Syaikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin 1. BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DI SELURUH AMALAN DAN PERKATAAN YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYIAllah Ta’la berfirman :Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dgn mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam agama yg lurus* dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yg demikian Itulah agama yg lurus. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai Allah tetapi ketakwaan dari kamulah yg dapat mencapainya. .Katakanlah: Jika kamu menyembunyikan apa yg ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya pasti Allah Mengetahuinya. Dan Allah mengetahui apa-apa yg ada di langit dan apa-apa yg ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” .Niat tempatnya adl di hati maka tidak boleh melafadzkannya dgn lesan pada seluruh amalan. Untuk itu siapa saja melafadzkan niat ketika hendak ingin sholat atau puasa haji wudhu’ atau yg lainnya maka berarti dia telah membikin amalan baru yg tidak ada asalnya dari agama Allah.Karena Nabi selalu berwudhu’ sholat bershodaqoh puasa dan amalan yg lainnya dan Beliau tidak melafadzkan niat hal tersebut dikarenakan tempatnya niat adl di hati. Sementara Allah Maha mengetahui apa yg ada di hati dan tidak ada sedikitpun yg tersembunyi bagi-Nya.

Sebagaimana ayat yg dibawakan oleh imam An Nawawi yaituKatakanlah: Jika kamu menyembunyikan apa yg ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya pasti Allah Mengetahuinya. Dan Allah mengetahui apa-apa yg ada di langit dan apa-apa yg ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” .Wajib bagi manusia utk mengikhlaskan niatnya hanya krn Allah dalam seluruh ibadahnya.

Dan jangan meniatkannya kecuali krn wajah Allah dan mengharap negeri akherat.Demikianlah yg Allah perintahkan dalam firmannya :Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dgn mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam agama yg lurus* dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yg demikian Itulah agama yg lurus. Lurus berarti jauh dari syirik dan jauh dari kesesatan.Dan sudah semestinya bagi manusia utk senantiasa menghadirkan niat pada seluruh amalannya. Misalnya dia berniat hendak berwudhu maka ia niat berwudhu krn Allah dan ia berwudhu’ karena menjalankan perintah Allah. Maka hal ini meliputi 3 perkara :1. Niat suatu ibadah 2. Niatnya krn Allah3. Niat menjalankannya krn perintah AllahInilah keadaan yg sempurna berkaitan dgn niat begitu juga ketika hendak sholat dan amalan-amalan yg lainnya.Al Imam An Nawawi menyebutkan beberapa ayat yg kesemuanya menunjukkan bahwa niat tepatnya adl di hati dan Allah maha mengetahui niat tiap hamba-Nya. Bisa saja dia beramal suatu amalan yg nampak dihadapan manusia sebagai amalan yg sholih padahal amalan tersebut ternyata rusak dikarenakan dirusak oleh niatnya sebab Allah maha tahu apa yg ada dalam hati.Seorang manusia tidaklah diberi balasan nanti di hari qiamat kecuali berdasarkan apa yg ada dalam hatinya berdasarkan firman Allah :Sesungguhnya Allah benar-benar Kuasa utk mengembalikannya . Pada hari dinampakkan segala rahasia* Maka sekali-kali manusia tidak memiliki satu kekuatanpun dan tidak seorang penolong. Yaitu dihari yg akan dikabarkan seluruh isi hati manusia.Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yg ada di dalam kubur Dan dilahirkan apa yg ada di dalam dada” Maka di akherat pahala dan siksa dan adanya penilaian berdasarkan apa yg dihati. Adapun didunia maka penilaian itu berdasarkan yg dhohir maka bermuamalah dgn manusia dgn dasar dhohir keadaan mereka. Akan tetapi dhohir yg nampak ini jika sesuai dengan apa yg ada pada bathinnya maka menjadi baiklah yg dhohir dan yg batin tersebut yang tersembunyi maupun yg terangan-terangan. Namun jika menyelisihi sehingga hatinya menjadi persembunyian atas niat yg rusak maka betapa besar kerugian yg akan ditanggungnya. Dia beramal hingga capek sementara tidak ada hasil dan bagian yg diperolehnya sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits shohih dari Nabi bersabda {Hadits Qudsi}:قال الله تعالى : أنا أغنى الشركاء عن الشرك من عمل عملا أشرك فيه معي غيري تركته و شركه تخريج السيوطي: عن أبي هريرة. تحقيق الألباني : انظر حديث رقم: 4313 في صحيح الجامع.‌“Sesungguhnya Allah berfirman : aku tidak butuh adanya sekutu-sekutu maka barang siapa yg beramal suatu amalan yg dia menyekutukan aku dgn yg selainku maka aku akan tinggalkan dia dan sekutunya.” Maka demi Allah wahai saudaraku tetapilah ikhlas krn Allah.Ketahuilah syaithon senantiasa mendatangimu ketika engkau ingin beramal kebaikan dgn berkata : sesungguhnya kamu beramal ini tidak lain krn ria ! Kemudian dgn sebab bisikan tersebut kamu hilangkan keinginanmu utk beramal.Yang benar hendaknya kamu tidak usah memperdulikan bisikan itu dan jangan kamu ikuti syaithon tersebut maka tetaplah beramal krn kalau engkau ditanya apakah kamu sekarang beramal ini krn ria atau sum’ah ? jawablah : bukan. Jadi itu tadi adl was-was yg disusupkan oleh syaithon didalam hati kamu maka jangan kamu pedulikan.
sumber : file chm Darus Salaf 2


HADIST tentang amalan yang tersembunyi puasa ALLAH maha tahu apa yang ada sesungguhnya didalam hati hambanya