Ulama Pelita dlm Kegelapan

penulis Al Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An Nawawi
Syariah Kajian Utama 05 - Februari - 2005 02:57:12

Waktu senantiasa mengikuti perjalanan umat manusia. Termasuk di dlm adl umat Islam yg kini telah sampai pada perjalanan yg demikian panjang. Hari demi hari minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun jarak antara mereka dgn zaman risalah semakin jauh. Jarak antara mereka dgn zaman keemasan umat ini telah demikian panjang sehingga kualitas mereka dgn kualitas umat yg hidup di masa keemasan itu pun demikian jauh berbeda. Sungguh melihat keadaan umat ini sekarang benar-benar membuat hati pilu dan dada sesak.
Kebodohan demikian merajalela para ulama Rabbani semakin langka dan semakin banyak orang bodoh yg berambisi utk menjadi ulama. Keadaan ini merupakan peluang besar bagi pelaku kesesatan utk menjerumuskan umat ke dlm kebinasaan.
Dulu di saat ilmu agama menguasai peradaban manusia dan ulama terbaik umat memandu perjalanan hidup mereka para pelaku kesesatan dan kebatilan seolah-olah tersembunyi di balik batu yg berada di puncak gunung dlm suasana malam yg gelap gulita. Namun ketika para penjahat agama tersebut melihat peluang mereka pun dgn sigap memanfaatkan peluang tersebut turun dari tempat “pertapaan” mereka dan menampilkan diri seakan-akan mereka adl para “penasihat yg terpercaya.”
Sekarang adl waktu yg tepat bagi mereka utk mengobrak-abrik kekuatan dan keyakinan kaum muslimin. Mereka menggelar permainan cantik saling mengoper kesesatan mereka. Kaum muslimin yg mayoritas kini berada dlm keterlenaan menjadi mangsa yg empuk buat mereka. Satu demi satu sampai akhir menjadi banyak gugur dlm amukan kesesatan tersebut. Para guru dgn merasa aman menggandeng tangan murid-murid menuju kegagalan hidup. Sementara orang tua dgn bangga melihat anak berjalan di tepi jurang menuju kehancuran dan kebinasaan.
Di masa-masa sekarang ini gambaran kebenaran menjadi kejahatan yg harus dilabrak dan dihanguskan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi bid’ah yg harus di kubur dan dimumikan. Tauhid menjadi lambang kesyirikan yg harus ditumbangkan dgn segala cara. Situasi dan kondisi kini telah berubah. Para pengikut kebenaran menjadi asing di tengah-tengah kaum muslimin. Kebatilan menjadi Al-Haq dan Al-Haq menjadi batil berikut terasing orang yg bertauhid dan mengikuti sunnah. Di sinilah letak ‘kehebatan’ para penyesat dlm mengubah kebenaran hakekat agama sehingga kaum muslimin menjalankan agama ini bagaikan robot yg berjalan membawa anggota badannya.
Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya dan tdk akan membiarkan para pelaku dan penyebar kesesatan itu merusak agama dan menyesatkan mereka secara menyeluruh. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjanji di dlm Kitab-Nya dan di dlm Sunnah Rasul-Nya utk menjaga agama-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْناَ الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لحَاَفِظُوْنَ

“Sesungguh Kami yg telah menurunkan Ad-Dzikri dan Kami pula yg menjagannya.”

يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِئُوا نُوْرَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللهُ مُتِمُّ نُوْرِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

“Mereka berkeinginan memadamkan cahaya Allah dan Allah tetap akan menyempurnakan walaupun orang2 kafir itu benci.”

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ

“Dia-lah yg telah mengutus Rasul-Nya dgn petunjuk dan agama yg benar utk Allah menangkan atas seluruh agama.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kepada Khabbab bin Art radhiallahu ‘anhu:

وَاللهِ لَيُتِمَّنَّ اللهُ هَذَا اْلأَمْرَ حَتَّى يَسِيْرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعاَءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ لاَ يَخاَفُ إِلاَّ اللهَ وَالذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُوْنَ

“Demi Allah Allah akan benar-benar menyempurnakan urusan-Nya sehingga orang yg berkendaraan dari Shan’a1 menuju Hadhramaut tdk takut melainkan hanya kepada Allah atau kepada serigala yg akan menerkam kambing akan tetapi kalian tergesa-gesa.”

Bentuk pemeliharaan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap agama-Nya
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Segala puji bagi Allah tidaklah seseorang melakukan kebid’ahan melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn pemberian ni’mat-Nya membangkitkan orang yg akan membongkar kebid’ahan tersebut dan akan melumatkan dgn kebenaran. Dan ini merupakan perwujudan dari firman-Nya: “Sesungguh Kami yg telah menurunkan Adz-Dzikr dan Kami pula yg akan menjaganya.” Inilah bentuk pemeliharaan Allah terhadapnya.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يَبْعَثُ فِيْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهاَ دِيْنَهاَ

“Sesungguh Allah akan membangkitkan di tiap awal seratus tahun orang yg akan memperbaharui agama umat ini.”
Dari sini diketahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kemurniaan agama-Nya dari rongrongan para perusak agama dgn mengangkat ulama pada tiap generasi yg akan menjadi pembimbing umat ini.
Abu Muslim Al-Khaulani rahimahullah mengatakan: “Ulama di muka bumi ini bagaikan bintang-bintang di langit. Apabila muncul manusia akan diterangi jalan dan bila gelap manusia akan mengalami kebingungan.”
Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah mengatakan: “Telah sampai kepada kami bahwa Abu Dawud adl termasuk ulama dari ulama-ulama yg mengamalkan ilmu sehingga sebagian imam mengatakan bahwa Abu Dawud serupa dgn Ahmad bin Hanbal dlm hal bimbingan dan kewibawaan. dlm hal ini Ahmad menyerupai Waki’ dlm hal ini pula Waki’ menyerupai Sufyan dan Sufyan menyerupai Manshur dan Manshur menyerupai Ibrahim Ibrahim serupa dgn ‘Alqamah dan ‘Alqamah dgn Abdullah bin Mas’ud. ‘Alqamah berkata: “Ibnu Mas’ud menyerupai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm bimbingan dan arahannya.”
Dalam tiap generasi dan jaman Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih sejumlah orang yg dikehendaki-Nya sebagai pelita dan lentera kegelapan dan perahu dlm mangarungi lautan yg diliputi guncangan ombak dahsyat sebagai tali penghubung antara diri-Nya dgn para hamba-Nya. Sebagai penunjuk jalan dan pemandu dlm perjalanan tiap insan menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka adl ulama.

Kedudukan Ulama
Permbahasan ulama kedudukan mereka dlm agama berikut di hadapan umat merupakan permasalahan yg menjadi bagian dari agama. Mereka adl orang2 yg menjadi penyambung umat dgn Rabb agama dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adl sederetan orang yg akan menuntun umat kepada cinta dan ridha Allah menuju jalan yg dirahmati yaitu jalan yg lurus. Oleh krn itu ketika seseorang melepaskan diri dari mereka berarti dia telah melepaskan dan memutuskan tali yg kokoh dgn Rabb agama dan Rasul-Nya. Ini semua merupakan malapetaka yg dahsyat yg akan menimpa individu ataupun sekelompok orang Islam. Berarti siapapun atau kelompok mapapun yg mengesampingkan ulama pasti akan tersesat jalan dan akan binasa.
Al-Imam Al-Ajurri rahimahullah dlm muqaddimah kitab Akhlaq Al-Ulama mengatakan: “Amma ba’du sesungguh Allah dgn nama-nama-Nya yg Maha Suci telah mengkhususkan beberapa orang dari makhluk yg dicintai-Nya lalu menunjuki mereka kepada keimanan. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memilih dari seluruh orang2 yg beriman yaitu orang2 yg dicintai-Nya dan setelah itu memberikan keutamaan atas mereka dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan As-Sunnah mengajarkan kepada mereka ilmu agama dan tafsir Al-Qur’an yg jelas. Allah Subhanahu wa Ta’ala utamakan mereka di atas seluruh orang2 yg beriman pada tiap jaman dan tempat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat mereka dgn ilmu menghiasi mereka dgn sikap kelemahlembutan. Dengan keberadaan mereka diketahui yg halal dan haram yg hak dan yg batil yg mendatangkan mudharat dari yg mendatangkan manfaat yg baik dan yg jelek. Keutamaan mereka besar kedudukan mereka mulia. Mereka adl pewaris para nabi dan pemimpin para wali. Semua ikan yg ada di lautan memintakan ampun buat mereka malaikat dgn sayap-sayap menaungi mereka dan tunduk. Para ulama pada hari kiamat akan memberikan syafa’at setelah para Nabi majelis-majelis mereka penuh dgn ilmu dan dgn amal-amal mereka menegur orang2 yg lalai.
Mereka lbh utama dari ahli ibadah dan lbh tinggi derajat daripada orang2 zuhud. Hidup mereka merupakan harta ghanimah bagi umat dan mati mereka merupakan musibah. Mereka mengingatkan orang2 yg lalai mengajarkan orang2 yg jahil. Tidak pernah terlintas bahwa mereka akan melakukan kerusakan dan tdk ada kekhawatiran mereka akan membawa menuju kebinasaan. Dengan kebagusan adab mereka orang2 yg bermaksiat terdorong utk menjadi orang yg taat. Dan dgn nasihat mereka para pelaku dosa bertaubat.
Seluruh makhluk butuh kepada ilmu mereka. Orang yg menyelisihi ucapan mereka adl penentang ketaatan kepada mereka atas seluruh makhluk adl wajib dan bermaksiat kepada mereka adl haram. Barangsiapa yg mentaati mereka akan mendapatkan petunjuk dan barang siapa yg memaksiati mereka akan sesat. dlm perkara-perkara yg rancu ucapan para ulama merupakan landasan mereka berbuat. Dan kepada pendapat mereka akan dikembalikan segala bentuk perkara yg menimpa pemimpin-pemimpin kaum muslimin terhadap sebuah hukum yg tdk mereka ketahui. mk dgn ucapan ulama pula mereka berbuat dan kepada pendapat ulama mereka kembali.
Segala perkara yg menimpa para hakim umat Islam mk dgn hukum para ulama-lah mereka berhukum dan kepada ulama-lah merekalah kembali. Para ulama adl lentera hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala lambang2 sebuah negara lambang kekokohan umat sumber ilmu dan hikmah serta mereka adl musuh syaithan. Dengan ulama akan menjadikan hidup hati para ahli haq dan mati hati para penyeleweng. Keberadaan mereka di muka bumi bagaikan bintang-bintang di langit yg akan bisa menerangi dan dipakai utk menunjuki jalan dlm kegelapan di daratan dan di lautan. Ketika bintang-bintang itu redup mereka kebingungan. Dan bila muncul mereka melihat jalan dlm kegelapan.”
Dari ucapan Al-Imam Al-Ajurri t di atas jelas bagaimana kedudukan ulama dlm agama dan butuh umat kepada mereka serta betapa besar bahaya meninggalkan mereka.

Dalil-dalil tentang keutamaan ilmu dan ulama
1. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجاَتٍ

“Allah mengangkat orang2 yg beriman di antara kalian dan orang2 yg diberikan ilmu ke beberapa derajat.”
Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu berkata: “ ulama berada di atas orang2 yg beriman sampai 100 derajat jarak antara satu derajat dgn yg lain seratus tahun.”
2. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُولُوا الْعِلْمِ قَائِماً بِالْقِصْطِ

“Allah telah mempersaksikan bahwa tdk ada sesembahan yg benar melainkan Dia dan para malaikat dan orang yg berilmu dgn penuh keadilan.”
Al-Imam Badruddin rahimahullah berkata: “Allah memulai dgn diri lalu malaikat-malaikat-Nya lalu orang2 yg berilmu. Cukuplah hal ini sebagai bentuk kemuliaan keutamaan keagungan dan kebaikan .”
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah dlm Tafsir- mengatakan: “Di dlm ayat ini terdapat penjelasan tentang keutamaan ilmu dan ulama krn Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut mereka secara khusus dari manusia lain. Allah Subhanahu wa Ta’ala menggandengkan persaksian mereka dgn persaksian diri-Nya dan malaikat-malaikat-Nya. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan persaksian mereka sebagai bukti besar tentang ketauhidan Allah Subhanahu wa Ta’ala agama dan balasan-Nya. Dan wajib atas tiap makhluk menerima persaksian yg penuh keadilan dan kejujuran ini. Dan dlm kandungan ayat ini pula terdapat pujian kepada mereka bahwa makhluk harus mengikuti mereka dan mereka adl imam-imam yg harus diikuti. Semua ini menunjukkan keutamaan kemuliaan dan ketinggian derajat mereka sebuah derajat yg tdk bisa diukur.” .
Al-Qurthubi rahimahullah dlm Tafsir- mengatakan: “Di dlm ayat ini ada dalil tentang keutamaan ilmu dan kemuliaan ulama. mk jika ada yg lbh mulia dari mereka niscaya Allah akan menggandengkan nama mereka dgn nama–Nya dan nama malaikat-malaikat-Nya sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menggandengkan nama ulama.”
3. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لاَ يَعْلَمُوْنَ

“Katakan apakah sama antara orang yg berilmu dgn orang yg tdk berilmu.”
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Allah Subhanahu wa Ta’ala menafikan unsur kesamaan antara ulama dgn selain mereka sebagaimana Allah menafikan unsur kesamaan antara penduduk surga dan penduduk neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Katakan tidaklah sama antara orang yg berilmu dgn orang yg tdk berilmu.” sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Tidak akan sama antara penduduk neraka dan penduduk surga.” . Ini menunjukkan tinggi keutamaan ulama dan kemuliaan mereka.”
4. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ

“Maka bertanyalah kalian kepada ahli dzikir jika kalian tdk mengetahui.”
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah dlm Tafsir- mengatakan: “Sesungguh Allah telah memerintahkan kepada siapa saja yg tdk mengetahui utk kembali kepada mereka dlm segala hal. Dan dlm kandungan ayat ini terdapat pujian terhadap ulama dan rekomendasi utk mereka dari sisi di mana Allah memerintahkan utk berta kepada mereka.”
5. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا يَعْقِلُهَا إِلاَّ الْعَالِمُوْنَ

“Dan tdk ada yg mengetahui melainkan orang2 yg berilmu.”
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah dlm Tafsir- mengatakan: “Melainkan orang2 yg berilmu secara benar di mana ilmu sampai ke lubuk hatinya.”
6. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمآءُ

“Sesungguh yg takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.”
Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu mengatakan: “Sesungguh aku mengira bahwa terlupakan ilmu krn dosa kesalahan yg dilakukan. Dan orang alim itu adl orang yg takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Abdurrazaq mengatakan: “Aku tdk melihat seseorang yg lbh bagus shalat dari Ibnu Juraij. Dan ketika melihat aku mengetahui bahwa dia takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan bahwa mereka adl orang2 yg takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengkhususkan mereka dari mayoritas orang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguh yg takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya adl ulama sesungguh Allah Maha Mulia lagi Maha Pengampun.” . Ayat ini merupakan pembatasan bahwa orang yg takut kepada Allah adl ulama.”
7. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا أَبَدًا رَضِيَ اللهً عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

“Ganjaran mereka di sisi Allah adl jannah Adn yg mengalir di bawah sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya. Allah meridhai mereka dan mereka ridha kepada Allah demikian itu adl bagi orang yg takut kepada Rabbnya.”
Badruddin Al-Kinani rahimahullah berkata: “Kedua ayat ini mengandung makna bahwa ulama adl orang2 yg takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan orang2 yg takut kepada Allah adl sebaik-baik manusia. Dari sini disimpulkan bahwa ulama adl sebaik-baik manusia.”
Ucapan yg serupa dan semakna dibawakan oleh Ibnul Qayyim t dlm kitab Miftah Dar As-Sa’adah jilid 1 hal. 225.
8. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

“Barang siapa yg dikehendaki oleh Allah utk mendapatkan kebaikan mk Allah akan mengajarkan ilmu agama.”
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Hadits ini menunjukkan barangsiapa yg tdk dijadikan Allah faqih dlm agama-Nya menunjukkan bahwa Allah tdk mengijinkan kepada kebaikan.”
9. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ

“Ulama adl pewaris para nabi.”
Badruddin Al-Kinani rahimahullah mengatakan: “Cukup derajat ini menunjukkan satu kebanggaan dan kemuliaan. Dan martabat ini adl martabat yg tinggi dan agung. Sebagaimana tdk ada kedudukan yg tinggi daripada kedudukan nubuwwah begitu juga tdk ada kemuliaan di atas kemuliaan pewaris para nabi.”
Dan masih banyak dalil-dalil yg menjelaskan tentang kedudukan mereka dlm agama dan peran mereka dlm kehidupan umat.
Wallahu a’lam.

1 Sebagian ulama mengatakan bahwa yg dimaksud adl Shan’a di Syam dan sebagian yg lain mengatakan Shan’a di Yaman. Adapun Ibnu Hajar menguatkan pendapat yg kedua yaitu yg dimaksud adl Shan’a di Yaman.

Sumber: www.asysyariah.com

Related Post:
  • Adab dan Akhlak dlm Kesempurnaan Islam
  • Tidak Menyerupai Orang Kafir
  • Islam Di Antara Hantaman Badai Peradaban Kuffar
  • Keutamaan Ilmu dan Ulama
  • Perpecahan Umat Antara Kemestian dan Adzab
  • Bolehkah Menikahi Wanita Ahlul Kitab?
  • Adab-Adab Berpuasa
  • Hukum Ringkas Puasa Ramadhan
  • Sahur dan Berbuka
  • Mengurai Kesesatan Ihya` ‘Ulumiddin
  • Meraih Kepemimpinan dlm Agama
  • Beberapa Pelajaran Penting Perang Uhud, Bagian 4
  • Hukum Nikah Siri
  • Meraih Kebahagiaan Hakiki
  • Tawadhu’

  • Tag : , , , , , , , , , , , , , , , , , , , aa gym dan dzikr bintang & kegelapan kemuliaan ulama pendapat ulama tentang sungai dibawah laut tafsir nabi pelita yang menerangi
    You can leave a response, or trackback from your own site.