Pemikiran Westernisasi adl sebuah arus besar yg mempunyai jangkauan politik sosial kultural dan teknologi. Arus ini bertujuan mewarnai kehidupan bangsa-bangsa terutama kaum muslimin dgn gaya Barat. Dengan cara menggusur kepribadian Muslim yg merdeka dan karakteristiknya yg unik. Kemudian kaum muslimin dijadikan tawanan budaya yg meniru secara total peradaban Barat. Sekarang kebudayaan bangsa Indonesia sudah meniru kebarat-baratan. Usaha mereka telah berhasil. Apalagi ditunjang dgn tampilnya acara-acara TV yg terlalu berkiblat pada peradaban Barat. Kini jati diri kepribadian Muslim hanya tampak pada sebagian kecil ummat. Bangga dgn kebiasaan dan adat orang-orang non muslim sementara dgn adatnya sendiri merasa risih dan malu sudah nampak jelas di sebagian kalangan ummat Islam.

SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA

Pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 orang-orang yg berpandangan Timur di dunia Islam mulai memodernisasi dan memperkuat tentara mereka dgn cara mengirim kader-kadernya ke negara-negara Eropa atau dgn mendatangkan para ahli dari Barat utk mengajar dan membuat perencanaan bagi kebangkitan modern. Hal ini dilakukan dalam rangka menghadapi usaha keras orang-orang Barat dalam memperluas pengaruh kolonialisme mereka sesudah masa kebangkitan Eropa.

Sultan Mahmud II telah menguasai janisari Osmaniyah tahun 1826 M dan menginstruksikan kepada orang-orang militer dan sipil supaya memakai pakaian Eropa.

Tahun 1255 H/1839 M Abdul Majid salah seorang pengusa kesultanan Osmani mengedarkan sebuah brosur yg isinya memperbolehkan non muslim menjadi anggota dinas militer.

Malah Sultan Salim III mendatangkan para teknisi dari Swedia Perancis Hongaria dan Inggris dalam rangka mendirikan sebuah Akademi Militer dan Angkatan Laut.

Muhammad Ali Gubernur Mesir yg berkuasa tahun 1805 M membentuk pasakan tentara sistem Eropa. Selain itu ia sengaja mengirim tenaga-tenaga Al-Azhar ke Eropa utk mendalami berbagai disiplin ilmu.

Ahmad Basya Bey I membangun tentara reguler di Tunisia. Kemudian ia membangun akademi militer yg pengajarnya dari perwira-perwira Perancis Italia dan Inggris.

Tahun 1852 M dinasti Qajar di Iran membuka sebuah akademi model Barat yaitu Akademi Sceince dan Seni.

Perjalanan westernisasi dapat ditelusuri sejak tahun 1860 M ketika gerakan ini memulai aktifitasnya di Libanon melalui para zending Kristen. Dari sanalah kemudian merambat ke Mesir. Di bawah naungan Khudaiwi Ismail yg akan menjadikan Mesir sebagai bagian dari Eropa.

Rifa’ah Thahthawi dikirim utk belajar di Perancis. Di sana ia tinggal selama 5 tahun . sarjana lai yg bertugas belajar di Perancis adl Khairuddin al-Tunisia. Di Perancis ia menghabiskan waktu selama 4 tahun . setelah kembali keduanya menyebarkan ide-ide utk menata masyarakat dgn dasar sekulerisme rasional.

Sejak tahun 1830 M para sarjana lulusan Eropa yg telah kembali ke negeri masing-masing mulai menerjemahkan buku-buku Voltaire Rousseau Montesquieu dan lain-lain. Penerjemahan ini bertujuan menyebarkan pemikiran Eropa yg memberontak menentang agama yg muncul pada abad ke-18.

Cromer mendirikan Akademi victoria di Iskandariyah. Tujuannya ialah utk medidik generasi anak-anak para pejabat tokoh dan pembesar dgn pola Inggris agar mereka bisa menjadi alat transformasi dan penyebaran peradaban Barat di masa mendatang.

Lord Loyd Gubernur Inggris di Mesir ketika meresmikan akademi tersebut pada tahun 1836 mengataka “Untuk menginggriskan mereka tidak memerlukan waktu lama terutama jika ada 10 orang yg terpercaya diantara dosen dan mahasiswa-mahasiswanya.”

Orang-orang Nashrani Syam adl orang yg pertama kali malakukan kontak dgn para zending dan missi Kristen serta menerima kebudayaan Perancis dan Inggris. Mereka juga menggalakan sekularisme liberalistik. Mengapa demikian ? mereka tidak memiliki loyalitas kepada Daulah Utsmaniyah. Hal itu mewujud dalam kekaguman mereka terhadap Barat dan seruan mereka supaya mengekor dan mengikuti cara-cara Barat. Fenomena itu muncul pada surat-surat kabar yg mereka terbitkan.

Nashif Yazji dan anaknya Ibrahim Yazji mempunyai hubungan kuat dgn para missionaris Anglikan Amerika.

Butrus Bustani pada tahun 1863 M mendirikan sebuah sekolah bahasa Arab dan science modern. Dengan demikian ia adl orang Masehi pertama yg menyeru kepada Arabisme dan nasionalisme. Slogan yg didengungkannya ialah “Cinta tanah air sebagian dari iman.” Ia menerbitkan sebuah harian berbahasa Arab Al-Janan pada tahun 1870 M. harian ini sempat hidup selama 16 tahun. Resminya ia menjadi penerjemah pada Konsulat Amerika di Beirut. Bersama dua orang Amerika Smith dan Van Dyck ia menerjemahkan Protestanisme bagi Taurat .

Tokoh lainnya ialah Jurji Zaidan seorang pendiri majalah terkenal Al-Hilal di Mesir tahun 1892 M. Ia dikenal sebagai orang yg luas hubungannya dgn missionaris Amerika. Ia merupakan penulis roman dan novel sejarah yg penuh dusta dan membuat tuduhan palsu terhadap Islam dan ummatnya.

Sulaiman Taqla pendiri harian Al-Ahram di Mesir. Ia merupakan anak didik Van Dyck seorang zending Kristen di Libanon. Kemudian pada tahun 1884 harian tersebut pindah ke Mesir.

Jamaluddin Al-Afghani seorang laki-laki yg peranan-peranannya di pandang aneh. Kehidupanya penuh misteri. Ia banyak melanglang buana di dunia Islam baik di Timur ataupun di Barat. Ia termasuk orang yg berhasil memasukkan sistem perkumpulan rahasia modern ke Mesir dan menjadi salah satu anggota perkumpulan Free Massonry. Selain itu ia juga dikenal sebagai orang yg sangat erat hubungannya dgn Mr. Blunt dari Inggris.

Tentang Jamaluddin Al-Afghani Rasyid Ridha berkata “Ia cenderung kepada faham ‘wihdatul wujud’. Sedangkan persepsinya tentang asal usul manusia ia berteori mirip dgn Darwin.”

Muhammad Abduh salah seorang murid Afghani yg paling menonjol dan pembantu dekatnya dalam mengasuh majalah Al-’Urwatu al-Wutsqa. Dia dikenal sebagai orang yg punya hubungan baik dgn Lord Cromer dan W.S. Blunt.

Aliran Muhammad Abduh termasuk di antaranya Rasyid Ridha adl menyeru penghantaman taqlid dan menuntut supaya hukum Islam ditinjau kembali. Dari fatwa-fatwa mereka muncul pula beberapa pendapat yg bersandar pada ta’wil terhadap nash-nash yg jauh dari batas toleransi. Tampaknya Abduh ingin menta’wil nash-nash yg dapat mendekatkan Islam dgn peradaban Barat.

Selain itu juga ia menyerukan dimasukkannya materi science modern ke Universitas Al-Azhar. Sebuah upaya mengembangkan dan memodernisasi Al-Azhar katanya.

W.S. Blunt seorang orientalis kenamaan yg tak asing bagi dunia Arab. Ia bersama isterinya berkeliling di dunia Arab dgn memakai pakaian Arab dan menyeru nasionalisme Arab serta mendirikan ‘Khilafah’ Arabiyah sebagai upaya menghancurkan persatuan Islam.

Sa’ad Zaghlul Menteri Pendidikan Mesir tahun 1906. Ia dikenal sebagai orang yg benar-benar menerapkan ide usang Cromer. Ia juga menyerukan didirikannya Sekolah Peradilan Islam. Tujuannya ialah utk membuat saingan Al-Azhar dalam pengembangan pemikiran Islam.

Ahmad Luthfi Sayyid salah seorang tokoh pendiri partai Al-Ahrar al-Dusturiyyin yg secara politis memisahkan diri dari Sa’ad Zaghlul. Ia terkenal sebagai orang yg bersemangat menyerukan fanatisme kedaerahan yg sempit. Dialah pencetus sebuah slogan yg populer pada tahun 1909 di Mesir “Mesir utk Mesir.” Ia pernah menjadi pejabat Urusan Persatuan Mesir sejak pemerintah Mesir menyerahkannya pada tahun 1916 sampai kira-kira tahun 1941 M.

Tokoh lain yg tidak asing lagi bagi ide pembaratan di dunia Islam ialah Thaha Husen . Ia merupakan murid langsung Durkheim. Dua bukunya berjudul Al-Syi’ru al-Jahili dan Mustaqbal al-Tsaqafah fi Mashr dinilai mengandung ide-ide dia yg paling berbahaya yg disebarkannya.Dalam Al-Syi’ru al-Jahili halaman 26 ia berkata “Taurat telah menceritakan kepada kita tentang Ibrahim dan Isma’il. Juga Al-Qur’an. Tetapi diceritakannya dua nama tersebut di dalam Taurat dan Al-Qur’an belum cukup menjadi bukti keberadaan dua tokoh tersebut secara historis.” Selanjutnya dia mengatakan “Orang-orang Quraisy benar-benar siap menerima mitologi ini pada abad ke-8 Masehi.” Di tempat lain dalam bukunya itu dia meniadakan mata rantai nasab Rasulullah SAW kepada pembesar-pembesar Quraisy.

Dalam satu ceramahnya tentang sastra dan bahasa ia mengawali dgn memuji Allah dan membaca shalawat utk Rasulullah SAW. Kemudian ia berkata “Sebagian pendengar mungkin akan mentertawakan saya setelah mendengar ceramah ini. Karena saya mengawali ceramah ini dgn memuji Allah dan membaca shalawat utk Rasulullah SAW. Suatu hal yg bertentangan dgn tradisi zaman modern.” . Kemajuan westernisasi berkembang pesat setelah orang-orang Ittihad menguasai pemerintahan Turki Utsmani dan jatuhnya Sultan Abdul Hamid pada tahun 1924 M

Kemudian pada tahun 1924 M pemerintahan Turki baru yg dipimpin Kamal Ataturk menghapus sistem khilafah Utsmaniyyah. Perubahan inilah yg menyeret Turki ke jurang sekularisme modern. Dengan keras dan kejam gerakan westernisasi dalam segala bentuknya dipaksakan di bumi Turki.

Pada tahun 1925 buku Ali Abdul al-Raziq berjudul Al-Islam wa Ushul al-Hukmi terbit di Mesir. Buku ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Urdu. Di dalam buku ini pengarang berusaha keras meyakinkan pembaca bahwa Islam hanyalah agama bukan negara.

Tetapi pemikiran semacam ini tidak berrkembang di dunia Islam. Misalnya Smith menunjuk dia ketika mengatakan bahwa kebebasan sekuleristik dan internasionalisme tidak akan berkembang di dunia Islam kalau tidak ditafsirkan secara Islam yg dapat diterima.

Buku Al-Islam wa Ushul al-Hukmi telah dilarang terbit dan pengarangnya dinyatakan harus dihukum oleh ulama Al-Azhar pada tanggal /8-1925. Pikirannya mendapat tantangan keras dari kelompok ulama.

Ia pernah memimpin majalah Rabithah Syarqiyyah dan mengadakan upacara penganugerahan penghargaan utk Ernest Renan di Universitas Mesir. Upacara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati seratus tahun meninggalnya orientalis tersebut. Ernest Renan adl orientalis yg gigih menyerang orang-orang Arab dan kaum Muslimin.

Mahmud ‘Azmi salah seorang propagandis fir’aunisme terbesar do Mesir ini belajar tentang orientalisme kepada Durkheim. Ia pernah berkata kepada Muhammad ‘Azmi “Jika Anda berbicara masalah ekonomi maka jangan sebut-sebut syari’ah. Jika Anda membicarakan syari’ah jangan sebut-sebut ekonomi.”

Pendukung westernisasi lain ialah Manshur Fahmi . Ia pernah mengajukan disertasi doktornya kepada Levy Bruhl yg berisi serangan terhadap sistem perkawinan dalam Islam. Di dalam disertasinya itu ia berkata “Muhammad telah membuat undang-undang utk semua manusia. Tetapi utk dirinya sendiri banyak perkecualiannya.” Lebih lanjut dia menyatakan “Hanya saja ia telah meringankan mahar dan saksi utk dirinya sendiri.”

Tetapi pada tahun 1915 dia sendiri mengkritik gerakan westernisasi. Ia mengakui terus terang terhadap kesalahan-kesalahan pemikirannya yg telah di bawa oleh Thaha Husein bersama alirannya.

Ismail Mazhhar salah seorang tokoh aliran westernisasi yg kemudian berubah menjelang masa kebangkitan modern.

Salah seorang murid Thaha Husain yg terkemuka ialah Zaki Mubarak. Ia banyak belajar kepada orang-orang orientalis. Ia pernah menulis disertasi tentang Ghazali dan Ma’mun. Dalam disertasinya itu ia menyerang Ghazali habis-habisan. Tetapi ia kemudian sadar kembali dan menulis sebuah artikel yg terkenal sebagai kritik atas disertasinya sendiri berjudul “Ilaika A’tadziru Ayyuha al-Ghazali.” .

Muhammad Husein Haikal pemimpin redaksi harian “Siyasah.” Ia termasuk tokoh westernisasi yg menonjol. Ia dikenal sebagai seorang yg mengingkari peristiwa Isra’ dan Mi’raj baik dgn ruh ataupun dgn jasad. Pengingkarannya itu bertolak dari pandangan rasionalistik . Tetapi kemudian dia dinilai berubah sikap menjadi sangat moderat. Dalam kata pengantar buku “Fi Manzili al-Wahyi” ia mengungkapkan orientasi barunya di dalam pemikiran Islam.

Amin Khuli adl dosen ilmu tafsir dan balaghah di universitas Mesir yg selalu mempromosikan ide-ide Thaha Husein dalam mempropagandakan pengkajian Al-Qur’an melalui pendekatan sastera murni tanpa mengindahkan aspek keagamaan. Sepak terjangnya berjalan sampai tahun 1949 dan berakhir setelah dibongkar habis oleh Mahmud Syalthut.

Syibli Syumail seorang penganjur sekulerisme yg menggebu-gebu dalam menyerang nilai-nilai agama dan akhlak.

PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA

Pertama Indikasi adanya ide westernisasi

Rasulullah SAW bersabda “Kamu pasti akan mengikuti tradisi orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal atau sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke lubang biawak sekalipun kamu akan ikut masuk pula.”

Ibnu Khaldun berkata “Orang kalah selalu erkeinginan mengikuti yg menang dalam segala hal; dalam berpakaian berperilaku dan adat kebiasaannya.”

Seorang orientalis Inggris H.A.R.Gibb dalam bukunya Wither Islam berkata “Di antara fenomena penting politik westernisasi di dunia Islam ialah tumbuhnya perhatian membangkitkan kembali peradaban-peradaban klasik.”

Dalam pembahasannya itu ia berterus terang menyatakan bahwa sasaran pembahasan ialah utk mengetahui “Sejauh mana gerakan westernisasi ini mencapai Timur dan faktor apa saja yg menjadi penghambatnya.”

Ketika Lord Allenby memasuki Al-Quds tahun 1918 ia berteriak “Sekarang tamatlah perang.”

Lawrence Brown berkata “Ancaman hakiki terhadap peradaban Barat terkandung di dalam sistem Islam dan kemampuan expansinya ketundukan dan dinamika ajarannya. Islam adl satu-satunya tembok penghalang bagi kolonialisme Barat.”

Munculnya berbagai imbauan yg menyerukan dunia Islam supaya mengikuti pola peradaban Barat.

Adanya penggalakan ide pembentukan pemikiran Islam yg maju yg menjustifikasi model Barat. Tujuannya ialah menghapus keunikan karakteristik kepribadian Islam agar kemantapan hubungan antara Barat dan dunia Islam terwujud dan mengabdi kepada kepentingan Barat.

Bermunculannya seruan yg bersifat nasionalistik dan pengkajian sejarah kuno serta ajakan kebebasan yg dipandang sebagai asas kemajuan bangsa. Berbarengan dgn itu ditonjolkannya sistem ekonomi Barat dgn penuh pesona dan kekagumana serta diulang-ulanginya pembicaraan mengenai poligami dalam Islam pembatasan thalaq dan ikhtilath antara pria dan wanita.

Tersebarnya ide internasionalisme dan humanisme yg oleh pendukungnya dianggap sebagai jalan menuju kesatuan idiologi bagi seluruh ummat manusia yg mampu mengikis segala perbedaan agama dan etnis dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia. Agar bumi ini menjadi satu negara yg beragama dan berbahasa satu serta budaya sama.

Tipu daya tersebut merupakan upaya pengebiran pemikiran Islam dan mengeliminasinya dari kenyataan hidup serta menempatkannya pada salon-salon yg dikuasai para pendukung idiologi dunia yg sedang berkuasa.

Tersebarnya idiologi nasionalisme merupakan langkah menuju westernisasi pada abad ke-19. Idiologi ini di transfer dari Eropa ke Arab Iran Turki Indonesia dan India. Tujuannya utk merobek-robek kesatuan dunia Islam dan mencingcangnya menjadi bagian-bagian kecil berdasarkan ikatan geografis. Akibatnya bermunculan negara-negara nasional berdasarkan asal-usul ras darah dan keturunan yg sama.

Meningkatnya perhatian orang dalam membangkitkan peradaban klasik H.A.R.Gibb berkata “Di antara fenomena penting polotik westernisasi di dunia Islam ialah tumbuhnya perhatian utk membangkitkan kembali peradaban-peradaban klasik yg berkembang pesat di berbagai negara yg dewasa ini cukup meyibukan kaum muslimin. Perhatian dunia Islam sekarang inimasih terbatas pada kuatnya permusuhan terhadap Eropa. Tetapi di masa mendatang tidak mustahil hal itu akan memegang peranan penting di dalam memperkuat nasionalisme-nasionalisme lokal dan memperkokoh sendi-sendinya.”

Rockefeller Yahudi fanatik ini pernah mengeluarkan dana 10 juta dolar Amerika utk pembangunan musium peninggalan fir’aun di Mesir dan mendirikan sebuah akademi arkeologi di negeri itu.

Munculnya perhatian orang utk mengkaji tokoh misterius di dalam sejarah Islam seperti Sukhrowardi Ibnu Rowandi dan Abu Nawas.

Louis Massignon seorang orientalis terkenal telah melakukan penelitian terhadap Al-Hallaj. Pada tahun 1912 hasil penelitiannya diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Al-Hallaj al-Shufi al-Syahid fi al-Islam . Kitab-kitab Al-Hallaj kemudian ditahqiq dan diedarkan secara meluas. Demikian juga kumpulan puisinya.

Munculnya perhatian di dunia Islam utk menyebarkan dan mendukung gerakan-gerakan sesat seperti Qadianisme Bahaisme Chauvinisme Fir’aunisme Finiqisme dan Barbarisme.

Kemudian muncul pula kecenderungan utk menghidupkan kembali aliran-aliran seperti Qaramithah dan Gerakan Negro dengan dalih bahwa semua itu merupakan gerakan kemerdekaan revolusioner di dunia Islam. Selain itu disanjung-sanjung pula pribadi-pribadi yg berbahaya seperti Sir Sayyid Ahmad Khan Amir Ali Namiq Kamal Abdul Haq Hamid Taufiq Fikrat dan Sanggulaji .

Kolonialisme Orientalisme Komunisme Free Massonry dgn seluruh cabang-cabangnya Zionisme dan para propagandis penyatuan agama semuanya bersatu mendukung gerakan westernisasi. Tujuannya adalah utk menghancurkan dunia Islam menjadi berkeping-keping menundukkannya hingga menjadi makanan yg empuk bagi mereka.

Fenomena lain ialah tersebarnya aliran-aliran yg merusak Islam seperti Freudisme Darwinisme Marxisme slogan pengembangan moral dan pengembangan masyarakat . Juga berkembangnya perhatian terhadap existensialisme sekularisme liberalisme pengkajian tentang tashawuf Islam seruan nasionalisme sukuisme dan kebangsaan. Selain itu tumbuh kecenderungan berkembangnya ide pemisahan antara agama dan negara upaya pendangkalan agama penyerangan terhadap Islamwahyu Rasul dan sejarah Islam. Kemudian lahir pula sikap ragu terhadap nilai-nilai Islam dan seruan membebaskan orisinalitas dan keunikan Islam serta menumbuhkan takut mati dan kemiskinan. Semua itu bertujuan mencabut fikrah jihad dari akal dan kalbu kaum Muslimin. Berbarengan dgn itu disebarkan pula isu bahwa penyebab kemunduran bangsa Arab dan ummat Islam adl Islam.

Munculnya anggapan bahwa Al-Qur’an merupakan luapan akal budi disertai dgn sanjungan terhadap kejeniusan Muhammad SAW kecemerlangan dan kebersihan jiwanya. Ini merupakan langkah awal utk menghapus sifat kenabian yg ada pada diri Muhammad.

Kedua Konferensi-konferensi tentang westernisasi

    Konferensi Baltimore tahun 1942. Dalam konferensi ini direkomendasikan supaya digalakkan pengkajian Islam dan mengintodusir gerakan-gerakan rahasia ke dalam tubuh ummat.
    Tahun 1947 di Universitas Princeton Amerika Serikat diadakan konferensi yg bertujuan melakukan pengkajian terhadap masalah-masalah kultural dan sosial di Timur Dekat. Hasil konferensi diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Terjemahan ini menduduki urutan ke 116 dari proyek pengadaan 1000 buah buku di Mesir. Dalam konferensi ini hadir antara lain T. Cuyler Young Habib Kurani Abdul Haq Edward dan Louis Thomas.
    Konferensi tentang kebudayaan Islam dan kehidupan modern di universitas Princeton pada musim panas tahun 1953 M. hadir dalam konferensi ini para pemikir seperti Mill Broze Harold Smith Raphael Patai Harrold Allen John Croswell Syaikh Mushthafa Zarqa Kenneth Cragg Isytiyaq Hussein dan Fazlur Rahman dari India.
    Konferensi ke III direncanakan di Lahore Pakistan tahun 1955 tetapi gagal. Rencananya akan mengikutsertakan pakar-pakar dan peneliti Muslim serta para orientalis dalam mengarahkan kajian-kajian tentang Islam.
    Tahun 1953 diselenggarakan konferensi gabungan Islam - Kristen di Beirut Lebanon. Kemudian di Iskandariyah lalu berturut-turut diselenggarakan di Roma dan negara-negara lain berupa pertemuan dan seminar-seminar dgn maksud yg sama.

    Ketiga Buku-buku tentang westernisasi yg berbahaya

      Islam Modern History karangan W.C. Smith derektur Institute of Islamic Studies dan guru besar ilmu perbandingan agama pada Mc. Gill Unversity Kanada. Ia meraih gelar doktor dari Princeton University tahun 1948 di bawah bimbingan orientalis terkenal H.A.R. Gibb. Ia pernah menjadi mahasiswanya ketika Smith belajar di Cambridge University. Buku ini menyerukan liberalisme sekulerisme dan pemisahan antara agama dan negara.
      Wither Islam karangan H.A.R. Gibb yg diterbitkan di Libanon pada tahun 1932. Buku ini disusun bersama sejumlah orang-orang orientalis. Isinya berupa kajian penting tentang sebab-sebab terhambatnya proses westernisasi cara mengembangkan dan mamajukannya.
      Protokolat hakim-hakim zionisme yg muncul di seluruh dunia tahun 1902 M. buku ini pernah dilarang masuk ke Timur Tengah dan dunia Islam sampai kira-kira tahun 1952 M yakni beberapa tahun setelah berdirinya negara Israel di jantung dunia Arab dan Islam. Dapat dipastikan pelarangannya itu berkaitan erat dgn pengkhidmatan Yahudi terhadap gerakan westernisasi secara umum.
      Buku-buku yg berisi gambaran tentang figur-figur sebagai tokoh Islam dalam bentuk usang cabul dan palsu seperti gambaran dalam buku Seribu Satu Malam Harun al-Rasyid kisah yg ditulis Jurji Zaidan. Demikian pula buku-buku yg bersandar pada mithologi klasik yg diramu ke dalam sejarah Islam seperti buku ‘Ala Hamisi al-Sirah oleh Thaha Husein dan buku buku yg mengingkari kenabian dan wahyu seperti buku Muhammad Rasulu al-Hurriyah oleh Syarqawi.

      AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDIOLOGINYA

      Pasukan salib telah menderita kekalahan berulang kali setelah perang Hiththin. Orang-orang Turki Osmani menaklukan ibukota Bizantium dan pusat gereja mereka pada tahun 1453 M. kemudian kota tersebut dijadikan ibu kota Turki dan namanya diubah menjadi Istambul yakni Dar al-Islam .

      Selain itu pasukan Islam Turki dapat sampai ke Eropa dan menggempur Wina pada tahun 1529 M. penggempuran ini berlangsung sampai tahun 1683 M. semua itu diawali dgn jatuhnya Andalusia yg dijadikan pusat pemerintahan dinasti Umawiyah.

      Peristiwa-peristiwa tersebut mendorong munculnya westernisasi sebagai upaya menebus kekalahan yg mereka derita selama itu. Sedangkan kristenisasi menjadi bagian tak terpisahkan dari westernisasi. Tujuan utamanya tidak lain yaitu utk menghancurkan dunia Islam dari dalam.

      Westernisasi pada hakikatnya merupakan perwujudan dari konspirasi Kristen-Zionis-Kolonialis terhadap ummat Islam. Mereka bersatu utk mencapai tujuan bersama yaitu membaratkan dunia Islam agar kepribadian Islam yg unik terhapus dari muka bumi ini.

      PENYEBARAN DAN KAWASAN PENGARUHNYA

      Gerakan westernisasi telah mampu merembes hampir di tiap negara di dunia Islam dan negara-negara Timur. Dengan diam-diam masyarakatnya terseret ke dalam peradaban Barat yg materialistik dan modern. Akibatnya mereka terikat oleh roda peradaban Barat.

      Pengaruh westernisasi ini berbeda-beda antara satu negara dgn negara lain. Hal itu tampak jelas di Mesir Iraq Palestina Suriah Yordania Turki Indonesia dan Marokko.

      Gerakan ini merembes ke seluruh dunia Islam. Akibatnya tidak ada satu negeri muslim atau negeri Timur yg tidak dirembesi oleh gerakan ini. Al-Islam Pusat Komunikasi dan Informasi Islam Indonesia

      sumber file al_islam.chm


Sejarah kebudayaan perancis? TOKOH EKONOMI iSLAM ABAD KE 19