Sifat-sifat Dajjal

penulis Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak
Syariah Kajian Utama 01 - Oktober - 2007 08:07:13

Keluar Dajjal merupakan satu perkara yg pasti. Dajjal akan berusaha menyesatkan manusia dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga orang yg beriman semesti mengetahui sifat serta fitnah-fitnah Dajjal agar terhindar dari kesesatannya.

Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menerangkan: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyifati Dajjal dgn penjelasan yg gamblang bagi orang yg punya hati. Sifat-sifat tersebut semua jelek yg nampak jelas bagi orang yg mempunyai indera yg sehat. Namun orang yg Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan akan celaka tetap mengikuti Dajjal dlm pengakuan yg dusta dan dungu serta diharamkan utk mengikuti al-haq.”

Apakah Dajjal itu Manusia?
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu berkata: “Ya. Dajjal adl manusia dari bani Adam. Sebagian para ulama menyatakan Dajjal adl setan. Sebagian lagi menyatakan bapak manusia ibu dari bangsa jin. Tapi semua pendapat ini tidaklah benar. Karena dia butuh makan minum dan lainnya. Oleh krn itu Nabi ‘Isa ‘alaihissalam membunuh dgn cara membunuh manusia biasa.”
Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullahu berkata: “Hadits-hadits ini adl hujjah bagi Ahlus Sunnah akan benar keberadaan Dajjal bahwa Dajjal adl satu sosok tubuh yg merupakan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan dia kemampuan melakukan beberapa hal seperti menghidupkan orang mati yg ia bunuh memunculkan kesuburan membawa sungai surga dan neraka perbendaharaan bumi mengikuti diri memerintahkan langit utk hujan mk turunlah hujan memerintahkan bumi utk menumbuhkan mk tumbuhlah tanaman-tanaman. Itu semua terjadi dgn kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setelah itu ia tdk mampu melakukan tdk mampu membunuh seorang laki2 ataupun lainnya.”
Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: “ Dajjal adl manusia. Fitnah lbh besar dari fitnah Eropa sebagaimana banyak diterangkan dlm banyak hadits.”

Dakwah Dajjal
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Telah disebutkan awal mula ia keluar menyeru kepada Islam mengaku sebagai muslim. Kemudian mengaku sebagai nabi setelah itu mengaku sebagai ilah.”

Sifat-sifat dan Bentuk Fisiknya
1. Seorang pemuda yg berambut keriting dan kusut masai.
Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ
“Dia adl seorang pemuda yg sangat keriting rambut hilang cahaya mata seakan-akan aku menyerupakan dgn Abdul ‘Uzza bin Qathan.”
Dalam riwayat lain: “Rambut kusut.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
إِنَّ مِنْ بَعْدِكُمُ الْكَذَّابَ الْمُضِلَّ وَإِنَّ رَأْسَهُ مِنْ بَعْدِهِ حُبُكٌ حُبُكٌ حُبُكٌ -ثَلاَثَ مَرَّاتٍ- وَإِنَّهُ سَيَقُوْلُ: أَنَا رَبُّكُمْ؛ فَمَنْ قَالَ: لَسْتَ رَبَّنَا لَكِنَّ رَبَّنَا اللهُ عَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْهِ أَنَبْنَا نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكَ؛ لَمْ يَكُنْ لَهُ عَلَيْهِ سُلْطَانٌ
“Nanti akan ada pendusta yg menyesatkan rambut di belakang hubukun –beliau ucapkan tiga kali–. Dia akan berkata: ‘Aku adl Rabb kalian’. Barangsiapa yg berkata: ‘Engkau bukan Rabb kami. Rabb kami adl Allah kepada-Nyalah kami bertawakal dan kepada-Nyalah kami kembali. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatanmu’ niscaya Dajjal tdk mampu mengalahkannya.”
Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: “Hadits ini merupakan dalil yg tegas bahwa Dajjal akbar adl manusia yg punya kepala dan rambut. Bukan sesuatu yg maknawi atau kiasan dari kerusakan sebagaimana ucapan orang2 yg lemah imannya.”

2. Matanya
Dia adl seorang yg buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidaklah demikian. Masalah ini diriwayatkan dlm hadits yg mutawatir diriwayatkan oleh lbh dari sepuluh orang sahabat. Di antaranya:
- Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:
قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ: إِنِّي أُنْذِرُكُمُوْهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ قَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ، لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوْحٌ قَوْمَهُ وَلَكِنْ سَأَقُوْلُ لَكُمْ فِيْهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ، تَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ أَعْوَرُ وَأَنَّ اللهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
Rasulullah berdiri di hadapan manusia menyanjung Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn sanjungan yg merupakan hak-Nya kemudian menyebut Dajjal dan berkata: “Aku memperingatkan kalian dari tidaklah ada seorang nabi kecuali pasti akan memperingatkan kaum tentang Dajjal. Nuh ‘alaihissalam telah memperingatkan kaumnya. Akan tetapi aku akan sampaikan kepada kalian satu ucapan yg belum disampaikan para nabi kepada kaumnya. Ketahuilah dia itu buta sebelah adapun Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah demikian.”
- Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
إِنَّ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ عَيْنِ الْيُمْنَى كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ
“Sesungguh Dajjal buta mata yg kanan mata seperti anggur yg menonjol.”
- Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
أَلاَ أُحَدِّثُكُمْ حَدِيْثًا عَنْ الدَّجَّالِ مَا حَدَّثَ بِهِ نَبِيٌّ قَوْمَهُ؛ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّهُ يَجِيْءُ مَعَهُ بِمِثَالِ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَالَّتِي يَقُوْلُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ وَإِنِّي أُنْذِرُكُمْ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوْحٌ قَوْمَهُ
“Maukah aku sampaikan kepada kalian tentang Dajjal yg telah disampaikan oleh seorang nabi kepada kaumnya? Dia buta sebelah membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Yang dia katakan surga pada hakikat adl neraka aku peringatkan kepada kalian sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihissalam memperingatkan kaumnya.”
Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
هُوَ أَعْوَرُ هِجَانٌ كَأَنَّ رَأْسَهُ أَصَلَةٌ، أَشْبَهُ رِجَالِكُمْ بِهِ عَبْدُ الْعُزَّى بْنُ قَطَنٍ فَإِمَّا هَلَكَ الْهُلَّكُ فَإِنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
“Dajjal mata buta sebelah kulit putih.” : “Kulit putih seperti keledai putih. Kepala kecil dan banyak gerak mirip dgn Abdul ‘Uzza bin Qathan. Jika ada orang2 yg binasa ketahuilah Rabb kalian tidaklah buta sebelah.”
Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: “Hadits ini menunjukkan Dajjal akbar adl manusia yg mempunyai sifat seperti manusia. Apalagi Rasulullah menyerupakan dgn Abdul ‘Uzza bin Qathan seorang shahabat. Hadits ini satu dari sekian banyak dalil yg membatilkan takwil sebagian orang yg menyatakan Dajjal bukanlah sosok fisik tapi rumuz kemajuan Eropa berikut kemegahan serta fitnahnya. Dajjal adl manusia fitnah lbh besar dari fitnah Eropa sebagaimana banyak diterangkan dlm banyak hadits.”

Tulisan di antara Kedua Matanya
Tertulis di antara kedua mata ك ف ر yg bisa dibaca oleh mukmin yg bisa baca tulis ataupun tidak. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ اْلأَعْوَرَ الْكَذَّابَ أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَمَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ك ف ر
“Tidak ada seorang nabi pun kecuali memperingatkan umat dari Dajjal. Dia buta pendusta. Ketahuilah dia buta adapun Rabb kalian tidaklah demikian. Tertulis di antara dua mata Dajjal :ك ف ر -yakni: kafir.”
Dari ‘Umar bin Tsabit Al-Anshari rahimahullah beliau mendapatkan berita dari sebagian shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasa pada suatu hari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata memperingatkan manusia dari Dajjal:
إِنَّهُ مَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ مَنْ كَرِهَ عَمَلَهُ أَوْ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ
“Sesungguh tertulis di antara dua mata ك ف ر akan bisa membaca orang yg membenci amalan -atau akan membaca semua mukmin.”
Dalam satu riwayat dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu:
يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ
“Akan bisa membaca semua mukmin yg bisa menulis ataupun tidak.”
Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Yang benar dan ini adl ucapan para ulama muhaqqiqin: Tulisan adl hakiki ada sesuai dzahirnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan sebagai tanda di antara sekian tanda kekufuran kedustaan dan kebatilannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala tampakkan kepada seluruh mukmin yg bisa baca tulis ataupun tdk dan Allah Subhanahu wa Ta’ala sembunyikan dari orang yg diinginkan kesesatan dan terkena fitnahnya.”

Pengikut Dajjal
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُوْدِ أَصْبَهَانَ سَبْعُوْنَ أَلْفًا عَلَيْهِمْ الطَّيَالِسَةُ
“Akan mengikuti Dajjal dari kaum Yahudi Ashbahan 70.000 orang mereka memakai thayalisah .”
Pengikut Dajjal adl orang2 Yahudi dan orang2 yg jahat. Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
دَخَلَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أَبْكِي، فَقَالَ لِي: مَا يُبْكِيْكِ؟ قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، ذَكَرْتُ الدَّجَّالَ فَبَكَيْتُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ وَأَنَا حَيٌّ كَفَيْتُكُمُوْهُ، وَإِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ بَعْدِي فَإِنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَإِنَّهُ يَخْرُجُ فِي يَهُوْدِيَّةِ أَصْبَهَانَ حَتَّى يَأْتِيَ الْمَدِيْنَةَ فَيَنْزِلَ نَاحِيَتَهَا وَلَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَكَانِ، فَيَخْرُجَ إِلَيْهِ شِرَارُ أَهْلِهَا
“Rasulullah masuk ke kamarku dlm keadaan aku sedang menangis. Beliau berkata kepadaku: ‘Apa yg membuatmu menangis?’ Aku menjawab: ‘Saya mengingat perkara Dajjal mk aku pun menangis.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Jika dia keluar sedang aku masih berada di antara kalian niscaya aku akan mencukupi kalian. Jika dia keluar setelah aku mati mk ketahuilah Rabb kalian tdk buta sebelah. Dajjal keluar bersama orang2 Yahudi Ashbahan hingga datang ke Madinah dan berhenti di salah satu sudut Madinah. Madinah ketika itu memiliki tujuh pintu tiap celah ada dua malaikat yg berjaga. mk keluarlah orang2 jahat dari Madinah mendatangi Dajjal .”
Dalam sebuah hadits disebutkan juga bahwa Dajjal akan muncul di tengah-tengah pasukan Khawarij.
يَنْشَأُ نَشْءٌ يَقْرَؤُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ، كُلَّمَا خَرَجَ قَرْنٌ قُطِعَ حَتَّى خَرَجَ فِي عِرَاضِهِمُ الدَّجَّالُ
“Akan muncul sekelompok pemuda yg membaca Al-Qur`an tapi tdk melewati tenggorokan mereka. Setiap kali keluar sekelompok mereka mk akan tertumpas sehingga muncul Dajjal di tengah-tengah mereka.”

Macam-macam Fitnahnya
Fitnah yg dilakukan Dajjal banyak sekali di antaranya:
1. Bersama ada surga dan nerakanya.
Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى جُفَالُ الشَّعْرِ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ
“Dajjal cacat mata yg kiri1 keriting rambut bersama surga dan nerakanya. Neraka adl surga dan surga adl neraka.”
2. Membunuh satu jiwa kemudian menghidupkan kembali.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ هُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ فَيَقُوْلُ لَهُ: أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيْثَهُ. فَيَقُوْلُ الدَّجَّالُ: أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ أَتَشُكُّوْنَ فِي اْلأَمْرِ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: لاَ. قَالَ: فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيْهِ..
“Keluarlah pada hari itu seorang yg terbaik atau di antara orang terbaik. Dia berkata: ‘Aku bersaksi engkau adl Dajjal yg telah disampaikan kepada kami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Dajjal berkata : ‘Apa pendapat kalian jika aku bunuh dia dan aku hidupkan kembali apakah kalian masih ragu kepadaku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ mk Dajjal membunuh dan menghidupkan kembali.”
3. Menggergaji seseorang kemudian membangkitkan kembali.
4. Memerintahkan langit utk menurunkan hujan lalu turunlah hujan.
Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
فَيَأْتِي عَلَى الْقَوْمِ فَيَدْعُوْهُمْ فَيُؤْمِنُوْنَ بِهِ وَيَسْتَجِيْبُوْنَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَاْلأَرْضَ فَتُنْبِتُ
“Dia datang kepada satu kaum mendakwahi mereka. Merekapun beriman kepada menerima dakwahnya. mk Dajjal memerintahkan langit utk hujan dan memerintahkan bumi utk menumbuhkan tanaman mk turunlah hujan dan tumbuhlah tanaman.”
Adapun kaum yg tdk beriman dan tdk menerima dakwah Dajjal tdk ada sedikit harta pun tersisa pada mereka.
5. Akan diikuti perbendaharaan harta.
Dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُوْلُ لَهَا: أَخْرِجِي كُنُوْزَكِ. فَتَتْبَعُهُ كُنُوْزُهَا كَيَعَاسِيْبِ النَّحْلِ
“Dia mendatangi reruntuhan dan berkata: ‘Keluarkanlah perbendaharaanmu.’ mk keluarlah perbendaharaan mengikuti Dajjal seperti sekelompok lebah.”
6. Bersama air sungai dan gunung roti api dan air.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَإِنَّهُ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ وَنَهْرٌ وَمَاءٌ وَجَبَلُ خُبْزٍ وَإِنَّ جَنَّتَهُ نَارٌ وَنَارَهُ جَنَّةٌ
“..Sesungguh bersama dia ada surga dan neraka sungai dan air serta gunung roti. Sesungguh surga Dajjal adl neraka dan neraka Dajjal adl surga.”
Dari ‘Uqbah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang Dajjal:
إِنَّ الدَّجَّالَ يَخْرُجُ وَإِنَّ مَعَهُ مَاءً وَنَارًا فَأَمَّا الَّذِي يَرَاهُ النَّاسُ مَاءً فَنَارٌ تُحْرِقُ وَأَمَّا الَّذِي يَرَاهُ النَّاسُ نَارًا فَمَاءٌ بَارِدٌ عَذْبٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَقَعْ فِي الَّذِي يَرَاهُ نَارًا فَإِنَّهُ مَاءٌ عَذْبٌ طَيِّبٌ
“Sungguh Dajjal akan keluar dan bersama ada air dan api. Apa yg dilihat manusia air sebenar adl api yg membakar. Apa yg dilihat manusia api sesungguh adl air minum dingin yg segar. Barangsiapa di antara kalian yg mendapati hendak memilih yg dilihat api krn itu adl air segar yg baik.”
Jika seorang mukmin telah mengetahui dan beriman akan keluar Dajjal dgn membawa fitnah yg demikian dahsyat hendak ia mengamalkan beberapa sebab utk menjaga diri dari Dajjal dan fitnahnya. Di antara amalan tersebut:
1. Minta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kejelekan fitnah memperbanyak minta perlindungan dari terutama setelah tasyahud akhir. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُوْلُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
“Jika salah seorang kalian selesai dari tasyahud akhir mintalah perlindungan dari empat perkara: ‘Ya Allah aku berlindung kepadamu dari adzab jahannam dari adzab kubur dari fitnah waktu hidup dan waktu mati dan dari kejahatan fitnah Dajjal’.”
2. Menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنْ الدَّجَّالِ
“Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal.”
3. Menjauhi tdk mendatangi kecuali seorang yg yakin tdk akan terkena mudarat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ مِنْهُ فَإِنَّ الرَّجُلَ يَأْتِيْهِ وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَلاَ يَزَالُ بِهِ لِمَا مَعَهُ مِنْ الشُّبَهِ حَتَّى يَتَّبِعَهُ
“Barangsiapa mendengar Dajjal hendak menjauh darinya. Demi Allah sungguh ada seorang yg mendatangi merasa diri beriman tapi kemudian mengikuti Dajjal dikarenakan syubhat-syubhat yg dilontarkan Dajjal.”
4. Tinggal di Makkah dan Madinah
Karena kedua adl negeri yg aman tdk bisa dimasuki Dajjal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلاَّ سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلاَّ مَكَّةَ وَالْمَدِيْنَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلاَّ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ صَافِّيْنَ يَحْرُسُوْنَهَا
“Tidak ada satu negeri pun kecuali akan dimasuki Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Dia tdk mendapati celah/ jalan masuk kecuali pada ada malaikat yg berbaris menjaganya.”
Dan termasuk yg terjaga dari Dajjal juga adl Masjidil Aqsha serta bukit Tursina
Dari nash-nash yg kita dapatkan tentang Dajjal kita dapatkan kesimpulan:
1. Luas rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya krn Dia telah membekali mereka dgn senjata yg bisa mematahkan hujjah dan fitnah Dajjal. Ini terwujud dgn penjelasan sifat-sifat yg menunjukkan kedustaan kaum mukmin diberi kemampuan utk membaca apa yg tertulis di kening Dajjal yg menunjukkan kekufurannya. Juga Allah Subhanahu wa Ta’ala bimbing kita utk menghafal sepuluh ayat pertama dlm surat Al-Kahfi sebagai tameng dari Dajjal.
2. Dajjal adl sosok manusia yg telah sangat jelas sifat-sifat sebagai manusia. Ini membantah ucapan orang sesat dan ahlul bid’ah yg menyatakan Dajjal hanyalah sosok fiktif belaka atau hanyalah simbol dari tersebar kerusakan.
3. Dajjal mempunyai sifat dan fitnah-fitnah yg telah digambarkan dgn rinci: keluar di akhir jaman muncul dari arah Syam tinggal selama 40 hari diberi kemampuan mematikan dan menghidupkan membawa surga dan neraka tertulis di antara dua mata ك ف ر dan sifat lainnya. Ini membantah ucapan yg menyatakan bahwa Dajjal adl Sri Sathya Sai Baba dari India atau kiasan dari kemajuan serta fitnah Eropa.
Wa akhiru da’wana anil hamdulillahi Rabbbil ‘alamin.

1 dlm hal ini terdapat perbedaan riwayat sebagian menyatakan yg kiri dan sebagaian menyatakan yg kanan. Sebagian ulama mengkompromikan riwayat-riwayat tersebut dgn mengatakan bahwa mata yg kanan terhapus dan tdk bercahaya sedangkan pada mata yg kiri terdapat sepotong daging yg menonjol.

Sumber: www.asysyariah.com


ibnu qathan ayat alquran mengenai dajjal