Untukmu Para Penuntut Ilmu

penulis¬†Ummu ‘Affan Nafisah bintu Abi Salim’
Sakinah Mutiara Kata 12 - Februari - 2004 00:38:36

Berikut ini adl nasihat berharga yg ditinggalkan oleh seorang ‘alim yg mulia yg kini telah tiada. Keharuman ilmu yg semerbak tetap dini’mati oleh para penuntut ilmu yg ingin meraup faidah dari Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz semoga Allah merahmatinya

Kuwasiatkan bagi seluruh kaum muslimin utk bertakwa kepada Allah  dan mempelajari agama di berbagai madrasah ataupun tempat menuntut ilmu agama lain dan hendak mereka berta kepada ulama mengenai hukum-hukum agama yg masih menjadi permasalahan bagi mereka krn Allah ta’ala berfirman:

“Dan bertanyalah kepada orang2 yg berilmu jika kalian tdk mengetahui.”
Rasulullah  bersabda:

“Barangsiapa yg Allah kehendaki kebaikan bagi mk Allah akan memahamkan dlm agama.”
Adapun perkara yg paling penting dlm menuntut ilmu adl membaca Al Qur’an Al Karim dan memahami makna serta mencurahkan perhatian dan mempelajari sunnah-sunnah Rasulullah  juga mengambil faidah dari kitab-kitab ahlus sunnah kitab tafsir Al Qur’an Al Karim dan kitab-kitab yg menerangkan hadits-hadits Nabi  buah karya para ulama yg terkenal dgn keilmuan kebaikan agama dan akidahnya. Rasul  bersabda:
“Sebaik-baik kalian adl orang yg mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”
Beliau  juga mengatakan:
“Barangsiapa menempuh jalan utk menuntut ilmu mk Allah akan memudahkan bagi jalan menuju surga. Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu dari rumah-rumah Allah mereka membaca Kitabullah dan saling mengajarkan di antara mereka kecuali akan turun kepada mereka ketenangan diliputi oleh rahmah dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka kepada siapa saja yg ada di sisi-Nya. Barangsiapa yg berlambat-lambat dlm amalan niscaya tdk akan bisa dipercepat oleh nasabnya.”
Telah diketahui bahwasa mempelajari syariat Allah -yang utk tujuan itulah manusia diciptakan- adl kewajiban yg paling penting. Allah telah memudahkan jalan utk menuntut ilmu bagi semua orang baik itu melalui siaran Idza’ah Al Qur’an Al Karim1 Nur ‘alad Darb2 maupun halaqah-halaqah ilmu yg diadakan di masjid atau melalui kajian intensif ilmiah dan media yg lain. Seorang mukmin ataupun mukminah wajib utk memperhatikan dan mengambil faidah dari di mana pun dia berada.
Yang perlu diperhatikan adl larangan menyimak segala sesuatu yg dapat merusak hati dan akhlak seperti nyanyian kaset-kaset yg menyimpang atau pun alat-alat musik. Semua ini merusak hati dan akhlak sehingga wajib utk memperingatkan dan menasihatkan utk meninggalkan dlm rangka mengamalkan firman Allah :
“Demi masa. Sesungguh manusia berada di dlm kerugian kecuali orang2 yg beriman dan beramal shalih dan orang2 yg saling berwasiat dgn al haq dan saling berwasiat di dlm kesabaran.”
Dan sabda Nabi :
“Agama ini adl nasihat.” Kemudian ditanyakan kepada beliau “Untuk siapa wahai Rasulullah?” Beliau mengatakan “Untuk Allah Kitab-Nya Rasul-Nya dan utk para imam kaum muslimin dan orang2 awam di kalangan mereka.”
Perkara yg harus diperhatikan sungguh-sungguh dan harus saling diwasiatkan oleh kaum muslimin semua adl menyeru manusia kepada Allah  dan memerintahkan mereka pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Karena hal ini merupakan sebab terbesar yg dapat memperbaiki hati dan masyarakat. Dengan kemuliaan mereka akan tampak dan kehinaan akan tertutupi. Dalil-dalil tentang hal ini sangatlah banyak di antara surat Al-‘Ashr dan hadits Ad-Diinu An-Nashihah di atas termasuk pula firman Allah :
“Dan saling tolong-menolonglah kalian di dlm kebaikan dan takwa dan janganlah kalian saling tolong-menolong dlm dosa dan permusuhan.”

“Dan orang laki2 yg beriman dan wanita yg beriman adl wali sebagian yg lain. Mereka saling memerintahkan kepada hal yg ma’ruf dan melarang kepada yg mungkar dan mereka mendirikan shalat dan mereka menunaikan zakat. Dan mereka menaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang2 selalu dirahmati oleh Allah. Sesungguh Allah Maha Mulia dan Maha Sempurna Hikmah-Nya.”
Dan sabda Nabi :
“Barangsiapa yg menunjukkan kepada kebaikan mk dia mendapatkan pahala semisal dgn orang yg melakukannya.”

“Barangsiapa di antara kalian yg melihat satu kemungkaran hendak ia mengubah dgn tangan apabila ia tdk mampu mk hendak ia mengubah dgn lisan namun apabila ia tdk mampu mk dgn hati dan ini adl selemah-lemah keimanan.”
Di samping itu masih banyak ayat-ayat serta hadits-hadits dlm masalah ini.
Tidak diragukan lagi bahwa kewajiban para pengajar lbh berat daripada kewajiban murid-muridnya. Wajib bagi mereka utk memperhatikan anak didik dan mengarahkan mereka agar memiliki akhlak mulia sifat-sifat yg terpuji serta mengamalkan apa yg telah mereka ketahui. Kewajiban para pengajar wanita adl bertakwa kepada Allah dlm mendidik murid-murid perempuan mereka dan mengajarkan kepada mereka akhlak mulia yg dilandasi oleh agama dan aqidah yg benar di dlm tiap pelajaran dan nasihat sehingga akan muncul generasi yg shalih dari kalangan para pelajar dan pengajar kelak di kemudian hari.
Kewajiban para pengajar merupakan sesuatu yg besar demikian pula dakwah kepada Allah ta’ala merupakan kewajiban yg besar bagi tiap orang. Oleh krn itu tiap orang yg berilmu wajib mengajari anak-anak serta keluarga dan selain mereka sesuai kemampuannya. Begitu pula tiap wanita yg berilmu wajib mengajari anak-anak saudara perempuan dan para wanita di sekelilingnya. Hendak ia mengambil kesempatan dlm pertemuan-pertemuan seperti walimah dan yg lain utk berdakwah kepada Allah dan memerintahkan perkara yg ma’ruf serta mencegah dari perkara-perkara yg mungkar memberikan peringatan kepada kaum mengajari serta memberi petunjuk kepada mereka. Ketika melihat saudara ber-tabarruj3 di hadapan laki2 atau di jalanan hendak ia melarang dan memperingatkan dari perbuatan seperti itu. Ia harus pula memperingatkan anak-anak saudara-saudara perempuan ataupun tetangga dan selain mereka dari rasa malas menunaikan shalat mengajak mereka utk melakukan kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran. Inilah kewajiban tiap orang sebagaimana Allah  berfirman:
“Dan laki2 yg beriman dan perempuan yg beriman sebagian mereka adl wali bagi sebagian yg lain.”
Makna / auliya disini adl bahwasa mereka saling mencintai krn Allah sehingga mereka tdk saling bermusuhan. Seorang mukmin adl wali bagi saudara sesama muslim demikian juga seorang mukminah adl wali bagi bagi saudara yg muslim. Mereka harus saling memerintahkan pada kebaikan dan memperingatkan dari kemungkaran saling menasihati krn Allah. Dengan demikian seorang suami seharus memerintahkan istri kepada perkara yg ma’ruf dan melarang dari perkara yg mungkar demikian pula yg dilakukan seorang istri. Ketika melihat suami melalaikan shalat meminum minuman yg memabukkan merokok atau memotong jenggot mk ia mengatakan kepada suami “Bertakwalah kepada Allah tdk sepantas kau melakukan hal ini. Bagaimana bisa engkau menyukai perbuatan jelek seperti itu? Bagaimana bisa engkau bermaksiat terhadap Rabbmu?”
Hendak dia menyampaikan ucapan dgn kata-kata yg lembut dan cara yg baik. Jangan sampai ia merasa sungkan ataupun bosan. Demikian pula semesti yg dia tunaikan terhadap ayah saudara ibu tetangga maupun teman-temannya. Inilah yg wajib dilaksanakan oleh tiap muslimin dan muslimat di mana pun mereka berada dan apa pun profesi mereka. Hal ini adl kewajiban mereka sesuai kemampuan dan ilmu yg mereka miliki.
Aku memohon kepada Allah dgn seluruh nama-nama-Nya yg terpuji dan sifat-sifat-Nya yg tinggi agar Dia memberi taufik kepada kita beserta seluruh kaum muslimin menuju perkara-perkara yg diridhai-Nya menunjukkan kepada kita jalan-Nya yg lurus dan menganugerahkan pemahaman dan kekokohan dlm agama. Semoga kita dikaruniai taufik utk menegakkan kewajiban dlm ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dan saling menasihati kepada Allah dan hamba-hamba-Nya. tdk luput aku wasiatkan kepada seluruh kaum muslimin agar mereka berdoa bagi saudara yg jauh yg tdk di hadapan dan hendak mendoakan para pemimpin di dlm shalat atau ketika akhir malam agar mendapatkan taufik dan hidayah serta kebaikan dan perbaikan.
Pemerintah sangatlah membutuhkan doa agar Allah memperbaiki mereka dan memperbaiki keadaan masyarakat dgn ada mereka serta memberi petunjuk kepada mereka dan memberi petunjuk kepada masyarakat dgn keberadaan mereka. Oleh sebab itu mereka pantas utk mendapatkan doa. Bagi para pemimpin negeri ini dan seluruh pemimpin kaum muslimin di mana pun berada doakanlah mereka dgn kebaikan taufik dan hidayah. Doakanlah pula anak dan istri kalian juga selain mereka agar mendapatkan petunjuk taufik kebaikan taubat yg nashuha.
Allah  berfirman:

“Katakanlah inilah jalanku.”
Maknanya: Katakanlah wahai Muhammad inilah jalanku di mana aku dan para pengikutku menyeru kepada Allah di atas bashirah .
Demikianlah para pengikut Nabi  baik dari kalangan laki2 maupun perempuan mereka menyeru manusia kepada Allah di atas bashirah memperingatkan manusia dari bermaksiat kepada-Nya dan mereka memberi bimbingan kepada manusia menuju kebaikan. Allah  berfirman:

“Serulah manusia kepada jalan Rabbmu dgn hikmah dan nasehat yg baik dan bantahlah mereka dgn cara yg lbh baik.”
Ayat ini tdk terkhususkan bagi laki2 tanpa mencakup wanita ataupun sebalik tetapi merupakan kewajiban bagi mereka semua sekadar ilmu dan kemampuan mereka sebagaimana firman-Nya:

“Bertakwalah kalian kepada Allah semampu kalian.”
Para ulama serta para pengajar memiliki kewajiban besar demikian pula para pemuka dan tokoh masyarakat. Kewajiban mereka lbh berat dibanding yg lain sesuai kemampuan ilmu dan kekuatan mereka. Hendak tiap muslim mengetahui perkara yg menjadi kewajiban dan memperhatikan kewajiban tersebut serta mendekatkan diri dan bertakwa kepada Allah dlm hal tersebut. Kita berada di akhir zaman di mana Islam semakin asing sehingga wajib bagi kita utk saling bahu-membahu dan saling tolong-menolong dlm kebaikan dan kebenaran.
Kami memohon taufik kepada Allah dan memohon hidayah serta kekokohan dan kesudahan yg baik bagi seluruh kaum muslimin. Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua menuju perkara yg diridhai-Nya dan semoga Ia memberi petunjuk kepada kita menuju jalan-Nya yg lurus. Sesungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat. Dan shalawat serta salam kepada Nabi kita Muhammad  para shahabat beliau dan orang2 yg mengikuti beliau dgn baik hingga hari kiamat.

Sumber: www.asysyariah.com


hadits barangsiapa allah kehendaki baik ayat tentang akhlak mulia dan terpuji