Allah berjanji negara-negara kafir tidak bisa mengalahkan negara berpenduduk Muslim hanya krn kehebatan politik dan militernya. Kekalahan itu hanya mungkin terjadi bila kaum Muslimin telah terpecah belah. Dalam hadis qudsi yg disahihkan Imam Muslim Rasulullah saw menitipkan pesan-Nya bahwa “Aku takkan mengizinkan mereka dijajah suatu kekuatan musuh hingga hancur luluh meski musuh-musuh mereka telah bersatu mengepung kecuali bila sebagian dari mereka membinasakan sebagian yg lain dan mereka saling menyandera.” Orang-orang non muslim sadar betul makna hadis ini. Mereka pun tahu bahwa kunci sukses penghancuran persatuan umat hingga saling memerangi adl dgn mengangkat kembali seruan jahiliyah yakni mengutamakan golongan sendiri berupa suku bangsa dan latar belakang manusia lainnya dan menjadikan semua itu sebagai basis kesetiaan. Ini terbukti saat Perang Teluk. Terulang lagi saat Afghanistan diserbu. Peristiwa jatuhnya kota Kabul dan Mazar Syarif ke tangan Aliansi Utara yg nyaris tanpa pertempuran dan pemindahan basis perjuangan Taliban ke Afghanistan Selatan sedikit banyak membuktikan perang yg terjadi adl perang antaretnis meski tiap etnis mengaku Islam sebagai agama mereka. Kini di wilayah kekuasaan tiap-tiap kelompok etnis penguasanya sama dgn mayoritas warganya. Di sini perbedaan etnis juga mewarnai konflik. Di Aceh dan Irian Jaya antara etnis setempat dgn etnis mayoritas di Indonesia berkonflik. Di Kalimantan Barat dan Tengah antara etnis lokal dgn pendatang yg lbh makmur berseteru. Ini bukti bahwa politik imperialisme Barat devide et impera terus berlanjut. Islamlah satu-satunya sistem kehidupan yg sukses melenyapkan sikap saling melecehkan hingga konflik bersenjata krn perbedaan keluarga kabilah suku dan bangsa sangat dilarang. Islam mengakui manusia memang berbeda sejak lahir. Namun keragaman itu hanya utk saling mengenal agar terjalin persaudaraan. Adapun kemuliaan dan loyalitas tidak ditentukan asal etnis melainkan ketakwaan. Kita perlu menyadari tugas kita bukan hanya mencegah negara kafir tetap menyerbu Afghanistan Palestina dan lain-lain tapi juga menasihati dan memaksa Muslim yg sedang saling berperang agar kembali bersatu menghadapi musuh sesungguhnya. Kerja Sama Dakwah Al-Islam dgn Republika

sumber file al_islam.chm


konflik antar suku di irian jaya perbedaan antara perang dan konflik bersenjata