Perang Badr Al Kubra Bag-2
Perang Badr Al Kubra Bag-2
penulis Al Ustadz Abu Muhammd Harits Abrar
Syariah Jejak 25 - Maret - 2005 18:52:13
Kaum muslimin akhir tiba di daerah Badr. Mereka mengambil tempat lbh dekat ke Madinah sedangkan musyrikin menempati posisi lbh dekat ke Makkah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِذْ أَنْتُمْ بِالْعُدْوَةِ الدُّنْيَا وَهُمْ بِالْعُدْوَةِ الْقُصْوَى وَالرَّكْبُ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَوْ تَوَاعَدْتُمْ لاَخْتَلَفْتُمْ فِي الْمِيْعَادِ وَلَكِنْ لِيَقْضِيَ اللهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولاً لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَا مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ وَإِنَّ اللهَ لَسَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
“ ketika kamu berada di pinggir lembah yg dekat dan mereka berada di pinggir lembah yg jauh sedang kafilah itu berada di bawah kamu. Sekira kamu mengadakan persetujuan pastilah kamu tdk sependapat dlm menentukan hari pertempuran itu akan tetapi agar Dia melakukan suatu urusan yg mesti dilaksanakan yaitu agar orang yg binasa itu binasa dgn keterangan yg nyata. Dan agar orang yg hidup itu hidup dgn keterangan yg nyata . Sesungguh Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Kedua pasukan mulai berhadapan
Setelah mendengar pendapat para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bergembira dan menunjuk ke beberapa tempat sambil mengatakan bahwa ini adl tempat jatuh bangkai Fulan dan Fulan . Dan tdk ada satupun yg luput dari apa yg beliau tunjukkan. Demikian diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dlm Shahih- dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu.
Al-Imam Bukhari rahimahullah mengisahkan peristiwa ini dlm kitab Shahih-nya:
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ أَنَا أَوَّلُ مَنْ يَجْثُو بَيْنَ يَدَيِ الرَّحْمَنِ لِلْخُصُومَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. وَقَالَ قَيْسُ بْنُ عُبَادٍ: وَفِيهِمْ أُنْزِلَتْ قَالَ: هُمِ الَّذِينَ تَبَارَزُوا يَوْمَ بَدْرٍ حَمْزَةُ وَعَلِيٌّ وَعُبَيْدَةُ أَوْ أَبُوْ عُبَيْدَةَ بْنُ الْحَارِثِ وَشَيْبَةُ بْنُ رَبِيْعَةَ وَعُتْبَةُ بْنُ رَبِيْعَةَ وَالْوَلِيْدُ بْنُ عُتْبَةَ
“Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu dia mengatakan: ‘Saya adl orang pertama yg berlutut di hadapan Ar-Rahman di hari kiamat utk khushumah .’
Qais bin ‘Ubad mengatakan bahwa tentang merekalah turun ayat:
هَذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ
yg bertengkar mereka saling bertengkar mengenai Rabb mereka}1.
Katanya: ‘Mereka adl orang2 yg saling bertempur dlm peristiwa Badr yaitu Hamzah ‘Ali dan ‘Ubaidah atau Abu ‘Ubaidah bin Al-Harits melawan Syaibah bin Rabi’ah ‘Utbah bin Rabi’ah dan Al-Walid bin ‘Utbah.’
Abu Dawud meriwayatkan juga dari ‘Ali katanya: “Kemudian ‘Utbah maju diikuti oleh putera Al-Walid dan saudara Syaibah. Dan bangkitlah tiga pemuda Anshar menghadapi mereka. Tapi ‘Utbah mengatakan: “Kami tdk butuh kalian. Yang kami cari anak-anak paman kami.” mk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berseru: “Bangkitlah hai Hamzah. Bangkitlah hai ‘Ali. Bangkitlah hai ‘Ubaidah!”
Kemudian Hamzah adu tanding melawan ‘Utbah sedangkan Al-Walid dan ‘Ubaidah saling menyerang beberapa kali dan masing-masing menderita luka. Kemudian kami menyerang Al-Walid dan membunuh lalu membawa ‘Ubaidah.”
Ibnu Hajar rahimahullah menerangkan bahwa riwayat ini lbh shahih daripada riwayat-riwayat lain yg menceritakan tentang siapa lawan ‘Ali bin Abi Thalib. Tetapi di dlm buku-buku sirah disebutkan bahwa yg menjadi lawan ‘Ali adl Al-Walid. Karena kedua sama-sama masih muda sedangkan Syaibah dan ‘Utbah sudah berumur seperti hal Hamzah dan ‘Ubaidah.
Ketika musuh mulai mendekat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di tengah-tengah pasukan dan memberikan nasehat serta mengingatkan agar mereka sabar dan tabah mengharapkan pertolongan dan kemenangan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau menerangkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan jannah bagi mereka yg gugur di jalan-Nya. Al-Imam Muslim meriwayatkan dlm Shahih- dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
قُومُوا إِلَى جَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ. قَالَ: يَقُولُ عُمَيْرُ بْنُ الْحُمَامِ الأَنْصَارِيُّ: يَا رَسُولَ اللهِ، جَنَّةٌ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: بَخٍ بَخٍ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا يَحْمِلُكَ عَلَى قَوْلِكَ بَخٍ بَخٍ؟ قَالَ: لاَ، وَاللهِ يَا رَسُولَ اللهِ إِلاَّ رَجَاءَةَ أَنْ أَكُونَ مِنْ أَهْلِهاَ. قَالَ: فَإِنَّكَ مِنْ أَهْلِهاَ فَأَخْرَجَ تَمَرَاتٍ مِنْ قَرَنِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ مِنْهُنَّ ثُمَّ قَالَ: لَئِنْ أَنَا حَيِيتُ حَتَّى آكُلَ تَمَرَاتِي هَذِهِ، إِنَّهَا لَحَيَاةٌ طَوِيلَةٌ. قَالَ: فَرَمَى بِمَا كَانَ مَعَهُ مِنَ التَّمْرِ ثُمَّ قَاتَلَهُمْ حَتَّى قُتِلَ
“Bangkitlah menuju jannah yg luas seluas langit dan bumi. Berkatalah ‘Umair bin Al Humam Al-Anshari: “Wahai Rasulullah surga seluas langit dan bumi?”
“Ya.” Kata Rasulullah. ‘Umair berkata lagi: “Bagus. Bagus.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Apa yg mendorongmu mengatakan bagus bagus?”
Kata ‘Umair: “Tidak ada wahai Rasulullah kecuali berharap agar aku menjadi penghuninya.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Engkau penghuninya.”
‘Umair mengeluarkan kurma dari kantung bekal dan mulai memakannya. Tapi kemudian dia berkata: “Kalau aku masih hidup sampai memakan habis kurmaku ini sungguh adl kehidupan yg sangat panjang.” Lalu dia membuang kurma itu dan maju ke tengah-tengah musuh hingga dia sendiri terbunuh.”
Pertempuran mulai berlangsung. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat kekuatan pasukan tdk seimbang. Kemudian beliau masuk ke tenda yg disediakan dan mulai bermunajat berbisik memanggil Rabb memohon agar Allah membuktikan janji-Nya.
Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ بَدْرٍ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَنْشُدُكَ عَهْدَكَ وَوَعْدَكَ، اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ لَمْ تُعْبَدْ. فَأَخَذَ أَبُو بَكْرٍ بِيَدِهِ فَقَالَ حَسْبُكَ. فَخَرَجَ وَهُوَ يَقُولُ:
“Dari Ibnu ‘Abbas katanya: “Pada waktu perang Badr Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: ‘Ya Allah sesungguh aku memohon kepada-Mu tentang ketetapan dan janji-Mu. Ya Allah kalau Engkau kehendaki tentulah Engkau tdk akan disembah lagi.’ Abu Bakr memegang tangan beliau dan berkata: “Cukuplah.”
Kemudian beliau keluar sambil membaca ayat:
سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّوْنَ الدُّبُرَ
.”
Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan firman-Nya:
إِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ مُرْدِفِيْنَ وَمَا جَعَلَهُ اللهُ إِلاَّ بُشْرَى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ وَمَا النَّصْرُ إِلاَّ مِنْ عِنْدِ اللهِ إِنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ إِذْ يُغَشِّيْكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّماَءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوْبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الأَقْدَامَ إِذْ يُوْحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلاَئِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ آمَنُوا سَأُلْقِي فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللهَ وَرَسُوْلَهُ وَمَنْ يُشَاقِقِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَإِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
“ ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu lalu diperkenankan-Nya bagimu: ‘Sesungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dgn seribu malaikat yg datang berturut-turut.’ Dan Allah tdk menjadikan melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguh Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentram dari-Nya. Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit utk menyucikan kamu dgn hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan utk menguatkan hatimu dan memperteguh dengan telapak kaki . ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguh Aku bersama kamu mk teguhkanlah orang2 yg telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa takut ke dlm hati orang2 kafir mk penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. yg demikian itu adl krn sesungguh mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya mk sesungguh Allah amat keras siksaan-Nya.”
Bala Bantuan dari Langit dan Kemenangan kaum Muslimin
Ibnul Qayyim rahimahullah menceritakan bahwa para malaikat berlomba-lomba mendahului kaum muslimin menyerang kaum musyrikin.
Dalam riwayat Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
هَذَا جِبْرِيلُ آخِذٌ بِرَأْسِ فَرَسِهِ عَلَيْهِ أَدَاةُ الْحَرْبِ
“Inilah Jibril sedang memegang kepala kuda yg di atas terdapat peralatan perang.”
Al-Imam Muslim rahimahullah menceritakan pula dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu yg mendengar kisah dari ‘Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu: “Ketika seorang muslim sedang bertempur dgn seorang musyrikin dia mendengar suara dari sebelah atas: “Majulah hai Haizum!” Dan ketika dia melihat si musyrik yg ada di depan ternyata telah terjungkal dlm keadaan wajah robek seperti terkena lecutan cambuk.” Dia menceritakan hal ini kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau berkata: “Engkau benar. Itulah bala bantuan dari langit ketiga.”
Sumber: www.asysyariah.com
badar al-kubra sejarah perang badr kubra
You can leave a response, or trackback from your own site.
