Tata Cara Penyembelihan Kurban” ketegori Muslim. Tata Cara Penyembelihan Kurban

Shidiq Hasan Khan

Halaman dua dari tiga tulisan

3. Waktunya Setelah Melaksanakan Shalat Iedul Kurban

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

Artinya : Barangsiapa menyembelih sebelum shalat hendaklah menyembelih sekali lagi sebagai gantinya, dan siapa yang belum menyembelih hingga kami selesai shalat maka menyembelihlah dengan bismillah .

Terdapat dalam Shahihain. 17}

Dan di dalam shahihain dari hadits Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : Siapa yang menyembelih sebelum shalat maka hendaklah dia mengulangi . 18}

Berkata Ibnul Qayyim : Dan tidak ada pendapat seseorang dengan adanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang ditanya oleh Abu Burdah bin Niyar tentang seekor kambing yang disembelihnya pada hari Ied, lalu beliau berkata :

Artinya : Apakah sebelum shalat ? Dia menjawab : Ya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : Itu adalah kambing daging . 19}

Ibnu Qayyim berkata : Hadits ini shahih dan jelas menunjukkan bahwa sembelihan sebelum shalat tidak dianggap , sama saja apakah telah masuk waktunya atau belum. Inilah yang kita jadikan pegangan secara qath’i dan tidak diperbolehkan yang lainnya. Dan pada riwayat tersebut terdapat penjelasan bahwa yang dijadikan patokan adalah shalatnya Imam .

4. Akhir Waktunya Adalah Di Akhir Hari-hari Tasyriq

Berdasarkan hadits Jubair bin Mut’im dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda :

Artinya : Pada setiap hari-hari tasyriq ada sembelihan . 20} .

Di dalam Al-Muwatha’ dari Ibnu Umar :

Artinya : Al-Adha dua hari setelah dari Adha. 21}

Demikian pula dari Ali bin Abi Thalib. Dan ini pendapat Al-Hanafiah dan madzhab Syafi’iyah bahwa akhir waktunya sampai terbenamnya matahari dari akhir hari-hari tasyriq berdasarkan hadits Imam Al-Hakim yang menunjukkan hal tersebut. 22}

5. Sembelihan yang Terbaik adalah yang Paling Gemuk

Berdasarkan hadits Abu Rafi’ :

Artinya : Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bila berkurban, membeli dua gibas yang gemuk . 23} .

Dan dikeluarkan oleh Imam Bukhari dari hadits Abu Umamah bin Sahl berkata :

Artinya : Adalah kami menggemukkan hewan kurban di Madinah dan kaum Muslimin menggemukkan . 24}

Saya katakan, bahwa kurban yang paling afdhal adalah gibas yang bertanduk. Sebagaimana yang terdapat pada suatu hadits dari Ubadah bin Ash-Shamit dalam riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim dan Al-Baihaqi secara marfu’ dengan lafadzh :

Artinya : Sebaik-baik hewan kurban adalah domba jantan yang bertanduk . 25} . 26}

Al-Udhiyah yang dimaksud bukanlah Al-Hadyu. Dan terdapat pula nash pada riwayat Al-Udhiyah, maka nash wajib didahulukan dari qiyas , dan hadits : Domba jantan yang bertanduk , adalah nash diantara perselisihan ini.

Apabila dikhususkan berkurban dengan domba berdasarkan zhahir hadits, dan bila meliputi yang lainnya, maka termasuk yang dikebiri. Tetapi yang utama tidaklah dikhususkan dengan hewan yang dikebiri. Adapun penyembelihan kurban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa hewan yang dikebiri tidak menunjukkan lebih afdhal dari yang lainnya, namun yang ditunjuk pada riwayat tersebut bahwa berkurban dengan hewan yang dikebiri adalah boleh. 27}

6. Tidak Mencukupi Kurban Ada yang di bawah Al-Jadz’u 28}

Berdasarkan hadits Jabir dalam riwayat Muslim dan selainnya berkata : Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

Artinya : Janganlah engkau menyembelih melainkan musinnah kecuali bila kalian kesulitan maka sembelihlah Jadz’u . 29}

Dan dikeluarkan oleh Ahmad dan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : Sebaik-baik sembelihan adalah kambing Jadz’u . 30}

Dikeluarkan pula oleh Ahmad dan Ibnu Majah, Al-Baihaqi dan At-Thabrani dari hadits Ummu Bilal binti Hilal dari bapaknya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : Boleh berkurban dengan kambing Jadz’u . 31}

Di dalam shahihain dari hadits ‘Uqbah bin ‘Amir berkata :

Artinya : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membagi-bagi hewan kurban pada para shahabatnya, dan ‘Uqbah mendapatkan Jadz’ah. Lalu saya bertanya : Wahai Rasulullah, saya mendapatkan Jadz’u. Lalu beliau menjawab : Berkurbanlah dengannya . 32}

Jumhur berpendapat bahwa boleh berkurban dengan kambing Jadz’u. Dan barang siapa yang beranggapan bahwa kambing tidak memenuhi kecuali untuk satu atau tiga orang saja, atau beranggapan bahwa selainnya lebih utama maka hendaklah membawakan dalil. Dan tidaklah cukup menggunakan hadits Al-Hadyu sebab itu adalah bab yang lain. 33}

Footnote :

17. Lihat No. 10
18. Riwayat Bukhari, kitab Al-Adhahi, bab : Man dzahaba qubla as-shalah a’aada X/12/5561 dengan Fath Al-Bari. Dan Muslim, kitab Al-Adhahi, bab : Waqtuha XIII/35/No. 1962, dengan Syarh Nawawi, ini merupakan potongan hadits yang panjang.
19. Riwayat Muslim, bab : Waqt a-Adhahi XIII/35?no. 1961 dan lainnya.
20. Hadit ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad IV/82 dan lainnya. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Arnauth dalam tahqih Zaadul Maad oleh Ibnul Qayyim, dan beliau menyebutkan beberapa jalan dari riwayat ini. .
21. Riwayat Imam Malik di dalam Al-Muwatha’, kitab Adh-Dhahaya, bab Adh-Dhahiyatu ‘amma fil batnil mar’ah wa dzikir ayyamil adhaa II/38, At-Tanwir, dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar.
22. Perselisihan ulama dalam hal ini ma’ruf, lihat Subulus Salam IV/92. cet. Daarul Fikr.
23. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya VI hal 391,dari Abu ‘Amir dari Zuhair dari Abdullah bin Muhammad dari Ali bin Husain dari Abu Rafi’, bahwa Rasulullah bila hendak berkurban, membeli dua domba yang gemuk, ber-tanduk, dan sangat putih… al-hadits. Pada sanadnya terdapat perawi yang bernama Abdullah bin Muhammad bin Uqail, perawi ini dibicarakan oleh para ulama . Berkata Al-Hafidz : Shaduq, dalam haditsnya ada kelemahan dan dikatakan pula : berubah pada akhir nya. .
24. Dikeluarkan oleh Bukhari dalam shahihnya secara ta’liq X/7 bab: Udhiyatun Nabi bi kabsyaini aqranain. Dan atsar ini disambung sanadnya oleh Abu Nu’aim dalam Mustakhrij dari jalan Ahmad bin Hanbal dari Ubbad bin Al-’Awwam ber-kata : Mengabarkan kepadaku Yahya bin Sa’id Al-Anshari dari lafadznya : Adalah kaum muslimin salah seorang mereka membeli kurban, lalu menggemukkan nya dan menyembelihnya pada akhir Dzul Hijjah. .
25. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, bab : Karahiyatul Mughalah fil kafan III/3156, dari Ubadah bin Ash-Shamit. Dan Diriwayatkan pula oleh yang lainnya. Hadits ini di dha’ifkan Al-Abani dalam Dha’if al-Jami’ ash-Shagir No. 2881.
26. Ibnu Hajar mengatakan : dha’if tahqiq Abul Asybaal Al-Baakistani.
27. Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar : Setelah menyebutkan beberapa riwayat : Padanya terdapat dalil bolehnya mengebiri dalam berkurban, dan sebagian ahli ilmu membencinya karena mengurangi anggota badan. Namun ini bukanlah cacat karena mengebiri menjadikan dagingnya baik, dengan menghilangkan bau busuk. .
28. Al-Jadz’u, berkata Al-Hafidz : Yaitu sifat bagi umur tertentu dari hewan ternak. Maka dari kambing adalah yang berumur satu tahun menurut jumhur. Dan dikatakan pula, kurang dari itu. Kemudian berbeda pendapat dalam penentuannya. Dikatakan : berumur 6 bulan dan ada yang berkata 8 bulan dan dikatakan pula 10 bulan. At-Tirmidzi menukilkan dari Waki’ bahwa yang dimaksud adalah 6 atau 7 bulan . Berkata An-Nawawi : Al-Jadzu’ dari kambing adalah yang berumur setahun penuh. Ini yang shahih menurut madzhab kami. Ini yang paling masyhur menurut ahli bahasa dan lainnya . Dan Al-Hafidz berkata pula : Al-Jadz’u dari Ma’az adalah berumur masuk pada tahun kedua, sapi berumur 3 tahun penuh dan onta berumur lima tahun . Adh-Dha’n, berkata Ibnul Atsir dalam An-Nihayah : Adh-Dhawa’in : Jamak dari dha’inah, yaitu kambing yang berbeda dengan Ma’z . Di sini saya menyebut Dha’n dengan kambing sebagai pembeda dengan ma’z .
29. Riwayat Muslim, bab sinnul Udhiyah XIII/35/1963, Syarh Nawawi. Dan Ibnu Majah, bab : maa Tafzi’u minal adhahi No. 3141. Namin hadits ini di dha’ifkan oleh syaikh Al-Albani karena pada sanadnya terdapat perawi yang bernama Abu Zuhair dan ia mudallis, riwayatnya tidak diterima kecuali bila menjelaskan bahwa dia mendengar dari syaikhnya Lihat penjelasan panjang di Dha’if Ibnu Majah No. 676, hal 248, dan Irwa’ul Ghallil 1145, Silsilah Hadits Dha’ifah juz I halaman 91. Al-Musinnah : adalah gigi seri dari tiap sesuatu, berupa onta, lembu, kambing dan lainnya. .
30. Hadits ini di Dha’ifkan oleh Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil IV/1143 dan silsilah hadits dha’ifah I/64.
31. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, bab :maa Tajzi’u minal adhahi II/7/No. 3139 dan lainnya. Hadist ini di dha’ifkan oleh Al-Albani dalam dha’if Ibnu Majah No. 3139.
32. Bukhari, bab : Qismatul Imam Al-Adhahi bainan naas X/2/No. 5547, Al-Fath dan Muslim, bab : Sinnul Udhiyah XIII/2/No. 1965, An-Nawawi.
33. Al-Hadyu adalah apa yang disembelih menuju tanah haram dari binatang ternak. Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah : 196 .

Halaman dua dari tiga tulisan

Sumber Tata Cara Penyembelihan Kurban : http://www.salaf.web.id


ppt tentang udhiyah tata cara urban