Istri Shalihah Keutamaan dan Sifat-Sifatnya

penulisĀ Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah
Sakinah Mengayuh Biduk 04 - Februari - 2005 18:43:08

Apa yg sering diangankan oleh kebanyakan laki2 tentang wanita yg bakal menjadi pendamping hidupnya? Cantik kaya punya kedudukan karir bagus dan baik pada suami. Inilah keinginan yg banyak muncul. Sebuah keinginan yg lbh tepat disebut angan-angan krn jarang ada wanita yg memiliki sifat demikian. Kebanyakan laki2 lbh memperhatikan penampilan dzahir sementara unsur akhlak dari wanita tersebut kurang diperhatikan. Padahal akhlak dari pasangan hidup itulah yg akan banyak berpengaruh terhadap kebahagiaan rumah tangganya.

Seorang muslim yg shalih ketika membangun mahligai rumah tangga mk yg menjadi dambaan dan cita-cita adl agar kehidupan rumah tangga kelak berjalan dgn baik dipenuhi mawaddah wa rahmah sarat dgn kebahagiaan ada saling ta‘awun saling memahami dan saling mengerti. Dia juga mendamba memiliki istri yg pandai memposisikan diri utk menjadi naungan ketenangan bagi suami dan tempat beristirahat dari ruwet kehidupan di luar. Ia berharap dari rumah tangga itu kelak akan lahir anak turunan yg shalih yg menjadi qurratu a‘yun baginya.
Demikian harapan demi harapan dirajut sambil meminta kepada Ar-Rabbul A‘la agar dimudahkan segala urusannya.
Namun tentu apa yg menjadi dambaan seorang muslim ini tdk akan terwujud dgn baik terkecuali bila wanita yg dipilih utk menemani hidup adl wanita shalihah. Karena hanya wanita shalihah yg dapat menjadi teman hidup yg sebenar dlm suka maupun lara yg akan membantu dan mendorong suami utk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ha dlm diri wanita shalihah tertanam aqidah tauhid akhlak yg mulia dan budi pekerti yg luhur. Dia akan berupaya ta‘awun dgn suami utk menjadikan rumah tangga bangunan yg kuat lagi kokoh guna menyiapkan generasi Islam yg diridhai Ar-Rahman.
Sebalik bila yg dipilih sebagai pendamping hidup adl wanita yg tdk terdidik dlm agama1 dan tdk berpegang dgn agama mk dia akan menjadi duri dlm daging dan musuh dlm selimut bagi sang suami. Akibat rumah tangga selalu sarat dgn keruwetan keributan dan perselisihan. Istri seperti inilah yg sering dikeluhkan oleh para suami sampai-sampai ada di antara mereka yg berkata: “Aku telah berbuat baik kepada dan memenuhi semua hak namun ia selalu menyakitiku.”
Duhai kira wanita itu tahu betapa besar hak suami duhai kira dia tahu akibat yg akan diperoleh dgn menyakiti dan melukai hati suaminya….! Namun dari mana pengetahuan dan kesadaran itu akan didapatkan bila dia jauh dari pengajaran dan bimbingan agama yg haq? Wallahu Al-Musta‘an.

Keutamaan wanita shalihah
Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الدُّنْيَا مَتاَعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Sesungguh dunia itu adl perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adl wanita shalihah.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki yaitu istri shalihah yg bila dipandang akan menyenangkannya3 bila diperintah4 akan mentaatinya5 dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.”
Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah: “Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabat bahwa tdk berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakat beliau memandang perlu memberi kabar gembira kepada mereka dgn menganjurkan mereka kepada apa yg lbh baik dan lbh kekal yaitu istri yg shalihah yg cantik krn ia akan selalu bersamamu menemanimu. Bila engkau pandang menyenangkanmu ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya. Engkau dapat bermusyawarah dengan dlm perkara yg dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu. Engkau dapat meminta bantuan dlm keperluan-keperluanmu ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkan ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pula bersabda:

أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيُّ. وَأَرْبَعٌ مِنَ الشّقَاءِ: الْجَارُ السّوءُ، وَاَلْمَرْأَةُ السُّوءُ، وَالْمَركَبُ السُّوءُ، وَالْمَسْكَنُ الضَّيِّقُ.

“Empat perkara termasuk dari kebahagiaan yaitu wanita yg shalihah tempat tinggal yg luas/ lapang tetangga yg shalih dan tunggangan yg nyaman. Dan empat perkara yg merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yg jelek istri yg jelek kendaraan yg tdk nyaman dan tempat tinggal yg sempit.”
Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu berta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah harta apakah yg sebaik kita miliki?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَاناً ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِيْنُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الآخِرَةِ

“Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yg bersyukur lisan yg senantiasa berdzikir dan istri mukminah yg akan menolongmu dlm perkara akhirat.”
Cukuplah kemuliaan dan keutamaan bagi wanita shalihah dgn anjuran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi lelaki yg ingin menikah utk mengutamakan dari yg selainnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ ِلأََرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا. فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita itu dinikahi krn empat perkara yaitu krn harta krn keturunan krn kecantikan dan krn agamanya. mk pilihlah olehmu wanita yg punya agama engkau akan beruntung.”
Empat hal tersebut merupakan faktor penyebabdipersunting seorang wanita dan ini merupakan pengabaran berdasarkan kenyataan yg biasa terjadi di tengah manusia bukan suatu perintah utk mengumpulkan perkara-perkara tersebut demikian kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah. Namun dzahir hadits ini menunjukkan boleh menikahi wanita krn salah satu dari empat perkara tersebut akan tetapi memilih wanita krn agama lbh utama.
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “ maknanya: yg sepatut bagi seorang yg beragama dan memiliki muruah utk menjadikan agama sebagai petunjuk pandangan dlm segala sesuatu terlebih lagi dlm suatu perkara yg akan tinggal lama bersama . mk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan utk mendapatkan seorang wanita yg memiliki agama di mana hal ini merupakan puncak keinginannya.”
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Dalam hadits ini ada anjuran utk berteman/ bersahabat dgn orang yg memiliki agama dlm segala sesuatu krn ia akan mengambil manfaat dari akhlak mereka berkah mereka baik jalan mereka dan aman dari mendapatkan kerusakan mereka.”

Sifat-sifat Istri Shalihah
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Wanita shalihah adl yg taat lagi memelihara diri ketika suami tdk ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.”
Dalam ayat yg mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adl taat kepada Allah dan kepada suami dlm perkara yg ma‘ruf6 lagi memelihara diri ketika suami tdk berada di sampingnya.
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di rahimahullah berkata: “Tugas seorang istri adl menunaikan ketaatan kepada Rabb dan taat kepada suami krn itulah Allah berfirman “Wanita shalihah adl yg taat” yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala “Lagi memelihara diri ketika suami tdk ada.” Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suami tdk ada dia menjaga suami dgn menjaga diri dan harta suaminya.”
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi permasalahan dgn istri-istri sampai beliau bersumpah tdk akan mencampuri mereka selama sebulan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تآئِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سآئِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا

“Jika sampai Nabi menceraikan kalian7 mudah-mudahan Tuhan akan memberi ganti kepada dgn istri-istri yg lbh baik daripada kalian muslimat mukminat qanitat taibat ‘abidat saihat dari kalangan janda ataupun gadis.”
Dalam ayat yg mulia di atas disebutkan beberapa sifat istri yg shalihah yaitu:
a. Muslimat: wanita-wanita yg ikhlas tunduk kepada perintah Allah ta‘ala dan perintah Rasul-Nya.
b. Mukminat: wanita-wanita yg membenarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala
c. Qanitat: wanita-wanita yg taat
d. Taibat: wanita-wanita yg selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka selalu kembali kepada perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun harus meninggalkan apa yg disenangi oleh hwa nfsu (**) mereka.
e. ‘Abidat: wanita-wanita yg banyak melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala .
f. Saihat: wanita-wanita yg berpuasa.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Apabila seorang wanita shalat lima waktu puasa sebulan menjaga kemaluan dan taat kepada suami mk dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dlm surga dari pintu mana saja yg engkau sukai.”
Dari dalil-dalil yg telah disebutkan di atas dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri yg shalihah adl sebagai berikut:
1. Mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn mempersembahkan ibadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dgn sesuatupun.
2. Tunduk kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terus menerus dlm ketaatan kepada-Nya dgn banyak melakukan ibadah seperti shalat puasa bersedekah dan selainnya. Membenarkan segala perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3. Menjauhi segala perkara yg dilarang dan menjauhi sifat-sifat yg rendah.
4. Selalu kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya sehingga lisan senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebalik ia jauh dari perkataan yg laghwi tdk bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta ghibah namimah dan lainnya.
5. Menaati suami dlm perkara kebaikan bukan dlm bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya.
6. Menjaga diri ketika suami tdk berada di sisinya. Ia menjaga kehormatan dari tangan yg hendak menyentuh dari mata yg hendak melihat atau dari telinga yg hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak rumah dan harta suaminya.
Sifat istri shalihah lain bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yg disebutkan setelahnya:
1. Penuh kasih sayang selalu kembali kepada suami dan mencari maafnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى

“Maukah aku beritahukan kepada kalian istri-istri kalian yg menjadi penghuni surga yaitu istri yg penuh kasih sayang banyak anak selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suami marah dia mendatangi suami dan meletakkan tangan pada tangan suami seraya berkata: “Aku tdk dapat tidur sebelum engkau ridha.”
2. Melayani suami seperti menyiapkan makan minum tempat tidur pakaian dan yg semacamnya.
3. Menjaga rahasia-rahasia suami lebih-lebih yg berkenaan dgn kegiatan pribadi suami dan istri antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Barangkali ada seorang suami yg menceritakan apa yg diperbuat dgn istri dan barangkali ada seorang istri yg mengabarkan apa yg diperbuat bersama suaminya?” mk mereka semua diam tdk ada yg menjawab. Aku pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah sesungguh mereka benar-benar melakukan demikian pula mereka .” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ

“Jangan lagi kalian lakukan krn yg demikian itu seperti syaithan jantan yg bertemu dgn syaitan betina di jalan kemudian digauli sementara manusia menontonnya.” menyatakan ada syawahid yg menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan}
4. Selalu berpenampilan yg bagus dan menarik di hadapan suami sehingga bila suami memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki yaitu istri shalihah yg bila dipandang akan menyenangkan bila diperintah akan mentaati dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”.
5. Ketika suami sedang berada di rumah ia tdk menyibukkan diri dgn melakukan ibadah sunnah yg dapat menghalangi suami utk istimta‘ dengan seperti puasa terkecuali bila suami mengizinkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa sementara suami ada kecuali dgn izinnya”.
6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami tdk melupakan kebaikan krn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku ternyata aku dapati kebanyakan penghuni adl kaum wanita yg kufur.” Ada yg berta kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri kebaikannya. Seandai salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka setahun penuh kemudian dia melihat darimu sesuatu niscaya dia berkata: “Aku tdk pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:

لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ

“Allah tdk akan melihat kepada seorang istri yg tdk bersyukur kepada suami padahal dia membutuhkannya.”
7. Bersegera memenuhi ajakan suami utk memenuhi hasrat tdk menolak tanpa alasan yg syar‘i dan tdk menjauhi tempat tidur suami krn ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْهَا

“Demi Dzat yg jiwaku berada di tangan-Nya tidaklah seorang suami memanggil istri ke tempat tidur lalu si istri menolak melainkan yg di langit murka terhadap hingga sang suami ridha padanya.”

إِذَا بَاتَتِ الْمَرْأَةُ مُهَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تَرْجِعَ

“Apabila seorang istri bermalam dlm keadaan meninggalkan tempat tidur suami niscaya para malaikat melaknat sampai ia kembali .”
Demikian yg dapat kami sebutkan dari keutamaan dan sifat-sifat istri shalihah mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi taufik kepada kita agar dapat menjadi wanita yg shalihah amin.

1 Atau ia belajar agama namun tdk mengamalkannya
2 Tempat utk bersenang-senang
3 Karena keindahan dan kecantikan secara dzahir atau krn bagus akhlak secara batin atau krn dia senantiasa menyibukkan diri utk taat dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
4 Dengan perkara syar‘i atau perkara biasa
5 Mengerjakan apa yg diperintahkan dan melayani
6 Bukan dlm bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala krn tdk ada ketaatan kepada makhluk dlm bermaksiat kepada Al-Khaliq.
7 Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui bahwasa Nabi-Nya tdk akan menceraikan istri-istri akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan kepada ummahatul mukminin tentang kekuasaan-Nya bila sampai Nabi menceraikan mereka Dia akan menggantikan utk beliau istri-istri yg lbh baik daripada mereka dlm rangka menakuti-nakuti mereka. Ini merupakan pengabaran tentang qudrah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ancaman utk menakut-nakuti istri-istri Nabi  bukan berarti ada orang yg lbh baik daripada shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bukan berarti istri-istri beliau tdk baik bahkan mereka adl sebaik-baik wanita. Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Permasalahan ini dibawa kepada pendapat yg mengatakan bahwa penggantian istri dlm ayat ini merupakan janji dari Allah Subhanahu wa Ta’ala utk Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam seandai beliau menceraikan mereka di dunia Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menikahkan beliau di akhirat dgn wanita-wanita yg lbh baik daripada mereka.”

Sumber: www.asysyariah.com


prilaku istri shalikhah dalil memilih diam