“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adl suatu perbuatan yg keji dan suatu jalan yg buruk.” . Membaca memahami dan merenungkan ayat ini kemudian melihat kenyataan dalam hidup masyarakat kita saat ini sungguh akan membuat kita merinding dan malu. Bagaimana tidak? Salah satu dosa besar yg dimurkai Allah telah menjadi hal yg biasa dilakukan sebagian masyarakat kita tanpa malu-malu dan rasa takut. Segala pintu dan sarana pendukung menuju ke arah perbuatan zina tersebar luas dgn sangat leluasa tanpa hambatan yg berarti.

Alat propaganda zina demikian luas jaringan dan jangkauannya ditambah lagi dgn harga yg murah mulai dari koran harian mingguan tabloid majalah tayangan-tayangan televisi vcd-vcd nista yg berhamburan di pasar-pasar terbuka yg kesemuanya itu dapat diakses oleh siapa pun juga. Protes-protes dan demonstrasi yg sering terjadi yg menentang hal-hal seperti ini hanya ditanggapi dingin oleh pemerintah beserta aparat berwenang. Mereka lbh sibuk mengurus diri mereka sendiri. Mereka siap menggadaikan moral bangsa ini dgn segepok dolar atau sedikit julukan modern.

Bahkan iklan-iklan yg menyerukan masyarakat utk menghindari AIDS pun tidak kalah hebatnya dalam melegalkan perzinaan. Bukannya melarang dan mencegah orang dari zina agar terhindar dari AIDS malah dgn gayanya secara tidak langsung telah mengatakan silahkan berzina tapi pakailah kondom. Apakah kondom memang dapat mencegah AIDS? Tidak ada sebagian dokter yg telah meneliti mengatakan bahwa ternyata pori-pori kondom jauh lbh besar dari virus HIV. Hal ini hanya dapat dilihat dgn alat khusus. Hanya satu cara aman dari AIDS yaitu hindari dan jauhi zina.

Ayat di atas melarang kita utk mendekati zina. Artinya segala hal yg merupakan jalan menuju perzinaan harus kita jauhi apalagi zinanya sendiri tentunya lbh wajib kita jauhi. Perlu juga kita sadari bahwa segala keterbukaan dan kebebasan yg salah kaprah ini pasti menimbulkan akibat yg tidak ringan pada masyarakat kita. Suatu keburukan akan lbh cepat menular dibanding kebaikan. Sudah sangat banyak terjadi pelecehan seksual terhadap anak-anak remaja dan wanita dewasa yg merupakan dampak dari nafsu brhi (**) yg terpancing oleh segala hal-hal yg menggiring orang utk berzina. Betapa banyak rumah tangga yg hancur berantakan gara-gara zina yg tidak hanya mengorbankan suami istri tetapi juga anak-anak mereka. Korban-korban perkosaan dan pelecehan akan membawa aib seumur hidup sementara pelakunya hanya dihukum dalam hitungan tahun atau bulan yg ringan.

Banyak sekali keburukan dan kerugian zina baik secara materi psikologi agama moral sosial dan keluarga serta lain-lainnya. Masalahnya sekarang apakah kita mau belajar dari peristiwa-peristiwa yg telah lalu utk menghindari zina? Bukankah Allah telah menghalalkan pernikahan? Bahkan dihalalkan menikah sampai empat orang istri? Tetapi anehnya kebanyakan masyarakat kita justru memandang jelek terhadap orang yg berpoligami dan memandang orang yg berzina melacur dan sejenisnya biasa-biasa saja seakan-akan hal itu halal-halal saja. Subhaanallah kita harus segera introspeksi diri dan taubat sebelum Allah menurunkan azab-Nya. Sekarang memang sudah serba terbalik. Yang haram dianggap halal dan yg halal dianggap haram. Na’uudzu billah. Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm


janganlah kau dekati zina bahaya mendekati zina