Penyimpangan dari akidah yg benar adl kehancuran dan kesesatan. Karena akidah yg benar merupakan motivator utama bagi amal yg bermanfaat. Tanpa akidah yg benar seseorang akan menjadi mangsa bagi persangkaan dan keragu-raguan yg lama-kelamaan mungkin menumpuk dan menghalangi dari pandangan yg benar terhadap jalan hidup kebahagiaan.

Masyarakat yg tidak dipimpin oleh akidah yg benar merupakan masyarakat hewani tidak memiliki prinsip-prinsip hidup bahagia meskipun mereka bergelimang dgn materi. Dengan materi mereka terkadang justru sering terperosok pada kehancuran sebagaimana yg kita lihat pada masyarakat jahiliah. Karena sesungguhnya kekayaan materi memerlukan taujih dalam penggunaannya dan tidak ada pemberi arahan yg benar kecuali akidah shahihah.

Allah telah berfiman Hai rasul-rasul makanlah dari makanan yg baik-baik dan kerjakanlah amal yg saleh. .

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. {Kami berfirman} ‘Hai gunung-gunung dan burung-burung bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud! dan Kami telah melunakkan besi untuknya buatlah baju besi yg besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yg saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yg kamu kerjakan’.

.

Maka kekuatan akidah tidak boleh dipisahkan dari kekuatan maddiyah .

Jika hal itu dilakukan dgn menyeleweng kepada akidah batil kekuatan materi akan berubah menjadi sarana penghancur dan alat perusak seperti yg terjadi di negara-negara kafir yg memiliki materi tetapi tidak memiliki akidah shahihah.

Sebab-sebab penyimpangan akidah yg harus kita ketahui adl sebagai berikut.

Kebodohan terhadap akidah shahihah krn tidak mau mempelajari dan mengajarkannya atau krn kurangnya perhatian terhadapnya. Akibatnya tumbuh suatu generasi yg tidak mengenal akidah shahihah dan juga tidak mengetahui lawan atau kebalikannya. Akibatnya mereka meyakini yg hak sebagai sesuatu yg batil dan yg batil dianggap sebagai yg hak. Hal itu sebagaimana yg pernah dikatakan oleh Umar r.a. yg artinya Sesungguhnya ikatan simpul Islam akan pudar satu demi satu manakala di dalam Islam terdapat orang yg tumbuh tanpa mengenal kejahiliahan.

Fanatik kepada sesuatu yg diwarisi dari bapak dan nenek moyangnya sekalipun hal itu batil dan mencampakkan apa yg menyalahi sekalipun hal itu benar. Hal itu sebagaimana yg difirmankan Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 170 Dan apabila dikatakan kepada mereka ‘Ikutilah apa yg telah diturunkan Allah’ mereka menjawab ‘ tetapi kami hanya mengikuti apa yg telah kami dapati dari nenek moyang kami.’ walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun dan tidak mendapat petunjuk.

Taklid buta dgn mengambil pendapat manusia dalam masalah akidah tanpa mengetahui dalilnya dan tanpa menyelidiki seberapa jauh kebenarannya. Hal itu sebagaimana yg terjadi pada golongan-golongan seperti Muktazilah Jahmiyah dan lainnya. Mereka bertaklid kepada orang-orang sebelum mereka dari para imam yg sesat sehingga mereka juga sesat jauh dari akidah yg lurus.

Berlebihan dalam mencintai para wali dan orang-orang saleh serta mengangkat mereka di atas derajat yg semestinya atau terlalu mengagungkannya sehingga meyakini pada diri mereka sesuatu yg tidak mampu dilakukan kecuali oleh Allah baik berupa mendatangkan kemanfaatan maupun menolak kemudaratan.

Lalai terhadap perenungan ayat-ayat Allah yg terhampar di jagat raya ini dan ayat-ayat Allah yg tertuang dalam kitab-Nya . Di samping itu juga terbuai dgn hasil-hasil teknologi dan kebudayaan sampai-sampai mengira bahwa itu semua adl hasil kreasi manusia semata sehingga mereka mengagung-agungkan manusia serta menisbatkan seluruh kemajuan ini kepada jerih payah dan penemuan manusia semata. Hal ini sebagaimana kesombongan Qarun yg mengatakan seperti dalam surah Al-Qashash ayat 78 Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu krn ilmu yg ada padaku.

Dan sebagaimana perkataan orang lain yg juga sombong seperti dalam surah Fushshilat ayat 50 Ini adl punyaku ….

Mereka tidak berpikir dan tidak pula melihat keagungan Tuhan yg telah menciptakan alam ini dan yg telah menimbun berbagai macam keistimewaan di dalamnya. Juga yg telah menciptakan manusia lengkap dgn bekal keahlian dan kemampuan guna menemukan keistimewaan-keistimewaan alam serta memfungsikannya demi kepentingan manusia. Perhatikan firman Allah dalam surah Ash-Shaffat ayat 96 Padahal Allah-lah yg menciptkan kamu dan apa yg kamu perbuat itu.

Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yg diciptakan Allah .. .

Allah-lah yg telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit kemudian Dia mengeluarkan dgn air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dgn kehendaknya dan dia telah menundukkan bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan yg terus-menerus beredar dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepadamu dari segala apa yg kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni’mat Allah tidaklah dapat kamu menghinggakannya. {Ibrahim 32-34}.

Pada umumnya rumah tangga sekarang ini kosong dari pengarahan yg benar {menurut Islam}. Padahal baginda Rasul saw. telah bersabda Setiap bayi itu dilahirkan atas dasar fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yg membuatnya menjadi Yahudi Nashrani atau Majuzi. . Jadi orang tua mempunyai peranan besar dalam meluruskan jalan hidup anak-anaknya.

Enggannya media pendidikan dan media informasi melaksanakan tugasnya.

Kurikulum pendidikan kebanyakan tidak memberikan perhatian yg cukup terhadap pendidikan agama Islam bahkan ada yg tidak peduli sama sekali.

Sedangkan media informasi baik media cetak maupun elektronik berubah menjadi sarana penghancur dan perusak atau paling tidak hanya memfokuskan pada hal-hal yg bersifat materi dan hiburan semata. Tidak memperhatikan hal-hal yg dapat meluruskan moral dan menanamkan akidah serta menangkis aliran-aliran sesat. Dari sini muncullah generasi yg tak mengenakan busana tanpa senjata yg tidak berdaya di hadapan pasukan kekufuran yg persenjataannya lengkap.

Cara-Cara Menanggulangi Penyimpangan Kembali kepada kitabullah dan sunah Rasulullah saw. utk mengambil akidah shahihah sebagaimana para salaf saleh mengambil akidahnya dari keduanya.

Tidak akan dapat memperbaiki akhir umat ini kecuali apa yg telah memperbaiki umat pendahulunya. Juga dgn mengkaji akidah golongan sesat dan mengenal syubhat-syubhat mereka utk kita bantah dan kita waspadai krn siapa yg tidak mengenal keburukan ia dikhawatirkan terperosok ke dalamnya.

Memberi perhatian pada pengajaran pemahaman akidah shahihah akidah salaf di berbagai jenjang pendidikan. Memberi jam pelajaran yg cukup serta mengadakan evaluasi yg ketat dalam menyajikan materi ini.

Harus ditetapkan kitab-kitab salaf yg bersih sebagai materi pelajaran sedangkan kitab-kitab kelompok penyeleweng harus dijauhkan.

Menyebar para dai yg meluruskan akidah umat Islam dgn mengajarkan akidah salaf serta menjawab dan menolak seluruh akidah batil.

Sumber Diadaptasi dari Kitab Tauhid 1 terbitan Yayasan Al-Sofwa terjemahan dari At-Tauhid Lish-Shaffil Awwal al-’Aliy Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan

sumber file al_islam.chm


cara meluruskan jalan seseorang menurut islam materi tentang akidah