Rintangan Dakwah Mulai Bermunculan
Rintangan Dakwah Mulai Bermunculan
penulis Al-Ustadz Idral Harits
new Jejak 14 - Agustus - 2003 06:33:31
Perlahan tapi pasti Islam mulai memasuki rumah-rumah penduduk Makkah. Mulailah terbuka mata mereka bahwa ini bukan main-main dan pasti menjadi ancaman terhadap kedudukan mereka selama ini di mata seluruh kabilah Arab.
Pada mula penduduk Makkah memang tdk menggubris seruan dakwah ini. Akan tetapi setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit secara terang-terangan menyatakan celaan terhadap sesembahan dan keyakinan mereka barulah mereka melakukan balasan dan tekanan. Berbagai upaya mereka lakukan utk membendung dakwah Islam.
Di antara mereka ada yg mencoba membujuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melalui paman yg selama ini menjadi pelindung sekaligus sebagai ganti ayahandanya. Mereka meminta Abu Thalib agar menahan kegiatan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dlm berdakwah.
Akhir mereka mengutus ‘Utbah bin Rabi’ah dan saudara Syaibah Abu Sufyan Shakhr bin Harb Abu Jahl ‘Amr bin Hisyam dan lain-lain menemui Abu Thalib dan mengatakan “Wahai Abu Thalib keponakanmu mulai mencaci maki sesembahan kami mencela agama kami membodoh-bodohi dan menganggap sesat pemimpin dan nenek moyang kami. apakah engkau akan menahan dari kami atau kamu serahkan urusan kepada kami..”
Abu Thalib memberi jawaban dgn tutur kata yg lembut dan bahasa yg menarik sehingga mereka pun berlalu meninggalkannya.
Ada pula kisah yg menyebutkan setelah mereka mengungkapkan apa yg mereka rasakan kepada Abu Thalib mk diapun segera memanggil Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menemui Abu Thalib berkata “Hai anak saudaraku mereka ini adl para pemuka dan pemimpin kaummu. Mereka minta agar engkau menahan diri jangan mencaci maki sesembahan mereka dan mereka pun akan membiarkan engkau bersama sesembahanmu.”
Muhammad pun menjawab “Wahai paman mengapa tdk kau ajak mereka kepada yg lbh baik dari itu?” Kata Abu Thalib “Apa yg akan engkau serukan kepada mereka?”
Beliaupun berkata “Saya akan mengajak mereka utk mengucapkan satu kalimat yg mk seluruh kabilah Arab akan tunduk kepada mereka dan bahkan mereka akan menjadi raja pula bagi orang2 ‘ajam .”
Tiba-tiba Abu Jahl berkata “Kalimat apa itu kami akan berikan kepada kamu sepuluh kali lipat dari itu?” Beliau menjawab “Agar kalian mengucapkan .” Serta merta mereka berpaling dan berkata “Mintalah yg lain.” Kata beliau pula “Seandai kalian letakkan matahari di tanganku sehingga menghanguskan saya tetap tdk akan meminta kepada kalian apapun selain kalian mengucapkan kalimat ini.”
Akhir mereka berdiri dan pergi dlm keadaan murka sambil mengancam “Demi Allah kami pasti akan mencaci-makimu dan sesembahanmu yg menyuruhmu melakukan hal ini.”
Pergilah para pemuka itu kepada kaum seraya berkata “Teruslah dan bersabarlah kalian beribadah kepada sesembahan kalian sesungguh ini benar-benar sesuatu yg dikehendaki.”
Kaum Quraisy pun benar-benar melaksanakan ancamannya. Beberapa orang shahabat dari kalangan fuqara’ dan para budak menjadi sasaran mereka. Bilal bin Rabah mendapat siksaan hebat dari majikan Umayyah bin Khalaf. Setiap kali siksaan itu semakin hebat Bilal hanya mengatakan “Ahad Ahad.”
Khabbab bin Al-Aratt disiksa oleh majikan Ummu ‘Ammar Al-Khuza’iyyah bahkan tega memanggang kepala Khabbab dgn besi panas membara. Juga ‘Ammar bin Yasir ibu Sumayyah dan ayah Yasir tdk luput dari penindasan dan siksaan sampai akhir Sumayyah gugur sebagai syuhada wanita pertama dlm Islam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri tdk luput dari perlakuan keji orang2 kafir Quraisy. Setiap kali ada pemuka Quraisy yg bertemu dgn beliau selalu mereka meludah di hadapan mengumpat beliau dan menaburkan kotoran ke wajahnya. Pernah pula beliau dicekik dan dibanting oleh sebagian pemuka tersebut.
Kadang apabila dlm keadaan sujud punggung beliau dilumuri kotoran unta. Atau dilempari benda-benda najis. Namun Allah tetap menjaga dan memelihara beliau dan menjadikan paman yg masih menganut agama kaum sebagai pembela dan penolong.
Adapun shahabat yg lain yg berasal dari kalangan budak dan orang2 miskin kalau mereka punya kerabat mk itulah yg membela mereka adapun yg tdk memiliki kerabat semua merasakan gangguan keji dari para pemuka Quraisy itu.
Namun semua ini adl sunnatullah yg berlaku pada hamba-hamba-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Tidaklah ada yg dikatakan kepadamu melainkan adl apa yg juga sesungguh telah dikatakan kepada para Rasul sebelum kamu. Sesungguh Rabb-mu benar-benar mempunyai ampunan dan hukuman yg pedih.”
“Demikianlah tdk seorang Rasulpun yg datang kepada orang2 yg sebelum mereka melainkan mereka mengatakan: ‘Ia adl tukang sihir atau orang gila.’ Apakah mereka saling berpesan tentang apa yg dikatakan itu. Sebenar mereka adl kaum yg melampaui batas.”
Dengan semua ujian ini Allah subhanahu wa ta’ala menaikkan derajat Nabi-Nya dan para pengikutnya. Firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu seperti yg dialami orang2 sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan sehingga berkatalah Rasul dan orang2 yg beriman bersamanya: ‘Bilakah pertolongan Allah?’ Ingatlah sesungguh pertolongan Allah itu sangat dekat.” .
Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa ia dibiarkan saja mengatakan ‘Kami telah beriman’ sedang mereka tdk diuji lagi? Dan sesungguh Kami telah menguji orang2 yg sebelum mereka mk sungguh Allah mengetahui orang2 yg benar dan Dia mengetahui pula orang2 yg berdusta : Dan sungguh Allah benar-benar mengetahui orang2 yg beriman dan sungguh Dia mengetahui orang2 yg munafik.”
Maka hendaklah tiap orang memperhatikan susunan ayat ini yg sarat dgn mutiara hikmah Ilahiyah. Karena pada hakekat apabila diutus kepada manusia rasul-rasul mereka berada di antara dua keadaan. Mengatakan “Kami beriman” atau tdk mengatakan demikian bahkan terus-menerus di atas kesesatan dan kekafiran.
Dengan demikian siapa yg mengatakan “Kami beriman” mk Allah pasti mengujinya. Dan siapa yg tdk mengatakan hal ini mk janganlah dia menyangka bahwa dia telah mengalahkan dan mengungguli Allah.
Siapa yg beriman kepada para Rasul dan mentaati mereka mk musuh-musuh akan menyerang dan menyakitinya. Sedangkan kalau dia tdk beriman dan tdk mentaati para Rasul tersebut mk pasti dia akan menerima balasan yg buruk di dunia dan akhirat. Akan tetapi kesudahan yg baik hanyalah bagi mereka yg beriman dan bertakwa.
Wallahu a’lam bish shawab.
Sumber: www.asysyariah.com
Related Post:Tag : Abu Jahl, Agama, Ajak, Alaihi Wasallam, Balasan, Bangkit, Dakwah Islam, Hisyam, Maki, Minta, Nenek Moyang, Pemimpin, Rasulullah, Selama, Sesat, Tekanan, Terang, Upaya, Urusan, Yg benarkah kami akan membiarkan kamu berkata kamu telah beriman sedangkan kamu belum lagi diuji? berbagai tekanan yang dialami rasulullah kamu tidak dikatakan beriman sebelum Allah menguji respon kaum quraish terhadap dakwah rasulullah respon kaum quraisy terhadap dakwa rasulullah RINTANGAN DAKWAH rintangan dakwah (fiqih dakwah rintangan dalam dakwah nabi muhamma rintangan-rintangan dakwah
You can leave a response, or trackback from your own site.
