“Hai orang-orang yg beriman taatilah Allah dan taatilah rasul-Nya dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah hal itu kepada Allah dan rasul-Nya jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lbh utama dan lbh baik akibatnya.” Beberapa hikmah yg dapat kita pahami dan pedomani dari ayat ini adl sebagai berikut.

    Allah SWT menyeru hamba-hamba-Nya yg beriman dgn seruan “Hai orang-orang yg beriman” sebagai suatu pemuliaan bagi mereka krn merekalah yg siap menerima perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Dengan seruan iman mereka pun menjadi semakin siap menyambut tiap seruan Allah SWT.

    Kewajiban taat kepada Allah dan kepada Rasul-Nya adl dgn melaksanakan perintah-perintahnya serta larangan-larangan-Nya.

    Kaum muslimin harus taat kepada ulil amri apabila dalam memerintah mereka menyeru kepada yg makruf dan mencegah yg munkar. Akan tetapi jika mereka menyuruh kepada hal-hal yg dapat melalaikan kewajiban utk taat kepada Allah atau bahkan menyuruh perbuatan yg melanggar aturan Allah maka tiap kita kaum muslimin tidak boleh menaatinya. Rasulullah saw telah bersabda yg artinya “Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam hal yg makruf dan tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam maksiat terhadap sang Khaliq .

    Jika terjadi perbedaan pendapat di antara kaum muslimin atau antara mereka dgn ulil amri atau sesama ulil amri maka wajib baginya mengembalikan persoalan itu kepada Allah dan Rasul-Nya yaitu dgn merujuk kepada kitabullah dan sunnah rasul-Nya.

    Jika benar-benar beriman seseorang hanya akan kembali kepada kitabullah dan sunnah rasul-Nya dalam menyelesaikan segala perkara dan tidak akan berhukum kepada selain keduanya. Jika tidak maka iman seseorang dapat diragukan dari ketulusannya.

    Jika seseorang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir ia akan taat kepada Allah dan Rasul-Nya krn ia mengimani benar bahwa Allah sesungguhnya Maha Mengetahui segala sesuatu baik yg nampak maupun yg tersembunyi. Iman kepada hari akhir akan membuta seseorang berpikir akan akibat segala perbuatannya yg dilakukannya di dunia. Pada hari akhir seluruh amal anak adam akan dibalas jika baik maka baik pula balasannya; jika buruk maka buruk pula balasannya. Boleh jadi seseorang dapat menghindari hukuman di dunia namun tidak akan dapat seseorang menghindar dari hukuman akhirat.

    Dalam hal taat dan mengembalikan segala perselisihan kepada Allah dan Rasul-Nya terdapat kebaikan bagi orang-orang mukmin baik di dunia maupun di akhirat. Akibatnya lbh baik bagi mereka daripada bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya atau kembali kepada selain-Nya.

    Perlu kita ketahui bahwa apabila manusia berlepas diri dari hukum Allah niscaya mereka menjadi budak-budak setan dan hwa nfsu (**) . Hal itu akan membuat seseorang dapat berhenti berselisih. Seseorang ingin mendapatkan kebebasan mutlak tetapi yg terjadi justru adl menjadi budak setan dan hwa nfsu (**) nya. Sekian wallohu a’lam. Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

    sumber file al_islam.chm


taat kepada allah rasul Maksut hadis tentang taat kepada allah dan rasul nya