Perang Badr Kubra bag. 3. Kekalahan Pasukan Musyrikin
Perang Badr Kubra bag. 3. Kekalahan Pasukan Musyrikin
penulis Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar
Syariah Jejak 18 - Juli - 2005 05:10:01
Jumlah yg tdk seimbang itu ternyata tdk menyurutkan semangat para shahabat utk terus maju menyerang musuh mereka. Akhir satu demi satu tokoh-tokoh utama kaum musyrikin berjatuhan. Kekalahan mereka semakin membayang.
Bahkan Iblis yg menyertai barisan kafir Quraisy dgn menyamar sebagai Suraqah bin Malik bangsawan Bani Kinanah lari tunggang langgang meninggalkan medan pertempuran begitu kedua pasukan saling bertemu. Demikian diterangkan sebagian mufassir berkaitan dgn firman Allah k
yg menceritakan hal ini:
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لاَ غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللهَ وَاللهُ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
“Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: ‘Tidak ada seorang manusiapun yg dapat menang terhadap kalian pada hari ini dan sesungguh saya ini adl pelindungmu.’ mk ketika kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat setan itu balik ke belakang seraya berkata: ‘Sesungguh saya berlepas diri dari kalian; sesungguh saya dapat melihat apa yg kamu sekalian tdk dapat melihat; sesungguh saya takut kepada Allah.’ Dan Allah sangat keras siksa-Nya.”
Al-Imam Al-Qurthubi t
menceritakan diriwayatkan bahwa setan yg menyamar sebagai Suraqah bin Malik bin Ju’syum dari Bani Bakr bin Kinanah yg ketika itu ditakuti Quraisy kalau-kalau menyerang dari belakang. Setelah menyamar di hadapan mereka Allah k
menerangkan tentang kejadian tersebut. Adh-Dhahhak berkata: “Iblis datang kepada mereka pada peristiwa Badr membawa bendera dan sepasukan tentaranya. Dia memberikan keyakinan kepada mereka bahwa mereka tdk akan kalah krn mereka berperang demi agama nenek moyang mereka.”
Ibnul Qayyim t
menceritakan : “..Ketika musuh Allah itu melihat tentara Allah turun dari langit dia melarikan diri berbalik ke belakang. Kaum musyrikin bertanya: “Hai Suraqah mau ke mana? Bukankah kau sudah mengatakan bahwa kau pelindung kami tdk akan meninggalkan kami?” Iblis menyahut: “Sungguh aku melihat apa yg tdk kalian lihat saya takut kepada Allah dan Allah sangat keras siksa-Nya.”
Dia benar ketika mengatakan “Saya melihat apa yg tdk kalian lihat” tapi dusta ketika mengatakan saya takut kepada Allah. Yang benar dikatakan bahwa dia sebetul takut kalau binasa di tangan tentara Allah tersebut. Inilah yg jelas.1
Tewas Abu Jahl dan Umayyah bin Khalaf
Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik z
bahwa Nabi n
berkata:
مَنْ يَنْظُرُ مَا صَنَعَ أَبُوْ جَهْلٍ فَانْطَلَقَ ابْنُ مَسْعُوْدٍ فَوَجَدَهُ قَدْ ضَرَبَهُ ابْنَا عَفْرَاءَ حَتَّى بَرَدَ قَالَ أَأَنْتَ أَبُوْ جَهْلٍ قَالَ فَأَخَذَ بِلِحْيَتِهِ قَالَ وَهَلْ فَوْقَ رَجُلٍ قَتَلْتُمُوْهُ أَوْ رَجُلٍ قَتَلَهُ قَوْمُهُ
“Siapa yg melihat apa yg diperbuat Abu Jahl?” mk berangkatlah Ibnu Mas’ud dan ternyata dia temukan Abu Jahl telah cedera akibat pukulan dua orang putera ‘Afra` sampai sekarat. Ibnu Mas’ud berkata: “Apakah kau yg bernama Abu Jahl?” Kemudian dia menarik jenggotnya. Abu Jahl berkata: “Adakah yg lbh mulia dari orang yg dibunuh oleh bangsa sendiri? Atau kalian telah membunuhnya?”
Di bagian lain beliau meriwayatkan dari Abdurrahman bin ‘Auf z
:
إِنِّي لَفِي الصَّفِّ يَوْمَ بَدْرٍ إِذِ الْتَفَتُّ فَإِذَا عَنْ يَمِينِي وَعَنْ يَسَارِي فَتَيَانِ حَدِيثَا السِّنِّ فَكَأَنِّي لَمْ آمَنْ بِمَكَانِهِمَا إِذْ قَالَ لِي أَحَدُهُمَا سِرًّا مِنْ صَاحِبِهِ يَا عَمِّ أَرِنِي أَبَا جَهْلٍ فَقُلْتُ يَا ابْنَ أَخِي وَمَا تَصْنَعُ بِهِ قَالَ عَاهَدْتُ اللهَ إِنْ رَأَيْتُهُ أَنْ أَقْتُلَهُ أَوْ أَمُوتَ دُونَهُ فَقَالَ لِيَ الآخَرُ سِرًّا مِنْ صَاحِبِهِ مِثْلَهُ قَالَ فَمَا سَرَّنِي أَنِّي بَيْنَ رَجُلَيْنِ مَكَانَهُمَا فَأَشَرْتُ لَهُمَا إِلَيْهِ فَشَدَّا عَلَيْهِ مِثْلَ الصَّقْرَيْنِ حَتَّى ضَرَبَاهُ وَهُمَا ابْنَا عَفْرَاءَ
“Sesungguh saya berada dlm satu barisan ketika perang Badr ketika saya menoleh ternyata di kanan dan kiri saya ada dua orang pemuda saya merasa cemas melihat posisi keduanya. Tiba-tiba salah satu berkata perlahan-lahan agar tdk terdengar oleh yg lain: “Hai paman tunjukkanlah kepadaku yg mana Abu Jahl.” Saya bertanya: “Apa yg akan kau lakukan terhadapnya?” Katanya: “Saya telah berjanji kepada Allah kalau saya melihat saya akan membunuh atau saya gugur karenanya.”
Yang lain berkata pula lbh perlahan dari teman agar tdk terdengar oleh yg lain seperti itu juga. ‘Abdurrahman berkata: “Tidak ada yg menyenangkan aku berada di antara dua orang pemuda seperti ini mk saya tunjukkan kepada mereka.” Lalu kedua segera menyerang Abu Jahl bagaikan sepasang rajawali menyambar hingga kedua berhasil melumpuhkannya. Kedua adl putera ‘Afra`.”
Adapun Umayyah salah seorang gembong Quraisy yg sangat hebat permusuhan dan penyiksaan terhadap kaum muslimin tewas di tangan Bilal bin Rabah bekas budak bersama beberapa shahabat Anshar. Al-Imam Al-Bukhari t
menceritakan hal ini dlm Kitab Shahih- dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf z
:
قَالَ كَاتَبْتُ أُمَيَّةَ بْنَ خَلَفٍ كِتَابًا بِأَنْ يَحْفَظَنِي فِي صَاغِيَتِي بِمَكَّةَ وَأَحْفَظَهُ فِي صَاغِيَتِهِ بِالْمَدِينَةِ فَلَمَّا ذَكَرْتُ الرَّحْمَنَ قَالَ لا أَعْرِفُ الرَّحْمَنَ كَاتِبْنِي بِاسْمِكَ الَّذِي كَانَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَكَاتَبْتُهُ عَبْدَ عَمْرٍو فَلَمَّا كَانَ فِي يَوْمِ بَدْرٍ خَرَجْتُ إِلَى جَبَلٍ لأُحْرِزَهُ حِينَ نَامَ النَّاسُ فَأَبْصَرَهُ بِلالٌ فَخَرَجَ حَتَّى وَقَفَ عَلَى مَجْلِسٍ مِنَ الأَنْصَارِ فَقَالَ أُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ لا نَجَوْتُ إِنْ نَجَا أُمَيَّةُ فَخَرَجَ مَعَهُ فَرِيقٌ مِنَ الأَنْصَارِ فِي آثَارِنَا فَلَمَّا خَشِيتُ أَنْ يَلْحَقُونَا خَلَّفْتُ لَهُمُ ابْنَهُ لأَشْغِلَهُمْ فَقَتَلُوهُ ثُمَّ أَبَوْا حَتَّى يَتْبَعُونَا وَكَانَ رَجُلا ثَقِيلا فَلَمَّا أَدْرَكُونَا قُلْتُ لَهُ ابْرُكْ فَبَرَكَ فَأَلْقَيْتُ عَلَيْهِ نَفْسِي لأَمْنَعَهُ فَتَخَلَّلُوهُ بِالسُّيُوفِ مِنْ تَحْتِي حَتَّى قَتَلُوهُ وَأَصَابَ أَحَدُهُمْ رِجْلِي بِسَيْفِهِ وَكَانَ عَبْدُالرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ يُرِينَا ذَلِكَ الأَثَرَ فِي ظَهْرِ قَدَمِهِ
“Saya pernah membuat kesepakatan dgn Umayyah bin Khalaf agar dia menjaga shaghiyah2 saya di Makkah dan saya menjaga shaghiyah- di Madinah. Ketika aku menyebut Ar-Rahman dia berkata: ‘Aku tdk mengenal Ar-Rahman. Buatlah perjanjian dgn namamu di waktu jahiliyah .’ mk sayapun menuliskan nama Abd ‘Amr.
Pada waktu peristiwa Badr saya naik ke sebuah bukit utk menjaga ketika orang2 sedang tidur. Ternyata Bilal melihat dan diapun keluar sampai berhenti di sebuah majelis orang2 Anshar seraya berkata: ‘ Umayyah bin Khalaf. Saya tdk selamat kalau dia selamat.’
Maka keluarlah bersama sekelompok shahabat Anshar mengejar kami. Dan ketika saya merasa takut mereka menyusul kami saya tinggalkan anak Umayyah agar mereka sibuk dengan tapi mereka berhasil membunuhnya. Dan mereka tdk berhenti mengejar. Hingga akhir berhasil menyusul kami. Sementara Umayyah laki2 yg gemuk dan lamban mk saya berkata kepadanya: ‘Tiaraplah.’ Kemudian saya jatuhkan tubuh saya di atas tubuh utk mencegah mereka menyerang Umayyah. Tapi mereka tetap mencari celah di bawah tubuhku sehingga berhasil menusukkan pedang dan membunuh Umayyah. Bahkan salah seorang ternyata melukai kakiku.” Kata : Dan ‘Abdurrahman memperlihatkan bekas kepada kami.”
Lebih lanjut Ibnul Qayyim t
mengisahkan pada waktu itu terjadi berbagai keajaiban sebagai tanda nubuwwah Rasulullah n
. Pedang ‘Ukasyah bin Mihshan putus lalu Nabi n
ganti dgn sebatang kayu: “Ambillah ini!” Setelah berada dlm genggaman dia menggerakkan dan berubah menjadi sebilah pedang putih yg sangat tajam dan terus menyertai dlm tiap peperangan sampai dia syahid pada waktu menumpas orang2 murtad pada masa pemerintahan Abu Bakr Ash-Shiddiq z
. Kisah ini dinukil dari Sirah Ibnu Ishaq tanpa sanad demikian diterangkan oleh muhaqqiq Zadul Ma’ad.
Setelah pertempuran berhenti Rasulullah n
memerintahkan agar melemparkan sekitar duapuluh empat bangkai pentolan kaum musyrikin ke dlm beberapa sumur Badr. Beliau tinggal di sana selama tiga hari.
Al-Imam Al-Bukhari t
meriwayatkan hal ini dlm Shahih- dari Anas dari Abu Thalhah:
فَجَعَلَ يُنَادِيهِمْ بِأَسْمَائِهِمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِهِمْ يَا فُلانُ بْنَ فُلانٍ وَيَا فُلانُ بْنَ فُلانٍ أَيَسُرُّكُمْ أَنَّكُمْ أَطَعْتُمُ اللهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّا قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا قَالَ فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللهِ مَا تُكَلِّمُ مِنْ أَجْسَادٍ لا أَرْوَاحَ لَهَا فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا أَقُولُ مِنْهُمْ قَالَ قَتَادَةُ أَحْيَاهُمُ اللهُ حَتَّى أَسْمَعَهُمْ قَوْلَهُ تَوْبِيخًا وَتَصْغِيرًا وَنَقِيمَةً وَحَسْرَةً وَنَدَمًا
“Bahwa Nabi n
memanggil nama mereka dan nama bapak mereka: Hai Fulan bin Fulan hai Fulan bin Fulan bukankah menyenangkan kalian kalian taat kepada Allah dan Rasul-Nya? Sesungguh kami telah melihat bahwa apa yg dijanjikan kepada kami oleh Rabb kami adl benar. Apakah kalian telah mendapatkan apa yg dijanjikan oleh Rabb kalian juga benar?”
‘Umar berkata: “Ya Rasulullah anda tidaklah mengajak bicara kecuali bangkai yg telah tdk bernyawa lagi.”
Rasulullah n
menjawab: “Demi Dzat Yang jiwaku di Tangan-Nya. Kamu tidaklah lbh mendengar apa yg saya katakan dibandingkan mereka.”
Kata Qatadah : “Allah k
menghidupkan mereka sehingga mendengar apa yg diucapkan beliau sebagai penghinaan pelecehan dan hukuman terhadap mereka serta penyesalan.”
Keutamaan Syuhada` Badr
Kemudian Nabi n
dan para shahabat kembali dgn kemenangan membawa tujuh puluh tawanan berikut sejumlah harta rampasan perang. Setiba di Shafra` harta dibagi-bagikan An-Nadhr bin Al-Harits bin Kaladah dihukum penggal. Setelah tiba di Al-‘Irqi Azh-Zhabyah leher ‘Uqbah bin Abi Mu’aith pun ditebas.
Nabi n
masuk ke Madinah dgn kekuatan dan kemenangan yg menimbulkan rasa takut pada diri musuh-musuh beliau yg ada di Madinah dan sekitarnya. Akhir sejumlah suku di sekitar Madinah masuk Islam dan pada masa itu pula Abdullah bin Ubai bin Salul gembong munafik Madinah menampakakkan diri masuk Islam.
Kaum muslimin yg ikut dlm perang Badr ini sekitar 317 orang terdiri dari Muhajirin 86 orang dari Aus 61 orang dan Khazraj 170. Adapun yg gugur sebagai syuhada` sekitar 14 orang 6 dari Muhajirin dan 6 dari Khazraj dan 2 dari Aus.
Berikut ini kami nukilkan dua hadits yg menerangkan sebagian keutamaan shahabat yg ikut perang Badr.
Al-Imam Al-Bukhari t
meriwayatkan dari Anas bin Malik z
:
أُصِيبَ حَارِثَةُ يَوْمَ بَدْرٍ وَهُوَ غُلامٌ فَجَاءَتْ أُمُّهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللهِ قَدْ عَرَفْتَ مَنْزِلَةَ حَارِثَةَ مِنِّي فَإِنْ يَكُنْ فِي الْجَنَّةِ أَصْبِرْ وَأَحْتَسِبْ وَإِنْ تَكُ الأُخْرَى تَرَى مَا أَصْنَعُ فَقَالَ وَيْحَكِ أَوَهَبِلْتِ أَوَجَنَّةٌ وَاحِدَةٌ هِيَ إِنَّهَا جِنَانٌ كَثِيرَةٌ وَإِنَّهُ فِي جَنَّةِ الْفِرْدَوْسِ
Haritsah gugur pada peristiwa Badr sedangkan dia adl seorang pemuda. Datanglah ibu menemui Nabi n
dan berkata: “Ya Rasulullah anda tahu bagaimana kedudukan Haritsah di sisiku. Kalau dia di jannah aku akan bersabar dan mengharap pahala. Kalau dia dapatkan yg lain anda akan lihat apa yg kulakukan.”
Rasulullah n
berkata: “Celaka kamu apakah kamu meratapi kematian anakmu atau kamu anggap jannah itu satu? Jannah itu beberapa tingkat dan puteramu di Jannah Firdaus.”
Beliau meriwayatkan pula dari ‘Ali bin Abi Thalib z
:
عَنْ عَلِيٍّ رَضِي الله عَنْه قَالَ بَعَثَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا مَرْثَدٍ الْغَنَوِيَّ وَالزُّبَيْرَ ابْنَ الْعَوَّامِ وَكُلُّنَا فَارِسٌ قَالَ انْطَلِقُوا حَتَّى تَأْتُوا رَوْضَةَ خَاخٍ فَإِنَّ بِهَا امْرَأَةً مِنَ الْمُشْرِكِينَ مَعَهَا كِتَابٌ مِنْ حَاطِبِ بْنِ أَبِي بَلْتَعَةَ إِلَى الْمُشْرِكِينَ فَأَدْرَكْنَاهَا تَسِيرُ عَلَى بَعِيرٍ لَهَا حَيْثُ قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا الْكِتَابَ فَقَالَتْ مَا مَعَنَا كِتَابٌ فَأَنَخْنَاهَا فَالْتَمَسْنَا فَلَمْ نَرَ كِتَابًا فَقُلْنَا مَا كَذَبَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَتُخْرِجِنَّ الْكِتَابَ أَوْ لَنُجَرِّدَنَّكِ فَلَمَّا رَأَتِ الْجِدَّ أَهْوَتْ إِلَى حُجْزَتِهَا وَهِيَ مُحْتَجِزَةٌ بِكِسَاءٍ فَأَخْرَجَتْهُ فَانْطَلَقْنَا بِهَا إِلَى رَسُولِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ الله قَدْ خَانَ الله وَرَسُولَهُ وَالْمُؤْمِنِينَ فَدَعْنِي فَلأَضْرِبَ عُنُقَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا صَنَعْتَ قَالَ حَاطِبٌ وَالله مَا بِي أَنْ لا أَكُونَ مُؤْمِنًا بِالله وَرَسُولِهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَدْتُ أَنْ يَكُونَ لِي عِنْدَ الْقَوْمِ يَدٌ يَدْفَعُ الله بِهَا عَنْ أَهْلِي وَمَالِي وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِكَ إِلا لَهُ هُنَاكَ مِنْ عَشِيرَتِهِ مَنْ يَدْفَعُ الله بِهِ عَنْ أَهْلِهِ وَمَالِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدَقَ وَلا تَقُولُوا لَهُ إِلا خَيْرًا فَقَالَ عُمَرُ إِنَّهُ قَدْ خَانَ الله وَرَسُولَهُ وَالْمُؤْمِنِينَ فَدَعْنِي فَلأَضْرِبَ عُنُقَهُ فَقَالَ أَلَيْسَ مِنْ أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ لَعَلَّ الله اطَّلَعَ إِلَى أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ فَقَدْ وَجَبَتْ لَكُمُ الْجَنَّةُ أَوْ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ فَدَمَعَتْ عَيْنَا عُمَرَ وَقَالَ الله وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ
Rasulullah n
mengutus saya Abu Martsad Al-Ghanawi dan Az-Zubair bin Al-‘Awwam dan kami semua berkuda. Beliau n
berkata: “Pergilah sampai ke Raudhatu Khakh di sana ada seorang wanita musyrik membawa sepucuk surat dari Hathib bin Abi Balta’ah utk kaum musyrikin.” mk kamipun menemukan wanita itu mengendarai unta seperti yg dikatakan Rasulullah n
. Lalu kami berkata: “Keluarkan surat itu.”
Wanita itu menjawab “Tidak ada surat pada kami.” Lalu kami menyingkirkan dan mulai mencari namun tdk menemukan apa-apa. Kami berkata: “Rasulullah n
tak berdusta. Kau keluarkan surat itu atau kami telanjangi kau.”
Melihat keseriusan kami wanita itu mengeluarkan sesuatu dari ikat pinggang tersembunyi dlm sebuah kantung kemudian dia menyerahkan surat itu kepada kami.
Lalu kamipun berangkat membawa surat itu kepada Rasulullah n
. Tiba-tiba ‘Umar berkata: “Ya Rasulullah dia telah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya biarkan aku tebas lehernya.”
Rasulullah n
berkata: “Ya Hathib apa yg mendorongmu berbuat seperti ini?” “Ya Rasulullah bukan apa-apa. Aku tetaplah seorang yg beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku tdk mengubah agamaku apalagi menukar . Saya hanya ingin sedikit punya andil terhadap orang Quraisy yg dgn itu Allah menyelamatkan keluarga dan hartaku. Karena tdk seorangpun shahabatmu melainkan mereka masih punya kerabat yg Allah lindungi dgn kerabat itu keluarga dan hartanya.”
“Dia benar. Jangan kalian berkata apapun kepada kecuali yg baik” kata Rasulullah n
. ‘Umar bin Al-Khaththab berkata: “Dia sudah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya serta kaum mukminin. Jadi biarkan saya tebas lehernya.” Rasulullah n
berkata: “Bukankah dia termasuk orang yg ikut perang Badr? Mudah-mudahan Allah telah mengetahui perihal mereka yg ikut perang Badr dan berkata: ‘Berbuatlah apa yg kalian kehendaki sungguh Aku telah memastikan jannah bagi kalian atau Aku telah mengampuni kalian.’ Mendengar hal ini mengalirlah air mata ‘Umar dan dia berkata: “Allah dan Rasul-Nya lbh tahu.”
Inilah sebagian hadits yg menerangkan keutamaan shahabat Rasulullah n
. Sehingga tdk ada yg pantas bagi orang yg menjatuhkan kehormatan para shahabat kecuali permusuhan dan kebencian serta kutukan sampai orang tersebut bertaubat kepada Allah dan mendoakan agar para shahabat dirahmati Allah k
. Wallahu a’lam.
1 Tafsir Ibnu Katsir 2/386
2 Harta benda dan keluarga yg khusus. Wallahu a’lam.
Sumber: www.asysyariah.com
Related Post:Tag : Abrar, Abu Muhammad, Badr, Bangsawan, Bani, Bertemu, Bin Malik, Firman Allah, Ini, Kafir, Lari, Penulis, Saling, Syariah, Tdk, Yg al kubra pada zaman ali bin abi thalib PERANG BADR KUBRA sekitar tentang musyrik
You can leave a response, or trackback from your own site.
