Maulid Nabi
“Maka demi Tuhannmu mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yg mereka perselisihkan kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yg kamu berikan dan mereka menerima dgn sepenuhnya”
Rasulullah SAW membimbing ummatnya agar mentaatinya dan mengikuti jalannya. Hanya dgn itu kita selamat. Beliau bersabda “Kalian harus berpegang teguh dgn sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yg mendapat petunjuk sesudahku berpeganglah dgn sunnah itu dan gigitlah dgn gigi gerahammu sekuat-kuatnya serta jauhilah perbuatan baru krn tiap hal yg baru dalam agama itu tergolong bid’ah dan tiap yg bid’ah itu sesat” .
Atas dasar itu kita diperintahkan hanya mengikuti dan tidak boleh membelakangi ajarannya .
Dan agama Islam ini telah sempurna sehingga tidak perlu ditambah-tambah . Resiko tiap amalan ibadah yg tidak ada dasar contoh dari Nabi SAW pasti tertolak. Rasulullah SAW memperingatkan keras “Barangsiapa yg mengada-adakan sesuatu hal baru dalam agama yg tidak ada petunjuk dari kami maka tertolak” .
Kita wajib mencintai Rasulullah SAW seperti diperintahkan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah 24 dan Al-Ahzab 6. Bahkan kita harus mencintai beliau melebihi cinta kita kepada diri kita bapak kita anak kita dan seluruh manusia . Kenapa demikian?
Karena cinta kepada Nabi Muhammad SAW sebagai prasyarat cinta kepada Allah SWT . Bagaimana kita mencintai Rasulullah SAW? 1. Mentaati Rasulullah SAW dan mengikuti ajarannya . 2. Mengagungkan dan menghormati Rasulullah SAW baik dgn hati lisan dan fisik kita sesuai dgn petunjuk beliau dan contoh yg diberikan oleh para sahabat {QS Al-A’raaf 157 Al-Fath 9. 3. Banyak menyebutnya berharap utk bisa melihatnya dalam mimpi dan rindu bertemu dgn beliau di surga nanti . “Barangsiapa bersalawat kepadaku sekali maka Allah akan bersalawat kepadanya sepuluh kali lipat.”Demikian sabda beliau. 4. Mencintai keluarga kerabat isteri dan sahabatnya .
Tapi apabila ungkapan cinta itu berlebihan maka akibatnya justru merusak dan tidak baik. Apalagi sampai menempatkan Nabi SAW seperti Tuhan naudzu billahi min dzalik.
Perhatikan bait-bait syiir yg biasa dibaca dalam acara maulidan itu Ya akramal khalqi man lii aludzu bihi Siwaaka inda hululil haaditsil amami Fainna min juudika dunya wa dhorrotiha Wa min ulumika ilmul lauhi wal qalam
Artinya Wahai makhluk yg paling mulia siapa lagi yg akan gantungkan perlindungan kepadanya Selain kepadamu ketika terjadi peristiwa besar Sungguh kedermawananmu itu dunia dan akhirat Dan ilmumu mencakup ilmu lauhul mahfudh dan pena
Pujian diatas jelas menempatkan Nabi SAW seperti Tuhan yg memiliki segala yg ghaib. Padahal Nabi SAW adl seorang manusia yg mendapatkan kehormatan sebagai Rasulullah dan tidak tahu yg ghaib kecuali diberitahu oleh Allah SWT .
Makanya seluruh rangkaian pembelaan yg dilakukan oleh tokoh-tokoh pro peringatan maulid yg mengemukakan 21 alasan kenapa mereka mengadakan maulid dgn tegas mereka mengatakan perbuatan tersebut bukan sunnah. .
Berhubung peringatan maulid Nabi tersebut tidak ada dasarnya dalam agama Islam maka tidak sepantasnya dipertahankan dan masa reformasi ini termasuk bidang ini yg harus direformasi. Wallahu A’lam.
Oleh Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
sumber file al_islam.chm
menghormati rasulullah
