Fatawa Al Jami’ah Lil Mar’ah Al-Muslimah Bab Nikah wa ThalaqHukum seseorang yg menikahkan anak perempuannya dgn seorang pria semata hanya untuk mengharap wajah Allah tanpa mengambil mahar ..Hukum seseorang yg menikahkan anak perempuannya dgn seorang pria semata hanya untuk mengharap wajah Allah tanpa mengambil mahar ..Masalah 474:Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya:Apakah boleh bagi seorang muslim utk menikahkan anak perempuannya semata hanya utk mengharap wajah Allah Azza wa Jalla tanpa mengambil mahar dalam hal tersebut?Jawaban:Haruslah di dalam sebuah pernikahan itu terdapat mahar berdasarkan firman Allah Azza wa Jalla:“…Dan dihalalkan bagi kamu selaian yg demikian itu yaitu mencari isteri-isteri dgn hartamu… Berdasarkan pula sabda Nabi : di dalam hadits Sahl bin Sa’d yg keshahihannya disepakati oleh Al-Bukhari dan Muslim yg ditujukan kepada seseorang yg meminang seorang wanita yg telah menawarkan diri kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Carilah olehmu mahar meskipun cincin dari besi. Bila seseorang menikah tanpa tuntutan mahar maka wajib diberikan kepada sang wanita sebuah mahar yg sebanding dan dibolehkan pula seseorang menikah dgn mahar berupa mengajari calon istrinya suatu ayat dari Al-Quran atau suatu hadits maupun sebuah ilmu yg bermanfaat.

Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahkan orang tersebut dgn wanita yg menawarkan dirinya itu dgn mahar berupa mengajari wanita itu ayat-ayat Al-Qur’an ketika orang tersebut tidak memiliki harta. Mahar adl hak bagi wanita maka ketika ia mau toleran untuk memberikan mahar setelah itu sementara ia dalam keadaan memiliki kesadaran penuh maka hal itu sah berdasarkan firman Allah Azza wa Jalla: Berikanlah maskawin kepada wanita sebagai pemberian dgn penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati maka makanlah pemberian itu yg sedap lagi baik akibatnya Referensi : Buku “Fatwa-fatwa Ulama Ahlus Sunnah Seputar Pernikahan Hubungan Suami Istri dan Perceraian” Penerbit Qaulan Karima Purwokerto. Hal. 14-15}
sumber : file chm Darus Salaf 2


syarat syarat sah nikah sahnya perkawinan menurut islam