Tauhid

penulis -
Syariah Kazanah 30 - April - 2003 09:11:16

Istilah tauhid memang telah menjadi istilah yg sangat populer di tengah masyarakat muslim. Namun tdk sedikit yg memahami dgn pemahaman yg salah.
Makna tauhid yg sebenar adl mengesakan Allah pada sesuatu yg menjadi kekhususan-Nya baik Rububiyah Uluhiyah atau Asma serta Sifat-sifat-Nya.

Rububiyah arti penciptaan alam kepemilikan serta pengaturannya. Uluhiyah arti ibadah sementara Asma dan Sifat arti nama-nama Allah serta sifat-sifat-Nya yg sangat baik dan agung sebagaimana yg Allah tetapkan dlm kitab-Nya atau yg Rasul-Nya tetapkan dlm hadits .

Inilah tauhid hakiki yg dibawa oleh para Rasul-rasul Allah. Namun banyak orang yg menyelewengkan dari makna yg hakiki ini sebagai contoh :
1. orang2 ahli filsafat menamakan ilmu kalam atau filsafat dan mantiq Yunani yg dipakai utk mempelajari permasalahan-permasalahan aqidah sebagai tauhid .
2. orang2 Mu’tazilah mendefinisikan kata tauhid dgn pembahasan seputar sifat-sifat Allah apa yg wajib untuk-Nya dan apa yg tidak. Walaupun pada akhir mereka mengingkari semua sifat Allah yg kemudian hal ini menjadi salah satu dari 5 prinsip mereka .
3. orang2 penganut tarekat Tasawuf khusus ekstrem mereka justru meyakini tauhid sebagai “wihdatul wujud “ yakni bersatu Allah dgn makhluk Nya. Menurut mereka tauhid ada 3 tingkatan:
a. Tauhid orang awam yaitu hanya beribadah kepada Allah tdk mempersekutukan-Nya.
b. Tauhid orang2 khusus hakekat adl tenggelam dlm tauhid Rububiyyah yakni meyakini Rububiyah Allah dan meniadakan sebab atau hikmah sebagaimana keyakinan orang2 Jabriyah.

c. Tauhid Khashatul Khasshah yaitu wihdatul wujud.

Sumber: www.asysyariah.com


klasifikasi pembahasan sifat allah asal kata tauhid dan arti