Membungkam Lolongan Para Thaghut Penyeru Pluralisme dan Inklusivisme

penulisĀ Al Ustadz Abu Ishaq Muslim Al Atsari
Syariah Hadits 12 - November - 2004 09:39:37

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menyampaikan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasa beliau bersabda:
}
“Demi Dzat yg jiwa Muhammad di tangan-Nya! Tidaklah mendengar dariku seseorang dari umat ini2 baik orang Yahudi maupun orang Nashrani kemudian ia mati dlm keadaan ia tdk beriman dgn risalah yg aku bawa kecuali ia menjadi penghuni neraka.”
Hadits yg mulia di atas diriwayatkan Al-Imam Muslim dlm kitab Shahih- no. 153 dan diberi judul bab oleh Al-Imam An-Nawawi “Wujubul Iman bi Risalatin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ila Jami’in Nas wa Naskhul Milali bi Millatihi” .
Hadits ini menunjukkan terhapus seluruh agama dgn diutus Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seluruh manusia yg menemui zaman pengutusan beliau sampai hari kiamat wajib utk menaati beliau. Di sini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menyebut Yahudi dan Nashrani krn mereka berdua memiliki kitab . Hal ini diinginkan sebagai peringatan bagi selain kedua sehingga lazim apabila mereka saja harus tunduk dan menaati beliau mk selain kedua yg tdk memiliki kitab lbh pantas lagi utk tunduk.
Agama ini mengajarkan kepada umat Islam utk mengatakan bahwa agama selain adl kafir sehingga dlm keyakinan Islam agama lain tdk bisa dibenarkan keberadaannya. Hal ini telah dinyatakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan salah satu tujuan diutus Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam adl menghapuskan agama selain Islam sehingga yg ada hanyalah Islam walaupun Islam masih memberikan batasan-batasan hukum kepada yg lain yg dikenal dgn hukum bagi ahludz dzimmah.
Islam sendiri membagi muamalah antara penganut dgn orang kafir menjadi empat: kafir harbi kafir musta’min kafir mu’ahad dan kafir dzimmi sehingga tiap golongan diperlakukan sesuai dgn golongannya. Inilah toleransi positif dan benar yg sesuai dgn ketetapan agama Allah serta tdk diragukan kebenaran sehingga batillah seruan para thaghut pluralis yg menyatakan bahwa toleransi seperti ini tanpa ada dalil dari Kitabullah dan Sunnah sebagai toleransi dlm penafsiran negatif sebagaimana tertera dlm buku mereka Pluralitas Agama: Kerukunan dlm Keberagaman hal. 13 Penerbit Buku Kompas 2001. mk sebagai konsekuensi toleransi ini mereka harus menerima pengkafiran kaum muslimin terhadap agama lain dan penganutnya.

Agama Islam Menghapus Seluruh Ajaran Agama Sebelum
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus para nabi dan rasul utk menegakkan hujjah-Nya di muka bumi sehingga tdk ada alasan bagi para hamba bila enggan beriman setelah itu. Dan tdk ada satu umat pun melainkan telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira sejak rasul yg pertama Nuh ‘alaihissalam dan ditutup oleh Nabi dan Rasul yg terakhir Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seruan semua utusan Allah tersebut adl satu yaitu:
أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ
“Beribadahlah kalian kepada Allah dan jauhilah thaghut.”
Agama para nabi dan rasul tersebut satu yaitu Islam krn pengertian Islam secara umum adl beribadah kepada Allah dgn apa yg Dia syariatkan sejak Allah mengutus para rasul sampai datang hari kiamat. Sebagaimana Allah sebutkan hal ini dlm banyak ayat yg semua menunjukkan bahwasa syariat-syariat terdahulu seluruh adl Islam kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti firman Allah menyebutkan doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam:
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ
“Wahai Rabb kami jadikanlah kami berdua orang yg tunduk berserah diri kepadamu dan jadikanlah anak turunan kami sebagai umat yg tunduk berserah diri kepadamu.”
Adapun Islam dgn makna yg khusus adl agama yg diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg menghapuskan seluruh ajaran nabi dan rasul terdahulu sehingga orang yg mengikuti beliau berarti telah berislam sedangkan yg menolak beliau bukan orang Islam. Pengikut para rasul adl muslimin di zaman rasul mereka. mk Yahudi adl muslimin di zaman Nabi Musa ‘alaihissalam dan Nashrani adl muslimin di zaman Nabi ‘Isa ‘alaihissalam jika mereka benar-benar mengikuti syariat rasul mereka. Adapun setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus lalu mereka tdk mau beriman kepada beliau mk mereka bukan muslimin .
Agama Islam inilah yg diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Dia tdk menerima agama selainnya:
إِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللَّهِ اْلإِسْلاَمُ
“Sesungguh agama di sisi Allah adl agama Islam.”
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِيْنًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
“Siapa yg mencari agama selain agama Islam mk tdk akan diterima agama itu dari dan di akhirat dia termasuk orang2 yg merugi.”
Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa tdk ada agama yg diterima di sisi-Nya selain agama Islam dgn mengikuti para rasul dlm pengutusan pada tiap masa sampai ditutup oleh Nabi dan Rasul yg akhir Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Allah menutup seluruh jalan kepada-Nya kecuali dari sisi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan begitu siapa pun yg bertemu dgn Allah setelah diutus Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dgn beragama selain syariat yg beliau bawa dan ajarkan mk tdk diterima agama tersebut darinya.”
Agama Islam inilah yg Allah anugerahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan umat beliau dan Allah nyatakan sebagai agama yg diridhai-Nya:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيْتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِيْنًا
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan utk kalian agama kalian dan Aku sempurnakan ni’mat-Ku atas kalian dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian.”
Dalam ayat yg mulia di atas Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa agama Islam yg dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seluruh manusia adl agama yg sempurna mencakup seluruh perkara yg cocok diterapkan di tiap zaman tiap tempat dan tiap umat. Islam adl agama yg sarat dgn ilmu kemudahan keadilan dan kebaikan. Islam adl pedoman hidup yg jelas sempurna dan lurus utk seluruh bidang kehidupan. Islam adl agama dan negara di dlm terdapat manhaj yg haq dlm bidang hukum pengadilan politik kemasyarakatan dan perekonomian serta segala perkara yg dibutuhkan oleh manusia dlm kehidupan dunia mereka dan dgn Islam nanti mereka akan bahagia di kehidupan akhirat.
Dengan demikian wajib bagi tiap orang yg mengaku mengikuti agama para rasul apakah itu Yahudi ataupun Nashrani utk beriman dan tunduk kepada agama Islam yg dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bila mereka enggan dan berpaling berarti mereka adl orang2 kafir walaupun mereka mengaku beriman kepada Nabi Musa dan Nabi Isa ‘alaihimassalam. Dan pada hakikat mereka tdk dipandang beriman kepada Nabi Musa dan Nabi ‘Isa ‘alaihimassalam sampai mereka mau beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pemaksaan Para Thaghut Pluralisme- Inklusivisme agar Agama Lain Juga Diterima sebagai Suatu Kebenaran
Agama Islam adl kebenaran mutlak adapun selain Islam adl kekufuran. Siapa pun yg enggan utk beragama dgn Islam yg diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mk ia kafir. Namun kebenaran mutlak ini ditolak oleh para thaghut pluralis dan inklusif Paramadina JIL dan yg lain dgn memaksakan agar Islam jangan merasa benar sendiri tapi perlu melihat kebenaran pada agama lain. Seperti tulisan Budhy Munawar Rahman pengajar filsafat di Universitas Paramadina Jakarta yg dimuat dlm situs www.Islamlib.com 13 Januari 2002 berjudul Memudar Kerukunan Hidup Beragama Agama-agama Harus Berdialog dan juga di harian Republika 24 Juni 2000 berjudul Mengembalikan Kerukunan Umat Beragama. dlm tulisan ia memaksakan teologi pluralis dgn melihat agama-agama lain sebanding dgn agama Islam dan juga terhadap ayat Allah yg menunjukkan agama yg Allah terima dan Allah ridhai hanyalah agama Islam . Diajak orang2 utk membaca ayat ini dgn semangat inklusif semangat agama universal dgn memaknakan Islam sebagai agama yg penuh kepasrahan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga semua agama bisa dimasukkan ke dlm asalkan berpasrah diri kepada Allah.
Demikian juga Muhammad Ali dosen IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta yg membuat tulisan di harian Republika berjudul Hermenetika dan Pluralisme Agama. Ia mengajak orang agar tdk memahami ayat Allah dlm surat Ali Imran ayat 19 dan 85 dlm bingkai teologi eksklusif yakni keyakinan bahwa jalan kebenaran dan jalan keselamatan bagi manusia hanyalah dapat dilalui melalui jalan Islam. Tapi ayat ini harus dipahami dgn teologi pluralis dan teologi inklusif.
Juga Nurcholish Madjid tokoh mereka yg sangat rajin mengumbar teologi sesat ia menganggap banyak agama yg benar tdk hanya Islam . Saat memberi kata pengantar buku Pluralitas Agama Kerukunan dlm Keragaman hal. 6 Nurcholish mengucapkan kalimat yg seolah itu benar namun sebenar batil: “Kendatipun cara metode atau jalan keberagamaan menuju Tuhan berbeda-beda namun Tuhan yg hendak kita tuju adl Tuhan yg sama Allah Yang Maha Esa.” Kalimat ini menunjukkan ia mengakui keberadaan semua agama dan menyejajarkan satu sama lain sehingga Islam sama dgn Nashrani Hindu Buddha Majusi Shinto Konghuchu! Karena semua agama itu menuju Tuhan walau jalan yg ditempuh berbeda . Wal’iyadzu billah.
orang2 ini enggan utk mengibarkan bendera permusuhan dgn kaum kafirin dari kalangan Yahudi dan Nashrani dan enggan pula menganggap salah agama selain Islam. Di antara sebab ketika mereka berhadapan dgn ayat Allah:
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
“orang2 Yahudi dan Nashrani tdk akan ridha kepadamu sampai engkau mau mengikuti agama mereka.”
Maka disimpulkan oleh Quraisy Shihab bahwa ayat di atas dikhususkan kepada orang2 Yahudi dan umat Nashrani tertentu yg hidup pada zaman Nabi dan bukan kepada umat Nashrani dan Yahudi secara keseluruhan . Sementara diijinkan memerangi orang kafir bukan diperuntukkan terhadap umat Nashrani dan yg semacam yg termasuk Ahli Kitab.

Buku Fiqih Lintas Agama Ingin Memberangus Islam
Para thaghut ini sangat menentang syariat Islam krn menurut mereka akan mendiskreditkan penganut agama lain dan juga mereka beranggapan hukum Islam itu menzalimi kaum wanita bertentangan dgn HAM tdk manusiawi seperti hukum rajam dibolehkan perbudakan dan masalah waris . Kerja sesat mereka tdk sampai di situ. Dengan berani mereka membatalkan hukum Islam dgn logika mereka yg dangkal kemudian lahirlah buku buhul-buhul setan karya mereka seperti Fiqih Lintas Agama yg diterbitkan Yayasan Wakaf Paramadina bekerjasama dgn yayasan kafirin The Asia Foundation yg berpusat di Amerika. dlm buku yg sangat jauh dari ilmiah ini mereka menggugat hukum Islam yg kata mereka terkesan eksklusif dan merasa benar sendiri. Mereka permainkan ayat-ayat Al-Qur’an menolak hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg tdk sesuai dgn semangat pluralisme inklusivisme mereka mencaci maki Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
yg membawakan hadits tersebut mengecam para imam salaf seperti Al-Imam Syafi’i dan memanipulasi ucapan ulama seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan ditarik-tarik agar menyepakati kemauan mereka . Bahkan mereka mengusung hak kafirin utk menghadang syariat Islam dan membela orang kafir mati-matian sehingga mereka pun menyatakan boleh mengucapkan salam kepada non muslim boleh mengucapkan selamat Natal dan selamat hari raya agama lain boleh menghadiri perayaan hari-hari besar agama lain boleh doa bersama antar pemeluk agama yg berbeda boleh wanita muslimah menikah dgn laki2 kafir boleh orang kafir mewarisi harta seorang muslim serta sejumlah kesesatan dan kekufuran berfikir lainnya. Betapa para thaghut penulis buku yg sesat ini memperjuangkan mati-matian teologi pluralisme ajaran mempersamakan semua agama seolah teologi ini tdk dapat ditawar sehingga syariat Islam yg tdk toleran dgn teologi ini berusaha mereka kebiri.
Betapa tdk toleran buku sesat ini terhadap aqidah Islamiyyah yg menetapkan kebenaran hanya pada agama Islam sementara di luar Islam adl agama kekafiran. Betapa tdk toleran buku buhul-buhul setan ini terhadap ketetapan syariat Islam bahkan berupaya memberangus dan membumihanguskan syariat Islam yg diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebalik buku ini sangat toleran kepada musuh-musuh Islam!! Untuk menggiring kaum muslimin agar menerima agama di luar Islam dan tdk memandang Yahudi dan Nashrani sebagai musuh mereka mengatakan: “Segi persamaan yg sangat asasi antara semua kitab suci adl ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal ini berbeda dgn persoalan kaum musyrik yg pada zaman Nabi tinggal di kota Makkah. Kepada mereka inilah dialamatkan firman Allah: “Katakan : Aku tdk menyembah yg kamu sembah dan kamu pun tdk menyembah yg aku sembah…” Ayat yg sangat menegaskan perbedaan konsep “sesembahan” ini ditujukan kepada kaum musyrik Quraisy dan bukan kepada ahli kitab.”
Demikianlah lolongan para thaghut tersebut yg pada inti ingin menyatakan bahwa kebenaran tdk hanya pada Islam saja sehingga jangan merasa benar sendiri. Lolongan ini sebetul hanya mengikuti dan melanjutkan pendahulu Harun Nasution yg telah lbh dulu menyatakan dgn lolongannya: “Mencoba melihat kebenaran yg ada di agama lain.” . Sehingga perlu dan wajib bagi kita utk membungkam lolongan mulut kotor para thaghut pluralis ini yg sudah memakan banyak korban akibat mendengarkan lolongan mereka dgn kita mendatangkan kebenaran dari Islam berupa nash-nash yg di dlm mengandung kebenaran dan hujjah.

Yahudi dan Nashrani Kafir Selama-lama
Adapun Yahudi dan Nashrani tdk kita sangsikan bahwa mereka adl orang2 kafir sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيْحُ يَابَنِيْ إِسْرَائِيْلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ أَنْصَارٍ. لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلاَّ إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ
“Sesungguh telah kafirlah orang2 yg berkata: Sesungguh Allah ialah Al-Masih putera Maryam padahal Al-Masih sendiri berkata: Wahai Bani Israil beribadahlah kalian kepada Tuhanku dan Tuhan kalian. Sesungguh orang yg mempersekutukan sesuatu dgn Allah mk pasti Allah mengharamkan surga kepada dan tempat ialah neraka. Dan tdk ada bagi orang2 dzalim itu seorang penolongpun. Sesungguh kafirlah orang2 yg mengatakan: Allah adl salah satu dari tuhan yg tiga padahal sekali-kali tdk ada sesembahan yg berhak utk disembah selain sesembahan yg satu. Jika mereka tdk berhenti dari apa yg mereka katakan itu pasti orang2 kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yg pedih.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Yahudi:
وَقَالُوْا قُلُوْبُنَا غُلْفٌ بَلْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيْلاً مَا يُؤْمِنُوْنَ. وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوْا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوْا كَفَرُوْا بِهِ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِيْنَ. بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ أَنْ يَكْفُرُوْا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ بَغْيًا أَنْ يُنَزِّلَ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ فَبَاءُوْا بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِيْنَ عَذَابٌ مُهِيْنٌ. وَإِذَا قِيْلَ لَهُمْ آمِنُوْا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوْا نُؤْمِنُ بِمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُوْنَ بِمَا وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَهُمْ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُوْنَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ
“Dan orang2 Yahudi berkata: Hati kami tertutup. Tetapi sebenar Allah telah mengutuk mereka krn keingkaran mereka mk sedikit sekali mereka yg mau beriman. Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur’an dari Allah yg membenarkan apa yg ada pada mereka padahal sebelum mereka biasa memohon kedatangan Nabi utk mendapat kemenangan atas orang2 kafir mk setelah datang kepada mereka apa yg mereka ketahui mereka lalu ingkar kepadanya. mk laknat Allah lah atas orang2 yg ingkar tersebut. Alangkah buruk perbuatan mereka yg menjual diri mereka sendiri dgn mereka mengkafiri apa yg telah diturunkan Allah krn dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yg dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka di atas kemurkaan yg telah mereka dapatkan. Dan utk orang2 kafir siksaan yg menghinakan. Apabila dikatakan kepada mereka: Berimanlah kepada Al-Qur’an yg diturunkan Allah mereka berkata: Kami hanya beriman kepada apa yg diturunkan kepada kami. Dan mereka kafir kepada Al-Qur’an yg diturunkan sesudah sedang Al-Qur’an adl kitab yg haq yg membenarkan apa yg ada pada mereka. Katakanlah: Mengapa kalian dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kalian itu orang2 yg beriman?”
Demikian pula pernyataan Rasulullah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana hadits yg telah disebutkan di atas beserta penjelasannya.
Yahudi dan Nashrani memiliki kitab yg diturunkan dari langit Taurat dan Injil sehingga mereka digelari ahlul kitab. Akan tetapi krn mereka enggan beriman kepada Al-Qur’an dan enggan tunduk kepada syariat yg dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mk mereka kafir. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ
“orang2 kafir dari ahlul kitab dan musyrikin mengatakan bahwa mereka tdk akan meninggalkan agama mereka sebelum datang kepada mereka bukti yg nyata.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan kembali tentang kekafiran ahlul kitab dan bahwa mereka itu adl penghuni jahannam:
إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ أَهْل16; الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِيْنَ فِيْهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
“Sesungguh orang2 kafir dari ahlul kitab dan musyrikin tempat mereka adl di dlm neraka jahannam mereka kekal di dalamnya. Mereka adl seburuk-buruk makhluk.”
Adapun kitab mereka sendiri telah diubah-ubah dgn tangan mereka3 dan hal ini menambah kekufuran mereka sehingga bagaimana mereka akan dapat beriman dgn keimanan yg benar terhadap kitab yg diturunkan kepada mereka? Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan:
فَوَيْلٌ لِلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوْا بِهِ ثَمَنًا قَلِيْلاً فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُوْنَ
“Maka kecelakaan yg besarlah bagi orang2 yg menulis Al-Kitab dgn tangan mereka sendiri lalu mereka katakan: Ini dari Allah dgn maksud utk memperoleh keuntungan yg sedikit dgn perbuatan itu. mk kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yg ditulis oleh tangan mereka sendiri dan kecelakaan yg besarlah bagi mereka akibat dari apa yg mereka kerjakan.”
Yahudi dan Nashrani adl orang2 yg Dimurkai Allah dan Disesatkan
orang2 Yahudi dinyatakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Al-Maghdhubu ‘alaihim dan Nashrani sebagai Adh-Dhallun sebagaimana dinyatakan dlm ayat terakhir Surat Al-Fatihah:
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ
“Tunjukkanlah kami kepada jalan yg lurus yaitu jalan orang2 yg Engkau beri ni’mat kepada mereka bukan jalan orang2 yg dimurkai dan bukan pula jalan orang2 yg sesat.”
Diterangkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan dari sahabat ‘Adi ibnu Hatim4 radhiallahu ‘anhu di dlm hadits yg panjang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَإِنَّ اليَهُوْدَ مَغْضُوْبٌ عَلَيْهِمْ وَإِنَّ النَّصَارَى ضُلاَّلٌ
“Sesungguh Yahudi itu adl yg dimurkai dan Nashara adl orang2 yg disesatkan.”
Imam ahli tafsir dan ahli hadits Ibnu Abi Hatim berkata: “Saya tdk mendapatkan perselisihan di antara ahli tafsir bahwasa al-maghdhub ‘alaihim adl Yahudi dan adh-dhallun adl Nashara dan yg mempersaksikan perkataan para imam tersebut adl hadits ‘Adi bin Hatim.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Kekafiran Yahudi pada prinsip krn mereka tdk mengamalkan ilmu mereka. Mereka mengetahui kebenaran namun tdk mengikuti baik dlm ucapan atau perbuatan ataupun sekaligus dlm ucapan dan perbuatan. Sementara kekafiran Nashrani dari sisi amalan mereka yg tdk didasari ilmu sehingga mereka bersungguh-sungguh melaksanakan berbagai macam ibadah tanpa didasari syariat dari Allah serta berbicara tentang Allah tanpa didasari ilmu.” . Lihat pula keterangan dan pendalilan beliau yg lbh panjang mengenai dimurkai Yahudi dan disesatkan Nashrani dlm kitab tersebut .
Demikian sesungguh keadaan Yahudi dan Nashrani sehingga tiap kali shalat kaum muslimin meminta perlindungan dari mengikuti jalan kedua ketika mereka membaca ayat di dlm surat Al-Fatihah tersebut.

Yahudi dan Nashrani adl Kaum yg Terlaknat
Yahudi dan Nashrani telah dikafirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian juga Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya melaknat mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيْلَ
“Allah telah melaknat orang2 kafir dari kalangan Bani Israil.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَعْنَةُ اللهِ عَلَى اليَهُوْدِ وَالنَّصَارَى
“Laknat Allah atas kaum Yahudi dan Nashrani.”
Dengan penjelasan di atas bahwa Yahudi dan Nashrani adl kaum yg kafir dimurkai dan terlaknat dapatkah agama Islam disamakan dgn agama Yahudi dan Nashrani terlebih lagi dgn agama selain kedua yg tdk memiliki kitab samawi ? Dan jelas agama Islam tdk boleh dibangun di atas teologi inklusif bahkan harus dibangun di atas keyakinan eksklusif bahwa hanya Islam agama yg benar adapun selain adl salah!

Surat Al-Kafirun Tidak Ditujukan kepada Musyrikin Arab Semata
Mereka mengatakan bahwa isi surat Al-Kafirun hanya ditujukan kepada orang2 musyrik bukan kepada ahlul kitab. Demikianlah yg mereka inginkan agar bisa mengeluarkan ahlul kitab dari vonis kafir sementara ulama dari kalangan ahli tafsir tdk ada yg mengatakan seperti ucapan mereka. Lalu dari mana mereka mendapatkan dalil dgn ucapan mereka tersebut? Surat Al-Kafirun tdk membatasi bahwa kekufuran hanya ditujukan kepada musyrikin Arab. Bahkan Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Firman Allah “Katakanlah wahai orang2 kafir…” ini mencakup seluruh orang kafir di muka bumi walaupun sasaran pembicaraan dlm ayat ini adl orang2 kafir Quraisy.”
Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah mengatakan di dlm kitab Shahih beliau mengatakan ayat lakum dinukum adl kekufuran dan ayat waliya din adl Islam . Al-Imam Asy-Syafi’i mengatakan: “Kekufuran itu agama yg satu.” . Demikian pula pandangan Al-Imam Ahmad Abu Hanifah dan Dawud.

Yahudi dan Nashrani Selama Tidak akan Ridha kepada Islam
Demikianlah makna dzahir yg ada pada ayat 120 surat Al-Baqarah. Yahudi dan Nashrani tdk akan ridha selama-lama terhadap Islam. Inilah yg Allah katakan tentang mereka tanpa ada perkecualian.
Al-Imam Ath-Thabari tberkata ketika menafsirkan ayat tersebut: “Wahai Muhammad orang Yahudi dan Nashrani tdk akan ridha kepadamu selama-lama krn itu tinggalkanlah upaya utk mencari keridhaan dan kesepakatan mereka. Sebalik hadapkanlah dirimu sepenuh utk mencari keridhaan Allah di dlm mendakwahi mereka kepada kebenaran yg engkau diutus karenanya. Sesungguh apa yg engkau dakwahkan tersebut sungguh merupakan jalan menuju persatuan denganmu di atas kedekatan hati dan agama yg lurus. Tidak ada jalan bagimu utk mencari keridhaan mereka dgn mengikuti agama mereka krn agama Yahudi bertentangan dgn agama Nashrani demikian pula sebalik dan tdk mungkin kedua agama ini bisa bersatu dlm individu manusia pada satu keadaan. Yahudi dan Nashrani tdk mungkin bersatu utk meridhaimu kecuali bila engkau bisa menjadi seorang Yahudi sekaligus Nashrani akan tetapi tdk mungkin hal ini terjadi padamu selama-lama krn engkau adl individu yg satu dan tdk mungkin terkumpul padamu dua agama yg saling berlawanan dlm satu keadaan. Dengan demikian bila tdk ada jalan yg memungkinkan utk mengumpulkan kedua agama itu padamu dlm satu waktu mk tdk ada jalan bagimu utk mencari keridhaan kedua golongan tersebut. Bila demikian keadaan mk berpeganglah engkau dgn petiunjuk Allah yg dengan ada jalan utk menyatukan manusia.” .
Adapun penyimpulan bahwa ini adl pengkhususan bagi Yahudi dan Nashrani pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam perlu mendatangkan dalil khusus dari Kitabullah dan As Sunnah yg menyatakan hal itu. Sementara kita ketahui Yahudi dan Nashrani pada zaman sekarang jauh lbh jelek daripada Yahudi dan Nashrani pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam krn penyimpangan mereka pada masa itu lbh sedikit dibandingkan pada hari ini mereka semakin jauh dan semakin menyimpang dari agama mereka. Lihat perubahan dan penyimpangan yg mereka lakukan terhadap kitab mereka yg menjadi sebab jauh mereka dari kebenaran dlm Mukhtashar Kitab Idzharul Haq oleh Al-Imam Syaikh Rahmatullah ibn Khalilir Rahman Al-Hindi yg diringkas oleh Dr. Muhammad Al-Malkawi diterbitkan oleh Wazaratus Syu’unil Islamiyyah Al-Mamlakah Al-‘Arabiyyah As-Su’udiyyah 1416 H .
Di samping itu anggapan bahwa Yahudi dan Nashrani tdk diperangi krn mereka ahlul kitab dan yg diperangi adl agama kekufuran yg lain adl jelas anggapan yg salah dan batil. Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn jelas menyatakan:
قَاتِلُوا الَّذِيْنَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ بِاللَّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ اْلآخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُوْنَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُوْلُهُ وَلاَ يَدِيْنُونَ دِيْنَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِيْنَ أُوتُوا الْكِتَابَ
“Perangilah orang2 yg tdk mau beriman kepada Allah dan hari akhir dan tdk mengharamkan apa yg telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya serta tdk beragama dgn agama yg benar dari kalangan ahlul kitab .”

Hilang Al-Wala wal Bara
Dianut teologi pluralis inklusif oleh sebagian orang disebabkan tdk ada Al-Wala dan Al-Bara pada diri mereka. Al-Wala adl memberikan loyalitas kecintaan dan persahabatan sedangkan Al-Bara adl lawan yaitu menjauhi menyelisihi membenci dan memusuhi.
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan rahimahullah berkata: “Termasuk pokok aqidah Islamiyyah yg wajib bagi tiap muslim utk menganut adl berwala dgn sesama muslim dan bara musuh-musuh Islam. Ia mencintai dan berloyalitas dgn orang yg bertauhid dan mengikhlaskan agama utk Allah dan sebalik membenci dan memusuhi orang yg berbuat syirik. Yang demikian ini merupakan millah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan orang2 yg mengikuti beliau sementara kita diperintah utk mencontoh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sebagaimana Allah berfirman
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهُ إِذْ قَالُوْا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوْا بِاللَّهِ وَحْدَهُ
“Sungguh telah ada bagi kalian contoh teladan yg baik pada diri Ibrahim dan orang2 yg bersama kerika mereka mengatakan kepada kaum mereka : Sesungguh kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yg kalian sembah selain Allah. Kami mengingkari kalian dan telah tampak permusuhan dan kebencian antara kami dan kalian selama-lama sampai kalian mau beriman kepada Allah saja.”
Memiliki sikap Al-Wala dan Al-Bara merupakan agama Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا لاَ تَتَّخِذُوْا الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِيْنَ
“Wahai orang2 yg beriman janganlah kalian menjadikan Yahudi dan Nashrani sebagai kekasih-kekasih krn sebagian mereka adl kekasih bagi sebagian yg lainnya. Dan siapa di antara kalian yg berwala dgn mereka mk ia termasuk golongan mereka. Sesungguh Allah tdk memberi petunjuk kepada orang2 yg zalim.”
Ayat di atas menyebutkan keharaman utk berwala dgn ahlul kitab secara khusus sementara keharaman berwala dgn orang kafir secara umum Allah nyatakan dlm firman-Nya:
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَتَّخِذُوْا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ
“Wahai orang2 yg beriman janganlah kalian menjadikan musuh-musuh-Ku dan musuh kalian sebagai kekasih penolong dan teman dekat.”
Bahkan Allah mengharamkan seorang mukmin utk berwala dgn orang2 kafir walaupun orang kafir itu adl kerabat yg paling dekat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَتَّخِذُوْا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى اْلإِيْمَانِ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُوْنَ
“Wahai orang2 yg beriman janganlah kalian menjadikan bapak-bapak kalian dan saudara-saudara kalian sebagai kekasih apabila mereka lbh mencintai kekufuran daripada keimanan dan siapa di antara kalian yg berwala kepada mereka mk mereka itu adl orang2 dzalim.”
لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُوْنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ يُوَادُّوْنَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُوْلَهُ وَلَوْ كَانُوْا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيْرَتَهُمْ
“Engkau tdk akan mendapati orang2 yg beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dgn orang2 yg memusuhi Allah dan Rasul-Nya walaupun orang tersebut adl bapak-bapak mereka atau anak-anak mereka atau saudara-saudara mereka atau karib kerabat mereka.”
Beliau melanjutkan: “Sungguh kebanyakan manusia jahil/bodoh terhadap pokok yg agung ini sampai-sampai aku mendengar dari sebagian orang yg dikatakan berilmu dan melakukan dakwah dlm satu siaran berbahasa Arab ia berkata tentang Nashrani bahwa mereka adl saudara kita. Sungguh betapa jelek dan bahaya kalimat ini!”
Sebagaimana Allah mengharamkan berwala dgn orang2 kafir musuh aqidah Islamiyyah sebalik Allah mewajibkan kita utk berwala dan mencintai kaum mukminin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُوْلُهُ وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُوْنَ. وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُوْلَهُ وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُوْنَ
“Hanyalah wali kalian adl Allah Rasul-Nya dan orang2 yg beriman yg mereka menegakkan shalat menunaikan zakat dan mereka ruku kepada Allah. Barangsiapa yg berwala kepada Allah rasul-Nya dan orang2 beriman mk sesungguh tentara Allah itulah yg menang.”
مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ وَالَّذِيْنَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
“Muhammad adl Rasulullah dan orang2 yg bersama beliau amat keras terhadap orang –orang kafir dan saling berkasih sayang di antara sesama mereka.”
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ
“Hanyalah orang2 mukmin itu bersaudara.”
Karena tdk ada sikap Al-Wala dan Al-Bara yg tepat mereka bergaul bebas dgn kaum kafirin para orientalis misionaris Barat bahkan mereka bangga ketika mereka dapat menimba ilmu di negeri Barat yg notabene kafir! . Semoga Allah melindungi kita dan kaum muslimin secara umum dari makar yg dilakukan oleh para thaghut kaki tangan iblis ini.
Wallahul musta’an.
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

1 Yayasan Wakaf Paramadina dgn buku Fiqih Lintas Agama Jaringan Islam Liberal dan seluruh penyeru pluralitas agama yg tergabung dlm organisasi LSM atau individu mereka adl para Thaghut Pluralis dan Inklusif antek-antek Zionis Salibis.
Thaghut adl segala sesuatu yg diikuti ditaati ataupun dibadahi secara berlebihan dan melampaui batas.
Pluralisme adl pemahaman yg memandang semua agama sama meskipun dgn jalan yg berbeda namun menuju satu tujuan: Yang Absolut Yang terakhir Yang Riil. Inklusivisme adl pemahaman yg mengakui bahwa dlm agama-agama lain terdapat juga suatu tingkat kebenaran .
2 Umat yg ada di zaman beliau dan setelah zaman beliau sampai hari kiamat
3 Lihat beberapa bentuk perubahan dan penyimpangan yg mereka lakukan dlm Mukhtashar Kitab Idzharul Haq oleh Al-Imam Asy-Syaikh Rahmatullah ibn Khalilir Rahman Al-Hindi yg diringkas oleh Dr. Muhammad Al-Malkawi Wazaratus Syu’unil Islamiyyah Mamlakah Al-‘Arabiyyah Su’udiyyah 1416 H.
4 Diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dlm Sunan- no. 4029 dan dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albani dlm Shahihul Jami’ no.8202 dan dlm komentar beliau terhadap Syarah Al-’Aqidah Ath-Thahawiyah no .811

Sumber: www.asysyariah.com

Related Post:
  • Pembatal-Pembatal Wudhu
  • Haji ke Baitullah
  • ARTI SEBUAH NIAT
  • Masyarakat Madinah bag2 (Turunnya Perintah Untuk Berjihad)
  • Sosok Pembaharu Bukanlah Pengacau Agama, Politikus atau Pemberontak
  • Bekerja dan Beramal
  • Islam Di Antara Hantaman Badai Peradaban Kuffar
  • Adab dan Akhlak dlm Kesempurnaan Islam
  • Kisah Nabi Musa dan Nabi Harus ‘alaihimassalam
  • HUKUM MELAFAZKAN NIAT
  • Muhasabah
  • Shalat di Masjid yang Ada Kuburannya
  • Kritik Terhadap Kebatilan dan Pelakunya
  • Puasa Tidak Sekedar Menahan Makan dan Minum
  • Bersatu dan Berpisah Karena Allah

  • Tag : , , , , , , , , , , , , , , , , , , , batasan berwala dan bara Download buku Fiqih Lintas Agama hidup inklusivisme menurut al-quran inklusivisme inklusivisme agama inklusivisme agama islam kerukunan ??????? penyimpangan teologi inklusif pluralis inklusif ADALAH pluralitas agama
    You can leave a response, or trackback from your own site.