Masyarakat Madinah
Masyarakat Madinah
penulis Al Ustadz Abu Muhammad Harits
Syariah Jejak 01 - Desember - 2004 17:14:48
Setiba Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah Abdullah bin Salam datang menemui beliau dan berta kepada beliau. Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu:
قَالَ بَلَغَ عَبْدَاللهِ بْنَ سَلامٍ مَقْدَمُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَأَتَاهُ فَقَالَ إِنِّي سَائِلُكَ عَنْ ثَلاثٍ لا يَعْلَمُهُنَّ إِلا نَبِيٌّ قَالَ مَا أَوَّلُ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ وَمَا أَوَّلُ طَعَامٍ يَأْكُلُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ وَمِنْ أَيِّ شَيْءٍ يَنْزِعُ الْوَلَدُ إِلَى أَبِيهِ وَمِنْ أَيِّ شَيْءٍ يَنْزِعُ إِلَى أَخْوَالِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَبَّرَنِي بِهِنَّ آنِفًا جِبْرِيلُ قَالَ فَقَالَ عَبْدُاللهِ ذَاكَ عَدُوُّ الْيَهُودِ مِنَ الْمَلائِكَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا أَوَّلُ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ فَنَارٌ تَحْشُرُ النَّاسَ مِنَ الْمَشْرِقِ إِلَى الْمَغْرِبِ وَأَمَّا أَوَّلُ طَعَامٍ يَأْكُلُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فَزِيَادَةُ كَبِدِ حُوتٍ وَأَمَّا الشَّبَهُ فِي الْوَلَدِ فَإِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَشِيَ الْمَرْأَةَ فَسَبَقَهَا مَاؤُهُ كَانَ الشَّبَهُ لَهُ وَإِذَا سَبَقَ مَاؤُهَا كَانَ الشَّبَهُ لَهَا قَالَ أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ اللهِ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ الْيَهُودَ قَوْمٌ بُهُتٌ إِنْ عَلِمُوا بِإِسْلامِي قَبْلَ أَنْ تَسْأَلَهُمْ بَهَتُونِي عِنْدَكَ فَجَاءَتِ الْيَهُودُ وَدَخَلَ عَبْدُاللهِ الْبَيْتَ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ رَجُلٍ فِيكُمْ عَبْدُاللهِ بْنُ سَلامٍ قَالُوا أَعْلَمُنَا وَابْنُ أَعْلَمِنَا وَأَخْيرُنَا وَابْنُ أَخْيَرِنَا فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَرَأَيْتُمْ إِنْ أَسْلَمَ عَبْدُاللهِ قَالُوا أَعَاذَهُ اللهُ مِنْ ذَلِكَ فَخَرَجَ عَبْدُاللهِ إِلَيْهِمْ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ فَقَالُوا شَرُّنَا وَابْنُ شَرِّنَا وَوَقَعُوا فِيهِ
“Sampai kepada Abdullah bin Salam berita tentang kedatangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah. Iapun menemui beliau dan berkata:’Saya berta kepada anda tiga hal yg tdk diketahui siapapun kecuali oleh seorang nabi. : Apa tanda kiamat yg pertama dan apa yg dimakan pertama kali oleh penduduk jannah . Terakhir bagaimana terjadi kemiripan anak dgn ayah atau dgn akhwal -nya.’
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Baru saja Jibril menerangkan kepada saya.’
Abdullah menukas: ‘Jibril itu musuh orang2 Yahudi dari kalangan malaikat.’
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meneruskan: ‘Adapun tanda kiamat yg pertama adl muncul api yg menggiring manusia dari timur ke barat. Dan yg pertama kali dimakan penduduk jannah adl ziyadah kabid hut 1. Adapun kemiripan itu terjadi jika mani seorang laki2 lbh dahulu naik daripada mani wanita mk terjadi kemiripan dgn ayahnya. Dan jika mani wanita lbh dahulu akan terjadi kemiripan dgn akhwalnya.2
Abdullah bin Salam berkata: ‘Saya bersaksi bahwa engkau adl Rasulullah. Ya Rasulullah orang2 Yahudi adl pendusta besar. Jika mereka mengetahui keislamanku sebelum anda tanyakan kepada mereka tentu mereka mendustakanku di sisimu.’
Maka beliau memanggil orang Yahudi dan merekapun datang. Sementara Abdullah masuk bersembunyi di dlm salah satu rumah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berta kepada mereka: ‘Bagaimana kedudukan Abdullah bin Salam di tengah-tengah kalian?’
Kata mereka: ‘Ia orang yg paling alim di antara kami putera orang alim kami. Dia orang terbaik di kalangan kami dan putera orang terbaik kami.’
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: ‘Bagaimana pendapat kalian jika Abdullah masuk Islam?’
Kata mereka: ‘Semoga Allah melindungi dari hal itu.’
Lalu keluarlah Abdullah menemui mereka dan berkata: ‘Saya bersaksi bahwa tdk ada sesembahan yg haq kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu adl Rasulullah.’
Serta merta mereka berkata: ‘Dia adl orang paling jahat di antara kami putera penjahat kami’.”
Ibnu Hajar mengatakan : Ibnu Ishaq menceritakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat perjanjian damai dgn Yahudi ketika tiba di Madinah sementara mereka menolak utk mengikuti beliau. Dan beliau membuat kesepakatan di antara mereka. Namun di kemudian hari ketiga kabilah itu satu per satu melanggar perjanjian itu. Mereka diperangi. Bani Qainuqa’ masih diberi kesempatan tinggal di Madinah Bani Nadhir diusir keluar Madinah dan Bani Quraizhah ditumpas harta mereka dijadikan ghanimah anak isteri mereka dijadikan budak dan tawanan.
Kembali menghadap Baitul Haram
Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dlm Shahih- dari Al-Barra bin ‘Azib radhiallahu ‘anhu:
قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ أَوْ سَبْعَةَ عَشَرَ شَهْرًا وَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ أَنْ يُوَجَّهَ إِلَى الْكَعْبَةِ فَأَنْزَلَ اللهُ فَتَوَجَّهَ نَحْوَ الْكَعْبَةِ وَقَالَ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ وَهُمُ الْيَهُودُ فَصَلَّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ ثُمَّ خَرَجَ بَعْدَ مَا صَلَّى فَمَرَّ عَلَى قَوْمٍ مِنَ الأَنْصَارِ فِي صَلاةِ الْعَصْرِ نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ هُوَ يَشْهَدُ أَنَّهُ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَّهُ تَوَجَّهَ نَحْوَ الْكَعْبَةِ فَتَحَرَّفَ الْقَوْمُ حَتَّى تَوَجَّهُوا نَحْوَ الْكَعْبَة
“Pada mula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat menghadap Baitul Maqdis selama enam atau tujuh belas bulan. Dan beliau sangat suka jika diperintah menghadap ke arah Ka’bah. mk Allah menurunkan firman-Nya: قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ .3 mk kemudian beliaupun berbalik menghadap Ka’bah. Lalu berkomentarlah orang2 yg lemah akal di antara manusia yakni orang2 Yahudi seperti disebutkan dlm firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
مَا وَلاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمِ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا قُلْ ِللهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ‘Apakah yg memalingkan mereka dari kiblat yg dulu mereka berkiblat kepadanya?’ Katakanlah: ‘Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yg dikehendaki-Nya ke jalan yg lurus’}.4
Ada seorang shahabat yg shalat bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah selesai pulanglah ia dari masjid dan melewati sekelompok muslimin dari kalangan Anshar yg sedang melakukan shalat ‘Ashar menghadap Baitul Maqdis. Kemudian dia mengatakan bahwa dia telah shalat bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau telah menghadap ke arah Ka’bah. Serentak orang2 tersebut berpaling menghadap ke arah Ka’bah.”
Permasalahan ini kemudian memicu perdebatan di kalangan orang2 yg lemah akalnya. Ini seperti yg diterangkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dlm firman-Nya:
وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللهُ
“Dan sungguh itu amat berat kecuali bagi orang2 yg diberi petunjuk oleh Allah.”
Dalam perubahan arah kiblat yg tadi menghadap Baitul Maqdis kemudian bergeser ke arah Ka’bah ini terkandung hikmah yg sangat besar. Sekaligus juga merupakan ujian bagi kaum muslimin orang2 musyrik Yahudi dan orang2 munafiq.
Adapun kaum muslimin mereka akan mengatakan seperti yg diterangkan Allah:
ءَامَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا
“Kami beriman dengan semua itu adl dari sisi Rabb kami.”
Merekalah yg diberi petunjuk oleh Allah dan hal tersebut bukanlah sesuatu yg berat bagi mereka.
Adapun orang2 musyrik mereka akan berkata: “Sebagaimana dia telah kembali kepada kiblat kita boleh jadi nanti dia juga akan kembali kepada agama kita. Dan sesuatu yg dia kembali kepada tentulah suatu kebenaran.”
Sedangkan orang2 Yahudi mengatakan: “Dia telah menyelisihi kiblat para nabi sebelumnya. Kalau dia memang seorang nabi tentulah dia shalat menghadap ke arah kiblat para nabi.”
Dan orang2 munafiq berkata: “Muhammad tdk tahu ke mana dia harus menghadap. Jika yg pertama itu yg benar berarti dia telah meninggalkannya. Dan seandai yg kedua yg benar berarti selama ini dia di atas kebatilan.”
Ketika permasalahan kiblat ini menjadi persoalan yg besar Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan sebelum masalah nasikh mansukh dan kodrat-Nya terhadap hal tersebut. Dikatakan oleh para ulama bahwa perpindahan kiblat ini merupakan masalah nasikh mansukh pertama dlm Islam.
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di berkaitan dgn perpindahan kiblat ini dlm tafsir menerangkan: “Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan akan muncul ejekan dari orang2 yg kurang akal mereka yg tdk mengerti kemaslahatan diri mereka sendiri bahkan menelantarkan dan menjual dgn harga jual yg sangat rendah. Yaitu orang2 Yahudi dan Nashara serta orang2 yg mengikuti mereka dlm menentang hukum-hukum dan syariat Allah
Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan sudah tentu orang2 yg kurang akal ini akan mempertanyakan:
مَا وَلاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمِ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا
“Apakah yg memalingkan mereka dari kiblat yg dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?”
Yakni apa yg menyebabkan mereka berpindah dari Baitul Maqdis?
Sikap seperti ini merupakan sikap tdk setuju terhadap ketentuan Allah syariat karunia dan kebaikan-Nya. Allah menghibur Rasul-Nya dan kaum mukminin. Dia menjelaskan bahwa hal itu pasti terjadi dan muncul justru datang dari orang2 yg kurang akalnya. Sehingga janganlah memperdulikan mereka.
Akan tetapi Allah tdk membiarkan syubhat yg muncul sehubungan dgn perpindahan tersebut. Allah menguraikan dan membantah syubhat tersebut dgn menyatakan:
قُلْ ِللهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Katakanlah . Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yg dikehendaki-Nya ke jalan yg lurus.”
Arti jika timur dan barat itu jelas-jelas milik Allah tdk ada satu arahpun yg keluar dari kekuasaan dan kepemilikan Allah. Di samping itu Dia pula yg memberi hidayah kepada siapa yg dikehendaki-Nya ke jalan yg lurus. Dan dari-Nya pula hidayah utk menghadap kiblat yg merupakan peninggalan dari ajaran bapak kalian Ibrahim. mk atas dasar apa orang2 yg kurang akal itu mencemooh kalian ketika kalian berpindah menghadap kiblat yg jelas-jelas berada di bawah kekuasaan dan kepemilikan Allah?
Sehingga hal ini seharus mendorong terwujud sikap tunduk menerima perintah Allah meski hanya dgn berita atau dalil ini saja..
Arti krn semua ini adl hidayah dan kebaikan Allah kepada kalian mk mereka yg memprotes atau mencemooh kalian itu berarti menentang turun karunia dan kebaikan Allah kepada kalian krn dengki dan dendam terhadap kalian.”
Dan semua ini ditetapkan Allah adl utk menyempurnakan ni’mat-Nya kepada Rasul dan kaum mukminin. Wallahu a’lam.
1 Yakni potongan yg menempel di hati dikatakan sebagai makanan paling lezat.
2 Ibnu Hajar dlm Fathul Bari menerangkan ada enam hal tentang masalah ini:
a. Jika mani laki2 lbh banyak dan lbh dahulu mk anak itu laki2 dan mirip dgn ayahnya.
b. Sebaliknya
c. Jika mani perempuan lbh banyak tetapi mani pria lbh dahulu anak laki2 mirip dgn ibunya.
d. Sebaliknya
e. Jika mani laki2 sama banyak dgn mani wanita tetapi lbh dahulu anak laki-laki.
f. Sebaliknya. Wallahu a’lam.
3 Al-Baqarah ayat 144.
4 Al-Baqarah ayat 142.
Sumber: www.asysyariah.com
Related Post:Tag : Abu Muhammad, Berta, Bin Malik, Jejak, Madinah, Penulis, Syariah, Wa Sallam A Masyarakat yang dikehendaki Tuhan pdf apa yang memalingkan mereka dari kiblat mereka ayat al-quran berkaitan dengan perpindahan arah kiblat ayat al-quran menerangkan berkaitan masyarakat ayat berkaitan masyarakat ayat quran berkaitan masyarakat masyarakat madinah masyarakat yahudi di madinah mss pdf Masyarakat Madinah
You can leave a response, or trackback from your own site.
