Sangat disaygkan, kisah sukses 1955 akhir tak bisa dilanjutkan & ha mjd catatan emas sejarah. pemilu Indonesia pertama itu tak berlanjut dengan pemilu Indonesia kedua lima thn beri-kut, meskipun thn 1958 Pejabat Presiden Sukarno sudah melantik Panitia Pemilihan Indonesia II.

yg terjadi kemudian ialah berubah format politik dengan keluar Dekrit Presiden 5 Juli 1959, sebuah keputusan presiden untuk membubarkan Konstituante & pertaan kembali ke UUD 1945 yg diperkuat angan-angan Presiden Soekarno menguburkan partai-partai. Dekrit itu kemudian mengakhiri rezim demokrasi & mengawali otoriterianisme kekuasaan di Indonesia, yg – meminjam istilah Prof. Ismail Sunny — sebagai kekuasaan negara bukan lagi mengacu kepd democracy by law, tetapi democracy by decree.

Otoriterianisme pemerintahan Presiden Soekarno makin jelas ketika pd 4 Juni 1960 ia membubarkan DPR hasil pemilu Indonesia 1955, stlsebelum dewan legislatif itu menolak RAPBN yg diajukan pemerintah. Presiden Soekarno secara sepihak dengan senjata Dekrit 5 Juli 1959 membentuk DPR-Gotong Royong (DPR-GR) & MPR Sementara (MPRS) yg semua anggota diangkat presiden.

Pengangkatan keanggotaan MPR & DPR, dlm arti tanpa pemi-lihan, memang tak bertentangan dengan UUD 1945. Karena UUD 1945 tak memuat klausul tentang tata cara memilih anggota DPR & MPR. Tetapi, konsekuensi pengangkatan itu ialah terkooptasi- kedua lembaga itu di bawah presiden. pdhal menurut UUD 1945, MPR ialah pemegang kekuasaan tertinggi, se&gkan DPR neben atau sejajar dengan presiden.

Sampai Presiden Soekarno diberhentikan oleh MPRS melalui Si&g Istimewa bulan Maret 1967 (Ketetapan XXXIV/MPRS/ 1967) stlmeluas krisis politik, ekonomi & sosial pascakudeta G 30 S/PKI yg gagal semakin luas, rezim yg kemudian dikenal dengan sebutan Demokrasi Terpimpin itu tak pernah sekalipun menyelenggarakan pemilu. Malah thn 1963 MPRS yg anggota diangkat menetapkan Soekarno, orang yg mengangkat, sebagai presiden seumur hidup. Ini ialah satu bentuk kekuasaan otoriter yg mengabaikan kemauan rakyat tersalurkan lewat pemilihan berkala


presiden soekarno diangkat presiden seumur hidup CRA PEMILIHAN ANGGOTA MPR TAHUN 1945