Khilafah di Atas Manhaj Nubuwwah
Khilafah di Atas Manhaj Nubuwwah
penulis Al-Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba’abduh
Syariah Kajian Utama 19 - Agustus - 2005 21:33:38
Judul di atas merupakan cuplikan dari sebuah hadits nabawi yg diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dari shahabat Hudzaifah:
تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا اللهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثَمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكاً عَاضًّا فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكاً جَبْرِيًّا فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ. ثُمَّ سَكَتَ
“Akan ada masa kenabian pada kalian selama yg Allah kehendaki Allah mengangkat atau menghilangkan kalau Allah menghendaki. Lalu akan ada masa khilafah di atas manhaj nubuwwah selama Allah kehendaki kemudian Allah mengangkat jika Allah menghendaki. Lalu ada masa kerajaan yg sangat kuat selama yg Allah kehendaki kemudian Allah mengangkat bila Allah menghendaki. Lalu akan ada masa kerajaan selama yg Allah kehendaki kemudian Allah mengangkat bila Allah menghendaki. Lalu akan ada lagi masa kekhilafahan di atas manhaj nubuwwah.“ Kemudian beliau diam.”
Dalam hadits di atas sangat jelas bahwa khilafah di atas manhaj nubuwwah merupakan suatu karunia Allah semata. tdk seorang muslim pun yg beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kecuali pasti dia akan mengharapkan terwujud khilafah tersebut. Rasulullah n
dgn tegas mengatakan bahwa hal itu pasti terjadi pada umat ini. Janji ini telah teralisasi pada masa generasi terbaik umat ini dan Allah tetap menjanjikan kepada umat ini akan terwujud kembali khilafah tersebut di tengah-tengah mereka jika memang syarat-syarat telah dipenuhi sebagaimana firman-Nya:
وَعَدَ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُوْنَنِي لاَ يُشْرِكُوْنَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُوْنَ
“Allah telah berjanji kepada orang2 yg beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang2 yg sebelum mereka berkuasa dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yg telah diridhai-Nya utk mereka dan Dia dia benar-benar akan menggantikan kondisi mereka setelah mereka berada dlm ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dgn tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku. Dan barangsiapa yg kafir sesudah itu mk mereka itulah orang2 yg fasiq.”
Barangsiapa yg ingin mengetahui bagaimana gambaran Khilafah ‘ala Manhajin Nubuwwah mk hendak dia melihat pada daulah yg dipimpin oleh Rasulullah n
dan para Khulafa`ur Rasyidin sepeninggal beliau.
Secara ringkas gambaran adalah: Sebuah khilafah yg didirikan di atas tauhid dan dakwah menuju kepada tauhid ditegakkan Sunnah Rasulullah n
serta dakwah menuju kepada As Sunnah. Diperangi kesyirikan dgn berbagai macam bentuk sehingga tdk ada lagi peribadatan yg diberikan kepada selain Allah. Diperangi segala bentuk bid’ah baik dlm akidah ibadah maupun muamalah. Dite-gakkan syariat Islam oleh tiap muslim sebelum ditegakkan oleh pemerintahnya. Kondisi masyarakat senantiasa mengutamakan dan mementingkan ilmu syar’i jauh dari kungkungan filsafat dan pengagungan rasio. Masyarakat taat dan patuh kepada pemerintah serta menegakkan jihad syar’i bersama pemerintah. Merekalah generasi terbaik yg dipuji oleh Rasulullah n
di dlm haditsnya:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ
“Sebaik-baik manusia adl generasiku kemudian yg setelah kemudian yg setelahnya.”
Itulah gambaran singkat Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah. Bukan seperti yg dikhayalkan oleh sebagian aktivis pergerakan Islam dan para pengikutnya. Tidak mungkin khilafah tersebut akan terwujud melalui tangan orang2 yg berakidah Tashawwuf Mu’tazilah Qadariyah dan sebagai sebagaimana hal ini didapati pada sebagian aktivis kelompok Al-Ikhwanul Muslimun dan Hizbut Tahrir.
Dan tdk mungkin pula khilafah tersebut akan tegak di tengah-tengah umat yg masih meremehkan Sunnah Rasulullah n
dan bergelimang dlm berbagai macam bid’ah baik dlm akidah ibadah dakwah dan muamalah. Semoga Allah k
melindungi dan membimbing umat ini pada jalan yg lurus.
Dari hadits Hudzaifah di atas jelas bagi kita bahwa meskipun suatu negara atau pemerintah tdk berbentuk khilafah -baik itu berbentuk kerajaan republik parlementer atau yg lainnya- selama masih memenuhi kriteria dan definisi sebagai negara Islam mk status tetap sebagai negara Islam. Sehingga kewajiban mendengar dan taat tetap berlaku dan tdk boleh memberontak kepada bahkan meskipun pemerintah yg zalim dan banyak memakan ‘uang rakyat’ sekalipun.
Pada kesem-patan ini pula kami mengingatkan kepada pihak-pihak yg apriori dan pesimis serta berpandangan negatif terhadap Khilafah Islamiyyah yg banyak dimunculkan oleh orang2 yg telah menimba ilmu dari negeri Barat dan pola pikir mereka telah dipenuhi oleh cara-cara berpikir Yahudi dan Nashara serta kaum filosof.
Perbedaan Daulah Islamiyyah
dan Daulah Kafirah
Di antara polemik yg sering muncul di tengah-tengah umat Islam dan telah menimbulkan banyak kekeliruan di dlm memahami sehingga berujung pada sikap dan tindakan yg keliru adl pemahaman tentang definisi Daulah Islamiyyah dan Daulah Kafirah. Kapan sebuah negara dinyatakan sebagai Daulah Islamiyyah dan kapan dinyatakan sebagai Daulah Kafirah.
Telah dibahas dlm rubrik Manhaji bahwa tolok ukur suatu negara dinyatakan sebagai Daulah Islamiyyah atau Daulah Kafirah adl kondisi penduduk bukan sistem hukum yg diterapkan dan bukan pula sistem keamanan yg mendominasi negeri tersebut sebagaimana diterangkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa Daulah Islamiyyah adalah: Sebuah daulah yg mayoritas penduduk muslimin dan ditegakkan pada syi’ar-syi’ar Islam seperti adzan shalat berjamaah shalat Jum’at shalat ‘Id dlm bentuk pelaksanaan yg bersifat umum dan menyeluruh. Dengan demikian jika pelaksanaan syi’ar-syi’ar Islam itu diterapkan tdk dlm bentuk yg umum dan menyeluruh namun hanya terbatas pada minoritas muslimin mk negeri tersebut tdk tergolong negeri Islam. Hal ini sebagaimana yg terjadi di beberapa negara di Eropa Amerika dan yg lain di mana syi’ar-syi’ar Islam dilakukan oleh segelintir muslimin yg jumlah minoritas.
Sehingga dgn demikian negeri seperti Indonesia ini adl termasuk negeri Islam. Karena syi’ar-syi’ar Islam baik shalat berjamaah shalat Jumat shalat ‘Id dilaksanakan secara umum di negeri ini. Demikian juga adzan senantiasa berkumandang tiap waktu shalat di masjid-masjid kaum muslimin.
Beranjak dari definisi dan pemahaman yg keliru tentang Daulah Islamiyyah dan Daulah Kafirah banyak dari aktivis teroris menghukumi sekian negara-negara muslimin sebagai negara kafir. Di antara mereka adalah:
Muhammad Surur bin Nayef Zainal Abidin1 ketika dia menggambarkan bahwa kekufuran itu bertingkat-tingkat di mana dia berkata:
Peringkat Pertama: Pimpinan Amerika Serikat George Bush yg bisa jadi berikut adl Clinton
Peringkat Kedua: Penguasa-penguasa negeri Arab di mana mereka berkeyakinan bahwa manfaat dan madharat mereka ada di tangan Bush. Sehingga atas dasar itu mereka pergi ‘berhaji’ menuju kepada serta mempersembahkan nadzar dan kurban.
Peringkat Ketiga: Para kaki tangan pemerintah/penguasa Arab baik para menteri dan wakil-wakil pimpinan militer dan..
Peringkat keempat kelima dan keenam: Para staf kementerian.
Usamah bin Laden
Sebagaimana dimuat dlm koran Ar-Ra`yil ‘Am Al-Kuwaiti edisi 11-11-2001 M Usamah bin Laden menjawab: “Ha Afghanistan sajalah Daulah Islamiyyah itu. Adapun Pakistan dia memakai undang-undang Inggris. Dan saya tdk menganggap Saudi itu sebagai negara Islam”
Jika para tokoh teroris tersebut telah menghukumi negara Arab terkhusus Saudi Arabia sebagai negara kafir —padahal di Saudi Arabia telah diterapkan syi’ar-syi’ar Islam secara umum dan menyeluruh bahkan ditegakkan pula hukum-hukum had dan hukum Islam yg lainnya—maka apakah kira penilaian mereka terhadap negara seperti Indonesia ini?
Akibat dari keputusan tersebut di atas melahirkan keputusan berikut yaitu: kewajiban memerangi negara-negara tersebut .
Kita berdoa kepada Allah k
semoga memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kaum muslimin utk kembali kepada jalan pemahaman yg lurus yaitu pemahaman as-salafush shalih generasi terbaik umat ini.
Dengan Apa Khilafah Islamiyyah
bisa Terwujud?
Daulah Islamiyyah atau yg terkadang diistilahkan dgn Khilafah Islamiyyah yg ditegakkan pada tauhid dan peribadahan kepada Allah k
semata dihidupkan pada Sunnah-sunnah Rasulullah n
serta diaplikasikan seluruh syi’ar dan hukum Islam adl dambaan bagi tiap muslim yg beriman kepada Allah k
dan hari akhir. Namun sebuah pertanyaan besar yg harus diajukan dlm kondisi ini adalah: Bagaimana dan dgn apa Daulah Islamiyyah tersebut bisa ada dan bersemi di bumi Allah k
ini?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut mk sebelum kita semua harus tahu dan ingat bahwa generasi awal umat ini yg diperankan oleh Rasulullah n
dan para shahabat telah berhasil -dengan izin Allah- menggapai Daulah Islamiyyah tersebut. mk tentu tiap muslim yg berharap terwujud Khilafah Islamiyyah di bumi Allah k
ini akan menjadikan jejak langkah generasi yg telah berhasil itu sebagai contoh dan suri teladan bagi dlm usaha mewujudkan Daulah Islamiyyah. Suatu perkara yg mustahil hal itu akan terwujud tanpa meneladani jejak langkah generasi yg telah berhasil. Sebagaimana ditegaskan oleh Al-Imam Malik t
:
لَنْ يَصْلُحَ آخِرُ هَذِهِ اْلأُمَّةِ إِلاَّ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلُهَا
“Tidak akan menjadi baik generasi akhir umat ini kecuali dgn perkara-perkara yg dengan telah menjadi baik generasi awal umat ini.”
Atas dasar itulah kami mengajak semua pihak yg mengklaim diri berharap terwujud Daulah Islamiyyah utk dgn jujur sportif dan sungguh-sungguh menengok dan merujuk kepada jejak langkah generasi terbaik umat ini. Dengan meninggalkan segala bentuk ra`yu pikiran dan cara yg sama sekali tdk dilandasi oleh jejak langkah generasi awal umat ini krn hal itu tdk lain hanya akan mendatangkan kehancuran.
كُلُّ خَيْرٍ فِي اتِّبَاعِ مَنْ سَلَفَ وَكُلُّ شَرٍّ فِي ابْتِدَاعِ مَنْ خَلَفَ
Segala bentuk kebaikan didapati pada sikap ittiba’ jejak Salaf. Dan segala bentuk kejahatan didapati pada tindakan ibtida’ oleh generasi belakangan.
Untuk itu ada beberapa hal penting yg menjadi sebab utama bagi terwujud Khilafah Islamiyyah yg didamba-dambakan itu. Apabila sebab-sebab utama ini diabaikan oleh kaum muslimin mk pupuslah harapan tersebut dan mustahil dambaan tersebut akan bisa terwujud. Sebab-sebab itu antara lain:
1. Kembali umat Islam secara menyeluruh kepada bimbingan Al Qur`an dan Sunnah Rasulullah n
sesuai dgn apa yg telah difahami dan diamalkan oleh Salaful Ummah. Sehingga dgn itu mereka selamat dari berbagai macam bentuk bid’ah dan kesesatan sebagaimana sabda Rasulullah n
:
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتاَبَ اللهِ وَسُنَّتِي، وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَى الْحَوْضِ
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yg kalian tdk akan sesat selama kalian berpegang teguh dgn kedua yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Kedua tdk akan berselisih sampai kedua mendatangiku di Al-Haudh.”
Sikap kembali dan ruju’ kepada Al-Kitab dan As Sunnah sesuai dgn yg difahami oleh Salaful Ummah ini sangat menentukan keberhasilan dan keselamatan umat ini dari kehancuran dan merupakan salah satu syarat keberhasilan umat Islam. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah n
dalam haditsnya:
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْناَبَ الْبَقَرِ وَرَضِيْتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ، سَلَّطَ اللهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ، لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِيْنِكُمْ
“Apabila kalian telah berjual beli dgn cara ‘inah2 dan kalian telah disibukkan dgn memegang ekor-ekor sapi dan telah senang dgn bercocok tanam serta kalian telah meninggalkan jihad niscaya Allah akan timpakan kepada kalian kehinaan. Tidak akan dicabut kehinaan tersebut sampai kalian kembali kepada agama kalian.”
2. Syarat yg kedua utk terwujud Khilafah Islamiyyah bagi kaum muslimin adalah: Terealisasi keimanan yg murni dan benar dlm semua perkara yg telah Allah wajibkan utk kita imani secara kaffah .
Beriman kepada Allah bahwasa Dialah Dzat satu-satu yg berhak utk diibadahi tanpa yg lain-Nya Yang memiliki nama-nama dan sifat-sifat yg mulia sesuai dgn apa yg diberitakan oleh-Nya di dlm Al Qur`an atau diberitakan oleh Rasul-Nya n
. Dan tdk didapati di muka bumi ini kaum muslimin melakukan kesyirikan dgn berbagai macam bentuknya. Tidak didapati di muka bumi ini orang2 yg berdoa dan ber-istighatsah kepada kubur-kubur atau menyerahkan sesajen kepada jin atau kepada orang2 yg dianggap wali. Tidak pula didapati orang2 yg mengingkari sifat-sifat Allah baik dgn cara menolak secara mutlak sebagaimana yg dilakukan oleh Al-Jahmiyah dan Al-Mu’tazilah atau dgn cara penyelewengan makna dan sifat-sifat Allah tersebut sebagaimana yg dilakukan oleh kelompok Al-Asya’irah dan Al-Maturidiyah.
Mengimani bahwa Allah ber-istiwa` di atas ‘Arsy-Nya di atas langit yg ketujuh dan tdk ada lagi yg meyakini keyakinan-keyakinan batil dan sesat yg menyatakan bahwa Allah berada di tiap tempat bahkan bersatu dgn tubuh makluk-makhluk-Nya. Akidah sesat semacam ini tdk hanya menjangkiti orang2 awam dari kaum muslimin bahkan telah menimpa dan disebarkan oleh beberapa aktivitis pergerakan Islam yg tdk jarang di antara mereka mendengung-dengungkan kewajiban mendirikan Khilafah Islamiyyah di tengah-tengah umat. Di antara beberapa aktivis pergerakan Islam itu sendiri tdk jarang pula yg terjatuh dlm perbuatan syirik dan bid’ah. Di antara seperti yg dilakukan salah satu tokoh kelompok sempalan: Ikhwanul Muslimin di Syiria yg bernama Musthafa As-Siba’i . Yaitu ketika dia membacakan bait syair yg berisi doa dan istighatsah kepada Rasulullah n
yg dia dendangkan di depan pintu kubur Rasulullah n
. Di antara dia menyatakan:
يَا سَيِّدِي يَا حَبِيْبَ اللهِ جِئْتُ إِلَى
أَعْتاَبِ بَابِكَ أَشْكُو الْبُرْحَ مِنْ سَقَمِي
“Wahai tuanku wahai kekasih Allah aku telah datang. Di hadapan kusen pintumu mengadukan derita krn penyakitku.”
Dalam bait syair tersebut dia ber-istighatsah kepada Nabi memanggil dan mengeluhkan penyakit kepada beliau. Jelas-jelas ini merupakan syirik besar yg bisa mengancam pelaku keluar dari Islam.
Kalau kesyirikan besar semacam ini telah menimpa salah seorang tokoh besar kelompok sempalan Ikhwanul Muslimin yg selalu mengelu-elukan Khilafah Islamiyyah lalu bagaimanakan kira yg terjadi pada para pengikut kelompok sempalan tersebut? Lebih-lebih lagi bagaimana pula dgn yg terjadi pada orang2 awam dari kalangan muslimin? Tentu dgn itu Allah tdk akan mewujudkan janji-Nya bagi umat ini utk memberikan khilafah kepada mereka sebagaimana firman-Nya di dlm Surat An-Nur ayat 55.
Belum lagi kita berbicara tentang perkara-perkara iman yg lain yg ternyata di tengah-tengah umat ini baik dari kalangan awam maupun -sekali lagi- para aktivis pergerakan Islam akidah dan iman mereka masih ‘tak beres’ dan carut marut baik dlm pemahaman maupun pengamalan.
3. Merealisasikan dakwah tauhid dan pembenahan akhlak umat. Sebagaimana telah dicontohkan oleh para nabi yg mana itu merupakan misi utama dakwah mereka. Sebagaimana firman Allah:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ
“Sesungguh telah Kami utus pada tiap-tiap umat seorang rasul beribadahlah kalian kepada Allah dan jauhilah oleh kalian thagut.”
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُوْلٍ إِلاَّ نُوْحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُوْنِ
“Tidaklah Kami utus sebelummu seorang rasul-pun kecuali pasti kami wahyukan kepadanya: Sesungguh tdk ada yg berhak utk diibadahi kecuali Aku mk beribadahlah kalian semua kepada Ku.”
Rasulullah n
juga bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ اْلأَخْلاَقِ
“Sesungguh tidaklah aku diutus kecuali utk menyempurnakan akhlak yg mulia.”
4. Kesungguhan di dlm menuntut ilmu Dinul Islam dari sumber yg asli dan referensi yg terjamin yaitu para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dengan ilmu itulah seorang muslim dapat memahami dan mengenal agama sesuai dgn yg diinginkan oleh Allah. Sesungguh Allah k
telah menjamin terwujud kebaikan dan kemuliaan bagi umat ini jika mereka mau bersungguh-sungguh menuntut ilmu agama.
Rasulullah n
juga telah bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ
“Barangsiapa yg Allah kehendaki kebaikan bagi niscaya Allah jadikan ia faqih tentang Ad-Dien.”
Di antara bentuk kebaikan dan kemuliaan tersebut adl terwujud kewibawaan Islam dan kaum muslimin serta terjamin keamanan dan kesejahteraan umat dgn berdiri Daulah Islamiyyah. Tidak mungkin Daulah Islamiyyah akan terwujud jika umat Islam ini tdk mau belajar dan memahami agama dgn benar. Jika umat ini sudah sibuk dgn berbagai macam aktivitas dan kegiatan politik yg penuh ambisi utk meraih dunia atau tindakan-tindakan demonstrasi yg penuh dgn kejahilan dan berbagai macam kepentingan atau orasi-orasi dusta yg penuh provokasi mk dgn itu umat ini akan lalai dan berpaling dari aktivitas menuntut ilmu dien. Jika umat ini telah lalai dari menuntut ilmu dien mk akan menjadi umat yg jahil .
Kemudian kejahilan itu mengantarkan mereka utk hubbud du dan berambisi utk mendapatkannya. Dampak berikut mereka takut utk mati sehingga menyebabkan mereka enggan berjuang dan berjihad membela agama Allah.2
Ini semua merupakan sumber kegagalan dan kehancuran umat ini. Hal ini sebagaimana yg telah dinyatakan oleh Rasulullah n
dalam hadits Ibnu ‘Umar x
yg telah lalu. Dan juga sabdanya:
يُوْشِكُ اْلأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى اْلأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا. فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيْرٌ، لَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزِعَنَّ اللهُ مِنْ صُدُوْرِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفَنَّ اللهُ فِيْ قُلُوْبِكُمْ الْوَهْنَ. فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ! مَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهَيَةُ الْمَوْتِ
“Hampir-hampir umat-umat mengerumuni kalian sebagaimana orang2 makan mengerumuni piring hidangannya.” Ada yg berta kepada beliau: “Apakah disebabkan krn jumlah kita sedikit pada saat itu?” Rasulullah menjawab: “Bahkan kalian pada hari itu jumlah banyak akan tetapi kalian hanyalah seperti buih yg dibawa air bah dan sungguh Allah akan mencabut dari dada musuh-musuh kalian rasa segan terhadap kalian. Dan Allah akan melemparkan pada hati kalian Al-Wahn.” Seseorang berta lagi: “Wahai Rasulullah apakah Al-Wahn itu?” Beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”
Wallahu a’lam bish-shawab.
1 Salah satu gembong teroris masa kini yg merasa sempit dada ketika tinggal di negeri muslimin sehingga memilih tinggal di negeri Inggris di tengah-tengah masyarakat negara kafir.
2 Jual beli dgn cara ‘inah adl jual beli dgn cara riba. Contoh si A menjual barang kepada si B dgn harga tertentu dan pembayaran dilakukan di belakang hari. Kemudian sebelum lunas pembayaran si A membeli kembali barang yg telah dia jual tersebut dari si B dgn harga yg lbh murah daripada harga yangh ditetapkan ketika dia menjualnya. Nanti si B harus tetap membayar barang tersebut dgn harga semula walaupun barang tersebut sudah tdk lagi dimilikinya.
2 Yang dimaksud jihad di sini adl jihad yg syar’i yg telah memenuhi syarat-syarat sebagaimana yg telah ditentukan oleh Allah k
dan Rasul-Nya n
serta dijelaskan oleh para ulama Ahlus Sunnah. Bukan tindakan-tindakan teror yg diklaim sebagai jihad oleh para neo-Khawarij yg telah mencemarkan nama harum jihad. Jihad yg syar’i itu tidaklah identik dgn tindakan teror dan anarkhi tdk pula identik dgn penentangan terhadap penguasa ataupun tindakan penggulingan pemerintah muslim yg sah.
Sumber: www.asysyariah.com
Related Post:Tag : Abduh, Ahmad Dari, Al Imam, Hudzaifah, Imam Ahmad, Yg Akan ada masa kenabian pada kalian selama yang Allah kehendaki Allah mengangkat atau menghilangkan kalau Allah menghendaki Akan ada masa kenabian pada kalian selama yg Allah kehendaki Allah mengangkat atau menghilangkan kalau Allah menghendaki ala manhaj khilafah dambaan kaum muslimin definisi daulah definisi khilafah devinisi khilafah generasi dambaan umat generasi dambaan umat islam generasi dambaan umat menurut alquran
You can leave a response, or trackback from your own site.
