Teman Buat Anakku
Teman Buat Anakku
penulis Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah Bintu ‘Imran
Sakinah Permata Hati 30 - Januari - 2006 23:22:25
Setiap anak membutuhkan teman. Oleh krn itu menjadi kewajiban orang tua utk memilihkan teman yg baik bagi anak-anaknya.
Pendidikan anak ternyata tdk sebatas dlm lingkup keluarga semata. Ketika kematangan sosial anak terus bertambah bertambah pula ruang lingkupnya. Teman menjadi satu kebutuhan tersendiri bagi si anak. Teman bermain teman belajar di sekolah suatu saat menjadi bagian hidup seorang anak.
Pada saat itulah orang tua harus menyadari betapa penting pengawasan mereka terhadap anak-anak. Mengarahkan anak-anak memilihkan teman yg baik utk mereka menjadi kewajiban bagi tiap orang tua yg menghendaki keselamatan anak-anaknya. Tidak jarang terjadi orang tua yg telah berusaha menanamkan budi pekerti yg baik pada anak-anak di tengah keluarga mendapati anak menjadi seorang yg bengal dan rusak akibat salah bergaul dgn teman-temannya.
Ini tidaklah mengherankan krn bagaimanapun teman akan memberikan pengaruh yg besar terhadap diri seseorang. Sebagaimana Rasulullah n
memperingatkan hal ini dlm ucapan beliau yg disampaikan oleh Abu Hurairah z
:
الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang itu berada di atas agama teman mk hendaklah tiap kalian memperhatikan siapa yg dia jadikan teman.”
Oleh krn itu siapa saja yg diridhai agama dan akhlak hendak dijadikan teman dan siapa yg tdk seperti itu hendak dijauhi krn tabiat itu akan saling meniru.
Rasulullah n
memberikan gambaran yg jelas tentang perbedaan antara teman yg baik dan teman yg jelek. Beliau n
bersabda:
مَثَلُ الْجَلِيْسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيْسِ السُّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ المِسْكِ وَكِيْرِ الْحَدَّادِ: لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ المِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيْهِ أَوْ تَجِدَ رِيْحَهُ، وَكِيْرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَيْتَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيْحًا خَبِيْثَةً
“Perumpamaan teman duduk yg baik dan teman duduk yg jelek seperti penjual misik dan pandai besi. Tidak lepas dirimu dari penjual misik bisa jadi engkau membeli dari atau pun engkau mendapati bau harumnya. Sementara pandai besi bisa jadi dia membakar rumah atau bajumu atau engkau dapati bau yg tdk sedap darinya.”
Dalam ucapan Rasulullah n
ini terkandung keutamaan duduk bersama orang2 yg shalih yg memiliki kebaikan muru`ah akhlak yg mulia wara’ ilmu serta adab. Juga terkandung larangan duduk bersama orang2 yg jelek ahlul bid’ah orang yg suka menggunjing orang lain atau sering melakukan perbuatan fajir banyak menganggur dan berbagai macam perbuatan tercela lainnya.
Inilah sabda Rasulullah n
yg di dlm terkandung larangan duduk bersama orang yg dapat mengakibatkan kerugian pada agama maupun dunia serta anjuran utk duduk bersama orang yg dapat diambil manfaat bagi agama dan dunia.
Dalam kitab-Nya yg mulia Allah k
memerintahkan hamba-hamba-Nya agar selalu bersama orang2 yg beriman dan senantiasa kembali kepada Allah k
serta menjauhi orang2 yg lalai dari mengingat Allah k
sehingga Allah k
menghukum mereka dgn dilupakan dari mengingat-Nya. Allah k
melarang hamba-hamba-Nya menaati orang seperti ini krn akan menggiring mereka utk mencontohnya. Allah k
berfirman:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهُ وَلاَ تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلاَ تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
“Dan sabarkanlah dirimu bersama orang2 yg senantiasa menyeru Rabb mereka pada pagi dan senja hari dgn mengharapkan wajah-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka krn mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah mengikuti orang yg hati-Nya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami serta mengikuti hawa nafsu sementara keadaan mereka sia-sia.”
Di dlm ayat ini didapati perintah utk bergaul dgn orang2 yg baik dan mengupayakan diri utk tetap bersama mereka serta bergaul dgn mereka walau mereka adl orang2 yg fakir. Karena bergaul bersama mereka membuahkan faidah yg tdk terhitung banyaknya.
Dengan begitu orang tua wajib mengarahkan anak-anak serta menekankan mereka utk memilih kawan teman duduk maupun teman dekat yg baik. Hendak orang tua menjelaskan kepada anak tentang manfaat di dunia dan di akhirat apabila duduk dan bergaul dgn orang2 shalih dan bahaya duduk dgn orang2 yg suka melakukan kejelekan ataupun teman yg jelek.
Sudah menjadi kewajiban orang tua utk mencari tahu tiap keadaan anak menanyakan tentang teman-temannya. Betapa banyak terjadi seorang anak yg jelek mengajak teman-teman utk berbuat kemungkaran dan kerusakan serta menghiasi perbuatan jelek dan dosa di hadapan teman-temannya. Padahal anak kecil seringkali meniru suka menuruti keinginan serta suka mencari pengalaman baru. Oleh krn itu orang tua hendak berupaya agar anak berteman dgn teman-teman yg baik dan shalih serta berasal dari keluarga yg baik. Di samping itu juga berupaya utk memuliakan teman-teman si anak agar mudah memberi bimbingan dan arahan pada mereka dan mereka pun akan bersikap lembut di hadapan orang tua.
Bila suatu ketika orang tua mendapati anak berbuat kejelekan dan kerusakan tdk mengapa orang tua berusaha mencari tahu tentang keadaan anaknya. Walaupun dgn hal itu mereka terpaksa melakukan salah satu bentuk perbuatan tajassus . Ini tentu saja dgn tujuan mencegah kejelekan dan kerusakan yg terjadi krn sesungguh Allah k
tak menyukai kerusakan.
Inilah kira sebuah kewajiban yg tdk boleh dilupakan oleh tiap orang tua. Hendak orang tua mengingat sebuah ucapan yg dituturkan oleh ‘Amr bin Qais Al-Mala`I v
:
إِنَّ الشَّابَّ لَيَنْشَأُ، فَإِنْ آثَرَ أَنْ يَجْلِسَ أَهْلَ العِلْمِ كَادَ أَنْ يَسْلَمَ، وَإِنْ مَالَ إِلَى غَيْرِهِمْ كَادَ أَنْ يَعْطَبَ
“Sesungguh pemuda itu sedang tumbuh. mk apabila dia lbh mengutamakan utk duduk bersama orang2 yg berilmu hampir-hampir bisa dikata dia akan selamat. Namun bila dia cenderung pada selain mereka hampir-hampir dia rusak binasa.”
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.
Sumber: www.asysyariah.com
Related Post:Tag : Abu Hurairah, Agama, Akhlak, Anakku, Anisah, Kalian, Krn, Meniru, Penulis, Permata, Rasulullah, Rusak, Sakinah, Saling, Siapa, Tabiat, Teman, Tiap, Ummu, Yg akibat baik dari teman anak dijauhi teman - temannya kejelekan temannya kepada kisah akibat bergaul yang baik dengan orang tua menjadi teman buat anak
You can leave a response, or trackback from your own site.
