Perpecahan Adalah Bentuk Perselisihan Yang Lebih Tajam Tidak Semua Perselisihan Merupakan Perpecahan
"Perpecahan Adalah Bentuk Perselisihan Yang Lebih Tajam Tidak Semua Perselisihan Merupakan Perpecahan" ketegori Muslim.
Perpecahan Adalah Bentuk Perselisihan Yang Lebih Tajam Tidak Semua Perselisihan Merupakan Perpecahan
Sebab-Sebab Perpecahan
Oleh Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-'Aql Bagian Pertama dari Lima Tulisan [1/5]
AL-IFTIRAAQ MAFHUMUHU ASBABUHU SUBULUL WIQAYATU MINHU [Perpecahan Umat ! Etiologi & Solusinya]
Seandai kita berusaha menelusuri sebab-sebab perpecahan sejak awal mula perpecahan itu terjadi sampai pada hari ini niscaya kita dpti banyak sekali faktor-faktor yg memicu terjadi perpecahan. Bahkan hampir-hampir tdk terhitung banyaknya. Setiap mecuat sebuah pemikiran, tradisi dan bid'ah baru, pasti menimbulkan sebuah perpecahan baru pula. Namun dalam hal ini, ada beberapa faktor dominan yg juga mrpk sumber utama penyebab terjadi perpecahan dari dulu hingga sekarang. Kami akan meringkas sebagai berikut.
[1]. Perpecahan Adalah Bentuk Perselisihan Yang Lebih Tajam
Faktor terpenting yg memicu terjadi perpecahan dan yg terdahsyat efek terhadap umat ialah konspirasi dan makar yg dilancarkan oleh berbagai kaum pemeluk agama, seperti kaum Yahudi, Nashrani, Shabi'un (penyembah binatang dan dewa-dewa), Majusi dan Dahriyun (atheis). Demikian pula barisan sakit hati yg masih menyimpan dendam terhadap Islam dan kaum muslimin. Karena jihad Islam telah menyudahi kekuasaan mereka dan menghapus kejayaan mereka dari muka bumi. Seperti kerajaan Persia dan Romawi. Di antara mereka masih tersisa segelintir oknum yg bertahan di atas kekafiran serta masih menyimpan dendam kesumat terhadap Islam dan kaum muslimin. Mereka lebih memilih jalan kemunafikan dan zindiq, yaitu menampakkan ke-Islaman secara lahiriyah saja. Atau lebih memilih tetap memeluk agama mereka yg lama dgn membayar jizyah (upeti) sebagai jaminan keselamatan dan keamanan supaya dpt hidup berdampingan dgn kaum muslimin. Merekalah faktor paling dominan yg menciptakan perpecahan dgn menebar tipu daya melalui pemikiran, prinsip-prinsip, bid'ah-bid'ah dan hwa nfsu (**) di tengah-tengah kaum muslimin.
[2]. Tidak Semua Perselisihan Merupakan Perpecahan
Pentolan-pentolan ahli ahwa (pengikut hwa nfsu (**) ) yg berusaha mengeruk keuntungan pribadi atau kelompok di balik awan hitam perpecahan. berikut para pengikut yg senantiasa menebar huru hara. Banyak kita dpti di antara pengikut-pengikut golongan sesat yg berusaha meraih keuntungan pribadi dibalik perpecahan tersebut demi memuaskan syhwt (**) dan hwa nfsu (**) atau demi kepentingan golongan, suku, kabilah dan lainnya. Bahkan mereka acap kali berperang demi membela kepentingan hwa nfsu (**) atau krn fanatisme golongan. Merekalah yg berperan sebagai katalisator perpecahan. Dan mereka pula yg memperbanyak jumlah pengikut-pengikut kelompok sesat yg memang pu kepentingan sama, yaitu sama-sama mencari keuntungan.
Kelompok ini akan selalu ada kapan dan di mana saja. Setiap kali muncul pemikiran nyeleneh, bid'ah atau pengikut hwa nfsu (**) , pasti selalu saja ada orang yg mengikutinya, baik dari kalangan pengikut hwa nfsu (**) ataupun orang yg pu kepentinan pribadi. Orang-orang model begini pasti selalu ada di sepanjang zaman, semoga Allah tdk memperbanyak jumlah mereka.
[3]. Perpecahan Ha Terjadi Dalam Masalah Prinsipil
Kebodohan ialah salah satu faktor pemicu terjadi perepecahan. Kebodohan mrpk penyakit akut yg sangat sulit disembuhkan, yg pada waktu bersamaan menciptakan atmosfir-atmosfir perpecahan. Kebodohan yg dimaksud ialah kebodohan dalam bidang agama, baik kebodohan dalam aspek aqidah maupun aspek syari'at. Jahil terhadap sunnah serta kaidah-kaidah dan metodologinya. Bukan ha buta tentang beberapa disiplin ilmu saja, sebab seperangkat ilmu yg menjadi pelindung diri dan pedoman operasional agama sudah cukup bagi mereka untuk disebut alim terhadap masalah agama sekalipun tdk menguasai seluruh disiplin ilmu. Akan tetapi ada juga sebagian orang yg memiliki maklumat yg lumayan banyak, namun jahil tentang kaidah-kaidah dasar agama. Ia tdk mengerti kaidah-kaidah dasar aqidah, etika-etika dalam berbeda pendpt, kaidah-kiadah dalam menghadapi perpecahan dan menyikapi serta etika-etika mu'amalah dgn orang lain. Ini sungguh musibah yg sangat besar yg sangat banyak menimpa umat manusia sekarang ini.
Misal seseorang yg memiliki sejumlah maklumat agama atau seorang yg banyak menimba ilmu dari berbagai sumber, namun ternyata ia jahil tentang masalah aqidah dan fiqih. Tidak mengerti etika bermu'amalah, prosedur memvonis orang lain. Tidak memahami kaidah-kaidah dakwah dan amar ma'ruf nahi mungkar, sehingga tanpa disadari ia telah beruntuk kerusakan.
Jelaslah, kejahilan mrpk musibah dan penyebab utama terjadi sebuah perpecahan, orang-orang jahil mrpk aktor utama sekaligus pemicu terjadi perpecahan.
[4]. Perselisihan Kadang Kala Timbul Karena Perbedaan Ijtihad Tidak Demikian Hal Perpecahan
Kerancuan dalam metodologi memahami agama. Berapa banyak kita temukan orang yg memiliki ilmu pengetahuan dan banyak menelaah buku-buku, namun menempuh metodologi memahami agama yg rancu. Sebab memahami agama memiliki metode tersendiri yg sudah diwarisi sejak zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, para sahabat, tabi'in serta generasi Salafus Shalih dan orang-orang yg mengikuti jejak mereka hingga hari ini.
Metodologi tersebut ialam menuntut ilmu, mengamalkan, ihtida' (mengikuti petunjuk), iqtida' (meneladani kaum salaf), suluk (adab dan akhlak) dan mu'amalah. Yaitu menguasai kaidah-kaidah dasar syari'at lebih banyak daripada mengenal hukum-hukum furu' dan sejumlah nash-nash tertentu saja. Dengan begitu kita dpt memahami agama secara sempurna dari para pemimpin teladan, yaitu para imam-imam dan para penuntut ilmu yg terpacaya dan mapan ilmunya. Yaitu menuntut ilmu sesuai dgn tahapan-tahapannya, baik secara kuantitas maupun jenis, sesuai dgn perkembangan dan kesiapan. Ilmu yg menghasilkan pemahaman agama yg baik ialah ilmu syar'i yg ditimba dari Al-Qur'an dan As-Sunnah serta atsar-atsar para imam yg shahih. Buku-buku tsaqafah (pengetahuan umum), pemikiran, sastra, sejarah dan sejenis tdklah dpt menghasilkan pemahaman agama. Hanyalah sebagai ilmu sampingan dan alat bantu bagi yg dpt memetik faidah darinya.
[Disalin dari kitab Al-Iftiraaq Mafhumuhu asbabuhu subulul wiqayatu minhu, edisi Indonesia Perpecahan Umat ! Etiologi & Solusinya, oleh Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-'Aql, terbitan Darul Haq, penerjemah Abu Ihsan Al-Atsari]
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=694&bagian=0
Sumber Perpecahan Adalah Bentuk Perselisihan Yang Lebih Tajam Tidak Semua Perselisihan Merupakan Perpecahan : http://alsofwah.or.id
asal mula terjadinya perpecahan suku awal mula perpecahan islam
