Seruan Itu Telah Bergema Anakku….

penulisĀ Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran
Sakinah Permata Hati 04 - Februari - 2005 18:46:51

Shalat adl ibadah utama seorang muslim. Baik buruk shalat seseorang akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan akhiratnya. Namun di masa kini betapa banyak orang yg tdk mengerjakan amalan ini. Kebanyakan dari mereka adl orang2 yg memang malas utk mengerjakan shalat tdk tahu penting shalat dan tersibukkan dgn urusan dunia. Uraian berikut mencoba utk membimbing seorang anak sedini mungkin utk mengerjakan shalat sehingga ketika dewasa ia senantiasa menjunjung tinggi kewajiban ini.

Adzan berkumandang. Anak-anak itu tetap tdk beranjak dari depan TV tempat bermain atau pembaringan bahkan hingga akhir waktu shalat datang menjelang. Orang tua mereka pun tdk pernah ambil pusing dgn itu semua. Betapa mengherankan! Sementara mereka begitu perhatian dan semangat membangunkan anak-anak atau memanggil mereka pulang dari bermain agar tdk terlambat sekolah atau terlambat masuk les ini dan itu.
Duhai…! Lupakah mereka dgn peringatan dari Rabb semesta alam:

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. وَاْلآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

“Akan tetapi kalian mengutamakan dunia sementara akhirat itu lbh baik dan lbh kekal.”
Seorang mukmin yg berakal tentu tdk akan memilih sesuatu yg hina dgn meninggalkan yg lbh baik. Pun tdk akan membeli kesenangan sesaat dgn ketenangan yg abadi krn kecintaan terhadap dunia merupakan pangkal tiap kesalahan.
Duhai siapa kira orang tua yg ingin membiarkan bahkan menanjurkan anak-anak mereka memilih sesuatu yg hina? Tidakkah mereka merasa senang melihat anak-anak tumbuh dlm ketaatan kepada Rabb utk meni’mati kesenangan yg abadi? Siapa kira orang tua yg tdk berbesar hati mengharap kebaikan bagi anak-anak yg seperti itu?
Anjuran bimbingan dan arahan tentu dibutuhkan sepanjang perjalanan si anak agar dia menjadi penyejuk hati kedua orang tuanya. Di antara adl anjuran utk menjalankan ibadah badaniyah terbesar yakni shalat.
Inilah yg dilakukan sosok teladan bagi para orang tua Luqman Al-Hakim ketika menyampaikan wasiat kepada anaknya:

يَابُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاَةَ

“Wahai anakku dirikanlah shalat…”
Yang dimaksud adl menunaikan shalat dgn seluruh batasan kewajiban dan waktu-waktu
Inilah tanggung jawab yg harus ditunaikan kepada keluarga sebagai perwujudan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاَةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Perintahkanlah keluargamu utk menunaikan shalat dan bersabarlah atasnya.”
Keluarga adl siapa pun yg ada dlm sebuah rumah tangga baik istri putra-putri bibi ataupun ibu.
Mereka dianjurkan utk menunaikan shalat dan didorong utk menjalankan shalat baik shalat fardhu maupun nafilah. Sementara memerintahkan pada sesuatu berarti memerintahkan pada seluruh perkara yg dapat menyempurnakan sesuatu itu. Demikian pula perintah utk shalat. Berarti mengajarkan pula hal-hal yg dapat memperbagus shalat merusak maupun menyempurnakannya.
Juga bersabar dlm menegakkan shalat dgn seluruh batasan rukun adab dan khusyu’ dlm shalat krn hal ini terasa berat bagi jiwa. Akan tetapi jiwa ini harus dipaksa dan diperangi utk menjalankan diiringi pula senantiasa oleh kesabaran krn bila seorang hamba menegakkan shalat sesuai dgn apa yg diperintahkan ini mk dia akan lbh menjaga dan menegakkan perkara agama yg lainnya. Sebalik bila seorang hamba menyia-nyiakan shalat mk dia akan lbh menyia-nyiakan perkara agama yg lainnya.
Begitu pula yg diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg disampaikan oleh Amr ibnul ‘Ash radhiallahu ‘anhu:

مُرُوا أُوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي المَضَاجِعِ

“Perintahkanlah anak-anak kalian utk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukan pada usia sepuluh tahun. Dan pisahkanlah tempat tidur di antara mereka.”
Inilah di antara sekian hak anak yg harus ditunaikan oleh orang tua dgn memerintahkan mereka shalat ketika telah mencapai usia tujuh tahun dan memukul mereka bila meremehkan dan menyia-nyiakan ketika telah menginjak sepuluh tahun dgn syarat anak itu berakal. Arti bila anak telah mencapai tujuh atau sepuluh tahun namun mereka tdk berakal mk mereka tdk diperintah dgn sesuatu pun tdk pula dipukul bila meninggalkan hal itu. Akan tetapi orang tua harus mencegah terjadi kerusakan pada diri mereka baik di dlm maupun di luar rumah.
Yang dimaksud dgn pukulan di sini adl yg mendidik yakni pukulan yg tdk membahayakan. Sehingga tdk diperkenankan seorang ayah memukul anak dgn pukulan yg melukai tdk boleh pula pukulan yg bertubi-tubi tanpa ada keperluan. Namun bila dibutuhkan misal sang anak tdk mau menunaikan shalat kecuali dgn pukulan mk sang ayah boleh memukul dgn pukulan yg membuat jera namun tdk melukai krn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan orang tua utk memukul bukan utk menyakiti si anak melainkan utk mendidik dan meluruskan mereka.
Tak heran bila didapati perintah utk mengajarkan shalat kepada anak-anak mengingat begitu penting dan berarti shalat bagi seorang hamba. Di antara sekian banyak keutamaan yg bakal dipetik adl penjagaan diri dari kekejian dan kemungkaran.

إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ

“Sesungguh shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
Al-Fahsyaa’ dlm ayat ini meliputi seluruh kemaksiatan yg diingkari dan dianggap kotor serta disukai oleh hawa nafsu. Sementara Al-Mungkar mencakup seluruh perbuatan maksiat yg diingkari oleh akal dan fitrah.
Seorang hamba yg senantiasa menunaikan shalat dgn menyempurnakan rukun-rukun syarat-syarat dan khusyu’ di dlm akan beroleh cahaya di kalbu bersih hati bertambah iman takwa dan kecintaan terhadap kebaikan akan berkurang atau bahkan hilang keinginan terhadap kejelekan. Dengan begitu kesinambungan dan penjagaan terhadap shalat dgn cara seperti ini akan mencegah dari segala perbuatan keji dan mungkar. Inilah di antara tujuan terbesar dan buah yg dipetik dari shalat.
Sementara itu di dlm ibadah shalat terdapat maksud yg lbh agung dan lbh besar yaitu dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn kalbu lisan dan badan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan hamba-hamba-Nya dan ibadah paling utama yg dilakukan oleh para hamba adl shalat di dlm terkandung ibadah seluruh anggota badan yg tdk terdapat pada ibadah selainnya.
Keutamaan lain yg bakal diperoleh seorang hamba dgn shalat digambarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm banyak perkataan beliau. Di antara yg disampaikan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟ قَالُوا: لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؛ قَالَ: فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، يَمْحُو اللهُ بِهِنَّ الخَطَايَا

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Bagaimana menurut kalian bila ada sebuah sungai besar di depan pintu salah seorang dari kalian yg dia mandi di dlm lima kali dlm sehari apakah ada daki yg tertinggal?’ Para shahabat menjawab: ‘Tidak akan tertinggal daki sedikit pun.’ Beliau pun berkata: ‘Demikian permisalan shalat lima waktu dengan Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan’.”
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu juga mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu shalat Jum’at ke shalat Jum’at berikut merupakan penggugur bagi dosa yg ada di antara selama tdk dilakukan dosa-dosa besar.”
‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu menyampaikan pula:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلاَةٌ مَكْتٌوْبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا إِلاَّ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوْبِ مَا لَمْ تُؤْتَ كَبِيْرَةٌ، وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim yg didatangi waktu shalat wajib lalu dia memperbagus wudhu’ khusyu’ dan ruku’ kecuali shalat akan menjadi penggugur bagi dosa-dosa yg lalu selama tdk melakukan dosa-dosa besar dan ini terus berlangsung sepanjang masa.”
Mengajarkan shalat pada anak-anak dapat dilakukan dgn berwudhu dan menunaikan shalat di hadapan mereka mengajak mereka ke masjid mendorong mereka dgn ada kitab yg berisi tata cara shalat agar seluruh keluarga dapat pula mempelajari hukum-hukum shalat. Selain itu diajarkan pula Al-Qur’an dimulai dgn Surat Al-Fatihah serta surat-surat pendek lain kemudian diajarkan utk menghapal bacaan tahiyyat.
Anak-anak diajari pula hukum-hukum syarat-syarat kewajiban-kewajiban shalat serta hal-hal yg membatalkan shalat sunnah-sunnah adab-adab dan dzikir-dzikir dlm shalat.
Di samping itu anak laki2 diberi dorongan utk menunaikan shalat Jum’at dan jamaah di masjid di belakang barisan shaf laki-laki. Tentu saja harus disertai kelemahlembutan ketika menasihati mereka bila terjatuh dlm kesalahan tdk membentak ataupun menghardik mereka agar nanti mereka tdk meninggalkan shalat hingga justru membuahkan dosa bagi orang tuanya.
Sementara anak-anak perempuan diajari keutamaan shalat mereka di dlm rumah sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para wanita:

صَلاَةُ المَرْأَةِ فِي بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِي حُجْرَتِهَا، وَصَلاَتُهَا فِي مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِي بَيْتِهَا

“Shalat seorang wanita di kamar khusus dlm rumah lbh utama daripada shalat di kamar dan shalat di makhda’nya1 lbh utama daripada shalat di dlm kamar khusus di rumahnya.”
Hal yg tdk boleh luput dari pengajaran shalat adl masalah khusyu’. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ. الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاَتِهِمْ خَاشِعُوْنَ

“Beruntunglah orang2 yg beriman yg khusyu’ di dlm shalat mereka.”
Khusyu’ seorang hamba dlm shalat adl hadir hati di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala merasakan kedekatan dengan-Nya hingga tenang hati jiwa dan gerakan hampir-hampir tdk berpaling dari-Nya dgn sepenuh adab di hadapan Rabb menghadirkan segala yg diucapkan dan dilakukan di dlm shalat dari awal hingga akhir shalat hingga hilanglah segala bisikan dan pikiran yg hina. Inilah ruh shalat inilah yg diinginkan dlm shalat seorang hamba dan inilah yg diwajibkan atas seorang hamba. Oleh krn itu shalat tanpa khusyu’ dan tanpa disertai hadir hati walaupun mencukupi utk menggugurkan kewajiban dan mendapatkan pahala namun sesungguh pahala itu sesuai dgn apa yg ada dlm hatinya.
Demikian semesti yg menjadi perhatian orang tua demi mengantarkan putra-putri ke gerbang kebahagiaan dunia dan akhiratnya. Siapa kira yg tdk tergiur dgn janji Allah Subhanahu wa Ta’ala yg tdk pernah diselisihi-Nya:

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلاَتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ. أُولَئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُكْرَمُوْنَ

“Dan orang2 yg menjaga shalat mereka itu dimuliakan di dlm surga.”
Wallahu a’lam.

Sumber: www.asysyariah.com

Related Post:
  • Allah Selalu Bersamamu
  • Teman Buat Anakku
  • Berlatih Puasa
  • Menebar Keangkuhan Menuai Kehinaan
  • Isti’dzan
  • Ummu ‘Umarah radhiallahu ‘anha
  • Memuliakan Anak Perempuan
  • Saudariku Sampai kapan kau terlena?
  • Wujudkan Anganmu dlm Bimbingan Ilmu
  • Madu, Si Manis Yang Menyehatkan
  • Bekerja dan Beramal
  • Bentuk-Bentuk Tasyabbuh
  • Ruqoyyah dan Ummu Kultsum radhiallahu ‘anhuma Kisah Perjalanan Dua Cahaya
  • DARAH WANITA
  • Keutamaan Ilmu dan Ulama

  • Tag : , , , , , , , , , , , , , , , , , , , kewajiban shalat anak
    You can leave a response, or trackback from your own site.