Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz RahimahullahPenerapan dua kalimat syahadat yg pertama yakni “Asyhadu alla ilaaha illallah” adl dgn mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala dalam beribadah dan mengkhususkan ibadah hanya untuk-Nya beriman kepada seluruh apa yg dikabarkan Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul- Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti pengabaran tentang surga neraka kitab-kitab rasul- rasul hari akhir dan takdir yg baik maupun yg buruk.Adapun penerapan kalimat syahadat yg kedua yakni kalimat ”Wa Asyhadu anna muhammadar Rasulullah” adl dgn beriman kepadanya beriman bahwa beliau adl hamba Allah dan Rasul-Nya yg Allah subhanahu wa ta’ala dan berfirman kepada-Nya dan mengikuti apa yg diajarkannya disertai dgn beriman kepada seluruh rasul-rasul dan nabi-nabi terdahulu setelah itu beriman kepada syariat Allah subhanahu wa ta’ala yg telah ditetapkan utk hamba- hambanya melalui Rasulullah memperlajarinya dan berpegang teguh dengannnya seperti syariat mengenai shalat zakat puasa haji jihad dan lain-lain.Rasulullah jika ditanya tentang amalan yg dapat mengantarkan seorang hamba ke surga dan selamat dari siksa neraka beliau menjawab ”Kamu bersaksi bahwa tidak ada yg berhak utk diibadahi kecuali Allah” dan terkadang beliau menjawab dengan ”Kamu beribadah kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dgn apapun” maka makna syahadat “la ilaaha illallah” adl beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata dan tidakmenyekutukan-Nya dgn sesuatu apapun. Karena inilah tatkala Malaikat Jibril ‘Alaihissalam bertanya kepadanya dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu Jibril berkata “Ya Rasulullah beritahu aku apa itu Islam? Beliau menjawab “Islam adl kamu beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan- Nya dgn apapun”. Dalam hadits umar Radhiyallahu ‘anhu beliau menjawab. “Islam itu adl kamu bersaksi bahwa tidak ada yg berhak diibadahi kecuali Allah dan Muhammad adl utusan Allah” hadits tadi menjelaskan makna hadits ini jadi makna syahadat “laa ilaaha illallah” adalah mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala dalam beribadah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun disertai dgn beriman kepada Rasul-Nya.Suatu hari seorang laki-laki dating menemui Rasulullah dan berkata ”Ya Rasulullah beritahu aku tentang suatu amalan yg dgn amalan tersebut aku dapat masuk surga dan selamat dari siksa neraka” beliau menjawab “Kamu beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan- Nya dgn apapun mengerjakan shalat…”.Jadi beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata dan tidak menyekutukan-Nya dgn apapun itulah makna “laa ilaaha illallah” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman “Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada yg berhak diibadahi melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu”.Yakni ketahuilah bahwa hanya Allah lah yg berhak diibadahi dan tidak ada peribadahan kepada selain-Nya bahkan Allah subhanahu wa ta’ala lah satu-satunya yg berhak diibadahi Allah subhanahu wa ta’ala lah sesembahan yg benar sedangkan yg lainnya tidak berhak untuk diibadahi.Pengingkaran orang-orang musyrikin terhadap kalimat ini memperjelas maknanya krn mereka tahu bahwa kalimat ini meniadakan sesembahan-sesembahan mereka dan memperjelas bahwa mereka berada dalam kesesatan mereka berkata ”Mengapa ia menjadikan sesembahan- sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja?”. Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang mereka “Sesungguhnya mereka dahulu apabila diaktakan kepada mereka “Laa ilaaha ilallah” mereka menyombongkan diri”.Mereka tahu bahwa kalimat ini meniadakan sesembahan-sesembahan mereka dan menjelaskan kepalsuannya menjelaskan bahwa sesembahan tersebut tidak layak diibadahi dan salah dan menjelaskan bahwa dzat yg benar utk diibadahi adl Allah subhanahu wa ta’ala semata.Karena itulah mereka mengingkarinya maka peribadahan mereka kepada berhala-berhala pepohonan bebatuan orang-orang mati dan jin atau selainnya adl peribadahan yg salah.Semua makhluk tidak dapat menimpakan bahaya atau memberikan manfaat semuanya adl hamba-hamba Allah subhanahu wa ta’ala semuanya adl hamba-hamba Allah subhanahu wa ta’ala maka mereka tidak layak utk diibadahi krn Allah subhanahu wa ta’ala adl pencipta segala sesuatu yg berfirman “Dan Rabbmu adl Rabb yg Maha Esa tidak ada Dzat yg berhak disembah melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman “Sesungguhnya Rabbmu hanyalah Allah yg tidak ada Rabb Yang berhak disembah selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu”.Maka wajib atas semua mukallaf dan tiap mukmin dan mukminat dari bangsa jin dan manusia merenungkan atau memikirkan perkara ini dan benar-benar memeprhatikannya sampai perkara ini jelas dan nyata baginya jarena asas dasar din ini adl peribadahan kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata yakni syahadat “la ilaaha illallah” bahwa tidak ada yg berhak diibadahi kecuali Allah subhanahu wa ta’ala semata dan disandarkan kepadanya keimanan kepada para Rasul dan penutupnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga harus disertai dengan keimanan kepada para malaikat Allah kitab-kitab Allah hari akhir takdir yg baik maupun yg buruk dan beriman kepada semua yg dikabarkan Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya. Semua ini harus diterapkan utk masuk Islam sebagaimana penjelasan yg lalu banyak manusia menyangka bahwa dgn hanya mengucapkan kalimat syahadat sudah cukup utnuk masuk Islam walaupun mereka melakukan apa yeng mereka mau laukukan ini adl kebodohan yg besar kalimat ini bukan hanya utk diucapkan tapi kalimat ini adl kalimat yang punya makna yg harus diterapkan dgn mengucapkannya dan mengamalkan konsekuensinya.Sumber bacaan; Bayaan Ma’na Laa ilaaha Illallah .Diterjemahkan oleh: HendroReferensi: Majalah As Salam No. 4 Tahun II – 2006 M/1426 H
sumber : file chm Darus Salaf 2


2 kalimat syahadat 2 kalimat syahadat dan arti nya AMALAN SAHADAT amalan shahadat arti bacaan sahadat arti bacaan syahadat arti dari subhanahu wata alla arti dua kalimat syahadat arti kalimat syahadat arti menyekutukan
You can leave a response, or trackback from your own site.