak ada sesuatupun yg di butuhkan manusia utk mengetahui urusan dunia dan dalam agama kecuali Allah sudah jelaskan semua kepada manusia sehingga menjadilah mereka di atas jalan yg putih bersih malamnya seperti siangnya dan tidaklah seseorang itu melenceng darinya kecuali pasti binasa.Allah Ta’ala mengutus Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ketika manusia bergelimang dgn berbagai macam kesyirikan. Diantara mereka ada yg menyembah berhala ada juga yg menyembah Al-Masih ibnu Maryam dan ada yg menyembah pepohonan dan batu-batuan. Kemudian Allah menyelamatkan mereka dari kebodohan ini yaitu dari beribadah kepada berhala-berhala utk beribadah kepada Allah mentauhidkan-Nya mengiklaskan ibadah hanya utk Allah saja serta menunjukkan kecintaan dan pengagungan kepada-Nya saja. Mka jadilah hamba tersebut ikhlas dalam niatnya ikhlas dalam mencintainya serta ikhlas dalam mengagungkannya baik lahir maupun batin.Allah Ta’ala berfirman :“Katakanlah sesungguhnya sholatku sembelihanku hidup dan matiku hanyalah utk Allah semesta alam”. .Dalam firman-Nya yg lain : “ Maka Tuhanmu adl Tuhan yg Esa kaerena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. “ .Demikanlah Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam datang utntuk merealisasikan tauhid dan mensucikannya mensucikannya dari tiap kotoran-kotoran dan menutup segala pintu yg dapat mengantarkan kepada kerusakan tauhid itu atau melemahkannya. Sampai-sampai ketika ada seseorang yg berkata kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Atas kehendak Allah dan kehendak anda.” Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan : “Apakah kamu hendak menjadikan aku sebagai tandingan bagi Allah ? Tetapi hendaknya km katakan : “Atas kehendak Allah saja.” { Hadits Hasan Riwayat Imam Ahmad }.Dalam hadits ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menngingkari laki-laki tersebut yg menggabungkan masyi’ah Allah dan huruf yg menghendaki penyamaan antara keduanya { yakni faedah wawu athof yg berarti dan yg memberi faedah bahwa kata yg di gabungkan itu memiliki nilai derajat atau kedudukan yg sama ed } dan menjadikan hal tersebut termasuk mengadakan tandingan bagi Allah dan menjadikan tandingan bagi Allah itu adl menyekutukan-Nya .Demikian pula Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengharamkan seseorang bersumpah dengan selain Allah dan menjadikan perbuatan tersebut termasuk ke syirikan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda : “ Barang siapa bersumpah dgn selain Allah maka dia telah kufur atau syirik. “.Yang demikian itu krn bersumpah dgn selain Allah berarti mengagungkan yg sesuai dengannya. Maka tidak boleh bagi seorang muslim mengatakan ketika bersumpah “ demi nabi “ atau “ demi kehidupan nabi “ atau juga “ demi kehidupan fulan “ akan tetapi hendaknya bersumpah denngan Allah saja atau diam.Demikian pula ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di tanya tentang seorang yg bertemu dgn saudaranya lalu mengucapkan salam padanya apakah boleh membungkuk kepadanya ? Maka beliau menjawab : “Tidak “. .

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang memberi salam sambil membungkuk krn hal tersebut termasuk khudhu’ yg tidak boleh dilakukan kecuali kepada Allah saja Dialah satu-satunya yg berhak di sujudi dan di ruku’i. Dan sujud ketika memberikan salam di perbolehkan hanya pada syari’at sebelum kita. Akan tetapi syari’at ini adl syari’at yg sempurna syari’atnya Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya dan mengharamkan kecuali utk Allah saja.Dan di dalam sebuah hadits di kisahkan bahwa Mu’adz bin jabal datang ke syam dan menjumpai mereka bersujud kepada pemimpin- pemimpin mereka dan hal itu terjadi sebelum mereka masuk Islam. Tatkala Mu’adz dari syam { yakni ketika sampai di madinah ed } dia sujud kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “ Apa ini wahai Mu’adz ? “ Lalu Mu’adz berkata : “Aku melihat mereka sujud kepada pemimpin-pemimpin mereka Anda lbh pantas untuk disujudi “. Lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Seandainya aku memerintahkan seseorang utk sujud kepada orang lain niscaya aku akan perintahkan perempuan utk sujud kepada suaminya. “{ HR.Ibnu Majah }.Hal tersebut di kaerenakan besarnya hak suami terhadap istrinya.Imam An-Nasa’I meriwayatkan dgn sanad yg jayyid dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu bahwasanya sekelompok manusia datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata : “ Wahai rasulullah wahai orang yg terbaik dan anaknya yg terbaik wahai tuan kami dan anaknya tuan kami.” Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Wahai manusia ucapkanlah dgn ucapan kalian dan janganlah syetan menggoda kalian. Aku adalah Muhammad hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak senang kalian mengangkat aku di atas kedudukanku yg telah Allah tentukan bagiku.”Dan di antara upaya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam utk menutup jalan-jalan kesyirikan adalah tidak membiarkan di dalam rumah gambar-gambar yg di sembah selain Allah atau yg di agungkan utk di ibadahi. Dalam Shahih Bukhori dari ‘Aisyah radhiyallahu anha beliau berkata : “Tidaklah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan dalam rumahnya sesuatu yg di dalamnya ada salib kecuali menghancurkannya.”Salib adl tanda yg digunakan oleh orang-orang Nashoro sebagai syiar agama mereka dan di sembah-sembah. Dan definisi salib sebagaimana terdapat dalam kanus Al-Munjid adl semua yg berbentuk dua garis yg saling memotong dan maknanya adl garis lurus { vertical } yg di potong oleh garis yg kesamping sama yg di potong itu di tengah atau di atas.Orang-orang Nashoro menyangka bahwa Al-Masih bin Maryam itu disalib setelah dia di bunuh maka Allah membantah anggapan tersebut dalam firmannya : “Tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula mereka menyalibnya akan tetapi yg diserupakan dengan Isa bagi mereka.” .Orang-orang Nashoro mengagungkan salib mereka meletakkannya di mihrab-mihrab mereka dan menggantungkannya di leher-leher mereka. Padahal termasuk dari petunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adl menghilangkan apa saja yg ada salibnya dalam rangka menjaga tauhid dan menjauhi penyerupaan kepada selain muslimin. Karena musuh-musuh islam dalam rangka menghancurkan Islam mereka menyerang kaum muslimin baik anak-anak maupun orang dewasa { bahkan musik dan lagu-lagu rohani orang-orang Nashoro juga memenuhi perabot perabot rumah tangga dan mainan anak-anaked } Laa haula walaa quwwata illa billahi inna lillahi wainna ilaihi raji’un.Semoga Allah menjaga Agama kita serta menghidupkan hati kita yg telah lalai. Amin Ya Robbal ‘Alami.Maraji’ : Majmu Fatawa Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin jilid VI diterjemahkan oleh Ustadz Muhammad Irfan.
sumber : file chm Darus Salaf 2

Related Post:
  • Praktek Ruqyah yang Menyimpang
  • HIKMAH PENCIPTAAN ADAM
  • Tanda-Tanda Golongan yang Selamat
  • Hukum Asuransi
  • Hukum Hukum Seputar Puasa Ramadhan Bagian Vi
  • Hukum Mengolok Olok Hijab Jilbab
  • Inilah Aqidah Kita dan Manhaj Kita
  • Bila Kuburan Diagungkan
  • Adab Keluar Rumah
  • Kisah Nabi Musa dan Nabi Harus ‘alaihimassalam
  • Masyarakat Madinah
  • Al Wala’ dan Al Bara’ Terhadap Orang Kafir
  • Tidak Menyerupai Orang Kafir
  • Jangan Terlalu Membenci Istri
  • Tasyabuh, Bahaya Laten di Tengah Umat

  • Tag : , , , , , agama tauhid apa yang dimaksud agama apa yang dimaksud agama islam apa yang dimaksud dengan agama apa yang dimaksud dengan tauhid apa yang dimaksud dengan tauhid? apa yang dimaksud tauhid apa yg dimaksud agama tauhid faedah agama islam faedah agama islam bagi kehidupan
    You can leave a response, or trackback from your own site.